
Kini malam semakin dingin para penghuni villa masih betah duduk di luar melihat keindahan malam
" Apa kamu bahagia" tanya Henry sambil memeluk Elvi
" Bahagia, sangat " ucap elvi sambil tersenyum
" Makasih sudah berada di sisiku ,tetaplah seperti ini sampai nanti hanya maut yang bisa memisahkan kita " ucap Henry setelah itu dia berjongkok depan Elvi.
" Hai anak Daddy, apa kalian senang Daddy bawah ke sini, jangan membuat mommy kalian sakit jadilah anak yang baik, jika kalian nakal nanti di marahin sama uncle Jose loh " lalu Henry mencium perut Elvi, Jose yang mendengar perkataan Henry hanya tersenyum , mereka senang melihat kebahagiaan sahabatnya itu.
" Kak apa aku bisa sentuh perutnya Elvi " tanya Aqila ,Jose mengaguk lalu Aqila mendekati Elvi duduk di samping Elvi " apa aku boleh menyentuhnya " tanya Aqila sambil menatap Henry ,Henry hanya mengaguk lalu berdiri duduk di samping Kanan istinya
" Hai, kenalkan ini aunty Aqila sehat sehat dalam sana iyaa " ucap Aqila lalu mengelus perut Elvi,Elvi hanya tersenyum dia bahagia di kelilingi orang baik dan orng yang tulus menyayanginya
" Apa masih sakit baby " tanya Davin
" Sedikit " jawab Nabilla berbisik
" Nanti akan terbiasa tidak ada sesakit ini " ucap Davin sambil tersenyum
" Kaka Nabilla tidak mau menyapa keponakan nya " tanya Elvi , Nabilla hanya tersenyum
" Nanti saja iyaa" ucap Nabilla karena dia tidak ingin Elvi dan Aqila melihat nya aneh karena cara jalannya
" Kenapa " tanya Elvi
" Kaki Kaka keram dek karena tadi kelamaan berdiri" kilah Nabilla , Henry dan Jose langsung tertawa sedangkan Nabilla jangan di tanya malunya seperti apa karena pasti bos dan sekertaris nya itu sudah mengetahuinya
" Hen Jo diam lah " ucap Davin
" Kau terlalu kasar mainnya Vin " ucap Jose masih tertawa kecil
" Sayang masih mau di luar " tanya Henry ,Elvi hanya menggaguk, Henry membetulkan selimut Elvi agar tidak terlalu dingin dia memeluk Elvi dari samping sambil mengelus perut Elvi
Aqila tersenyum melihat Elvi dengan perut yang sudah terlihat dia terlihat lucu apa lagi pipinya
" Kenapa yank " tanya Jose
" Lucu kak lihat Elvi bulat kaya bola tuh lihat pipinya " ucap elvi sambil menunjuk Elvi menggunakan lirikan matanya
__ADS_1
" Apa kamu siap seperti Elvi " bisik Jose
Aqila terdiam" aku takut kak,jika nanti Kaka tinggalin Aqila " ucap Aqila, dia tidak ingin seperti orang-orang di luar sana
" Apa kamu percaya pada Kaka " tanya Jose, Elvi mengaguk
"Aku akan bicara sama Daddy dan mommy untuk mengatur pernikahan kita ,sebelum kamu masuk kuliah gmna " tanya Jose
" Tapi Kaka nanti ngomong sama ayah sama ibu iya " Jose menggaguk lalu mengacak rambut Aqila
" Hen Jo " panggil Davin sambil memegang tangan Nabilla
" Kenapa " jawab Jose ,Henry hanya melirik saja
" Tidak jadi, nanti saja soalnya aku minta pendapat kalian " ucap Davin soalnya di sini ada wanita mereka tidak mungkin untuk bicara
" Sayang, aku ke sana dulu iya kamu di sini sama Aqila dan Nabilla " ucap Henry
" Jangan lama iya " ucap Elvi,dia mengerti pasti ada hal penting yang mereka tidak bisa ketahui, sedangkan Nabilla menatap bingung pada Davin ,tapi Davin hanya menampilkan senyumannya
" Sebentar saja iya " ucap Davin ,Nabilla hanya mengaguk saja
" Katakan " ucap Henry
" Perempuan yang sering aku tiduri mulai mengusikku , aku takut nanti Nabilla tau, bahkan belakangan ini dia sering ke rumah sakit, dia berencana ingin menemui mami dan papi menceritakan semuanya " ucap Davin frustasi
" Jadi " tanya Jose
" dia sudah tau jika aku menjalin hubungan serius , tapi dia tidak tahu orangnya , aku takut jika suatu saat dia melihatku dengan Nabilla saat di luar " Davin menarik nafasnya pelan lalu di hembuskan " mami papi juga selalu mendesak ku menikah saat dengar kamu menikah kemarin,bahkan mereka sangat menyukai istri mu, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku , dan itu yang membuatku takut sekarang di saat aku menikah nanti tiba tiba salah satu dari mereka menceritakan tentang siapa aku dulu ,tapi aku juga takut untuk jujur jika nanti aku cerita Nabilla akan meninggalkan aku, apa lagi aku sudah mengambil yang sangat berharga untuknya " ucap Davin sendu
" Nabilla orangnya baik, dewasa dia tidak sembarangan mengambil keputusan,di saat dia menerimamu sebagai kekasihnya berarti dia juga sudah menerima masa lalumu sekalipun itu mungkin tidak mudah,kamu bisa merasakannya selama sebulan ini kalian berhubungan, lebih baik kamu jujur sebelum dia mendengar dari orang lain apa lagi dari wanita masa lalumu " ucap Henry
" Sekalipun sakit , setidaknya kamu sudah berusaha jujur tanpa menutupi apa pun , semua orang punya masa lalu yang buruk tidak semua orang mulus jalan hidupnya termasuk kami berdua, jadi secepatnya kamu ambil keputusan sebelum dia bertemu papi dan mami " ucap Jose
