
Pagi hari saat cherry masih memejamkan matanya, sayup-sayup ia mendengar suara HPnya berdering.
Ia langsung bangun dan mengangkat teleponnya.
“hei…, pemalas…..!! jam segini kau masih tidur…” kata sabita.
“ck…, aku sedang menikmati masa-masa menjadi pengangguran…” sahut cherry.
“dasar kau ini…., hei..cherry apa kak aldo ada menghubungimu??” tanya sabita.
“untuk apa dia menghubungiku…, dia bukan pacarku…” sahut cherry yang masih enggan membuka matanya.
“bukan itu maksudku….!! Tapi kak aldo apa tidak menghubungimu untuk memberi tau bahwa Richie sedang kena musibah…” kata sabita.
“biarkan saja dia….!! kalau bisa dia mati aja sekalian….!! Aku patah hati…” ujar cherry.
“apa??? Kau sudah putus dengan Richie???” tanya sabita terkejut.
“iya…” jawab cherry.
“kenapa??? Kalian kan baru saja jadian” tanya sabita bingung.
“tau…ah…, bodo amat…” sahut cherry tak perduli.
“apa kau tau…, tangan Richie yang sebelah kanan di potong orang yang tak di kenalnya..” kata sabita yang membuat mata cherry terbelalak.
“apa???? Kok bisa????” tanya cherry kaget.
“itu lah yang jadi masalahnya…, Richie gak mau buka mulut…, bahkan sekarang dia sudah kabur kembali ke belanda..” sahut sabita.
“hei…., ayo kita bertemu nanti siang di tempat biasa…!! Merayakan kenikmatan kita sebagai pengangguran…hahahaha….” Sambung sabita.
“ya…, baiklah…” sahut cherry.
Tak lama kemudian, cherry mandi dan turun untuk sarapan bersama orang tuanya.
“pagi.., pi..mi..” sapa cherry.
“pagi sayang…” sahut orang tuanya.
“setelah lulus apa rencanamu sekarang???” tanya papi.
“nikah…” sahut cherry asal bicara yang membuat kaget orang tuanya.
“memangnya sudah punya kekasih??? Siapa??? Kenalin dong…” kata papi antusias.
“udah beberapa hari yang lalu…, dan sekarang jomblo lagi…” ucap cherry melahap sarapannya.
“kenapa??” tanya mami.
“diputusin…..!!” sahut cherry nangis Bombay.
“hhhaaahhhh…., nasibmu sangat tidak beruntung…” sahut mami memeluk cherry.
“bagaimana kalau papi yang cari jodoh buatmu??” tanya papi.
“ogah…., perjanjian kita kan sampai aku berusia 25 tahun…, sekarang aku masih 23 tahun…, aku mau cari pasanganku sendiri..” kata cherry bersikeras.
“pi…, aku butuh modal…” sambung cherry dengan wajah serius.
“untuk apa??” tanya papi.
“aku kan lulusan tataboga…, aku buka usaha toko kue dan roti saja deh…kalau berhasil entar aku kembangin lagi buka restaurant mewah kelas atas dengan makanan yang wwwaaaawww…….” Jawab cherry.
“baiklah…., papi akan urus semuanya…,dan nanti kau akan tinggal menjalani bisnis di bidangmu saja…” sahut papi.
“thanks ya pi…” kata cherry seraya mencium papinya.
“mi…, nanti siang makan diluar ya sama papi…, kan kita udah lama gak pergi hang out bareng..” kata papi pada mami.
“iya…,” sahut mami.
“cie…., yang pacaran lagi….!!” Ledek cherry pada orang tuanya yang masih mesra walaupun sudah paruh baya.
Siang harinya, cherry bertemu dengan sabita sahabat di kampusnya dulu yang sekelas dengannya.
“aku dengar dari kak aldo, si Richie itu memang playboy.., mungkin ada wanita yang dendam dengannya hingga membayar orang untuk memotong tangannya.” Kata sabita sambil menyantap makan siangnya di sebuah café.
“sadis banget tuh orang yang dendam pada Richie…” sahut cherry.
“kau baru saja jadian, malah di putusin gak jelas.” Kata sabita.
“iya…, dongkol banget aku awalnya…, namun karena barusan kau bilang dia playboy aku malah jadi bersyukur diputusin olehnya.” Ujar cherry.
“hei…, jika kau mau aku punya kenalan cowok ni…!! Gak kalah tampannya dari Richie..” kata sabita.
