
" kamu sudah periksa kehamilan nak " tanya mommy ellena
" besok mom "ucap Elsa tersenyum
" iya sudah nanti Daddy telepon dokter Selly saja ke sini " ucap Daddy radit
" tidak usah dad ,Elsa ke rumah sakit saja " ucap Elsa
" kenapa " tanya jose
" pengen saja periksa di sana ,dag tau kenapa " ucap Elsa bohong ,sedangkan Alan hanya menatap Elsa saja
" iya sudah Nanti mommy temani " ucap mommy ellena
" biar Alan saja mom " ucap Alan ,Elsa hanya tersenyum kecut
" dad kami duluan iya ,Aqila sudah ngantuk " ucap Jose
" iya sudah Daddy juga sudah ngantuk " ucap Daddy radit lalu mereka memasuki kamar mereka masing-masing
"piyama tidurnya aku sudah siapkan " Alan hanya mengangguk saja , Elsa mematikan lampunya lalu naik di tempat tidur langsung memejamkan matanya
Alan ke luar kamar sudah gelap hanya lampu tidur yang ada di atas meja , dia mendekati arah ranjang lalu naik tidur di samping Elsa dan memeluk nya dari belakang
" selamat malam anak ayah " Ucap Alan lirih sambil mengelus perut rata Elsa ,Elsa menetes kan matanya
"besok nanti aku temani.....
omongan Alan terpotong saat suara hp nya berbunyi
"angkat lah mungkin penting " ucap Elsa lirih ,Alan hanya terdiam Hingga dering ponsel itu berhenti dengan sendirinya,Elsa memilih memaksakan untuk tidur .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Kaka" Jose melihat Aqila
" kenapa sayang " tanya Jose yang masih memakai dasi nya sedangan Aqila duduk di pinggir tempat tidur
" hm hm perut Aqila tiba tiba sakit " ucap Aqila lirih
" APA " pekik Jose mulai panik hingga dia hanya berkeliling di kamar saja bingung apa yang harus dia lakukan
" Kaka " Ucap Aqila lirih
" iya sayang maaf aku harus gimana " tanya Jose dengan raut wajah panik dan khawatir sambil mengelus perut aqila
" panggil mommy ". ucap aqila sambil mengelus perutnya karena sakitnya datang hanya sesekali ,Jose ke luar dari kamarnya berteriak depan kamar
" MOMMY....... MOMMY....... MOMMY "
" yaaaakkkkk ini rumah bukan hutan bodoh " umpat kesal Henry ,Jose melihat ke arah Henry
" Aqila perutnya sakit, tolong panggilkan mommy " ucap Jose , seketika Henry langsung berlari ke arah tangga , Sedangkan Elvi memberikan si kembar pada Nany,lalu dia masuk ke dalam kamar Aqila
"Aqila " panggil Elvi
" hebm "
"mana yang sakit sayang " ucap Mommy ellena sambil mengatur nafasnya dia harus berlari menaiki tangga karena menggunakan lift menurut nya sangat lama
" perut mom mules,tapi baru sesekali saja " ucap Aqila
" Daddy mana sih " mommy ellena kesal "Jo angkat istrimu kita ke bawah " Jose langsung mengakat tubuh istrinya dengan hati hati
" maaf sayang ....maaf ,tahan sedikit iya " Aqila mengagguk tersenyum lalu mereka ke luar bertepatan dengan Alan dan Jeje
" Aqila kenapa " tanya Alan khawatir
" sakit perutnya mas " Ucap Elvi yang mengekor di belakang mereka
sesampainya dalam ruangan,jose membaringkan Aqila di tempat tidur dengan hati hati
" kamu sudah telepon dokter " Jose menggeleng
" sudah aku telepon mom ,tunggu sebentar " ucap Henry
"ade tidak papa " Aqila menggeleng sesekali dia menahan sakit
" sayang mana yang sakit mau gimana cepat kasih tau " ucap Jose
