
Mereka masih menunggu kabar baik dari dokter yang sedang menangani nina. Begitu pula dengan riady yang berprofesi sebagai dokter terus memantau kondisi nina yang masih kritis. Hampir 18 jam lamanya nina masih terbaring belum sadarkan diri dengan selang tranfusi darah yang menancap di balik punggung lengannya.
Jam 5 subuh saat mereka bergantian berjaga di luar, terdengar teriakan perawat yang memangil dokter untuk masuk keruangan nina. Riady kembali panik masuk kedalam ruangan nina.
“ada apa..??” tanya mami pada riady.
“kondisinya semakin memburuk…” ucap riady.
Perasaan cemas kembali menerpa mereka. Cherry dan angel terus berdoa agar nina selamat dari kecelakaan itu. namun takdir berkehendak lain, tuhan lebih sayang pada nina dan mengambil nyawanya ketika itu.
Tangisan mereka pecah saat tau nina telah tiada. Riady tak bisa berkata apa-apa, ia hanya melihat wajah nina yang pucat dengan mata yang tertutup.
“kenapa kau tega meninggalkan aku…, nina…?? Kau berjanji akan memberikan anak lagi untukku…” ucap riady dalam isak tangisnya.
Dengan menggenggam tangan istrinya, riady sesunggukan menangisi kepergian nina. Dengan rasa pilu yang sangat dalam, riady menggendong riana saat nina di makamkan. Air matanya kembali mengalir saat melihat proses pemakaman wanita yang selama ini membuatnya bahagia. Riady sangat terpukul setelah kepergian nina untuk
selamanya. Di rumahnya yang terlihat sepi hanya riana yang mampu membuatnya bertahan. Dukungan dari orang-orang terdekat riady juga membuat riady menerima kepergian nina dengan ikhlas.
Di kediamannya mami masih menangisi kepergian sang menantu yang telah memberikannya cucu. Papi masih menemani mami yang bersedih di kamarnya.
“kenapa semua terjadi pada kita..?? setelah risvan kehilangan ayahnya yang tiba-tiba, cherry juga kehilangan bayinya, dan sekarang kita kehilangan menantu….” Kata mami.
“inilah kehidupan…!! Kita tak tau takdir membawa kita kemana…, kita hanya bisa menerima apa yang telah digariskan oleh takdir…” sahut papi.
“aku sangat khawatir dengan riady yang sangat terpukul setelah kepergian nina…” kata mami.
“kau tak perlu khawatir…, riana bersamanya…!! Kita semua bersama riady untuk mendukungnya…” kata papi.
Disudut ruang kantornya, risvan melihat cherry tampak termenung dengan sambil berlinangan air mata.
“sudahlah…, kak nina sudah tenang disana…!! Kita harus ikhlas…” ucap risvan kepada cherry.
“aku hanya mengenang saat aku bersama dengannya…!! Dia sangat baik padaku…” sahut cherry.
“aku tau…, kak nina memang wanita yang baik…” sambung risvan.
“kata pihak polisi yang menangani kasus kecelakaan itu, mobil kak nina mengalami rusak di bagian remnya…” kata cherry.
“apa menurutmu ada orang yang sengaja untuk mencelakainya..??” tanya risvan.
“aku tak yakin dengan prasangka itu..! selama ini aku tak pernah mendengar kak nina atau kak riady memiliki musuh…” sahut cherry.
“jika begitu…, ini murni kecelakaan…” sahut risvan.
“mungkin saja…!! Kak riady juga tak mau memperpanjang masalah ini…” kata cherry.
Kkrrriiukkkk……
Cherry kelaparan.
“hehehe…, aku belum makan sejak kemarin…” ucap cherry.
“sayang…, kau harus menjaga kesehatanmu…” kata risvan.
“ayo kita makan diluar…” ajak risvan,
Mereka pun makan bersama di luar. Saat sedang menikmati makanannya, risvan melihat angel masuk kedalam café itu dengan membawa buku di tangannya. Ia pun memanggil angel untuk ikut bergabung dengan mereka.
“kau sendirian..??” tanya risvan pada angel.
“iya..” sahutnya.
__ADS_1
“dimana kak oka..??” tanya cherry.
“dia sedang sibuk di kantornya..” jawab angel.
“hei…, kau seharusnya mengikuti kemana suamimu itu pergi…, dia sangat playboy…” ujar risvan.
“apaan sih…” ujar cherry kesal pada risvan.
“apa…??? Memang benar….!! Aku berteman lama dengan oka saat di amerika…!! Banyak wanita bule yang di pacarinya…” kata risvan.
“diam….” Ujar cherry melotot pada risvan.
“hehehehe…., tidak apa-apa…!! Aku percaya pada suamiku…” kata angel.
Hampir dua bulan pernikahannya dengan oka, angel banyak menyimpan perasaannya kepada semua anggota keluarga oka termasuk ayahnya sendiri. Ia berpura-pura bahagia di depan semuanya. Setelah dari café itu angel pergi ke sebuah gallery untuk menghilangkan kejenuhannya dari masalah yang ia hadapi dalam berumah tangga
dengan oka. Banyak lukisan yang terpampang yang membuat pikirannya tenang.
Hampir malam angel kembali ke apartemen dan melihat oka yang sudah menunggunya.
“darimana saja kau..??” tanya oka sinis.
“bukan urusanmu…” sahut angel dingin.
Oka menyergap tubuh angle dengan kasar.
“kau istriku…, dan aku berhak tau kemana saja kau seharian ini.., angel…” ujar oka.
“lepaskan aku….!!! Aku muak terus bertengkar denganmu…” balas angel.
“jika kau muak…., maka jangan buat aku kesal dengan sikapmu yang selalu dingin padaku…” kata oka.