“wah…., fotonya tampan sekali…!! Siapa dia??” tanya cherry.
“dia ini sepupunya teman aku waktu SMA, orangnya baik, sukses, dan dari keluarga kaya..dia juga ramah banget loh…” kata sabita.
“waktu aku bertemu dengannya di suatu acara, dia melihat fotomu di HP ku…, dan dia menitipkan salamnya untukmu…” sambung sabita pada cherry.
“hhhaaahh…, yang bener??? Tapi masa sih pria sukses setampan dia gak punya pacar??” tanya cherry.
“aku dengar dia baru saja putus dengan pacarnya.., dan sekarang dia jomblo…!! Kalau kau mau aku akan mengenalkanmu padanya…” sahut sabita.
Tak lama kemudian, mata sabita teralihkan oleh suara pria yang memanggilnya.
Sabita langsung melambaikan tanganya dan pria itu berjalan menuju mereka berdua.
“dia kan pria yang di foto tadi…” ucap cherry dalam hatinya.
“hai…, sabita…” sapa pria itu yang bernama lukas.
“hai…, kenalin nih…teman aku namanya cherry…” sahut sabita pada lukas memperkenalkan cherry.
“hai…, aku lukas…” sapa lukas berjabat tangan pada cherry.
“hai…, cherry..” sahut cherry tersenyum manis.
Cherry dan lukas dengan cepat menjadi sangat akrab setelah perkenalan mereka yang tak sengaja bertemu di kafe itu.
Cherry dan lukas sering hang out bersama dan sering juga mengobrol di chat maupun telepon.
Tanpa terasa tumbuh benih-benih rasa suka pada cherry dan lukas.
Mereka saling menyukai, sampai tiba saatnya lukas menyatakan perasaannya pada cherry.
Dan mereka pun resmi berpacaran.
Dua bulan adalah waktu yang sebentar bagi cherry menikmati masa indahnya berpacaran dengan lukas.
Namun suatu hari lukas menemuinya di sebuah kafe yang tak jau dari rumahnya.
“cherry…, aku rasa hubungan kita sampai disini saja.” Ucap lukas dengan raut wajah yang sedih.
“kenapa??? Apa sikapku tidak baik padamu??” tanya cherry bingung.
__ADS_1
“bukan begitu…, kau sesungguhnya sangat spesial buatku…, namun orang tuaku menjodohkanku dengan wanita lain…” jawab lukas berbohong pada cherry.
padahal sebenarnya lagi-lagi risvan lah di balik semua kehancuran hubungan cherry dan lukas melalui anak buahnya yang mengancam akan membuat perusahaan lukas bangkrut.
“maafin aku, cherry…!! Aku sebenarnya suka padamu, tapi aku gak bisa menolak perintah orang tuaku…” sambung lukas.
“ck…, dasar kau pria cemen….!! Dasar menyebalkan….” Umpat cherry seraya menyiramkan air kewajah lukas lalu pergi meninggalkan kafe itu dengan sedih.
“aaakkkkhhhhhh…………, kenapa hubunganku dengan pria tidak pernah berhasil???” teriak cherry kesal.
Lagi dan lagi, mami berusaha menenangkan anak gadisnya itu saat menangis di kamar karena di putusin oleh kekasihnya padahal usia pacarannya masih seumur jagung.
“kenapa sih mi, aku selalu di putusin…?? Padahal aku baru saja ingin memulai hubungan dengan pria..” kata cherry sambil nangis Bombay.
“sudahlah…, mungkin dia memang bukan jodohmu…!! Masih banyak pria lain di dunia ini..” sahut mami.
“mami percaya suatu saat kau pasti akan menemukan seorang pria yang akan menjaga dan mencintaimu…” sambung mami mencoba menenangkan hati cherry yang lagi-lagi patah hati.
Hampir setahun cherry tak membuka hatinya untuk pria manapun, ia seolah tak ingin membuat hatinya sakit karena selalu gagal menjalin hubungan dengan seorang pria.
Cherry menyibukkan dirinya dengan bisnis toko kue yang selalu saja ramai dan banyak orderan yang datang untuk memesan kuenya yang memang terkenal sangat enak di lidah pelanggan.
Cherry sangat senang menjalani bisnisnya yang kini hampir memiliki 50 cabang di negaranya.
Ia sukses dengan kariernya menjadi pengusaha di bidang tataboga.