" Aqila baik baik saja ,sakit nya datang cuma sesekali " Ucap Aqila
" Aqila kenapa mom " tanya Daddy radit yang baru datang
" dari mana sih " ucap mommy ellena kesal " telepon orang tua Aqila ke sini " ucap mommy ellena ,Daddy radit langsung menelpon sahabat nya Bram
20 menit dokter Selly baru masuk dalam ruangan dengan napas ngos-ngosan
" bisa semuanya ke luar" ucap dokter Selly ,mereka semua ke luar hanya tersisa Jose saja
" apa yang nona rasakan " tanya dokter
" sakit dok tapi sesekali tiba tiba sakit " ucap Aqila dokter Selly memeriksa Aqila
__ADS_1
" tuan bantu nona aqila untuk jalan sebentar untuk membantu pembukaan " ucap dokter Selly setelah memeriksa Aqila
" jangan bercanda dok ,dia kesakitan bagaimana mau jalan " ucap Jose kesal
" tuan ,supaya kepala bayi anda turun dan bisa bertemu dengan orang tuanya" ucap dokter Selly
" Kaka,Aqila masih bisa koh " Jose mengagguk saja
" Lo mau ke mana " tanya Daddy radit
" maaf tuan , pembukaan nya masih pembukaan dua jadi di bawah jalan dulu supaya lebih cepat " ucap dokter Selly
"nanti sesekali minum iya bisa juga sesekali makan ,saat rasa sakitnya datang berhenti saja " Aqila menggaguk saja,mommy ellena langsung berlari ke arah dapur mengambil makanan dan minuman
Henry, Alan Jeje meringis melihat aqila , sedangkan Elvi Ana dan Elsa hanya diam saja
Aqila berjalan sambil di temani Jose dan Elvi di sampingnya,sesuai perkataan dokter jika rasa sakitnya datang dia berhenti ,dia menggenggam kuat tangan Jose dan Elvi membuat Elvi ikut meringis
" biar Daddy saja "Elvi mengaguk
" masih sakit" Aqila menggeleng kemudian melanjutkan jalannya
mommy ellena sesekali menyuapi Aqila dan memberikan minum padanya
mereka masih fokus melihat Aqila tiba tiba Davin datang bersama istrinya setelah di hubungi Jeje
" apa baik baik saja " tanya Davin sedangkan Nabilla sudah duduk di sofa dengan Elsa
" ada bola yoga dag yang buat senam " tanya Davin
" di ruangan senam " ucap Daddy radit
" Alan ambilkan " Alan langsung berlari ke arah ruangan
" kalian ke kantor saja, jam 9 ada rapat " ucap Jose
" kamu baik baik saja " Jose menggaguk
" nanti kalau ada papa segera telepon nanti jam makan siang kami pulang " Jose mengaguk lagi ,kini tinggal Daddy radit Davin mommy ellena Elvi dan Elsa Nabilla
sudah dua jam Aqila berjalan dan duduk di bola senam tapi pembukaan nya sangat lambat
"masuk dulu ke ruangan " ucap Davin,Jose membawa aqila masuk dan membaringkan di atas tempat tidur
dokter Selly memeriksa pembukaan aqila " udah pembukaan empat iya " ucap dokter Selly
" harus berapa sih , istriku sudah kesakitan " ucap Jose kesal
" maaf tuan ,harus sampai 10 " Jose melotot kan matanya dua jam mereka berjalan hanya dua pembukaan saja yang sebelumnya sudah pembukaan juga
" sayang aku tidak kuat lihat kamu kaya gini " tetap Aqila menggeleng dokter Selly dan Davin saling berpandangan ,lalu menepuk bahu Davin
"buat jalan lahirnya cepat ,lakukan sekarang " ucap davin ,Jose menatap Davin bingung ,lalu Davin memberikan kode ,sekalipun Jose takut tapi Davin memberikan penjelasan ,sehingga mau tidak mau dia harus ,semua orang ke luar dari ruangan ,di luar sudah ada orang tua Aqila
