CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
kebersamaan


__ADS_3

" maaf jika membuatmu tidak nyaman " ucap Jeje sambil melirik Ana lalu fokus didepan


" tidak papa,harusnya aku yang meminta maaf " ucap Ana lembut


" apa kamu ingin pergi ke suatu tempat , mumpung kita sedang tidak bekerja " tanya Jeje


" tapi tadi tuan Henry menunggu Abang di rumah " ucap Ana


" tidak papa ,kami selalu bersama 24 jam, katakan kamu mau ke mana " ucap Jeje


" pantai boleh " tanya ana


" baiklah " lalu Jeje melakukan mobilnya untuk ke arah pantai ,Jeje memilih pantai yang agak sunyi aga bisa membuat mereka rileks hampir 1 jam mereka sampai di pantai Jeje memarkir kan mobilnya dan membuka atap mobil nya membuat Ana kaget ,sedangkan Jeje hanya tersenyum


" apa kamu senang " tanya Jeje saat mereka sudah turun dari mobil


" iyaa bang ,aku selalu seperti ini jika merasa bosan,lelah, sedih atau apapun itu ,karena berdekatan dengan pantai membuatku lebih enak " ucap Ana sambil memejamkan matanya menghadap lautan biru


Jeje hanya tersenyum melihat Ana " Ana apa kamu tidak berkeinginan untuk menikah " tanya Jeje tiba tiba


Ana tersenyum " aku manusia normal bang , pasti semua orang ingin menikah begitu juga dengan Ana, tapi hanya menjalani hidup ini karena jodoh sudah di tentukan bukan " sambil melihat Jeje


" kamu benar , aku kadang berpikir apa aku bisa menikah karena selama ini aku takut berdekatan dengan wanita lebih seperti ini,baru kamu teman wanitaku selama ini hanya cover saja " ucap Jeje dia tidak mungkin bukan menceritakan pada Ana


" jadi Abang selama ini hanya bersama tuan Henry tuan Jose dan tuan Alan " tanya Ana ,Jeje menggaguk


" wanita yang aku dekati ,sedekat ini hanya mommy ,Elvi Aqila dan kamu ,setelah itu tidak ada " ucap Jeje


" apa Abang perna di sakiti sehingga takut mendekati wanita " tanya Ana tapi Jeje hanya diam


" jangan pernah takut untuk mencoba lagi bang ,semua wanita tidak sama dan semua jalan hidup itu juga tidak sama jika dulu kita tersakiti belum tentu kedepannya kita akan tersakiti juga, kita cuma bisa belajar dari yang dulu bukankah masa lalu menjadikan kita lebih baik lagi ,Ana juga pernah di sakiti tapi bukan berarti ana menutup hati untuk pria hanya saja Ana hati hati untuk itu agar tidak memilih yang salah " ucap Ana Jeje mendengar nya dengan tenang


" Ana " panggil Jeje


" iya bang " jawab Ana


" aku bukan pria yang romantis kamu bisa tahu itu bukan , tapi apa aku bisa meminta sesuatu pada mu " tanya Jeje sambil melihat Ana


" apa bang ,jika Ana bisa pasti bantu " ucap Ana


" tetaplah berdiri di sampingku seperti ini, jangan melakukan apa pun biarkan aku yang melangkah mendekatimu tapi aku harap kamu jangan mundur ,aku menerima alasanmu jika aku harus mencoba Dan seperti katamu jika wanita tidak semuanya sama bukan ,jadi bantu aku untuk itu " ucap Jeje menatap dalam mata ana


" tapi bang ,Ana takut jika ke bawah perasaan bagaimana pun aku wanita yang di mana mana semua di lakukan dengan perasaan " ucap Ana sambil menunduk


" aku menantikan nya ,berarti kamu berhasil membuatku melewati semuanya bukan " ucap Jeje tersenyum


" apa Abang percaya sama ana " tanya ana sambil melihat ke depan


" itu tugasmu membuatku percaya padamu bukan " ucap Jeje


mereka kembali terdiam merasakan angin meniup wajah mereka , HP Jeje berbunyi sehingga membuatnya membuka mata dan melihat layar HP nya dia hanya bisa menghela nafasnya


