CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
posesif


__ADS_3

oek ...oek .....oek ...


suara tangisan bayi mungil yang baru lahir beberapa jam itu membangun kan sepasang suami istri yang baru menyandang status orang tua


"baby Ela hangus bang " Jeje mengaguk lalu berjalan ke arah box sekalipun masih setengah kesadaran nya


karena dia baru saja tertidur 3 jam yang lalu


" biar saya bantu tuan Jeje " Jeje mengaguk saja lalu pergi ke arah tempat tidur yang ada di ruangan itu melanjutkan tidurnya, Ana hanya geleng² saja


" apa dia haus dokter " tanya Ana sambil menatap dokter Selly


" dia hanya kurang nyaman non, karena habis Ee " dokter membersihkan bokong baby Ela


setelah selesai dia memberikan pada Ana untuk di susui


" apa semalam dokter kembali ke rumah " tanya Ana karena dokter Selly sudah berganti pakaian


" tidak non, tuan besar sudah menyiapkan kebutuhan saya di rumah ini " Ana mengaguk


apa yang tidak bisa di lakukan oleh Daddy radit ,masuk saja dalam keluarga ini bahkan dia seperti mimpi hingga sekarang


" dokter " dokter Selly mengambil ahli baby Ela lalu di letakan kembali dalam box


" apa yang anda perlu kan non " tanya dokter


" mau ke kamar mandi " ucap Ana


" ayo non, saya bantu " ucap dokter


" saya bisa sendiri dok ,ini sudah lebih baik koh " ucap Ana


" apa tidak papa non " ana mengaguk


" dok apa di sini ada itu " dokter yang mengerti maksud ana langsung mengambilkan


" ini non " ucap dokter


" makasih dok ,dokter sarapan dulu " ucap Ana


" iya non " ucap dokter Selly tapi dia tetap di ruangan itu menjaga baby Ela


tidak berselang lama mommy ellena dan Daddy radit masuk di ruangan Ana


" selamat pagi tuan,nyonya besar " ucap dokter Selly


" sarapan dulu dok , Shakeela biar kami yang jaga " ucap mommy ellena


" baik nyonya , permisi " ucap dokter Selly


"Jeje kenapa tidur sini " tanya Daddy radit


" ngantuk dad, aku baru tidur tapi Ela sudah menangis " ucap Jeje


" siapa Ela " tanya mommy ellena


" anakku mom,apa mommy sudah pikun istriku baru saja melahirkan belum cukup 24 jam " ucap Jeje bahkan kini matanya sudah terbuka


" panggilannya Ela " tanya Daddy radit,Jeje mengaguk


" tidur lah di kamar " ucap mommy ellena


" tidak papa mom " ucap Jeje kembali memejamkan matanya


" dad ,mom " mereka hanya mengangguk saja


" tunggu sebentar iya pelayan akan mengantarkan makanan mu " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap Ana


" kamu dari mana darl " tanya Jeje


" kamar mandi " ucap ana


" kenapa tidak membangunkan aku " tanya Jeje


" Ana bisa sendiri Abang, lagian Ana sudah tidak papa koh " ucap Ana mendekati suaminya


" tapi kamu masih berdarah " tanya Jeje


" sudah aku tutup " ucap Ana


" nanti bocor " ucap Jeje


PLak

__ADS_1


" mulut nya ini anak " ucap mommy ellena kesal


" Abang tidur saja, Abang tidur belum lama nanti sakit " ucap Ana


" sini naik, aku mau peluk kamu " ucap Jeje sambil memukul di samping nya


" anakmu baru lahir Jeje ,jangan macem² " ucap Daddy radit


" hanya satu macem Daddy, ayo darl " mau tidak mau Ana naik ke atas tempat tidur Jeje


Jeje langsung menarik Ana dalam pelukannya bahkan kakinya di angkat ke atas paha Ana dan mukanya mencium leher jenjang Ana


" Abang "


' diam saja darl ,aku tidak akan macem ² " ucap Jeje , akhirnya Ana diam seperti patung


" Daddy mommy jaga Ela iya " ucap Jeje tanpa dosa


sedangkan Daddy dan mommy hanya bisa menahan kesal


ceklek


"apa yang mereka lakukan " tanya Henry yang baru masuk bersama Davin


" entah lah, dia sedang gila terlalu posesif pada istrinya sehingga menyuruh kami menjaga anak nya " ucap Daddy radit


" apa kamu sudah di periksa dokter " Ana hanya mengangguk


" sudah di beri ASI " ana mengaguk lagi


" yang lain mana " tanya mommy ellena


" di meja makan, kami ke sini panggil Daddy sama mommy " ucap Henry


belum juga Daddy radit menjawab suara pintu terbuka mengalikan mereka


" maaf tuan " ucap dokter Selly, di ikuti pelayan yang mengantar makanan untuk Ana


" dokter sudah sarapan. "tanya mommy ellena


" sudah nyonya " ucap dokter


" titip baby Ela iya " dokter Selly mengaguk


" baik nyonya " ucap dokter Selly


" iya dad " ucap Ana lirih


setelah itu mereka ke luar dari ruangan Ana menuju meja makan


" Jeje mana " tanya Alan


" tidur " ucap davin


" apa dia tidak ke kantor " tanya jose


" jangankan untuk ke kantor membiarkan Ana tidur sendiri pun dia tidak izinkan " ucap Henry


