CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
weekend bersama


__ADS_3

" baby ayo nanti di tungguin Lo" ucap Davin


" iya mas tunggu sebentar lagi " ucap Nabilla yang masih memoleskan bedak dan lipstik


"jangan terlalu banyak Baby ,atau aku akan membatalkan nya " ucap davin saat melihat Nabilla memoles lipstik di bibir manisnya ,Nabilla mengaguk


" sudah " ucap Nabilla ,Davin memperhatikan penampilan istrinya, dari atas sampai bawah ,tanpa aba² dia langsung mencium bibir istrinya dan sedikit **********


" terlalu terang " ucap Davin ,sambil menghapus sisa Saliva nya di bibir Nabilla,Nabila menatap Davin kesal


" kan tadi aku sudah bilang jangan terlalu terang " ucap Davin yang melihat Wajah kekesalan Nabilla, Nabilla mengakat alister dan meninggalkan Davin tapi langkahnya terhenti saat mendengar ancaman Davin


" satu langkah lagi ,aku pastikan kita batal pergi bahkan untuk turun di tempat tidur pun tidak bisa " ancam Davin dengan suara lantang,Nabilla mendekati suami nya lalu mencium bibir Davin


" pintar " ucap davin,Nabilla hanya mengangguk dalam hatinya dia mengutuk dan mengumpat Davin


" barang² dan stok ASI alister sudah semua " tanya Davin sambil menuruni tangga rumah


" iya mas,tenang saja " ucap Nabilla


" jadi nak perginya,alister sama ibu saja iya " ucap ibu Davin, Nabilla menatap Davin


" kami takutnya lama di sana Bu, Janji nanti besok² alister sama ibu " ucap Davin


" tapi ibu bosan di rumah kalau hanya sendiri nak, buatkan lagi cucu buat ibu jadi alister bisa selalu sama ibu " ucap ibu Davin,membuat Nabilla kaget alister saja belum cukup sebulan sudah di suruh buat adik untuk nya luar biasa sekali mertuanya ini padahal setiap hari dia bermain dengan alister abru kali ini saja


" Davin akan membuat kan cucu yang banyak buat ibu, tapi sekarang belum bisa ibu mengerti kan " ucap Davin, Nabilla menyenggol lengan suaminya , seenaknya saja kalau ngomong di kiranya Nabilla kucing apa


" janji iya ,ibu tidak mau tau saat alister 6 bulan, semoga sudah ada kabar baik lagi " ucap ibu Davin


" bahkan sebelum itu kalau bisa ,ibu berdoa saja iya " ibu Davin mengaguk lalu mendekati alister


" cucu Oma jangan nakal di sana iya, jangan cengeng nanti tuan muda kecil marah ok ,jangan lama² nanti Oma kangen " ucap ibu Davin lalu mencium kening dan pipi alister


" kami pamit iya Bu " ucap Davin


" Bu Nabilla jalan dulu iya " ucap Nabilla


" hati² iya ,jangan lama² " ucap ibu Davin


" iya Bu " ucap mereka lalu berjalan ke arah luar di mana di sana sudah ada mobil Davin dan di keluar kan penjaga dari garasi mobil


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" jadi yank jalannya " tanya Jose pada Aqila


" iya,maaf iya hari ini harus jagain Reza " ucap Aqila


" iya tidak papa sayang ,Reza aman bersama ku ,kamu tenang saja ok kamu juga kan perlu waktu sendiri sayang " ucap Jose


" tapi kalau Reza rewel telepon saja iya " Jose menghela napasnya


" iya² ,aku lelah dengar kata² itu terus " Aqila tertawa kecil


" makasih iya sayang " Jose mengaguk " ayo kita turun takutnya mereka sudah menunggu kamu " ucap Jose ,Aqila menggaguk lalu mereka ke luar dari kamar


" kenapa lama , karatan sudah aku nya " ucap Elvi saat melihat Aqila mendekat ke arah mereka bersama dengan Jose dan Reza dalam gendongan nya


" biasa, harus layani suami " ucap Aqila ambigu ,Henry Jeje dan alan menatap Jose


" sayang jangan membuat pernyataan yang membuat pikiran mereka traveling " ucap Jose lalu duduk di sofa begitu juga Aqila


