
Setelah acara makan malam Elvi meminta izin duluan ke kamar karena Henry masih bercerita dengan keluarga nya.
Setelah itu Henry menyusul Elvi langka Henry di iringi dengan senyum lebar berjalan menapaki anak tangga,sampai depan pintu kamar Dia memegang jendela pintu saat pintu sudah terbuka Henry langsung masuk tanpa pikir panjang
GLek
Henry sudah di suguhkan pemandangan yang sangat membangkitkan gairahnya,ini untuk pertama kalinya melihat Elvi berpakaian dengan pakaian dinasnya apa lagi Elvi sudah menunggunya di atas tempat tidur.
" Sayang " Elvi mendekati Henry yang masih diam depan pintu masuk kamar.
Saat sudah sampai depan Henry,Elvi langsung mengusap wajah Henry,Henry memejamkan matanya merasakan kulit halus Elvi
**** Elvi benar-benar panas malam ini !!!!
Pertahanan Henry luntur, dia tidak tahan kali ini bahkan hanya di sentuh apa lagi melihat tubuh Elvi yang transparan hanya ditutupi kain tipis tembus pandang
Tanpa aba-aba Henry langsung mencium bibir Elvi dengan ganas di lumatnya habis bibir merah itu dengan panas,bahkan tangannya tidak tinggal diam dengan cepat dia membuka jubah luaran baju dinas Elvi.
Di remasnya buah ceri dengan gerakan sensual bersama dengan bibirnya yang masih menempel pada bibir Elvi.
Henry membawa Elvi ke tempat pertempuran mereka,di rebahkan nya tubuh Elvi di atas ranjang
Sssreeeeeeekkkk
Lingerie yang di pake Elvi seketika di bela menjadi dua dan dua belahan dada benda favorit nya sudah terpampang nyata di sana .
Henry kembali membenamkan ciuman yang sedikit kasar dan liar,satu tangannya meremas buah ceri dan tangan satunya menyusuri paha mulus istirnya
Uugghhhh
Lenguhan pelan yang ke luar dari mulut Elvi membuat gairah Henry semakin bertambah,sehingga Henry memperdalam ciuman mereka lama bermain dengan bibir manis istrinya dia turun ke leher jenjang istirnya bahkan dengan sengaja membuat banyak Kiss mart di sana, mengakat sedikit kepalanya melihat buat ceri itu lalu dia mengisap layaknya anak bayi hingga mulutnya penuh
"Aakkkkhhh"
Henry terus bermain dengan buah ceri nya tangannya sudah mulai menyusuri lahan yang selama 3 hari ini dia tinggalkan.
__ADS_1
" Kau sudah basah sayang " Henry menyeringai melihat wajah Elvi, dengan gerakan cepat dia turun ke bawah membuka kaki Elvi lahan yang selalu dia rindukan, Henry langsung memasukan lidahnya dan bermain di lahannya
" Aaahhh Henry" Elvi mendesah saat sapuan lidah Henry bermain di inti nya,Henry melahap dengan rakus menghisapnya,tangannya ikut bermain dengan kacang polong .
" Aaaahh Sa...yang " Elvi meremas rambut Henry
" Kau menyukainya sayang " suara Henry terdengar sangat berat,Henry menatap istrinya begitu sayu dan bergairah
" A...ku suka aaaaahhhh " Henry memasukan tangan nya bermain dengan cepat mulut Henry bermain dengan buah ceri milik istrinya
"Aaakhhhhh a...ku " Henry menambah kecepatan tangannya sambil mencium bibir,leher hingga buah ceri milik istrinya
Aaaarrrgghhhhh
Badan Elvi bergetar saat pelepasan itu tiba ,badannya lemas tapi sungguh nikmat, Henry menarik tangannya nya lalu mengisap jarinya tanpa merasa jijik
" Apa kamu sudah siap sayang " Elvi hanya mengangguk saja
" Tidak akan ku biarkan kau bisa tidur malam ini " lalu Henry menggeser benda tumpul miliknya di bibir lahan istrinya
Elvi memejamkan matanya merasakan benda itu bermain di mulut bibir bawahnya " pelan sayang ada baby " ucap elvi
Aaahhh
Aaarrgghhhh
Henry memejamkan matanya rasanya miliknya jepit oleh lahan istrinya dia meremas pinggang istri,Henry mulai menggoyangkan pinggulnya dengan pelan agar tidak menyakiti calon anak mereka.
" Aah ..... aaaahhhhhh' " lenguhan itu kembali lolos dari bibir istrinya,Elvi meremas sprei menikmati gerakan setiap gerakan yang memacu hingga tubuhnya bergerak mengikuti gerakan suaminya
"Eeeuggh kau sungguh nikmat sayang, lahan mu sempit aku menyukainya " Henry bahkan tidak bisa berkata-kata miliknya bahkan di jepit kuat di bawah sana.
Semakin lama gerakan Henry semakin cepat dia menambah kecepatan nya,peluh keringat membasahi tubuh ke duanya namun tidak mengurangi gairah keduanya
" Aaaakkkkkhhhhh Sa...yang aku " desah Elvi dengan tubuh yang naik turun akan gerakan mereka
" Bersama...sayang.... aaarrgghhhh" Henry menyambar kembali bibir istrinya mendorong pelepasan mereka hingga keduanya merasa hanyut dalam merasakan pelepasan.
__ADS_1
Napas keduanya masih terengah-engah,milik Henry masih terbenam di milik istrinya, rasanya enggan untuk mencabutnya,hingga terjadilah permainan ronde ke 2 hingga 3 ,jika tidak memikirkan kandungan istrinya mungkin Henry benar benar akan menggempur istrinya sampai pagi
Kini Elvi sudah tertidur karena lelah melayani suaminya yang baginya tenaganya seperti kuda yang tidak kenal lelah, Henry memeluk tubuh istrinya menutupi tubuh polos mereka dengan selimut
" Terimakasih sayang " Henry mencium kening Elvi dan bibirnya sekilas lalu dia ikut memejamkan matanya tapi suara dering HP nya memaksanya untuk membukanya dan itu panggilan video dari teman-teman nya ,dengan malasnya dia mengangkatnya
" Waoww waoww kau belum tidur ternyata ini sudah jam berapa " mereka tertawa , Henry bangun menuju balkon takut mengganggu tidur istrinya
" Apa kalian kurang kerjaan" bentak Henry
" Santai bro ,gimana ingat kandungan istri mu jangan menggempurnya terlalu lama " ucap davin sambil tertawa
" Aku bahkan mendengar erangan panjang Henry " ucap Jose yang ikut menggoda Henry
"Shut the **** up " umpat Henry
Teman-teman tertawa keras melihat kekesalan Henry
" Berapa ronde " tanya alan
" Aku dag tau, yang penting aku puas " ucap Henry sambil tersenyum
" Lihat lah wajahnya kemarin dia seperti orang yang kehilangan induknya " ucap Jose
" Kau akan ketagihan nantinya Jo, lihatlah Davin bahkan dia suka ke luar masuk lahan" ucap Henry
" Cobalah Jo, tapi main aman iyaa" ucap Jeje
" Biar aku tidak main aman semua akan baik-baik saja bukan " Jose tertawa
" Kau habis ngapain Jeje " tanya Jose
" Habis nungging kuda " jawab Jeje tanpa malu
" Kalian benar-benar menjijikan " umpat Jose
" Sudah lah aku mau istirahat" ucap Henry langsung mematikan telepon nya dan masuk dalam kamar,
__ADS_1
Dia naik ke atas tempat tidur memeluk istrinya lalu memejamkan matanya .