
Dengan semangat tinggi untuk bekerja seorang wanita muda dengan percaya dirinya memasuki perusahaan RM Corp ,iya semenjak di beri tahu dia lulus membuatnya menjadi semangat bahkan dia bangun saat orang lain masih berada dalam mimpinya.
Ayah ibu doakan ana semoga ana betah kerja di sini batinnya
Dia masuk dengan menghela napas nya lalu menghembuskan nya
" Semangat ana demi ayah dan ibu " ucap ana
Dia langsung ke arah HDR karena harus di beri tahu beberapa aturan yang harus dia lakukan
Tok...tok...tok
" Masuk " ucap kepala HDR
" Terima kasih tuan " ucap ana
" Panggil pak Didin saja iya ,ah iya kamu akan bekerja dengan nona Nabilla kamu bisa bertanya dengannya nanti apa yang harus kamu lakukan ,terus ingat bos tidak suka jika seorang karyawan tidak profesional saat bekerja jangan pernah membawa masalah mu ke sini , dan berpakaian lah yang sopan " ucap pak Didin
" Baik pak terimakasih " ucap ana sambil menunduk kepalanya
" Ayo aku antar ke lantai CEO " ucap pak Didin ,lalu mereka ke kaur dari ruangan itu menuju lantai ruangan CEO lantai 75
" Selamat pagi Nona Nabilla apa tuan Henry sudah datang " tanya pak Didin saat sudah depan meja Nabilla
" Belum pak mungkin sebentar lagi ,ada yang bisa saya bantu " ucap nabilla
" Ah ini ana yang akan membantumu bekerja sesuai permintaan tuan Henry " ucap pak Didin
" Baik pak,nanti akan saya sampaikan pada tuan Henry " ucap Nabilla
" Kalau begitu saya permisi dulu, ana kamu sama nona Nabilla iya dia akan yang mengajarmu " ucap pak Didin
" Terimakasih pak sudah mengantar ana " ucap ana sambil menunduk kepalanya
" Ayo sini duduk di sampingku " ucap Nabilla saat pak Didin sudah pergi
" Iya nona Nabilla " ucap ana sambil menunduk
" Panggil Nabilla saja kita sama sama bekerja untuk tuan Henry dan bicara lah dengan santai tidak usah terlalu formal " ucap Nabilla tersenyum
" Ana panggil saja mba iya gimana kalau panggil nama kurang sopan " ucap ana,Nabilla tersenyum
" Baik lah,apa kamu sebelum nya pernah bekerja " tanya Nabilla
" Tidak mba,ana baru lulus tahun kemarin terus sambil menunggu lowongan kerja ana kerja jaga toko " ucap ana
" Wah ternyata partner kerjaku masih muda dan cantik " puji Nabilla
" Mba juga masih cantik dan muda " ucap ana
Tidak lama Nabilla melihat Henry Jose Jeje dan alan menuju meja mereka ,lalu dia berdiri di ikuti oleh ana
" Selamat pagi tuan " ucap Nabilla sambil menunduk
Henry berhenti di ikuti dengan yang lainnya
" Apa dia sekertaris yang baru " tanya Henry
" Iya tuan " ucap Nabilla
" Kau masuk ke ruanganku " ucap Henry lalu berlalu dari meja Nabilla masuk dalam ruangan di ikuti Jose Jeje Alan
" Masuklah tidak perlu takut selama kau tidak melakukan kesalahan tuan tidak akan memarahimu ,jangan perna membantah perkataannya ,dan menjawab lah dengan tegas jangan gugup tuan tidak suka " ucap Nabilla
" Baik mba terimakasih ,doa in ana iya " ucap ana sambil tersenyum , Nabilla hanya mengangguk saja
Tok ..tok..tok...
