CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
akhir jesicaa


__ADS_3

Nabilla yang tahu rencana Henry dan yang lainnya bersikeras,dia ingin ikut sampai dia dan Davin berdebat


membuat kepala Henry pusing


" baby kamu sedang hamil , aku tidak mau terjadi papa" ucap Davin


" makanya coba dengar dulu ,maksud aku gini biarkan kita ke luar pakai mobil mu tapi bukan mas yang bawah orang lain, mas di mobil lain saja sambil ikutin Billa


" tidak ,kamu sedang hamil nanti kalau mereka bius kamu ,bisa bahaya sama kandungan kamu Billa ,kenapa tidak ngerti dengan ku sih,kamu itu masih hamil muda belum cukup 2 bulan jangan bikin aku emosi Nabilla, di sini aku suamimu aku yang mengatur mu " Davin menarik napas panjang nya " dengar baik baik tanpa rencana mu kita pasti tau siapa mereka Daddy juga sudah merencanakan semuanya mobil kita akan di bawah sama pengawal dan di dalamnya ada wanita jadi seolah-olah itu kamu , paham kan maksud aku " ucap Davin


" kalau lagi marah ternyata dia mengerikan" bisik Jose pada Jeje


" aku baru lihat dia sekarang , berbeda sekali dengan saat membunuh musuh musuh dengan berbicara dengan istrinya seperti tadi " bisik Alan lagi


" maaf Billa hanya khawatir pada Elvi " ucap Nabilla lirih


" mas tau kamu khawatir kita juga begitu tapi kamu pikir dengan kondisi mu sendiri gimana " geram Davin sambil mengepal tangannya menahan emosinya agar tidak meledak


" Vin istrimu hamil " ucap Henry sambil mengelus punggung Davin


" Billa kami tahu kamu menyayangi Elvi tapi jika terjadi papa denganmu bagi mana dengan Elvi jika tahu gara gara kamu melindungi dia kamu kenapa-napa ,sementara kita belum tau siapa yang dia incar bisa saja orang lain yang di rumah ini, untuk malam ini kamu istirahat saja di sini biarkan kami yang urus ,Jangan mengatakan apa pun pada Aqila dan Elvi ok masuklah mereka sudah tidur " ucap Henry tulus


" dengar kata kata suami ,dia cuma khawatir sekarang ayo masuk mommy antar ke kamar " ucap mommy ellena,Nabilla hanya mengangguk saja


" maaf karena aku kalian kelahi " Ucap Henry sesal


" aku tidak papa ,cuma kesal saja " ucap Davin


" sudah ayo kita selesai kan semuanya ini sudah jam 10 " ucap Daddy radit kemudian mereka bersiap , masing-masing dari mereka membawa pistol dan memakai anti peluru di tubuh mereka, mobil Davin sudah ke luar dari pekarangan rumah Henry ,sedangkan di tempat lain anak buah Henry sudah menunggu mobil yang menjadi target mereka. Henry dan yang lainnya memakai satu mobil bahkan Daddy radit juga ikut .


saat jalanan mulai sepi mobil Davin di hadang oleh mereka


" biarkan saja mereka, kita lihat mereka membawanya kemana " ucap Dady Radit


tok...tok...tok...


" cepat buka atau ku pecahkan kepala kalian " bentak orang itu,


pintu mobil terbuka orang suruhan Daddy radit tidak melawan,karena itu perintah dari tuan nya agar semuanya lancar dan tidak memakan waktu,


saat pintu sudah terbuka tengkuknya di pukul pakai kayu sehingga dia pingsan,lalu pria itu masuk di ikuti beberapa orang duduk di kemudi belakang


" siapa kamu " tanya wanita dalam mobil itu , tiba-tiba wanita itu di tutup mulutnya pakai sapu tangan kecil hingga dia tertidur


" bawah mobilnya kita bawa ke gudang " lalu mereka membawa mobil Devan


sedangkan anak buah yang di pukul tadi sudah di amankan yang lain setelah mobil Devan pergi meninggalkan tempat itu


" ikuti mereka " ucap Daddy radit ,Alan pun mengikuti dengan jarak yang aman


setelah beberapa saat mereka memasuki kawasan hutan,dan mobil Davin berhenti tepat depan gedung yang sudah usang