" gimana dok,apa sudah lahir " tanya ayah Bram
" sabar sebentar iya, kita berdoa saja semoga semuanya berjalan lancar karena ini masih pertama untuk Aqila sehingga membutuhkan sedikit waktu " ucap Davin
" nak kalian sarapan dulu iya ,kalian harus makan juga " Elvi Nabilla Aqila dan Elsa mengaguk lalu mereka ke arah dapur untuk sarapan
hingga sampai satu jam, Jose ke luar dia melihat Davin ,lalu mereka ikut masuk hanya butuh 30 menit benar saja jalan lahir aqila sudah pembukaan 9
" kau luar biasa Jo " ucap Davin sambil tertawa kecil
" kau membuatku seperti orang gila dav " ucap Jose kesal
" sudah diam saja,gimana " tanya Davin menggoda Jose
" tunggu lah setelah ini aku akan benar-benar membunuh mu Vin " ucap Jose
di luar ruang semua orang menunggu dengan cemas mommy dan ibu mondar mandir Sedangkan ayah Bram sesekali melihat ke arah pintu begitu juga dengan Daddy radit
Jose membantu istrinya mengelus perutnya karena rasa sakitnya sudah sangat sakit Sampai sampai Aqila menangis
" sayang kamu kuat kamu hebat ,demi anak kita " ucap Jose
" boy jangan membuat istri ku sakit atau nanti ayah akan marah, ke luar lah kami di sini menunggu mu " ucap Jose lembut sambil mengelus perut aqila dokter dan Davin hanya menggeleng saja
" Sa......sakit k.kak " Ucap aqila sambil meremas tangan Jose, Davin hanya melihat dari arah kepala Aqila saja ,karena buka wewenang nya dan dia tidak mungkin membantu proses lahiran
" pembukaan lengkap ,nona dengarkan aba aba saya jika saya bilang mengejan,maka mengejan tapi jika tidak jangan lakukan " Aqila mengaguk saja
sesuai anjuran dokter Aqila akan mengejan jika dokter menyuruh nya sedangkan Jose sudah tidak tahu bagaimana penampilan nya,dia hanya memberikan kekuatan pada istrinya
" kau pasti bisa sayang "
" ayo nona mengejan dengan kuat lagi kepala baby nya sudah mulai terlihat "
mendengar ucapan dokter jika kepala bayinya sudah terlihat ,Aqila mengikuti instruksi dokter untuk mengejan lebih kuat,sambil mencekram lengan jose dengan kuat,hingga kini bentuk wajah pakaian Jose tidak rapi seperti sebelumnya
" Uughh......Uughh.....aku "Aqila kembali mengejan dan Jose mengecup kening Aqila untuk memberikan kekuatan sesekali dia mengucap kan kata kata cinta,hingga beberapa menit kemudian Aqila berhasil melahirkan bayi mereka
seketika suara tangisan bayi menggema di ruangan itu ,Jose melihat ke arah bayi yang menangis dengan kencang tubuh mungil nya masih di penuhi darah salah satu perawat membawa bayi mereka untuk di bersihkan dan di ikuti oleh Davin
__ADS_1
" terimakasih sayang terimakasih kau sudah berjuang untuk anak kita ,i love you " ucap Jose sambil mencium kening istrinya dan mencium bibir Aqila sekilas membuat aqila melotot kan matanya
" tidak papa sayang " ucap Jose sambil melap keringat yang masih ada di kening dan wajah istrinya tidak ada kata yang mampu ia ucapkan untuk wanita yang bersedia mengandung dan menjadi ibu melahirkan anaknya
Aqila yang masih tampak lemas hanya bisa tersenyum dia juga ikut bahagia apa lagi dia bisa merasakan melahirkan secara normal memang sakit tapi itu akan hilang saat kita mendengar tangisan bayi yang kita perjuangkan Antar hidup dan mati .
