CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Alan


__ADS_3

sudah tiga hari setelah kejadian itu hubungan Alan dan Elsa tidak ada perubahan lebih tepatnya Elsa yang membuat semua baik baik saja,pagi ini seperti Biasa Jeje akan merasakan mual dan muntah di lagi hari Ana hanya bisa menemani suaminya sambil memijat tengkuk leher Jeje ,setelah selesai mereka mandi bersama tanpa ada kegiatan yang lain karena Jeje lemas selain itu dia masih takut jika nanti terjadi papa dengan calon anaknya ,cuma dari semalam dia sudah bisa makan di meja makan asal tidak ada yang namanya yang bau bau menyengat


"apa sudah baikan " tanya Daddy radit


" lumayan dad ,setelah minum teh hangat lebih baik " ucap Jeje


kemudian mereka makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara ,mommy ellena memperhatikan Elsa


" Elsa kamu baik baik saja " tanya mommy ellena


" iya mom " ucap Elsa tersenyum


" tidak mau di periksa dulu ,kamu sudah beberapa hari ini pucat bangat Lo " ucap Daddy radit


Elsa hanya tersenyum " Elsa baik baik saja " ucap Elsa


"nanti aku telepon Davin " ucap Jose ,membuat Elsa bingung


" tidak sudah mas ,Elsa baik baik saja " ucap Elsa


" jangan dengarkan dia, telepon Davin saja " ucap Daddy radit ,Elsa hanya mengembuskan nafasnya pelan, Alan yang melihat tingkah Elsa dari tadi semakin bingung


setelah Saparan mereka menunggu Davin datang ,tidak lama Davin datang dengan pakaian jas nya


" kenapa lagi siapa yang sakit " ucap Davin kesal


" cih Biasa saja " ucap Jeje


" apa kamu sudah baikan " tanya Davin


" kadang kadang " ucap Jeje


" lalu siapa yang akan aku periksa " ucap Davin


" Elsa " ucap Henry ,Davin menatap Elsa


" memang dia kenapa " tanya Davin


" belakangan ini mommy perhatian dia pucat terus saat makan juga tidak seperti biasanya " ucap mommy ellena


Davin menatap Elsa , sedangan Elsa sudah menunduk


" dia tidak papa " ucap davin


" kenapa kau bisa mengatakan tidak papa ,tanpa memeriksa nya " ucap Alan ,Davin menghembuskan nafasnya pelan lalu menatap Elsa

__ADS_1


" maaf Sa jika aku ingkar " Elsa hany bisa mengaguk


" sebenarnya ada apa " tanya Daddy radit


" Elsa tidak sakit ,dia pucat tidak nafsu makan karena dia hamil " ucap Davin ,Alan langsung menatap Elsa sedangan yang dalam ruangan itu kaget


" kenapa kamu menyembunyikan dari Kami " tanya Jose


" dia yang meminta karena ingin memberi tahu pada Alan memberikan kejutan " ucap Davin


" Alan kamu tahu " Alan menggeleng


" kapan kamu tau dia hamil " tanya Alan


" saat aku periksa Jeje empat hari yang lalu " ucap Davin ,seketika dalam ruangan itu menjadi suram mereka semua saling melirik


" kami duluan ke kantor iya " Alan hanya mengangguk saja


" selesaikan baik baik nak " ucap daddy Radit , Alan hanya mengangguk saja


setelah kepergian yang lain , Alan kebawah Elsa ke kamar ,mereka masuk dalam kamar Elsa duduk di sofa sedangkan Alan duduk di tempat tidur menghadap Elsa


" sudah berapa bulan " tanya Alan


" kenapa belum " tanya Alan


" besok akan aku memeriksa nya " ucap Elsa, Alan menarik napasnya kasar


" kenapa kamu tidak memberi tahuku " tanya Alan


"untuk apa " ucap Elsa ,Alan memejamkan matanya


"Elsa " bentak Alan ,Elsa hanya tersenyum


" tolong jangan memancing amarah ku " ucap Alan dingin


" maaf jika aku membuatmu marah " ucap Elsa


" katakan alasannya " tanya Alan


"alasan apa yang harus aku ucapkan ,sedangkan kamu hanya sibuk bersama wanita mu , aku cuma tidak ingin mengganggu kalian " ucap elsa


ELSA " teriak Alan , Elsa hanya tersenyum


" apa aku tidak berarti papa di matamu sehingga kehamilan mu saja kamu tutupi " ucap Alan mendekati Elsa

__ADS_1


" lalu aku apa artinya buat kamu , tidak ada ada bukan, jadi nikmati saja hidupmu bersama dengan wanita mu " ucap Elsa sinis


" tolong jangan membuatku marah " Ucap Alan memejamkan matanya menahan emosinya


"dia hanya sendiri di sini Sa, dan aku yang membawa nya jadi dia tanggungjawab ku ,jadi tolong ngerti posisiku " ucap Alan , Elsa hanya mengangguk saja


" aku juga sendiri masuk dalam keluarga mu ,tapi sekarang aku mengerti satu hal jika wanita mu lebih penting dari pada aku " Ucap Elsa


PLak


tubuh Elsa menegang kaku lalu dia memegang pipi nya yang terasa panas ,lalu dia tersenyum ke arah Alan


" hadiah yang luar biasa " ucap Elsa , Alan terdiam lalu memeluk Elsa dengan erat


"maaf maaf Sa aku tidak sengaja maaf aku tidak bisa menahan emosi ku maaf " ucap Alan sesal


" aku tidak papa , maaf jika sudah mengatai kekasih mu maaf " ucap Elsa sekuat mungkin


Alan menatap Elsa ,tapi dia membuang pandangan nya ,dia memegang tangan Elsa


" Elsa aku maaf sungguh aku minta maaf " ucap Alan


Elsa tersenyum sambil mengelus pipi Alan " kamu tidak ke kantor " tanya Elsa lembut


" Sa " Alan bisa melihat bekas tamparan nya di pipi Elsa


"aku tidak papa, ayo ke kantor nanti di tungguin " ucap Elsa


" baiklah mungkin kamu butuh waktu sendiri " ucap Alan


" hati hati " ucap Elsa tersenyum , Alan bisa melihat sorot mata Elsa yang memancarkan kekecewaan dan sakit yang bersamaan


" aku pergi maaf " Elsa hanya mengangguk saja


selepas kepergian Alan ,Elsa menumpahkan semua rasa sakit dan sesak secara bersamaan, kini dia mengerti posisinya di mana, sekarang dia hanya akan memikirkan anaknya saja bukan,mungkin karena lelah menangis Elsa tertidur di sofa bahkan matanya sudah sembab


sedangkan Alan, dia tidak ke kantor melainkan ke pantai menenangkan pikirannya


dia memejamkan matanya sambil memijat pangkal hidungnya


" maafkan aku Elsa,bahkan sampai sekarang pun aku masih selalu menyakiti mu " gumam Alan lirih


" makasih nak telah hadir maaf jika aku menjadi ayah yang buruk untukmu " gumam Alan dengan air mata yang menetes


"maaf untuk kalian maaf " Ucap Alan sesal dia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menahan dirinya dengan baik, bahkan dia tau jika Elsa sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2