" Selesai kan masahlah kalian, aku mau istirahat sudah lewat jam istirahat Elvi " Henry berdiri sambil menepuk punggung Davin dia tau posisi Davin tidak mudah tapi mereka tidak bisa membantu papa selain nanti menjelaskan pada Nabilla,
" Lakukan sekarang sebelum semuanya rumit ,jika sudah selesai beri tahu mami sama papi " ucap Jose bangkit dari duduknya ingin istirahat
Davin benar benar bingung dia takut apa yang dia pikirkan akan terjadi , lalu dia berdiri menghampiri Nabilla
__ADS_1
" Kami duluan Vin " ucap Jose ,Davin hanya mengangguk kan kepalanya
" Baby bisa kita bicara, penting " ucap Davin saat sahabat nya sudah masuk dalam villa
" Dengar kan mas baik baik tanpa menyela ucapan mas iya " Davin memegang tangan Nabilla menarik napasnya lalu menghembuskan nya dengan kasar " baby, aku bukan pria yang baik ,aku pria bajingan, aku sering gonta-ganti wanita untuk menghangatkan ranjang ku, maaf sebelumnya jika aku sudah tidak jujur aku cuma takut kamu meninggalkan kan aku , tapi jujur setelah aku bertemu denganmu aku sudah mulai berubah sudah tidak lagi mencari wanita manapun" Davin melihat mata Nabilla yang sudah berkaca-kaca,Davin langsung memeluk Nabilla tidak ada penolakan tapi Nabilla hanya diam " maaf maafkan aku ,aku mohon jangan tinggalkan aku ,aku mohon " suara Davin sudah bergetar menahan tangisannya.
" Nabilla mau istirahat " Davin memejamkan matanya mendengar perkataan Nabilla, ini memang tidak mudah bukan setidaknya dia sudah jujur, Davin melepaskan pelukannya menatap Nabilla tapi Nabilla mengalihkan kepalanya, Davin hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar
" Baik lah, kita istirahat " lalu dia menggenggam tangan Nabilla, Nabilla hanya menurut sakit,sesak itu lah yang dia rasakan sekarang entah lah sekarang dia bingung karena sudah terlalu jauh mereka melangkah dengan hubungan mereka
Istirahat lah " ucap davin lalu mencium kening Nabilla, Nabilla sudah tidak bisa lagi menahan sesak di dadanya terlalu sakit untuknya.
" Baby aku mohon jangan menangis, aku minta maaf ,maaf untuk semuanya" ucap Davin
" LEPAS "bentak Nabilla, tapi Davin tetap memeluk dengan erat sambil mengucapkan kata maaf
" Kenapa, baru bicara sekarang kenapa" ucap Nabilla lirih
" Maaf baby aku tau aku salah, bahkan aku tidak pantas berada di sisimu tapi aku benar-benar mencintaimu baby , percayalah " ucap Davin sambil mengelus punggung Nabilla memberikan ketenangan
" Katakan semuanya" Davin langsung melihat Nabilla sambil menghapus air bening yang meleleh di pipi mulusnya genggam nya tangan itu " beberapa hari ini wanita di masa laluku sering ke rumah sakit mencari ku ,dia ingin menjalin hubungan serius dengannya ,bahkan dia berencana menemui mami sama papi " Davin menatap Nabilla " jika kamu mau aku ingin memperkenalkan kamu sama mereka besok saat pulang dari sini " ucap Davin
Nabilla memejamkan matanya " baik lah aku akan menemui orang tuamu " ucap Nabilla lalu membuka matanya melihat Davin yang masih diam
" Ba ...baby apa kamu serius " tanya Davin dia tidak percaya dengan ucapan Nabilla
" Iya aku serius , tapi aku mohon setelah ini jangan ada lagi wanita lain dalam hubungan ini , karena aku tidak menyukai penghianatan dalam bentuk apa pun , semua orang perna punya masa lalu ,begitu juga dengan mas , bahkan aku juga punya masa lalu , sekarang tujuan kita hanya untuk kedepannya bukan, jadi jangan ada lagi yang di tutupi Nabilla cuma minta apa pun yang terjadi nanti tetap lah untuk jujur walau itu sakit tapi setidaknya mas sendiri yang mengatakan nya,itu sudah lebih dari cukup untuk Nabilla karena dengan begitu mas sudah berusaha jujur dengan Nabilla, Nabilla juga bukan wanita yang baik masih banyak kesalahan banyak kekurangan jadi maaf jika nanti Nabilla membuat mas kerepotan " ucap Nabilla,Henry langsung mencium bibir Nabilla ,ciuman bahagian tanpa nafsu
" Terimakasih baby,terimakasih sudah menerima masa lalu mas,mungkin ini tidak akan mudah untuk kita tapi jika nanti ada wanita masa lalu mas ,mas cuma minta percaya sama mas, apa pun itu sebelum kamu mendengarkan penjelasan ku dulu " ucap Davin
" Ayo sekarang kita istirahat , besok kita akan menghadapi papi sama mami " ucap Davin lalu membaringkan Nabilla setelah itu dia ikut berbaring dan memeluk kekasihnya itu
Cup
" Terimakasih baby , kau wanita yang liar biasa i love you " ucap Davin
" Me too " lalu Nabilla memejamkan matanya ,Davin masih melihat wajah kekasih nya matanya sembab karena menangis Davin mengelus punggung Nabilla
Henry dan Jose benar jika Nabilla perempuan yang baik dan Davin bersyukur akan itu,dan Davin berjanji akan membuat Nabilla bahagia
__ADS_1