" sudah kuduga tikus pasar yang bermain dengan kita " cibir Jeje


" masa gudang apa tidak ada tempat yang lebih mewah hotel " ucap Alan


" kaya nya bos mereka kurang kaya " cibir Jose


saat orang orang itu membawa wanita dalam gudang tidak berselang lama ada mobil mewah yang datang


" tunggu " bentak Daddy radit " itu ada mobil yang datang biarkan mereka masuk dulu baru kita masuk ke dalam


setelah mereka masuk Daddy radit menyuruh anak buah mereka untuk mengambil posisi


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" di mana wanita **** itu " ucap wanita yang menyuruh mereka


" di dalam bos dia sudah sadar " ucap pria itu

__ADS_1


" apa kamu sudah siapkan semuanya usahakan dia tidak mengetahui ku " ucap nya lagi


" sudah bos "


" bagus aku ingin menyelesaikan semuanya sekarang" ucapnya lalu dia mengikuti anak buahnya masuk dalam ruangan yang sangat pengap dan gelap


" hai apa kau sudah sadar wanita ****** " ucapnya sambil tertawa kecil


" siapa kau " bentak nya


" ternyata kau masih memliki keberanian sehingga membentak, kau tidak perlu tau siapa aku ,yang harus kau tau sekarang bahwa kau akan bertemu malaikat ,karena kau rencana ku hancur sehingga aku tidak bisa bersama Henry " ucapnya dengan suara yang meninggi


sedangkan di tempat lain mereka mendengar percakapan di dalam ruangan itu


" Jesicca " gumam Henry ,mereka semua melihat Henry


" kau yakin " tanya alan


" apa kau lupa mereka pernah berhubungan " ucap Jeje ketus


" cih berhubungan " cibir alan


" diam " bentak Daddy


" apa kau yakin setelah membunuhku dia akan bersamamu " ucap wanita ini sinis


" apa kau tau dia sangat mencintaiku " ucap wanita itu


" honey cepat lah aku ingin bermain " ucap pria paru baya ,wanita itu hanya mengangguk


" apa kau yakin ,bahkan istrinya lebih cantik dari pada kau " wanita itu sengaja memancing ke marahan nya


" dia cinta pertama ku j******" teriak nya dengan emosi nya sudah tidak di tahan lagi dia maju mendekati wanita itu tapi seketika tubuhnya menegang apa yang dia lihat di depannya


" kenap apa kau salah menangkap orang " cibirnya sambil tersenyum


" kenapa kalian bisa menangkap orang yang salah bajingan " teriak nya


" ah ternyata kau sudah tahu dari istri pemilik mobil itu , sayang nya kamu terlalu bodoh " wanita itu langsung menampar suruhan Daddy radit dengan keras


" bunuh dia " ucap wanita itu, belum anak buah nya membunuh wanita itu pintu ruangan mereka sudah terbuka


Brrughhhhh


seketika dalam ruangan kaget ,mereka melihat ke arah pintu yang terbuka ,anak buah Henry menembak orang yang ada dalam ruangan itu saat mereka masih keadaan syok ,wanita yang di ikat tadi sudah di lepaskan sedangkan wanita dan pria paru baya itu sudah tahan anak buah Henry


" tuan Indra " gumam Daddy radit saat ruangan itu sudah terang


" tuan Radit " gumam Indra


" cih ternyata kau yang mengusik keluargaku " cibir Daddy radit


" Henry ini tidak seperti yang kamu lihat " ucap Jesicca


" lalu apa yang harus aku lihat " tanya Henry


" ini semua karena sekertaris sialan itu dia telah membohongiku " Davin maju mendekati Jesicca


PLak


" kau mengatai istriku " bentak Davin sambil menarik rambut Jesicca


" Vin sakit lepas kan bajingan " bentak Jesicca


" Vin ingat istrimu hamil " ucap Jose


" apa istrimu tahu jika kau seorang pemain " cibir Jessicca saat Davin melepaskan nya


" apa aku perlu bermain denganmu " Davin tersenyum licik " gilir dia " teriak Davin membuat sekitaran kaget