" kan memang benar " ucap Aqila lagi


" tapi pikiran mereka tentang layani suami itu beda sayang ,kan kamu tau otak mereka seperti apa " ucap Jose sambil menunjuk para pria yang sedari tadi menatapnya


" maaf ,maksud aku siapkan keperluan nya sebelum dan sesudah mandi " ucap Aqila memperjelas


" O " jawab mereka semua


" kamu lihat kan ,jadi berhati² lah " ucap Jose ,Aqila menggaguk


" Kaka Nabilla saja belum datang ,terus Kaka Elsa juga mana " tanya Aqila


" aku di sini dek " ucap Elsa yang baru datang , Alan menatap istrinya dari atas sampai bawah lalu dia berdiri


" maaf kami ke kamar dulu " ucap Alan lalu mendekati istrinya


" kenapa mas kan kami mau pergi " tanya Elsa bingung


" ganti bajumu terlalu terbuka " ucap Alan sambil menatap pundak Elsa


" terbuka dari mana nya sih mas " ucap Elsa ,tapi Alan sudah menariknya kembali ke kamar


"kenapa mas Alan sama persisi seperti mas herny iya ,lalu untuk apa mereka mengisi lemari kami jika tidak bisa di pakai " ucap Elvi bingung


" buat isi lemari saja sayang,kan tidak perlu di pakai di lihat saja tidak papa " ucap Henry ,Elvi hanya menggeleng saja


"iya² terserah " ucap Elvi, membuat Henry tersenyum


" maaf telat " ucap Nabilla yang baru sampai


" tidak papa,duduk kak" ucap Elvi ,mereka pun duduk


" kita jalan sekarang " tanya Nabilla ,

__ADS_1


" tunggu Kaka Elsa kak,lagi ganti baju suaminya posesif " ucap Aqila tersenyum , Nabilla mengaguk


" memang Elsa pakai baju apa " tanya Davin


" baju biasa tapi Alan berlebihan saja " ucap Jeje


" sama saja kaya Abang ,dag usah salahkan orang Ana saja kalau ke kantor harus pakai sesuai keinginan Abang ,belum lagi tadi harus Debat pakai celana harus longgar alasan nya karena hamil padahal sebelum hamil juga begitu bikin kesal saja " ucap Ana mengeluarkan unek² nya karena ulah Jeje dia harus ke luar masuk walk in close


" tapi celana Kaka tidak Longgar " tanya Elvi


" karena semua celana sudah di coba ini celana yang terakhir,belum lagi pakaian nya belum lagi dres " ucap Ana


"maaf darl demi keamanan " ucap Jeje ,Henry dan Jose serta Davin hanya tersenyum kecut ternyata yang mereka lakukan tidak jauh berbeda


" Kaka sudah " tanya Aqila yang melihat kedatangan Elsa ,Elsa mengaguk


" mba kenapa " tanya Nabilla ,Elsa melirik Alan yang hanya tersenyum


" sudah iya Kak, nanti sebentar di mall kita beli saja karung buat pakaian kita ke luar supaya mereka puas * ucap elvi ,dia benar² bingung dengan para pria di depannya


" sudah ayo kita jalan,nanti ke buru makan siang " ucap Ana


" ingat sayang ,jika sampai aku kamu melirik orang lain habislah kamu " ucap henry menekan semau kata² nya ,Elvi mengembuskan napasnya


" iya by tenang saja iya ,aku milikmu " ucap Elvi


" sayang "


" iya mas ,aku akan jalan dengan kepala menunduk ke bawa tidak dekat dengan lawan jenis " ucap Elsa ketus


" diam ,tutup rapat mulutnya aku sudah tau " ucap Ana saat melihat Jeje ingin bersuara ,begitu juga Aqila dan Nabilla sudah menutup mulut suami mereka sebelum bersuara membuat Jose dan Davin menatapnya tajam


" nanti aku bantu ke luarkan sampai kamu puas " bisik Nabilla ,seketika bibir Davin tertarik ke atas


" baiklah, bersenang² lah baby ,beli apa yang kamu mau bila perlu dengan mall nya juga " ucap Davin tersenyum


sedangkan Aqila hanya mengedip kan matanya pada jose,membuat Jose tersenyum kuda


" ok dengan senang hati aku akan menjaga Reza jadi kamu tidak usah khawatir " ucap Jose