" lebay sekali anak Daddy yang satunya itu " cibir Alan


" kalian sama saja " cibir mommy ellena membuat mereka bungkam


"nanti aku jemput iya ,aku harus ke rumah sakit ada operasi " Nabilla mengaguk


" tetap di sini dulu ,bukannya orang tuamu lagi liburan " tanya Daddy radit


" jangan mencari alasan tidak bawah pakaian kamu bukan orang miskin " ucap Jose


" iya,setelah pulang nanti Davin langsung ke sini " ucap Davin sambil menatap tajam Jose yang tersenyum mengejek


" dad,Elsa mau ikut mas Alan ke kantor " ucap Elsa


' kamu serius sayang " tanya Alan kaget


" kenapa ?? apa kamu tidak ingin aku ikut " alan menelan ludahnya paksa


" bukan begitu sayang, kan kamu belum ngomong papa dengan ku " jelas Alan


" ini aku sudah ngomong " Alan hanya mengangguk saja


" apa nanti kamu tidak bosan " tanya Daddy radit


" tidak dad " ucap Elsa


" kalau mau ikut silahkan " ucap Daddy radit

__ADS_1


" nanti bawa buah dan sayur iya " ucap Alan ,Elsa mengaguk


" Dady , apa papi Jeje sudah punya adik tadi mommy cerita sama mama Aqila seperti itu " tanya Queen


Henry mengaguk " nanti kalau masuk ke sana jangan ribut iya adek bayinya tidur " ucap Henry


" kalau adek Queen kapan lahir ayah " tanya Queen menatap Alan


" kenapa apa kamu sudah tidak sabar " Queen mengaguk


" sabar lah ,doakan adik Queen sehat terus iya " ucap Elsa ,Queen mengaguk sambil memakan sarapannya nya


" ayo kak Ray kita lihat Adik papi Jeje " ucap rif'at


" jangan norak, mereka tinggal di rumah ini kapan pun kamu akan melihat nya " cibir Ray tanpa menatap rif'at


" Ray " tegur Henry


" ray ke kamar dulu dad, tunggu Ray ambil tas dulu " mereka semua menatap Ray yang sudah pergi meninggalkan meja makan


" dia mana ke mana " tanya Davin


" mau kemana lagi kalau bukan ke perusahaan " ucap Alan


" jangan biasakan hen " ucap Davin


" bukan aku yang menyuruh nya ,percuma kamu melarang dia akan tetap ikut " ucap Henry


" Reza mau ke mana " tanya aqila saat anaknya ikut turun


" ikut Kaka ley kelja " ucap Reza lalu meninggalkan meja makan


" papa tunggu leza iya " teriak Reza ,jose hanya mengembuskan napas panjang nya


"apa kepala mereka tidak sakit " cibir rif'at lalu menatap Queen


dengan sikap jahilnya dia mengambil sendok Queen


sehingga membuat Queen menangis


" Kaaakkkaaakkk " pekik Queen


" rif'at " rif'at mengembalikan sendok Queen saat mendengar suara mommy nya


" cengeng " Queen menatap rif'at


" dari pada Kaka nakal" ucap Queen


" cengeng, jelek, pendek " cibir rif'at


"opa " aduh Queen menatap Daddy radit


" oopaaaa " rif'at meniru ucapan Queen


" Kaka,apa mau mommy suruh bersih kan rak buku Daddy " ucap Elvi tegas


" mommy Elvi sangat cantik dan manis ,i love you istrinya tuan muda Henry " ucap rif'at lalu lari sebelum Daddy nya bersuara


" astaga anakmu hen manis sekali mulutnya " ucap Davin tertawa kecil


" rif'at habiskan sarapanmu " teriak Elvi


" kamu sudah tau rif'at tidak suka sarapan sandwich sayang ,kenapa kamu memberikan itu " tanya Henry


" kesiangan bangunnya by maaf " Henry hanya mengaguk


karena anak² memang tidak akan makan jika bukan Elvi yang memasakan makanan untuk mereka ,beda dengan Reza dan alister mereka makan apa saja yang sudah di siapkan


" ayo dad, apa masih lama " Henry menatap Ray yang sudah bersama Reza


" mana ada orang kerja bawa botol susu " ucap Davin menatap Reza


" bial cepat pintal ayah " ucap Reza


" ayo Kaka ley kita duluan di mobil " Ray mengaguk lalu menggegam tangan Reza dan mengambil botol Reza bagaimana pun dia adalah Kaka yang harus melindungi adiknya lalu mendekati meja makan untuk Salim


"cepat Dad,pa !!! nanti adik Reza marah " ucap Ray sebelum meninggalkan mereka


"anak² itu tidak ada sopan² nya hei " teriak Henry tapi mereka tidak peduli


" sudah sana nanti Raymond marah lagi " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap mereka


setelah berpamitan mereka pergi ke perusahaan Jose dan Henry memakai satu mobil sedangkan Alan dan Elsa di mobil satu lagi

__ADS_1


sedangkan Davin dia langsung ke rumah sakit karena ada jadwal hari ini


__ADS_2