__ADS_1


" jangan gila kau Davin " teriak Jessicca


" kenapa bukannya kau juga seorang pemain ,apa kau lupa aku hanya membuatmu mengingatnya siapa kau sebenarnya " cibir Davin


saat mereka lagi sibuk dengan Jesicca tuan Indra menggunakan waktu itu dengan baik untuk kabur tapi sayang gerakannya bisa di tahu Jeje saat kakinya melangkah menuju jendela


dooorrr


semua orang melihat ke arah jeje ,dia menembak tuan Indra tepat bagian kepalanya sehingga mati seketika


" kalian terlalu lama mengulur waktu ,sehingga membuatnya kabur " cibir Jeje


sedangkan Jessicca sudah gemetar ketakutan saat melihat tuan Indra mati di tempat


" Henry maaf kan aku ,aku janji tidak akan mengganggu kalian ,aku mohon " ucap Jesicca


dooorrrr


aaaaaakkkkkk teriak Jessicca saat peluru itu menembus kaki mulusnya


" istri kalian sedang hamil ,jadi jangan menyentuh nya " ucap Alan sambil tersenyum


" cih kami juga tau " cibir Jose


"apa aku bisa memegang kata kata mu " ucap Henry


Jesicca mengaguk dengan cepat sambil menahan rasa sakit di kakinya darah mengalir begitu banyak


" tapi sayang nya aku tidak percaya bukannya aku sudah sering memperingati mu " ucap Henry sinis" aku sudah pernah bilang aku membiarkan mu bukan berarti aku masih memiliki rasa padamu tapi kamu yang merasa aku masih memiliki itu bahkan dengan bangganya kau mengusik kebahagiaan ku ,kau belum terlalu mengenalku Jesicca ,bahkan aku bisa membunuh mu sekarang jika tidak mengingat istriku hamil " ucap Henry sambil menatap tajam Jessicca


doooorrrr


peluru itu mengenai kening jesicaa


" buang mayat wanita bodoh itu " ucap Jeje setelah itu dia ke luar dari ruangan itu menuju mobil


" kalian terlalu membuang waktu" cibir Daddy radit meninggalkan tempat itu


" cih bukannya mereka yang melarang kita karena istri kami hamil " cibir Davin


" urus mayatnya " ucap Jose


" baik tuan " para anak buah melakukan titah sang tuan


sedangkan Henry hanya diam saat ke luar dari ruangan itu dan itu membuat mereka jadi heran


" kau kenapa " tanya Jose


" tidak " ucap Henry


" apa kau menyesal karena aku membunuhnya " ucap Jeje sinis


" tidak ,aku hanya kasian demi keserakahan nya membuat dia berubah " ucap Henry dia mengingat hubungan mereka dulu seperti apa jesicaa wanita yang lembut tapi tiba-tiba saja dia berubah seperti sekarnag membuat Henry bingung


" kau bisa menyusulnya, aku dengan senang hati membantumu katakan bagian mana yang harus aku tembak " cibir Jeje


" je jaga ucapan mu " ucap Davin


" kenapa !?? jangan hanya karena wanita terlihat bodoh apa lagi wanita j***** seperti nya apa lagi yang perlu di kasihani " Henry hanya diam ,begitu juga dengan yang lain mereka tau watak Jeje seperti apa dia keras seperti Henry


" dia cuma kasian saja je itu saja " ucap Davin,syukur Daddy radit menggunakan mobil yang lain jika tidak mereka semua kena amukan nya


" lalu jika kasihan apa perlu mengulur waktu ,kerjaan kita banyak tidak harus mengurus wanita itu ,apa kalian ingat karena wanita itu Elvi dan Aqila harus seperti di penjara, bahkan kuliah saja harus di rumah dan kalian selalu mengulur waktu sekalipun kalian tahu dia berbahaya " sindir Jeje


" je " ucap Jose ,karena dia melihat Henry hanya memejamkan matanya


" biarkan dia berbicara " ucap Henry masih memejamkan matanya


" je sudah yang penting sekarang semua sudah kembali normal bukan " ucap Alan sambil menyetir mobil

__ADS_1


dalam mobil itu kembali hening Jose dan Davin saling melempar pandangan sesekali melihat Henry dan Jeje yang menutup mata mereka dan tangannya di dada mereka . sedangkan Alan hanya fokus pada jalanan


__ADS_2