
" apa yang ingin kamu katakan " tanya Alan pada Rizky
" jangan perna menyakiti Elsa ,jika itu terjadi aku akan mengambil Elsa dan menjauhkan dari mu " Alan tersenyum sinis " apa kau menyukai istri ku " tanya Alan
" iya aku menyukainya " Alan menatap Rizky " jangan khawatir bahkan aku jauh lebih sayang padanya ,jadi jangan berharap dengan istriku lebih baik kau mencari yang lain" ucap Alan
" akan aku usahakan,tapi kau melakukan kesalahan,jangan harap dia bisa bersama mu lagi " Rizky pergi meninggalkan Alan sendirian
" wah lihat lah ,siapa dia berani bicara seperti itu bahkan mengancam ku ,cih anak bau kencur membuat ku kesal saja " Alan pergi dari tempat itu menyusul Rizky karena istrinya masih bersama Bu Endang dan Abah
" mas dari Mana " tanya Elsa saat melihat Alan mendekat ke arahnya
" tadi aku ketemu orang gila sayang ,makanya sedikit kesasar " ucap Alan menekan setiap ucapannya sambil menatap Rizky
" memang ada " Alan mengaguk " sayang aku ngantuk " rengek Alan manja sambil memeluk pinggang istrinya
" mas malu ih " ucap Elsa sambil menatap bu endang dan yang lainnya
"istirahat lah sayang, apa lagi besok kalian juga akan kembali, " ucap Abah sambil tertawa kecil
" makasih Abah pengertian ," ucap Alan ,Elsa menarik napas panjang nya
"sebentar lagi iya " Alan langsung baring di paha Elsa tanpa peduli yang ada di depannya ,dia memeluk erat pinggang Elsa dengan posesif
" mas " panggil Elsa " tidak papa nak, seperti nya suamimu sangat manja iya " Elsa hanya tersenyum ,manja dari mana,Elsa saja bingung dengan sikap Alan
" nanti jika ada lagi yang kurang atau perlu papa Abah dan ibu hubungi Elsa iya " ucap Elsa sambil mengelus kepala Alan
" ini saja sudah sangat banyak nak " ucap Abah
" tidak papa bah, bagaimana pun mereka perlu lebih banyak lagi apa lagi anak² sekolah " ucap Elsa
" tidak usah sungkan, iya kan mas " Alan hanya mengangguk
" suamimu kaya anak kecil iya Sa " ucap Rizky,Elsa tersenyum
" jika dia lelah memang sering seperti ini bang " ucap Elsa , Alan tersenyum mendengar jawaban Elsa
" lemah sekali " cibir Rizky " bukan lemah Abang tapi aku sering menyuruh nya jika lelah Seperti ini, setidaknya bisa mengurangi lelahnya " Alan semakin mempererat pelukannya " kau terbaik sayang " ucap Alan lirih ,Elsa hanya mengangguk
" Abang kapan menikah ,Abah sudah tua " ucap Abah
" tunggu seseorang bah, jika nanti suaminya melepaskan nya aku akan merebut nya" ucap Rizky
" jangan aneh² deh bang apa tidak ada wanita lain ,kenapa harus istri orang " ucap ibu Endang
" Rizky hanya bercanda Bu, habis ibu sama Abah omongan nya itu terus " ucap Rizky sambil terkekeh
" itu mba sitti bang ,masih sendiri Lo dia " ucap Elsa
" ibu juga sudah bilangin nak ,tapi tidak tau dia semoga saja nanti dia mau " ucap ibu Endang
" mau saja bang ,kasian ibu sama Abah " ucap Elsa
" kamu sih dulu di ajak nikah malah pergi kerja " Elsa tersenyum kikuk " Abang kan ngajak nya kaya ajak main petak umpet " ucap Elsa
__ADS_1
" lalu harus seperti apa " tanya Rizky
" sudah lupakan saja " ucap Elsa ,karena Alan sudah mengepal kan tangannya dari belakang Elsa
" Sitti masih Muda tau bang ,Elsa setuju " Rizky hanya mengangguk
" sudah ayo istirahat,besok pagi juga kalian akan pulang kan " Elsa mengaguk
setelah itu mereka memasuki kamarnya
" apa benar dia pernah mengajakmu menikah " tanya Alan saat sudah di kamar Elsa
" ayo istirahat ,aku lelah mas itu sudah berlalu lagian dia hanya Abang ku tidak lebih " ucap Elsa
" cih ,sana jauh jangan dekat² " tapi Elsa tetap memeluk nya dan Alan membiarkan itu
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Dad " Henry menatap Elvi " kenapa mom " Ucap Henry
" apa tidak Papa ibu tinggal sendirian di apartemen " tanya Elvi
" tidak usah khawatir, ibu akan aman di sana di sana juga dia tidak sendirian akan ada pelayan yang menemani nya Seperti di sini " ucap Henry