" baiklah kami jalan iya " ucap Elvi mencium bibir sekilas suaminya begitu juga yang lain ,demi ke Luar nya surat izin dan tidak di tahan² lagi ,setelah itu mereka pergi Meninggalkan para pria


" lihat lah mereka ,jika sudah ada maunya bahkan urat malunya sudah putus " cibir Jose


" betul, padahal sebelumnya jika kita bicara i love you saja depan banyak orang atau kalian kesalnya sampai dalam kamar " ucap Davin


" waow pemandangan yang sangat sempurna " ucap mommy ellena yang datang bersamaan dengan Daddy radit


" istri kalian ke mana " tanya Daddy radit


" oh,kirain apa " ucap Daddy radit


" Daddy bilang OH apa Daddy tidak tau jika Jeje takut kalau istri jeje kenapa² gimana dad, belum lagi mata pria² bajingan awas saja kalau sampai aku tau ,akan memotong tubuh mereka sampai habis " ucap Jeje sambil memicingkan matanya


" mereka itu butuh refreshing nak, apa kamu dan kasian istri mu tiap hari kerja bersama kamu pulang sudah sore,begitu juga Elvi Aqila Nabilla selain mengurus anak mereka juga mengurus keperluan suami masing² ,setelah itu mengajak anak² bermain, Elsa juga begitu bahkan sebelum dia menikah dia cuma di rumah ini saja ,ke luar rumah saat dia di lari kan ke rumah sakit dan waktu Alan membawanya jalan itu pun baru 2x " ucap mommy ellena


" sekarang kalian paham kan maksud Daddy apa ,harusnya kalian bersyukur istri kalian tidak seperti mommy ,tiap hari ke luar dag tau kemana tau² pulang sudah banyak tentengan nya " ucap Daddy radit


" membahagiakan diri dad,kan habis itu Daddy juga yang senang " ucap mommy ellena tersenyum


"iya tapi habis itu di palak " ucap Daddy radit , mommy ellena hanya tersenyum


" maksud Daddy gimana " tanya Alan


" kamu pasti ngerti " Ucap Daddy Radit tapi Alan menggeleng


"sudah lah lupakan saja " ucap Daddy radit


" Dy Dy" panggil baby rif'at,Henry menatap anaknya


" sudah bisa ngomong" tanya Davin kaget karena sebelumnya dia belum tau ,Henry mengaguk


" kenapa Boy " tanya Henry saat sudah di dekat anaknya yang di kelilingi dengan mainannya


" cu...cu " Henry menatap Nany ,Nany yang mendengar ucap baby rif'at menyarankan botol susu nya


" kamu lapar boy " ucap Henry , rif'at hanya tersenyum


" pegang sendiri iyaa , supaya tambah pintar " ucap Henry, lalu dia menatap Ray


" son mau susu " tanya Henry


" nen nen " ucap Ray


" mommy sedang pergi ,Kaka minum pakai dot saja iya " ucap Henry lembut ,Ray hanya tersenyum Henry mengambil botol susu lalu di berikan pada Ray,


" anak² mu bisa ngomong hen " tanya Davin ulang


" apa kamu tidak melihatnya " tanya Jose


" aku masih kaget mereka baru umur 7 bulan " ucap Davin


" bibit unggul Vin " Ucap Henry sombong mereka hanya mencibir


" terserah ,tapi Queen kenapa kamu tidak tanya " tanya Davin bingung

__ADS_1


"nanti juga dia ngomong kalau mau " ucap Henry


" gimana rasanya " tanya Davin penasaran


" luar biasa ,tapi mereka tidak bisa memanggil mommy nya makanya Elvi selalu saja kesal jika mereka mengucapkan kata Daddy sekalipun aku tidak ada " ucap Henry tersenyum


" bahkan kamu dulu lebih parah ,Daddy mau kerja saja harus ikut jika tidak orang² Mension ini jadi heboh, bahkan ayah mu jika Daddy ke luar kota harus membagi waktu nya kantor,kamu dan Jose , untung Jose anteng saja dengan ibu nya jika cengeng kaya kamu bisa mati cepat Daddy " ucap Daddy radit