Oka melepaskan tubuh angel dan berlalu begitu saja. Oka sering menghabiskan waktunya di bar untuk menghilangkan rasa penat saat bertengkar dengan angel. Hubungan di antar keduanya sama sekali tidak baik. Mereka selalu bertengkar saat angel mengacuhkan oka. Dan angel selalu menangis saat oka memaksanya untuk
Malam minggu seperti biasanya, orang tua cherry selalu mengajak mereka berkumpul untuk makan malam bersama dan menginap dirumah mereka. Semuanya terlihat sedang menghibur riady yang hanya membawa riana kerumah itu. setelah makan malam, cherry menemui riady yang duduk menyendiri di sudut ruang tengah. Cherry tau riady sedang memandangi foto nina yang tersimpan di ponselnya.
“kak…, apa kau merindukannya.??” Tanya cherry.
“sangat…” jawab riady.
“aku juga sangat merindukan kak nina…” sahut cherry.
“dia tidak akan pernah aku lupakan…” kata riady.
“iya…, kau benar..” ucap cherry.
“kak…, jangan bersedih lagi…” kata cherry.
“aku sudah ikhlas menerima kepergiannya…, aku tak akan sedih lagi…!! Aku memiliki riana di hidupku…” sahut riady.
Cherry memeluk riady yang masih menatap foto nina di ponselnya.
Oka melihat angel tertawa lepas saat papi berbincang dengannya di ruang keluarga. Papi dan mami saling melontarkan kata-kata yang lucu sehingga membuat angel tertawa terbahak-bahak.
“ini kali pertama aku melihatnya tertawa segembira itu…” gumam oka.
Saat sedang memperhatikan angel dari kejauhan, tiba-tiba risvan mengejutkannya.
“hei…, aku tau hubunganmu tak baik denganya..” kata risvan pada oka.
“ck…, mengagetkan aku saja kau…” kata oka.
__ADS_1
“angel bukan wanita yang dingin…” kata risvan.
“tau dari mana kau…??” tanya oka.
“kau lihat saja dia sampai tertawa seperti itu…, berarti dia bukan wanita yang dingin..” kata risvan.
“apaan sih…, gak jelas banget jawabanmu…” sahut oka.
“aku sarankan…, kau selidiki masa lalunya yang membuatnya menjadi wanita dingin…” kata risvan.
“sotoy lu…” sahut oka.
“ddiihhh….., bandel amat di bilangin…” umpat risvan kesal.
“bagaimana dengan penyelidikanmu tentang orang yang menyakiti cherry…??” tanya oka.
“aku sudah tau orangnya…, namun polisi tidak bisa menangkapnya begitu saja..!! dari rekaman CCTV itu, wajah yuna tidak kelihatan dan di tambah lagi bukti tentang pakaian yang ia gunakan saat itu tidak ada di apartemennya, makanya polisi tidak bisa melanjutkan kasus ini..” kata risvan.
“kapan kau akan memberikan aku keponakan..??” tanya oka dengan songongnya.
“sabar dong…!! Belum juga setahun….!! Kata dokter yang di alami oleh cherry berdampak buruk pada rahimnya jika dia langsung hamil dalam waktu dekat…, makanya dokter bilang harus berjarak kurang lebih satu tahun…” jawab risvan.
“kau yang baru menikah…., segeralah punya anak…” sambung risvan lagi.
“ck…, aku sih mau…, entah kalau si wanita es itu…” sahut oka.
“begok amat sih lu….!! Kalau dia gak mau paksa aja….” Ujar risvan asal bicara.
“lu yang begok….!! Dasar adik ipar gak sopan…” umpat oka.
“hehehehehe……………..” risvan hanya terkekeh saat oka kesal padanya.
Keadaan rumah sudah sepi, semua sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing. Begitu pula dengan angel dan oka yang masuk kedalam kamar. Oka melihat angel seperti biasanya selalu berbaring membelakanginya.
“ck…, selalu saja seperti ini…!! dingin banget jadi cewek…” umpat oka dalam hatinya melihat angel.
“angel…..” panggil oka.
Tak ada sahutan.
“angel…., aku tau kau belum tidur…” kata oka lagi.
“ada apa..??” tanya angel.
“aku mau anak…” sahut oka seenak jidadnya.
“aku gak mau…” sahut angel.
Oka menarik lengan angel untuk berbalik menghadapnya.
“aku bilang…, kau harus melahirkan anak untukku…” ujar oka memaksa angel.
“terserah….” Sahut angel dengan wajah yang datar.
“kalau begitu…., aku akan sering-sering melakukannya padamu…hehehehe…” ujar oka membuat angel dongkol seketika.
Oka yang selalu menang dalam memaksa angel, malam itu menikmati tubuh angel. Angel hanya diam dan pasrah saat oka sedang menggaulinya dan seperti biasanya angel selalu mengalirkan air matanya setelah oka puas menikmati tubuhnya. Angel tak menyukai oka yang selalu memaksa dirinya. Apalagi pernikahan mereka hanya di awali oleh rasa penasaran oka terhadapnya.
Setelah membersihkan dirinya, oka duduk di balkon kamarnya. Ia teringat tawa yang keluar dari mulut angel saat berbincang dengan orang tuanya. Oka juga teringat perkataan risvan yang mengatakan kalau angel bukanlah wanita dingin yang sering ia lihat setiap harinya.
“kalau dia bukan wanita dingin…, lalu apa yang membuatnya seperti itu..??” gumam oka.
__ADS_1
“ck…, lagi-lagi aku menjadi penasaran dengan kehidupannya…” sambung oka lagi.
Dengan pikirannya yang entah kemana-mana sangking penasarannya, oka berniat untuk mencari tau tentang kehidupan angel sebelumnya.