CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
permainan


__ADS_3

" mom " ucap Alan, lalu melihat Queen sambil tersenyum


" sudah sadar " Alan mengaguk


" apa yang sedang kau lakukan hm, kau merindukanku " tanya Alan sambil mencium Queen dalam kereta nya


" apa kamu terus mentabotase anak ku ,bahkan dia sangat berbeda melihatmu " ucap Henry


" karena dia istri ku ,jadi harus berbeda " ucap alan Queen tertawa saat Alan mencium semua wajahnya


" cih padahal kau sudah memiliki istri " cibir Jeje


" diam lah " ucap Alan


" apa tadi kamu minum " tanya mommy ellena


" tidak " jawab Alan


" kau yakin " tanya mommy ellena


" mom ayo lah tadi itu aku hanya minum sedikit , hilang kan lelah ,kan Alan minum di rumah,bahkan mereka juga minum bukan hanya Alan " mata mommy melotot melihat ke empat anaknya


" **** mulutnya padahal semua karena dia " umpat Jeje sambil berbisik pada Heny


" diam saja sebelum mommy marah " ucap Henry


" biarkan saja mereka mom, kan mereka tidak macam macam" ucap Daddy radit


" itu karena daddy selalu saja menuruti mereka ,lagian buat apa sih anak anak di bikinkan kaya gitu " ucap mommy ellena


" dari pada mereka minum d luar kita dag tau nanti anak anak kenapa Napa gimana " ucap Daddy radit


" terserah Daddy saja ,kalian awas kalau mommy tau minum lagi " ucap mommy ellena lalu duduk di samping Daddy radit


" ah selamat " ucap mereka


" selamat sore semuanya " ucap Davin yang baru datang


" kau bikin apa di sini " tanya Jeje


" tentunya melihat mommy dan Daddy " ucap Davin lalu duduk di sofa dengan Nabilla


" sejak kapan kau datang " ucap Alan sambil menggendong Queen


" wah Queen sudah besar iyaa,apa kau selalu minum ASI hm " tanya Davin


" jangan menyentuh nya tanganmu kotor dari luar " ucap Alan


" cih ,yang lain mana koh istri kalian dag kelihatan " tanya Davin sambil melihat Henry dan Jose


" mereka goreng singkong sama bakar pisang dag tau mereka " ucap Henry


"tumben mommy beli pisang sama apa tadi " tanya Davin


" singkong ,ambil di rumah mertuanya Jeje semalam pulang di kasih itu pisang singkong sayuran isi kebun semuanya habis " ucap mommy ellena


" maksudnya ,mertua Jeje " tanya Davin


" mereka ke rumah Ana melamar nya ,Minggu depan mereka mau nikah " ucap Henry


" APA" pekik Davin " kenapa kalian tidak bilang hah " bentak Davin


" mendadak karena Ana ada yang duluan lamar ,jadi Jeje pengen cepat cepat " ucap Daddy radit


"kamu kapan Alan ,cepat lah nyusul apa perlu aku mencarikan " tanya Davin ,Henry Jose Jeje daddy dan mommy hanya diam


" tidak perlu aku tidak butuh " ucap Alan sambil menatap Queen


" apa kau tidak ingin menikah ,jangan bencanda apa kau akan jadi perjaka tua ,ah aku lupa kamu sudah tidak perjaka " ucap Davin lagi , Alan menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap Davin setelah itu menatap Queen


" mas aku lihat dulu mereka iya " Davin menggaguk


" hati hati baby " Nabilla mengaguk ,lalu meninggalkan mereka


"loh dek ,sudah selesai masaknya " tanya Nabilla yang melihat Aqila mendekat


" bosan Kak, aku tidak mengerti di sana " ucap Aqila


" iya sudah Kaka temani kamu saja " Aqila hanya mengangguk


" Kaka " jose melihat istrinya


" tidak papa kamu sama Nabila saja " Aqila menggaguk


" Queen anteng bangat kalau Sama kamu " ucap Davin


" padahal aku yang membikin nya sampai keringat " ucap Henry


"tapi kau menikmatinya " ucap Alan


" itulah enaknya " ucap Jose


" cih , apa kalian tidak bisa membahas itu didepan ku " ucap jeje


" jangan merasa suci ,bahkan kau bermain lebih dari satu " ucap Alan


" serius " tanya Jose , Alan hanya mengangguk


" Alan diam lah ,sebelum aku yang bersuara " ucap Jeje


" bukannya dari tadi kau bersuara " ucap Alan


" menyebalkan " ucap Jeje kesal


" Alan " panggil Daddy radit


" hebm "