"bayi tuan dan nyonya sangat sehat ,dia berjenis kelamin laki-laki,sementara bayinya di bersihkan dan nona juga ,tuan bisa menemui keluarganya " ucap dokter Selly
" terimakasih dokter " ucap Jose ,dokter Selly hanya membalas dengan senyuman , Davin datang mendekati Jose
" ayo kita ke luar dulu " Jose mengagguk mereka berjalan ke luar ,saat membuka pintu mereka semua menatap Jose dan Davin
" bagaimana cucu ayah " tanya ayah Bram
" dia baik-baik saja ,sehat sesuai prediksi dia laki-laki , mereka lagi di bersihkan oleh perawat " ucap Jose lalu memeluk mommy ellena
"mom terimakasih, Jose tau mommy bukan ibu kandung Jose tapi Jose bahagia ,maaf jika selama ini Jose selalu membuat mommy kecewa dan marah ,maaf mom ,maaf " ucap Jose dalam pelukan mommy ellena dia melihat perjuangan istrinya mengaitkan dia pada ibunya
" sudah tidak papa ,kamu sudah tumbuh menjadi anak yang baik ,kami bangga untuk itu terimakasih sudah menjadi anak kami ,dan terimakasih sudah memberikan kami cucu " Jose hanya mengangguk dalam tangisnya mereka semua menatap Jose haru, lalu Jose melihat ibu Aqila dia tersenyum
" Bu makasih sudah memberikan wanita kuat untuk Jose terimakasih banyak" jose mencium punggung tangan mertuanya
" selamat kamu sudah menjadi seorang ayah ,jaga mereka dengan baik " Jose hanya mengangguk sebagai jawaban dari ucapan ayah bram lalu duduk di samping Daddy radit
" kau hebat son " ucap Daddy radit Jose hanya tersenyum bahagia
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
saat ini Aqila sudah di pindahkan di kamar ruang tamu di bawah ,Henry Jeje Ana dan Alan juga sudah pulang mereka semua berkumpul di kamar tamu, sedangkan Jose masih sibuk dengan istri nya
" siapa nama nya nak " tanya ayah Bram sambil menatap bayi laki-laki yang ada dalam gendongan istrinya
" Kafeel Hafizhan Syahreza Adhitama Mateo artinya seseorang lelaki rupawan yang kelak akan selalu bertanggung jawab untuk menyayangi dan melindungi orang di sekitarnya " Ucap Jose sambil tersenyum lembut kepada istrinya
" nama yang bagus ,tapi ayah bingung mau manggilnya apa " ucap ayah Bram
" gimana Reza saja " Ucap mommy ellena
" nama yang bagus , hai baby Reza " ucap Elvi tersenyum
"ayo kita makan siang dulu iya sudah di siapkan sama pelayan " ucap Daddy radit
" kamu temani istri mu iya nanti di antar ke sini makanan nya " ucap mommy ellena
" iya mom " ucap jose
lalu mereka ke luar dari ruangan itu hanya tersisa Jose dan Aqila
" Kaka bisa minta tolong angkat baby Reza ,aku mau gendong " Jose mengangkat anaknya,dia tidak merasa canggung karena sudah biasa menggendong si kembar
" hai anak ibu , terimakasih sudah hadir dan memberi kan kebahagian untuk kami " ucap aqila sambil mencium kening anaknya sambil tersenyum ,Jose mengelus pipi anaknya yang masih merah
" mom Elsa ke kamar dulu iya " ucap Elsa
" Lo kamu dag makan sayang " ucap mommy ellena
" nanti Elsa nyusul soalnya perut Elsa agak tidak enak " ucap Elsa
" tapi kamu baik baik saja kan " Elsa menggaguk saja
" ayo aku temani " ucap Alan yang sedari tadi memperhatikan istrinya yang hanya diam saja
" apa kamu merasakan ada yang aneh " tanya Davin saat Alan sudah menjauh pada Henry
" seperti nya iya " ucap Jeje
" kamu baik Baik saja " tanya Davin
" kan ada ada istriku " ucap Jeje
" nanti aku urus " ucap Henry ,Davin dan jeje Mengaguk
" kamu baik baik saja " tanya Alan saat mereka sudah sampai di kamar
" iya aku cuma mau istirahat saja " ucap Elsa
" tapi kamu belum makan Sa,apa kamu ingin makan yang lain " tanya Alan
" tidak ,kamu makanlah dulu ini sudah siang " ucap Elsa
"nanti sama sama saja " ucap Alan
" aku masih mau istirahat,jadi kamu duluan saja " ucap Elsa,Alan mengembuskan nafasnya kasar
" baik lah ,jika kamu menginginkan yang lain kasih tau saja " ucap Alan ,Elsa hanya mengangguk saja
" sabar iya nak ,baru kita cari martabak " gumam Elsa lirih sambil mengelus perutnya
" istrimu mana nak " tanya Daddy radit saat melihat Alan mendekat
" istirahat dad " ucap Alan sambil menarik kursinya
" loh di belum makan siang " ucap mommy ellena
__ADS_1
"nanti bibi yang antar kan ke kamar " ucap Alan
" iya sudah " ucap mommy ellena ,Henry Jeje dan Davin saling melirik