" mana bisa Henry cengeng "bantah Henry cepat


" tanya saja Mommy mu " ucap Daddy radit,mereka menatap mommy ellena


" bahkan Jose sering mengalah demi kamu,kadang kamu suka nangis jika lihat Ayah dan ibu mu menggendong Jose terlalu lama , lebih parahnya lagi saat Daddy dan ayah mu harus ke luar negeri seminggu urusan kerjaan ,kamu sampai sakit begitu juga Jose kamu tau kalian harus di rawat karena demam kalian bukannya menurun malah tambah tinggi " ucap mommy ellena


"dan itu membuat Daddy dan ayah kalian pulang cepat padahal urusan di sana belum selesai " ucap Daddy radit


" wah ternyata kamu cengeng iya hen, sangat jauh berbeda dengan kamu yang sekarang " cibir Davin tertawa kecil


" mereka itu kaya kembar, saat Henry menangis tidak berselang lama Jose lagi yang nangis bahkan dulu sampai ayah pusing karena Jose tidak Inging pisah dari Henry ,makanya Daddy membuat kan kamar mereka jadi satu " ucap mommy ellena


" ternyata kalian sejak kecil sudah main Pisang² iya " ucap Jeje


" bangsat " umpat Henry dan Jose membuat mereka semua tertawa


" itu sampai umur berapa mom " tanya Alan


" umur 4 atau 5 tahun mereka sudah tidak nangis lagi karena Henry dan Jose sudah mulai sekolah jadi sudah banyak teman² nya setiap pulang sekolah wajah mereka bahagia sekali sampai² pakai mereka sudah tidak ada yang beres" ucap mommy ellena


"umur segitu Jeje masih main di comberan mom " ucap Alan


" jorok " Ucap herny Jose dan Davin


" yakkkk dulu dunia kita beda bego " umpat Jeje kesal


" sudah² jangan debat lagi mendingan kalian ajak anak² kalian berenang selain alister dan Reza nanti mereka kami yang jaga " Ucap Daddy Radit


" ide yang bagus " Ucap Henry


" son,Boy, Queen are you ready to swim " tanya Henry menatap si kembar ,mereka tertawa memperlihatkan gusi yang belum di tumbuhi gigi


" Nany ganti pakaian mereka iya " Ucap Henry


" iya tuan muda " ucap nany ,lalu memasukan si kembar di stroller nya dan di bawah ke kamar


" kalian tidak ganti baju " tanya Daddy radit


" kamu tinggal buka baju dan celana dad " ucap Jose


" mom " panggil Davin , mommy ellena pun mengambil alister begitu juga Daddy Radit


" susu mereka ada kan. " tanya mommy ellena


" punya alister dalam box itu mom " ucap Davin


" simpan di kulkas milik si kembar nak, jangan di simpan di situ atau kulkas milik Reza "ucap Daddy radit ,Davin mengaguk


" ayo ke kamar saja, tempat Reza masih luas koh " Ucap Jose lalu pergi meninggalkan mereka bersamaan dengan davin


" di kasih tanda nak, nanti kami bingung" ucap mommy ellena sedikit meninggikan suaranya


" iya mom " teriak Davin


"ayo cucu opa kita ke gazebo ,lihat si kembar berenang iya " ucap Daddy radit


" tunggu dad , mommy ambil dulu selimut Reza di box nya " ucap mommy ellena berdiri dengan alister yang ada di gendongan nya


" ini dad ,yang benar bungkusnya nanti masuk angin " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap Daddy radit


" tuan muda " Henry membalikan badannya dia tersenyum


" wah my Queen cantik sekali " ucap Alan mengambil ahli Queen


" anak² Daddy makin ganteng " Ucap Henry


" rif'at dengan papi saja iya " ucap Jeje di balas senyuman okeh baby gembul itu


" Nany siapkan sekali sama bathrobe si kembar iya nanti di antar di gazebo saja " Ucap Daddy Radit


" iya tuan besar " ucap Nany


" sudah siap, ayo kita berenang " ucap Jose menghampiri mereka


" Queen cantik sekali ,hen anakmu untuk istrinya alister saja iya " ucap Davin


" jangan macem² mereka saudara " ucap Alan tegas


" tapikan


" sudah anak² masih kecil sudah bahas itu " potong Daddy radit


" sama siapa pun nanti Queen hidup biarkan dia memilih hidupnya awas kalian larang² " ucap mommy ellena


" sudah ayo kita kebelakang " ucap Henry

__ADS_1


__ADS_2