" Masuk "
" Iya tuan " ucap ana saat sudah masuk dalam ruangan Henry
" Kamu sudah Taukan pekerjaan mu di sini untuk membantu Nabilla, dan aku harap kamu bisa membantunya tanpa mempersulit kerjaan nya dia akan sibuk belakangan ini jadi untuk itu kamu akan belajar dengan Jeje apa saja yang akan kamu kerjakan,kamu mengerti " ucap Henry
" Iya tuan " jawab ana sambil menunduk
" Jeje ajar dia dengan benar jika sampai kamu tidak bisa mengajarnya ,kamu tau sendiri bukan " ucap Henry
" Baik tuan " Jeje langsung berdiri mendekati ana " ayo kita ke ruanganku " ucap Jeje,ana mengikuti Jeje dari belakang mereka ke luar dari ruangan Henry
" Jadwal ku hari ini apa " Tanya Henry
__ADS_1
" Kita ada pertemuan pembahasan kontrak dengan perusahaan Arkan company 15 menit lagi kita ke ruangan " ucap Jose ,Henry tersenyum mendengar nya
" Baik lah kita mendapatkan mainan baru , sepertinya dia mengikuti keinginan wanita itu, apa kamu sudah siapkan semuanya Jo" ucap Henry sambil tersenyum
" Sudah tuan " ucap Jose
" Alan apa kamu siap untuk bermain " tanya Henry
" Sangat siap tuan" jawab alan dengan semangat
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" Kerjakanlah jika ada yang tidak kamu mengerti kamu bisa bertanya padaku " ucap jeje sambil memberi kan beberapa berkas dan laptop
" Baik tuan " ucap ana dengan lembut ,lalu dia mulai mengerjakan berkas yang di berikan Jeje
**** come on boy kau baru dengar suaranya yang lembut saja sudah membuatmu bangun jangan bikin malu batin Jeje sambil memejamkan matanya
Berbeda sekali ekspresi nya saat sudah bekerja batin Jeje sambil melihat ana
Karena bosan dia memilih bermain dengan HP nya sambil menunggu Ana,setengah jam sudah ana bergulat dengan berkas itu,Jeje melihat nya dia masih fokus
" Hm maaf tua mengganggu waktunya ada yang ingin saya tanyakan " ucap ana
" Apa " jawab Jeje datar
" Yang ini,kenapa laporan di berkas dan laporan di laptop berbeda saya sudah mengeceknya berulang kali tapi hasilnya tetap berbeda bahkan perbedaannya sangat jauh " ucap ana sebenarnya dia takut tapi sebisa mungkin untuk tidak terlihat gugup
" Lantas ,apa kamu sudah paham sampai di sini kenapa bisa berbeda dan kenapa bisa perbedaannya jauh dari berkas dan laptop nya " tanya Jeje
" Biasanya pasti ada yang memanipulasi data tuan ,atau ada seseorang yang bermain dengan perusahaan sehingga terjadi perbedaan seperti ini " ucap ana
" Lalu " tanya Jeje
" Mungkin bisa memanggil yang bersangkutan yang bagian defisit keuangan dan meminta data keuangan tiga bulan sebelumnya jadi kita bisa tahu keganjalan nya "Ucap ana
" Tidak sia sia kau mendapatkan IPK tinggi , ingat kau bekerja membantu Nabilla tanyakan pada Nabilla jika terjadi seperti ini kau harus seperti apa , di sini kau bekerja jadi jangan takut akan gertakan atau bentakan orang lain jika memang mereka berbuat merugikan perusahaan kau paham kan " ucap Jeje
" Iya tuan saya paham " ucap ana
" Iya sudah periksa lagi yang lainnya jika masih ada yang belum di mengerti tanyakan " ucap Jeje
" Baik tuan " ucap ana
Ceklek
" Selamat pagii tuan Arkan " ucap Jose saat sudah depan meja di ikuti oleh herny dan langsung duduk sedangkan Alan dan Jose masih berdiri
" Terimakasih telah menepatkan waktunya untuk membahas kontrak ini tuan Henry " ucap Arkan Henry hanya melirik nya saja membuat Arkan kesal
" Lakukan " ucap Henry
Lalu mereka mulai persentase kan tentang kerjasama mereka hampir 1 jam kini mereka selesai tinggal menunggu keputusan Henry
" Bagaimana tuan " ucap arkan
" Aku tidak ingin basa basi ,apa yang dia kasihkan padamu perempuan itu " ucap Henry to the poin
" Maaf tuan maksud anda gimana " ucap Arkan
" Kamu tidak mungkin bisa menjadi seorang CEO jika otakmu buruk,apa perlu aku perjelas lagi " ucla Henry sambil menatap tajam rival nya
" Alan" ucap Henry ,lalu Alan memberikan amplop coklat pada Arkan , Arkan langsung membukanya karena penasaran ,saat melihat isinya dia langsung membelalakkan matanya, dia melihat Henry Jose dan alan bergantian
" Kenapa ,apa kamu sudah mulai paham , seperti nya kau ingin bermain denganku tuan Arkan " ucap Henry menyeringai
Sial kenapa mereka bisa tahu batin Arkan
" Maaf kan saya tuan Henry ....