" hebm "


" apa yang kamu lakukan di pantai "


Jeje langsung mengedar pandangannya sudah bisa di tebak jika selalu saja ada pengawal


"menungging kuda ,kenapa "


" cih apa kau perna melihat orang menungging kuda berdiri di pinggir pantai sambil cerita "


" jika kamu tau ,tutup saja mulutmu "


lalu Jeje mematikan sambungan teleponnya

__ADS_1


" apa tuan Henry " Jeje hanya mengaguk saja


" kalau begitu kita balik saja " ucap Ana


" sudah biarkan saja ,dia hanya kurang kerjaan,ayo masuk dalam mobil kita jalan jalan " ucap Jeje lalu menggegam tangan ana,membuat ana kaget


" bukankah kita harus melakukan hal-hal yang kecil dulu " ucap Jeje tersenyum dan membukakan pintu untuk ana


" terimakasih " ucap ana tersenyum


lalu Jeje berputar ke depan dan masuk dalam mobil lalu mereka jalan


" kita mau ke mana bang " tanya Ana


" aku juga dag tau mau k mana " ucap Jeje


" kita ke taman gimana " tanya Ana ,Jeje menaikan alisnya sebelah


" apa kamu yakin " Ana menggaguk


" baiklah kita akan ke sana " Ucap Jeje lalu membawa mobilnya menuju taman sesuai keinginan Ana


sesampai nya di taman Jeje melihat banyaknya orang yang ikut bermain mungkin ini karena weekend


" ayo bang " ucap Ana dengan semangat sambil menarik tangan Jeje tanpa sadar


mereka membeli tiket menaiki wahana yang ada di taman bermain itu ,Ana tidak ada lelah nya dan dia mencoba hampir semua permainan yang ada ,hingga membuat Jeje kewalahan tapi dia senang karena bisa melihat wajah Ana yang tersenyum bahkan dia dengan sengaja mengambil foto Ana tanpa Ana tau .


" Ana " panggil Jeje


" iya bang " jawab Ana


" apa kamu tidak lapar aku sudah lapar bahkan ini sudah jam 3 sore " ucap Jeje


" astaga ,maafin Ana bang ,Abang mau makan apa " tanya Ana sedikit tidak enak


" iya bang " ucap Ana


merek meninggalkan Taman bermain itu ,dan mencari makanan untuk mengisi perut mereka.


setelah mereka mendapatkan tempat makan yang tidak jauh dari taman mereka pun makan dengan lahap karena mungkin lapar


setelah selesai makan Jeje mengantar Ana balik ke kost karena hari sudah sore


" masuk sudah jangan ke luar malam iya " Ucap Jeje


" baik bang ,Abang hati hati iya tidak usah ngebut " Jeje menggaguk dan tersenyum


setelah melihat Ana masuk dalam kost dia langsung melakukan mobilnya untuk kembali ke rumah


dia sangat yakin pasti akan mendapat pertanyaan yang membuat nya sakit kepala


dan benar saja baru saja masuk dia sudah mendengar suara yang ingin dia hindari sekarang


"hebm "


" iya dad " Ucap Jeje sambil mendekat ke arah mereka yang sudah melihatnya seperti seorang hakim yang meminta jawaban


" dari mana nak " tanya mommy ellena


" dari taman bermain mom " ucap Alan yang menjawab pertanyaan mommy ellena


"wah apa mas dari taman bermain " tanya Elvi dengan semangat membuat mereka heran


" iya tadi habis main di sana " ucap Jeje

__ADS_1


" benarkah " ucap Aqila dan Elvi bersamaan


"kenapa tidak bilang sama Elvi kalau mau ke sana" ucap Elvi ,Jeje hanya tersenyum saja


"dia tidak ingin di ganggu sayang ,dia lagi liburan tadi " Ucap Henry


" ah iya Aqila sampai lupa ,yang Kaka bawah tadi apa pacar Kaka dia sangat cantik aku suka " ucap Aqila