" lihat Daddy " ucap Daddy radit


" masih main sama Queen " Daddy radit hanya menghembuskan nafas nya ,mommy ellena mengelus punggung suaminya


" Davin kita ke lantai tiga mau karaoke " ucap Jose


" baik lah, Alan kau tidak ikut " tanya Davin


bugggg


" ssttt sakit bodoh " ucap Davin kesal


" aku tidak sengaja " ucap Jeje


" tidak sengaja matamu " ucap Davin kesal


" sudah ayo " ucap Jose sambil menarik paksa Davin


sekarang di ruangan itu hanya ada Henry Daddy radit mommy dan Alan


" jika kamu tidak bahagia bercerai lah " ucap Daddy radit


" untuk apa memaksaku menikah terus menyuruh ku bercerai " tanya alan tanpa melihat Daddy radit


" maaf " ucap Daddy radit


" apa kau membenci Daddy nak " tanya mommy ellena


" tidak " Ucap alan


" lalu kenapa kamu bersikap seperti itu " tanya mommy ellena


" lalu Alan harus bersikap seperti apa " tanya Alan


" biarkan saja mom ,mungkin memang pantas jika anak anakku membenciku karena terlalu memaksa kan kehendak Daddy " Alan membuang nafasnya kasar


" dad , Alan lelah ,cape " ucap Alan dengan suara bergetar ,Henry mengambil Queen dari gendongan Alan


mommy berdiri memeluk Alan " are you ok " Alan menggeleng


" menangis lah " ucap mommy ellena


" Alan hanya ingin kalian bahagia ,tapi alan bingung aku tidak mencintainya mom apa lagi menyukainya " ucap Alan dalam pelukan mommy ellena


" tapi Alan benci melihat mommy dan Daddy selalu ribut karena Alan ,tapi Alan juga bingung harus bersikap seperti apa " Ucap alan sesegukan membuat Queen juga ikut menangis


" sudah tidak Papa , kami semua ngerti ,kami yang minta maaf sudah membuatmu seperti ini " ucap mommy ellena


" maaf membuatmu berada di posisi ini " Alan hanya mengangguk

__ADS_1


" beri Alan waktu untuk menerima semuanya " Daddy radit mengaguk


"istri mu menangis lan " ucap Henry , Alan melihat Queen lalu menggendong nya


" apa karena dulu kau selalu memujinya sehingga dia ingin bersamamu " ucap Henry


" kami suami istri ,jadi kami memiliki ikatan batin yang kuat tidak seperti kau dan Elvi " ucap Alan sambil mencium pipi Queen


" maka berikan mahar yang mahal untuknya " Ucap Henry


" dia hanya ingin mahar mainan " ucap Alan sambil tersenyum


" dia ingin mahar adik " ucap Henry tersenyum


" jangan mengatakan hal yang bodoh,kau bisa membuatnya dengan istrimu " ucap Alan


" aku belum bisa lakukan itu ,lagian sudah cukup bagiku memiliki mereka ,sudah ayo kita ke atas " ucap Henry


"sama istriku " tanya Alan


" jangan di sana ribut nanti dia kaget ,berikan saja sama mommy " ucap Henry


" awas kalian minum ,mommy akan pastikan tidak akan ada yang kabur " ancam mommy ellena


" biarkan saja ,lagian ini di rumah " ucap mommy ellena


" selalu saja membela mereka " ucap mommy ellena


" jika bukan Daddy siapa lagi ,jika mommy saja memarahi mereka " ucap Daddy Radit


" terserah " ucap mommy ellena


" ayo kita ke atas " Ucap Henry sambil menarik Alan


" mom apa semuanya akan berjalan sesuai rencana " tanya daddy Radit sambil memainkan pipi tembem Queen