" Kamu sudah tau aku bukan orang yang gampang memaafkan bukan tapi kayanya kamu ingin bermain aku akan tunjukan cara bermain yang benar ,katakan apa yang di beri kan padamu ,tubuhnya kah " ucap Henry yang langsung memotong perkataan Arkan
Arkan semakin kaget mendengar ucapan Henry
" Kau tidak perlu kaget ,apa lagi yang bisa di lakukan wanita sepertinya jika bukan menyerahkan tubuhnya ,dan kau dengan senang hati bukan melayani nya " ucap Henry dengan tatapan menjijikan
" aku akan ikuti permainan kalian seperti apa ,karena kalian sudah mulai berani mengusikku " ucap Henry
" Jo lakukan seperti biasanya " ucap Henry dingin
Henry langsung berdiri dari kursinya ke luar dari Ruangan itu di ikuti Jose dan alan
__ADS_1
Sedangkan Arkan mengusap wajahnya dengan kasar
**** umpat Arkan lalu dia ke luar dari ruangan itu dengan wajah kesalnya
" Temui aku di hotel biasanya " ucap Arkan lalu dia mematikan sambungan telepon nya
" Selalu awasi dia Jo " ucap Henry saat sudah dalam. Ruang kerja
" Baik tuan " ucap Jose
" Apa mereka belum selesai " tanya Henry
" Belum tuan ,wanita itu terlau serius saat bekerja " ucap alan
" Apa mereka benaran bekerja " tanya Henry
" Iya tuan mereka berkerja " ucap Jose yang mengerti maksud ucapan Henry
" Baiklah ,kembali lah bekerja ,dan untuk siang nanti pesankan kita makan kita makan di kantor saja " ucap Henry
" Baik tuan" ucap Jose dan alan ,lalu mereka ke kaur dari ruangan itu
" Apa masih belum selesai " ucap Alan saat masuk dalam ruangan kerja
Jeje melihat Alan sebentar " belum tuh lihat saja " ucap Jeje acuh
" Apa kamu tidak membiarkan dia untuk istirahat " ucap Alan sedangkan ana tidak mempedulikan mereka dia hanya fokus pada berkas di depannya
" Dia istirahat 15 menit lalu kerja lagi " ucap Jeje
" Antarkan minumkan ke ruanganku 3 " Ucap Alan
Setelah menelpon lalu duduk di kursi nya sesekali dia melirik ke arah ana.
" Kerjalah dengan benar tidak usah meliriknya " ucap Jeje tapi pandangan nya masih di HP nya
" Maaf tuan " ucap ana
" Bukan kamu " ucap Jeje, sedang kan Alan hanya tersenyum
" Apa kau terusik " tanya alan
" Diam dan tutup mulutmu jangan sampai aku menyumpalnya dengan sepatu " ucap Jeje
" Hm hm maaf nona ana " ucap Alan
" Iya tuan, panggil ana saja tuan " ucap ana
" Ah iya apa kamu di sini tinggal dengan orang tua " tanya alan
" Tidak tuan ,saya kost dekat dengan kantor agar mudah ke kantornya" ucap ana
" Sendirian atau bersama saudara " tanya alan lagi
" Sendiri tuan " jawab ana
" Kita bisa kan menjadi teman " ucap Alan
"Maaf tuan , tapi saya tidak ingin orang di kantor berpikiran yang tidak-tidak apa lagi saya baru masuk kerja " ucap ana sambil menunduk kepalanya
" Maksudnya selain di luar kantor " ucap Alan
" Diam,dan kau kerjakan tugasmu apa sudah selesai semua " ucap Jeje ,dia sudah jengah dengan adik dan wanita itu bukannya kerja malah mengobrol
" Maaf tuan " ucap ana lalu dia mulai kembali fokus
" Sepertinya ada sesuatu " ucap Alan sambil tersenyum
Tidak lama datang lah OB masuk sambil membawakan minuman jus dan Snack
" minum dulu baru lanjutkan lagi " ucap Jeje
" baik tuan , terimakasih " Ucap ana tulus
hebm
" kayanya aku harus ke luar " ucap Alan
" diam lah jangan berisik kerjakan saja kerajaanmu, jangan membuat kerjaan Nabila makin banyak " ucap Jeje pada Alan
" iya iya " ucap ala
__ADS_1