" baiklah,tapi nanti kami bisa kan menemui ibu kapan² " Henry mengaguk " bisa sayang ,kan menyuruh nya tinggal di sana agar kita bisa lebih dekat dengannya" Elvi tersenyum lembut
" makasih sayang "
" pastinya ,jangan lupa utangku sudah banyak Lo " ucap Henry sambil mengedipkan matanya
" Daddy" pekik Elvi " jangan aneh² kalau ngomong sama mereka ehs " ucap Elvi kesal
" mereka belum mengerti mommy iya kan son ,boy , Queen " tanya henry
" itu mereka hanya diam ,artinya mereka tidak tau papa " Elvi hanya memutar bola nya malas
" ayo sayang kita tidur iya ,jangan hiraukan Daddy kalian " ucap Elvi mengakat rif'at lalu Ray sedangkan Queen. sesama Henry
"ayo Sayang ,kita tidur mommy tidak sayang sama kalian " ucap henry tersenyum ,Elvi hanya menatap nya
sedangkan di kediaman Jose dan Aqila mereka sedang bermain dengan Reza ,ayah dan ibunya bahkan tidak membiarkan Reza untuk istirahat
" cucu kakek ,nanti sering² ke sini iya ,besok kita akan jalan² pagi di halaman rumah saja " ucap ayah Bram
" malam ini dia tidur sama ibu dan ayah iya " Aqila menatap Jose mengaguk
" tapi nanti kalau rewel di antar ke kamar Aqila iya Bu " ucap Aqila
" tenang saja sayang ,dia tidak akan rewel cepat² bikin kan ayah cucu lagi " ucap ayah Bram
" ayah, Reza saja masih belum genap sebulan Lo " ucap Aqila
" Jose kamu belum buka puasa kan ,jika sudah buka puasa langsung tancap gas jangan pedulikan ucapan Aqila ,nanti ayah yang belikan susunya Reza dan nanti ayah yang cari Nany untuk Reza " Jose hanya tertawa kecil " iya yah ,nanti Jose langsung cetak jika sudah bisa " ucap Jose
" astaga, sakit lahiran Reza kemarin saja belum selesai kini di suruh hamil lagi " ucap Aqila
__ADS_1
" nanti kita operasi nak " ucap ibu Aqila ,Aqila hanya menggeleng kepalanya
" biarkan saja sayang " Aqila hanya mengangguk
"jika nanti Reza sudah punya adik dia tinggal sama ayah dan ibu iya ,kan kalian selalu di sana ,ke sini hanya weekend saja itu pun kalau kalian ke sini kalau tidak kami kesepian " ucap ayah Bram
" boleh iya nak " ucap ibu Aqila
" jika Reza sudah sudah besar saja dulu iya yah " ucap Jose
" jangan lama nak, kami sudah tua " Jose mengaguk " iya ayah ,untuk sekarang kami akan sering ke sini Sabtu pagi Aqila ke sini sama Reza Senin sore baru kami kembali ke sana nanti pulang kantor aku jemput mereka " ucap Jose
" baiklah " ucap ayah Bram
" apa ayah berhenti besok saja " tanya ayah Bram
" bulan depan saja ayah ,supaya Jose bisa handel dengan baik " ayah Bram mengaguk
" makasih nak , akhirnya ayah bisa istirahat dan bermain dengan cucuku " Jose hanya tersenyum
" ayah tidak ingin liburan " tanya Aqila
" iya padahal ibu pengen liburan " ucap ibu Aqila
" ibu mau ke mana memang nya " tanya ayah Bram
" terserah ,ibu ikut saja " ucap ibu Aqila
" di kamar saja gimana ,gratis hanya butuh tenaga " goda ayah Bram
" ayah ehz malu depan anak-anak" ucap ibu Aqila sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah
" kami tidak dengar koh Bu, iya kan sayang " Jose menggaguk
" mau sekarang Bu " ucap ayah Bram
" kan tadi sudah yah " Ucap ibu Aqila
" masih kurang Bu " Aqila dan Jose hanya menggeleng saja " Bu yah nanti Reza tidak nyaman tidurnya " ayah melihat Aqila " kita main di sofa sayang ,ibumu servisnya bikin susah melek " ucap ayah Bram
" ayah " ibu Aqila meninggalkan mereka di ruangan tengah , sedangkan ayah Jose dan Aqila tertawa
" ibu kerja ibu dulu iya ,nanti ayah tidak dapat jatah lagi, jangan lupa susu nya Reza dan yang lainnya " Aqila hanya mengangguk saja
" ternyata keagresifan kamu selama ini dari ibu iya " ucap Jose
" kan kamu yang ajarin mana bisa dari ibu " sela Aqila ,Jose hanya tertawa kecil
" ayo ambil keperluan Reza ,setelah itu kamu lakukan tugasmu sebelum tidur " Aqila mendesah kesal
aaaahhhhh
" sayang " pekik Aqila saat Jose meremas dadanya
" kau suka sayang " ucpa Jose tersenyum licik ,Aqila hanya mencibir saja
__ADS_1