" entah lah dad, mommy hanya berusaha saja, tapi kadang mommy kasian juga " ucap mommy ellena


"tenang mom ,cepat atau lambat pasti alan akan menerima nya " ucap Daddy radit


" semoga dad " ucap Mommy ellena


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


kini semuanya sudah berkumpul di gazebo taman belakang mereka Elvi bahkan memasak banyak ada sop singkong,singkong goreng ,pisang goreng pisang gapit dan pisang keju ,tapi ada yang menarik perhatian Davin dan Nabilla


" Henry yang itu siapa kaya nya aku pernah lihat " tanya Davin sambil menunjuk Elsa


" hm keponakan ibu yang dari kampung " ucap Henry bohong ,Elsa hanya bisa menunduk


" Kaka baik baik saja " ucap Elvi


Elsa tersenyum " iya dek tenang saja " ucap Elsa


" tapi waktu lahir si kembar kalau tidak salah sudah ada dia " tanya davin lagi


" kau mau makan atau ingin wawancara ,kamu tau jika orang banyak bertanya cepat mati " ucap Jeje Davin hanya mencibir saja


" sayang kenapa harus pakai kaki ayam si jorok sekali " ucap Henry


" itu ceker By,astaga iya sudah jangan di makan " ucap Elvi


" jauhkan dek ,mual Kaka lihatnya " ucap Davin


" iya iya ,kenapa ada si orang yang hidup seperti ini " ucap Elvi kesal


" sudah ayo makan ,kayanya enak semua " ucap Daddy radit


" Kaka ayo makan " ucap Aqila


" iya dek " ucap Elsa


" **** kalian bikin sambal bersama kilo " umpat Alan


" tidak tau ,tadi Kaka Elsa yang bikin " ucap Elvi ,membuat Alan tersedak ludahnya ,Henry hanya tersenyum saja


" sedang koh pedasnya " ucap Ana


"enak saja koh " ucap Elvi


" mas boleh iya makan sambal " ucap Nabilla


" biarkan saja " ucap Henry


" kau itu seharusnya melarang istrimu makan yang pedas karena masih menyusui malah di biarkan " ucap Davin


" sayang kata Davin jangan makan sambal kamu masih menyusui " ucap Henry


Elvi tertawa kecil " sedikit saja " ucap Elvi


" sedikit dari mana ,dari tadi makan sambal " ucap Alan


" sudah iya kan kamu sudah rasa " ucap Henry


" baiklah " ucap Elvi lesuh


"nanti kalau sudah bisa ,kamu mau makan sambal berpa kilo aku belikan " ucap Henry ,Elvi hanya mengangguk saja


"mom gimana enak " tanya Elvi


" sangat,sering sering lah masak kaya gini " ucap mommy ellena


" kalau kami yang masak ,yang ada pelayan di rumah akan di pecat itu yang selalu Elvi dengar " ucap Elvi sambil melirik suaminya


" nanti mommy suruh mereka kerja yang lain " ucap mommy ellena


" baiklah " ucap Elvi


" nanti ajarin iya " ucap Aqila


" pasti tenang saja " ucap Ana tersenyum


" kau mau makan atau menatap Elsa terus " ucap Jose melihat Davin


" bukan begitu tapi aku merasa ada yang aneh " ucap Davin


" Nabilla suamimu main serong " ucap Jeje


" jangan bicara sembarangan nanti aku bunuh kamu " ucap Davin kesal


" Elsa kamu sudah punya pacar " tanya Nabilla ,Elsa melihat Nabilla


" hm aku sudah menikah " ucap Elsa tersenyum


uhuk uhuk


Jeje memberikan minuman pada Alan karena dia duduk di samping nya


" makan pelan pelan " ucap Jose tertawa kecil


" diam lah " ucap Alan setelah menghabiskan minuman yang di berikan Jeje


mereka makan dengan lahap apa lagi mommy ellena dan Daddy radit bahkan pisang gapit nya mereka makan banyak hingga membuatnya bersandar pada pagar pembatas gazebo,


" siapa yang mau kita main " ucap Ana setelah mereka membersihkan piring dan yang lainnya


