
malam harinya semua berkumpul di meja makan itu lah tradisi keluarga Henry setelah sebelumnya nya hilang kini kembali seperti semula semua itu tidak lepas dari pengaruh Naya
setelah kepulangan mertua Jeje di mana mereka harus pulang karena urusan sawah dan kebun
walaupun di paksa untuk menginap tapi alasan mereka tetap sama
mereka berjanji sudah panen akan balik lagi
mau tidak mau Ana akhirnya mengizinkan nya
" sayang koh turun ke sini " tanya mommy ellena saat melihat Ana masuk di ruangan makan sambil menggendong baby Ela
" tidak papa mom Ana sudah baikan koh " Jeje langsung berdiri mengambil Ela sekalipun belum terlalu mahir
" kenapa turun " Ana hanya tersenyum
" bosan " Jeje menggegam tangan Elsa menuntut nya ke meja makan
" Jo tolong " Jose menggeser kan kursi untuk Ana
" makasih " Jose hanya mengangguk
" bibi siapkan makanan Ana iya " ucap Daddy radit
" Ana bisa sendiri dad " Daddy radit menatap Ana dengan tajam membuat Ana menutup rapat mulut nya
" Abang tidak makan " tanya Ana
" makan lah, kita bisa gantian " Ana mengaguk
" papi ,apa Queen bisa menciumnya " tanya Queen
" mulutmu bau, tanganmu kotor nanti kulit Ela gatal² " ujar Raymond ketus
" papi " mata Queen sudah berkaca² ,
" Kaka Tuen, ayo leza bantu cuci tangan " Reza menggegam tangan Queen membawanya ke dapur
" menyebalkan " cibir Raymond
" son " Raymond menatap Daddy nya
" jangan terlalu keras terhadap adikmu " Raymond mengaguk
" mulutnya seperti cabai " celetuk rif'at
" boy " rif'at menutup mulutnya
" Daddy Queen sudah bersih" Henry mengaguk sedangkan Reza sudah kembali ke kursinya
" sudah bolehkan mencium adik Ela " tanya Queen
" terserah " ucap Raymond,Queen berlari ke arah Jeje
" papi turun sedikit Queen tidak bisa lihat " ucap Queen ,Jeje turun dari kursinya
" pendek " cibir rif'at
" adiknya cantik seperti Queen,mommy nanti mainan Queen boleh di bagi sama adik Ela " Elvi mengaguk
__ADS_1
" sekarang Queen lanjut makan dulu iya " Queen mengaguk dengan senyum manisnya
Queen duduk di meja makannya khusus mereka yang agak sedikit pendek di mana di sana ada rif'at,Reza , Raymond dan Queen serta alister
" Elsa makan yang banyak nak " ucap mommy ellena
" iya mom, ini saja sudah piring ke dua " ujar Elsa
" opa " Daddy Radit menatap meja makan cucunya
" kenapa Oma tidak hamil seperti mommy, ibu, sama mama " tanya Queen dengan mulutnya yang masih penuh makanan
" kalau Oma mu hamil nanti Queen mau panggil apa " tanya Jose tersenyum
"Oma sudah tua " cibir rif'at membuat mommy ellena memicingkan matanya
" Henry anakmu bikin kepala mommy sakit " Henry hanya tertawa kecil
" kenapa opa tidak jawab " tanya Queen
" Oma mu ingin fokus bermain dengan kalian sayang " ujar opa Radit
" kata Daddy Queen anak Daddy karena mirip Daddy ,Kaka Ray sama Kaka rif'at juga mirip Daddy terus Queen bukan anak mommy karena tidak mirip mommy " ucap Queen polos
" God girls " ucap Henry , sedangkan Elvi hanya berdecak saja
" belarti leza juga bukan anak mama " timpal Reza membuat Jose tidak bisa menahan untuk tidak tertawa
" telus alitel " ucap alister
" kamu anak nya security di depan " ucap Raymond
membuat alister berkaca² matanya
" iya² ayahmu dokter " ucap Raymond
" opa jawab " bentak Queen yang sudah kesal
" iya kamu anak nya Daddy mu karena mirip daddy mu,Reza juga anak papa nya , alister juga anak ayah nya " ucap Daddy radit
" terus yang lahirkan Queen siapa " tanya Queen lagi
" Nany " celetuk rif'at
" Daddy yang lahirkan Queen " timpal Raymond lalu mereka tertawa
"sudah² kalau kalian bertanya terus kapan kalian selesai makan " ujar mommy ellena
" maaf Oma " ucap mereka lalu kembali makan
" maaf sayang ,tapi itu kenyataan nya " ucap henry
" semoga yang ini mirip dengan ku " ujar Elvi kesal
" aku tidak jamin " ucap Henry
" cih " Henry hanya tertawa kecil
setelah selesai makan mereka menemani anak² bermain di ruangan tengah sedangkan Raymond hanya diam saja sambil menatap adik²nya bermain
__ADS_1
" kapan orang tua mu pulang " tanya Daddy radit
" mereka masih mau bulan madu dad " ucap Davin
" apa mereka ingin membuat kan adik untuk mu " tanya Alan
" jika itu berhasil aku akan menuruti semua ucapan mereka " ujar Davin
" mas jangan Asal bicara " Davin mendengus
" lihat saja nanti hasilnya " ucap Davin
" ibunya memasang alat kontrasepsi sudah lama " ucap mommy ellena
" pantasan dia berani bicara seperti itu " ucap Jeje
" apa istri mu tidak berencana KB " tanya Davin
" nanti setelah selesai dok " ucap Ana
" mana bisa seperti itu darl ,aku tidak mau " ucap Jeje
PLak
" anakmu masih kecil apa kamu akan memberikan adik lagi " tanya Daddy radit
" lebih cepat lebih baik " ucap Jeje
" astaga kenapa otak mu itu isi nya tidak jauh dari hal begituan si " ucap mommy ellena
" karena bibit nya memang seperti itu mom " Jeje menatap Daddy radit
"dia harus memasang nya je tidak lama " ucap Davin
" apa nanti rasanya akan berubah " tanya Jeje
PLak
bugh
bugh
" .sakit bodoh " umpat Jeje karena saudara nya memukul dan menendang nya
" tidak akan berubah tetap sama dan kamu bisa keluar di dalam " ucap Davin gemas dengan tingkah Jeje
" berarti nanti aku tidak perlu pakai " Davin mengaguk
" baiklah ,ayo darl pasang sekarang supaya aku bisa praktek " ucap Jeje
" kamu masih Jeje " teriak Daddy Radit membuat Jeje menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
sedangkan Ana jangan di tanya lagi dia lebih fokus pada baby Ela sekalian menghilang wajahnya yang sudah memerah karena malu
" kenapa harus puasa sih " gerutu Jeje kesal
mereka hanya bisa memutar matanya malas, kesal ,gemas
" Abang, sudah kenapa harus bahas itu sih bikin malu saja " ucap Ana
__ADS_1
" tidak papa darl mereka juga lebih mesum dari pada saya " ucap Jeje
" apa lagi Daddy biar sudah encong pinggang nya tapi tidak pernah absen tiap malam untuk kunjungan " ucap Jeje lagi membuat Daddy Radit menatap tajam