
Henry yang baru sampai di rumah sakit langsung memarkir kan sembarangan mobilnya lalu ke luar begitu juga dengan Jose ,sedangan Jeje harus menuntut istrinya terlebih dahulu karena istri nya hamil walaupun ada rasa cemas dan takut ,tidak berselang lama Alan juga datang tidak kalah panik
mereka bertiga menyusuri koridor rumah sakit sambil berlari meninggalkan Jeje dan Ana ,membuat semua yang melihat mereka menunduk
saat sampai depan UGD Henry melihat orang tuanya duduk di kursi tunggu
" Daddy mommy apa yang terjadi " tanya Alan sambil menatap orang tuanya ,sedangkan Henry dan Jose menatap mereka dengan pertanyaan yang sama
"Elsa pingsan di kamar mandi " ucap Daddy radit ,seketika kaki Alan luruh ke lantai hingga dia tidak mampu lagi menopang tubuhnya ,Henry dan Jose yang ada di dekat Alan menahan tubuhnya lalu membawa Alan duduk
" tenang lah ,semoga mereka baik baik saja kita berdoa saja " ucap Henry ,tapi Alan hanya diam saja
" Jeje mana " tanya Daddy radit
" di belakang dad, tadi Kami tinggalkan mereka di parkiran " Daddy radit hanya mengangguk saja
tuhan aku mohon untuk kali ini saja batin Alan sambil menunduk dia merasa bersalah telah meninggal kan Elsa padahal sebelumnya Elsa habis di infus dan dia juga tau jika Elsa tidak boleh banyak pikiran hingga membuat stres , Alan menarik rambutnya kasar ,Henry dan Jose yang ada di samping Alan hanya bisa menenangkan nya
" dad mom " panggil Jeje yang baru tiba bersama Ana
" tenang lah ,kita doakan semoga mereka baik baik saja " Jeje hanya mengangguk lalu duduk di samping mommy ellena sambil mengelus punggung Mommy nya
" dad kenapa mereka lama sekali " tanya Alan, lalu berdiri mendekati pintu UGD
" kamu jangan gegabah kita tunggu saja ,aku yakin mereka melakukan yang terbaik di dalam sana " ucap jose sambil menarik lembut Alan untuk duduk kembali
tidak berapa lama pintu ruangan UGD terbuka , Alan langsung berdiri begitu juga yang lainnya,dokter dan Davin yang menangani Elsa hanya bisa diam seribu bahasa apa lagi Davin dia bingung harus berkata apa
" Vin mereka baik baik saja kan " tanya Alan mendekati Davin
" kamu tenang dulu " ucap Davin sambil menatap Henry dan Jose
" katakan dengan benar jangan berputar putar " ucap Alan kesal
" bagaimana dia mau jelaskan jika kamu tidak bisa sabar " ucap Henry , Alan menarik nafasnya lalu menghembuskan nya
mommy ellena sudah menangis di pelukan Daddy Radit dia takut apa yang ada di pikirannya benar
" Elsa baik baik saja ,tapi untuk sekarang dia harus banyak istirahat yang cukup dan untuk " Davin menghela nafasnya kasar " maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayi yang di kandungan Elsa ,karena sudah terlalu banyak darah yang ke luar dan sepertinya dia terbentur cukup keras sehingga membuatnya mengalami pendarahan " ucap Davin
__ADS_1
" jangan bercanda Vin ,ini tidak lucu " bentak Alan sambil menarik kerak baju Davin, Henry dan Jose menarik paksa Alan
" maaf " ucap Davin sambil menunduk , mommy ellena dan Ana menangis dalam pelukan suami mereka
Henry dan jose membawa Alan duduk di kursi
" hen Jo kenapa harus seperti ini , kenapa " teriak Alan sambil menarik rambutnya kasar
Henry memeluk Alan yang sudah menangis
" sabar ,kami tau ini berat tapi kamu harus kuat ada kami yang selalu ada untukmu " ucap Henry serak
" mom jangan seperti ini " ucap Daddy radit lalu mereka mendekati Alan ,Henry pun melepaskan pelukannya nya dan berdiri memberikan Daddy untuk duduk ,sedangkan Henry memeluk mommy
" dad aku bukan suami yang baik ,karena aku anakku pergi meninggalkan kan aku dad,apa ini hukuman buat Alan, Alan tidak kuat dad " ucap Alan dalam tangisannya ,Daddy radit hanya membiarkan Alan menangis
" apa kami bisa bertemu dengan nya " tanya Henry
" untuk sekarang belum bisa ,nanti saat sudah di pindahkan saya akan konfirmasi " ucap Davin ,Henry hanya mengangguk saja
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
di dalam ruangan Alan duduk di samping tempat tidur Elsa sambil menggegam tangan nya matanya menatap wajah Elsa yang pucat ,lalu dia Melihat perut Elsa.