" dia hanya teman Kaka dek " ucap Jeje lembut


" tapi kami baru melihatmu sedekat itu bersama wanita " ucap Henry


" karena kami harus dekat, masa iya kami kerja tapi harus musuhan " ucap Jeje sambil bersandar pada sofa


" sudah sudah Jeje masih lelah seharian main " ucap mommy ellena


" dia sendiri tidak pernah bercerita , tiba-tiba bawah perempuan pernikahan Davin " ucap Jose


" tidak usah lebay ,yang aku bawah juga teman tidak lebih " ucap Jeje acuh


" sudah tidak usah ribut sakit kepala Daddy,jika kalian sudah siap bawah mereka menghadap Daddy dan mommy jangan melewati batas kalian " ucap Daddy radit


" kalian,mereka " ucap Henry dan Jose sambil menatap Jeje dan alan bergantian ,membuat alan menelan ludah nya paksa


" Alan kemarin malam kau tidur di mana " ucap Daddy radit tanpa melihat Alan ,mereka semua pun langsung melihat ke arah alan


" di kamar lah dad " ucap alan sambil tertawa kecil


" benar kah ,lalu siapa yang cek in hotel bahkan memakai lantai yang khusus untuk keluarga " ucap Daddy radit membuat Alan berkeringat dingin karena di tatap dengan tajam


" Alan hanya ingin merasakan tidur di hotel dad ,karena sudah lama tidak tidur di hotel " ucap alan tersenyum


" benarkah Alan Bakrie Mateo, apa perlu Daddy suruh dia ke luar sekarang dari hotel dan menarik pengawal yang berjaga dan menyuruh pihak hotel untuk tidak membawahkan makanan untuknya " ucap Daddy dingin


" JANGAN DAD " ucap Alan dengan cepat membuat yang ada d ruangan itu semakin curiga


" maka jangan pernah main sembunyi-sembunyi, kamu seperti pedofil dia masih SMP Jagan mengganggunya " ucap Daddy radit


" APA ". teriak mereka semua bahkan Elvi juga ,Alan memejamkan matanya akhirnya ketahuan juga


" apa kamu gila membawa anak SMP ke hotel "bentak Henry


" aku tidak ngapain ngapain bahkan kami tidur beda kamar tanya saja. Daddy " ucap Alan


" apa saking tidak lakunya sehingga anak SMP kamu curi " ucap Jeje


" cih tidak usah lebay, kalian tahu yang muda lebih menggoda " ucap Alan sambil tersenyum


" wajahmu menjijikan, apa kamu lupa istri kami saja masih 19 tahun " ucap Jose


" sudah sudah terserah kalian mommy sakit kepala apa tidak bisa kalian tidak berdebat seharian kalau kita kumpul " Ucap mommy ellena


" kalian berdua, apa kalian lupa sama ayah dan ibu semenjak pulang LA apa sudah ke sana " tanya mommy ellena , Jeje dan alan menunduk


" jenguk ayah dan ibu bawakan bunga yang mereka suka sekalipun mereka tidak di samping kalian pasti mereka selalu berharap kalian bahagia,dan juga untuk Henry dan Jose kalian juga ke sana kalian bahkan tidak meminta izin saat akan menikah kalian bisa pergi tanpa membawa isteri kalian " ucap Daddy radit ,Daddy radit selalu mengajarkan anak-anak nya jika orang tua Jose ataupun Jeje dan alan adalah orang tua mereka semua


" iya dad nanti weekend kami ke sana " ucap mereka semua


" baiklah ,bawakan bunga mawar putih untuk ibu Jo " Ucap mommy ellena ,Jose mengagguk


" memang ayah ibu mas Jeje ke mana " tanya Elvi polos karena memang dia belum tau


" mereka sudah di surga dek " ucap Jeje tersenyum


" wah berarti mereka sudah ketemu ayah Elvi juga dong sama dengan ibu dan ayah mas Jose "ucap Elvi tersenyum

__ADS_1


" mungkin " ucap akan tertawa kecil


" sudah ini sudah mau malam tapi kalian belum ada yang mandi ,sana mandi baru turun makan malam


__ADS_2