" main apa ,jangan kaya anak kecil " ucap Jose


" kita duduk melingkar terus kita putar botol kosong, kalau botol itu berhenti dan mengarah salah satu dari kita ,berarti kita berhak memberikan pertanyaan pada orang itu , contoh nya mba Nabilla yang putar terus berhenti di depan Aqila ,jadi mba Nabilla bertanya sama Aqila gimana " ucap Ana


" permainan apa itu " ucap Jeje


" aku setuju " ucap Elvi Aqila Jose Davin dan Nabilla


" sayang ingat si kembar " ucap Henry


" ada Nany ,ini juga sekali sekali " ucap Elvi


" baiklah " ucap Henry


" Daddy mommy mau ikut " tanya Aqila


" kalian saja kami menonton saja " ucap mommy ellena


" ayo siapa yang duluan mutar " tanya Jose


" aku saja " ucap Henry ,sambil tersenyum

__ADS_1


" by ,tidak boleh curang " Henry mengaguk lalu dia memutar botol itu semua orang melihat ke arah botol


" kakak Nabilla / Nabilla " ucap mereka semua ,Nabilla menelan ludahnya kasar


" baik lah , di atas atau di bawah " tanya Henry , Jose Jeje dan alan sudah tertawa kecil


" maksudnya tuan " tanya Nabilla


" jawab saja baby " ucap Davin


" di atas " jawab Nabilla membuat ke lima pria itu tertawa lepas


" ingat dav dia suka di atas " ucap Alan


" dengan senang hati asal dia suka " ucap Davin


" sekarang aku yang putar " ucap Nabilla dia memutar botol itu dan berhenti di Jeje


" maaf tuan " Jeje mengaguk " siapa cinta pertama anda dan sejak umur berapa anda berciuman " ucap Nabilla


" koh dua pertanyaan nya " ucap Jeje


" jawab saja " ucap Jose


"**** istrimu bikin sesak nafas dav " Jeje melihat Ana yang melihat nya juga " Linda kelas 2 SMA " ucap Jeje


" wah wah ternyata kau mainnya sejak mudah iya " ucap Henry sambil tersenyum


" darl maaf " Ana menggaguk " sudah sekarang giliran ku " ucap Jeje lalu memutar botol itu berhenti di depan Elsa


Henry dan Jose tersenyum " hm baiklah, apa kamu mencintai suamimu " ucap Jeje,


" kalau mencintai mungkin belum ,tapi di saat ijab qobul dia ucap kan aku sudah menetapkan hatiku untuknya " ucap Elsa tegas ,semua orang bertepuk tangan ,sedangkan Alan melihat ke arah lain tapi berbeda dengan Davin yang makin bingung


" kau terbaik Kak aku bersamamu " ucap Aqila


"kakak Elsa ayo putar botolnya " ucap Elvi ,Elsa menggaguk lalu dia memutar botol nya tanpa dia duga ternyata botolnya berhenti di depan Alan ,membuat mereka semua diam dan menatap Elsa


" maaf tuan apa aku bisa bertanya " tanya Elsa


" hebm "


" di saat anda melihat pacar dan istri anda jatuh di kolam dan mereka tidak bisa berenang siapa yang akan duluan anda tolong " tanya Elsa ,semua orang melihat Alan dengan napas kembas kempis


" pertanyaan nya menjebak " bisik Henry pada Jose


" lanjut saja jika tidak bisa menjawab ,ingat Kaka Alan utang jawaban iya " ucap Aqila ,Elsa hanya bisa tersenyum


" iya betul ayo putar mas Alan " ucap Elvi


" memang bisa seperti itu " tanya Davin


" bisa " ucap Jose Jeje dan Elvi


lalu Alan memutar botol kosong itu dan berhenti di depan Ana


"di sofa apa tempat tidur " tanya Alan, Ana menaikan alisnya


" jawab saja " ucap Jose


" tempat tidur "jawab Ana


"Jeje ingat tempat tidur , ayo Ana putar botolnya " ucap Jose ,ana memutar botol nya semua mata mengikuti nya botol berhenti di depan Aqila


" hal yang membuat mu tertarik dengan tuan Jose" tanya ana


" baik, selalu ngertiin Aqila masih banyak lagi " ucap Aqila


" sudah sekarang aku yang akan memutarnya " ucap Aqila lalu memutar botol nya hingga berhenti di depan Elvi