Alan mengarahkan tangannya pada perut Elsa,membuat yang ada dalam ruangan itu menangis dalam diam bahkan Henry dan Jose yang terkenal dingin tidak bisa menahan tangisnya
" maaf " ucap Alan sambil mengelus perut Elsa ,kemudian dia menunduk sambil terisak ,Daddy radit berdiri mendekati Alan dia menepuk punggung Alan dengan lembut, Alan mengangkat kepalanya melihat Elsa
" Sayang bangun,aku mohon untuk kali ini ,aku mohon bangun, maaf karena membuatmu seperti ini maaf " ucap Alan lagi untuk pertama kalinya dia memanggil Elsa dengan manis, tangisan Alan semakin pecah kalah mengingat kejadian di mana Elsa menyuruh nya pergi bertemu dengan wanitanya,jika dia tidak pergi mungkin ini tidak akan terjadi , lama menangis Alan mengakat kepalanya menatap orang yang ada di ruangan itu
" bawah Daddy sama mommy pulang ini sudah mau malam " ucap Alan sambil menatap mereka
" mommy mau di sini saja " ucap Mommy ellena
"nanti kalau Elsa sudah sadar ,Alan akan hubungi kalian ,kasian di rumah si kembar dan reza tidak ada yang jaga selain Nany " ucap Alan
" nanti kita ke sini lagi iya mom,kita juga belum mandi, nanti kita antarkan makanan sebentar buat Alan gimana " ucap Daddy radit lembut
" baik lah tapi jika ada papa hubungi mommy " Alan mengangguk
__ADS_1
"son Daddy pulang dulu iya ,kalau Elsa sudah sadar kabari " Alan mengaguk
" nanti kami ke sini " ucap Henry menepuk punggung Alan
" tidak papa ,kasian si kembar " ucap Alan
" sudah ,nanti aku bawakan baju gantimu " ucap Henry , Alan hanya mengangguk saja
"aku balik iya " Alan mengaguk
setelah kepergian keluarganya Alan menatap kosong ke jendela,air matanya mengalir begitu saja ,banyak yang ingin dia ucap kan tapi dia tidak mampu untuk mengungkapkan nya selain kata maaf dan rasa penyesalan, kata kata Jose dulu kembali teringat di kepalanya sehingga membuat tangisannya ke luar
Davin masuk dalam ruangan merasa sakit melihat kesedihan sahabat nya sekaligus saudaranya itu, kehilangan seorang anak bukan lah hal yang mudah
tadi sebelum Henry pergi dia bertemu dengan Davin dulu untuk memantau Alan dan Elsa ,dan kabar tentang Elsa Nabilla juga sudah mengetahui nya ,bahkan Nabilla tidak bisa menahan tangisnya dia ingin bertemu dengan Elsa tapi Davin berbicara jika Elsa belum sadar dan dia juga harus membutuhkan waktu untuk istirahat ,syukur ada mertuanya yang baru datang dari kampung memberi perhatikan pada Nabilla sehingga dia menurut
Davin mengelus punggung Alan, Alan mengakat kelapa nya
" Vin aku suami yang buruk,tidak bisa menjaga mereka dengan baik,selalu memberikan luka untuk nya " ucap Alan
" kamu suami yang baik ,cuma mungkin Tuhan mempunyai jalan yang lebih baik lagi buat kalian nanti nya, kamu harus ikhlas aku yakin pasti kedepannya ada gantinya yang lebih baik lagi " ucap Davin
" apa yang harus aku katakan padanya saat dia sadar Vin ,aku tidak sanggup " ucap Alan menunduk
" nanti kita katakan secara perlahan agar dia bisa menerima dengan baik , walaupun itu sangat mustahil " ucap Alan
" tadi sesudah dari sini dia harus menerima infus lagi "Alan menatap wajah Elsa " aku sampai bicara apa anakku sangat menyukai cairan infus sehingga membuatnya candu " ucap Alan tersenyum getir
" aku tidak tau bahwa tadi kali terakhir nya aku menyapa nya, aku baru tau beberapa hari jika dia sudah hadir tapi kenapa akhirnya harus seperti ini Van , kenapa " ucap Alan frustrasi
" sabar, kamu harus kuat demi Elsa bagaimana pun hanya kamu yang membuat nya kuat " Alan menggeleng
" bukan Van, aku orang jahat aku tidak bisa membuat nya kuat tidak bisa membuatnya bahagia" Ucap Alan ingin sekali rasanya menceritakan semuanya tapi lidahnya terasa keluh
" ini bukan salahmu ,bukan juga salah Elsa ,tapi mungkin memang jalannya harus seperti ini " Ucap Davin bingung harus berbicara seperti apa lagi
Davin dan Alan sama sama terdiam, Davin melihat Alan hanya menatap kosong sekalipun matanya tertuju pada Elsa tangannya tidak pernah lepas dari tangan Elsa
" aku lihat dulu Nabilla iya ,jika Elsa sadar pencet saja tombolnya nanti aku ke sini " Alan hanya mengangguk saja
__ADS_1
setelah kepergian Davin ,Alan bahkan tidak pindah dari duduknya dia selalu menggegam tangan Elsa,rasa penyesalan nya selalu datang di pikiran hanya seandainya dia tidak pergi , seandainya dia tidak memikirkan wanita lain , seandainya dia bisa menerima semua ini ,semua hanya kata seandainya mungkin anak mereka masih ada sampai sekarang