" apa kau sengaja " Aqila hanya tertawa kecil


" sejak kapan kau menyadari perasaan mu sama Kaka Henry " tanya Aqila


"lupa yang penting sebelum ke Landon " jawab Elvi


" aku yang putar " ucap Elvi lalu memutar botol kosong nya dan berhenti di Henry


" seperti nya kau sengaja sayang " Elvi hanya tersenyum


" kenapa di saat Jesicca meninggal kau menangis apa kau masih mencintainya " tanya Elvi


" tidak, aku menangis hanya karena perasaan sesama teman saja karena bagaimana pun kami pernah sama sama " ucap Henry ,Elvi menggaguk


" kau yakin " tanya Alan


" yakin " ucap Henry


" sisa mas Davin dan mas Jose, hubby saja yang putar nanti yang beri pertanyaan sesama mereka karena tadi hubby sudah bertanya " ucap Elvi


" baiklah " ucap Henry dia memutar botol itu dan berhenti di Davin


" kau siap " Davin mengaguk" kapan terakhir kali kali bertemu dengan wanita dulu " Ucap Jose tersenyum


" kau membunuh ku Jo " bisik Davin


" jawab yang jujur " ucap Jeje


" dua hari yang lalu dia ke rumah sakit " ucap Davin sambil melihat Nabilla


" ngapain ke rumah sakit " tanya Nabilla


"ketemu sama aku,katanya kangen " ucap Davin


" terus kamu tanggapi " ucap Nabilla


" sudah sudah nanti di lanjutkan debatnya di kamar iya " Ucap Jeje


"ayo Vin kamu bertanya " ucap Alan


" apa alasan mu putus dengan pacarmu saat kuliah padahal kalian masih tinggal bersama di saat aku ke apartemen mu " ucap Davin


" **** " umpat Jose " tidak tahu karena sudah biasa tinggal bersama " ucap Jose


" tapi kalian tinggal bersama sampai kamu balik ke sini " ucap Jeje


" je diam lah " ucap Jose


" jawab saja " ucap Henry


" karena kami masih memiliki perasaan yang sama tapi itu sulit untuk kami melanjutkan nya " ucap Jose


" Koh Kaka dag perna cerita yang itu " ucap Aqila


" aku cuma dag mau kamu salah paham " ucap Jose aqila mengaguk


" jangan pernah lagi main seperti ini ,jika nanti kalian kelahi iya ,Daddy akan memukul kalian semua " ucap Daddy radit yang dari tadi hanya diam melihat mereka bersama Mommy ellena


" sudah sudah ini hanya permainan tidak usah di bahas sampai segitunya " ucap mommy ellena


" tunggu Alan belum jawab " ucap Davin


" sudah, ini jamnya istriku mau tidur" ucap Jose


" aku juga Kasin si kembar ,ayo Sayang " ucap Henry


" aku juga ,harus mengantar Ana ke apartemen " ucap Jeje


" jangan nginap atau Daddy bongkar apartemen itu " jcla Daddy radit


" tidak janji dad" ucap Jeje tersenyum


"kenapa dag tidur saja di sini " tanya mommy ellena


" sama saja mom , ujung ujungnya besok dia harus bangun pagi lagi baru ke apartemen akan baju kerja nya di sana di sini tidak ada " ucap Jeje ,mommy ellena mengaguk


" tunggu dulu jawaban Alan " ucap Davin kekeh


" istrimu lagi hamil tua,Pemali kata orang tua dulu kalau di bawah jalan terlalu larut malam " ucap Daddy radit


" benarkah " Daddy radit mengaguk


" ayo baby kita pulang " ucap Davin


" weekend kita nginap di hotel kalian datang lah , sekalian pernikahan Jeje " ucap mommy ellena


" iya mom,kami pamit iya semuanya " ucap Davin sambil mencium pipi Mommy ellena dan Daddy radit lalu mereka masuk dalam rumah sama sama , masing-masing dari mereka masuk ke dalam kamar

__ADS_1


begitu juga Alan dan Elsa ,tapi mereka hanya diam saja


__ADS_2