Suatu hari saat cherry sedang memantau usahanya di salah satu tokonya, ia di hampiri seorang pria yang sangat merindukannya.
Yaitu oka sang kakak yang baru saja menyelesaikan S-II nya di amerika.
“cherry……” teriak oka yang sangat merindukannya.
‘kak……!!” sahut cherry yang berlari memeluknya.
“aku sangat rindu padamu, monyet nakal,…” kata oka dengan senang memeluk adiknya.
“kak…., aku juga merindukanmu…!! Hahahaha…..” sahut cherry tertawa riang.
“ayo kita pergi jalan-jalan naik motor seperti dulu…” ajak oka.
“oke….” Kata cherry.
Kemudian mereka pun pergi jalan-jalan dengan mengendarai motor kesayangan oka.
Seperti dahulu, oka dan cherry sering ngebut-ngebut di jalan raya.
Kemudian oka menghentikan motornya sebentar di salah satu toko es krim langganan mereka dulu.
“kau masih ingat tempat ini??” tanya oka pada cherry.
“tentu saja…, aku ingat….!! Dulu kak oka dan kak riady sering membawaku kesini..” jawab cherry.
“oh…iya.., bagaimana dengan si dokter kaku itu?? Apa setelah menikah dia masih kaku dengan wanita??” tanya oka.
“eemm.., kak…! Aku rasa ada yang aneh dalam hubungan kak riady dan istrinya kak nina…” kata cherry.
“maksudmu??” tanya oka.
“aku melihat gerak gerik kak riady dan kak nina itu seperti rang asing jika mereka bersama…!! Dan bahkan aku gak pernah melihat mereka pergi bersama…, selalu saja masing-masing…” jawab cherry.
“hhheemm…, apa mungkin kak riady masih memiliki perasaan kepada teman dokternya yang bernama elif itu ya??” ucap oka dalam hatinya yang sebenarnya tau kalau riady cinta kepada elif.
“kak…., kau pikir apa??” tanya cherry.
“nggak….!! Mungkin itu hanya kebetulan saja…..!!! aku yakin kak riady dan istrinya memiliki hubungan yang baik.” Sahut oka menutupi rahasia hati riady.
“ck…., hampir setahun aku jomblo….!! Males pacaran…, entar di putusin lagi kayak dulu…” sahut cherry.
“hahahaha……., jangan patah semangat gitu dong….” Ujar oka mencubit pipi cherry.
“kak oka gimana??? Masih playboy kah???” tanya cherry.
“hehehe….., kak oka mu ini punya gaya tersendiri…!! Gak payah mencari..wanita datang dengan sendirinya…” kata oka dengan percaya dirinya.
“ck…, dasar….” Sahut cherry.
Dirumah mereka merayakan kepulangan oka yang telah menyelesaikan S-II nya dan akan segera ikut andil dalam perusahaan keluarga menggantikan papi.
Disana ia melihat apa yang di katakan cherry tentang hubungan riady dan nina.
Oka melihat keduanya datang masing-masing dan sangat kaku bila berdekatan.
“haaaahhh…., si dokter kaku mengacuhkan istrinya yang lebih cantik dari elif…!! Kau sangat bodoh…kak…” ucap oka dalam hatinya.
Kemudian oka mulai dengan tingkah konyolnya untuk mengerjai riady dan nina.
“hei…, bagaimana kalau kita main permainan saja…” ucap oka dengan semua anggota keluarganya.
“kita main apa kak??” tanya cherry.
“kita main, dengan memutar botol ini dan jika mulut botol ini mengarah pada salah satu dari kita, maka dia harus bernyanyi atau menari..!! tapi jika dia tidak mau maka harus mencium pasangannya.” Kata oka.
“aku gak ikut..” seru riady.
“hey…., kau si dokter kaku….!! Kau harus ikut…atau aku akan mencoret namamu dari bagian keluarga ini..” ancam mami pada riady.
“ck…, baiklah…” sahut riady dengan wajah kesal.
Mereka pun memulai permainannya, dan orang yang pertama kena adalah papi.
Papipun bernyanyi sambil memeluk mesra mami yang duduk di sampingnya.
Tak lama kenudian, mereka memainkannya lagi.
Dan cherry lah yang harus bernyanyi.
Permainan dimulai dengan serunya, tiba saatnya giliran nina yang harus beranyanyi atau menari karena mulut botol mengarah padanya.
“hei…, kakak ipar sekarang giliranmu…!! Kau mau nyanyi atau menari???” tanya oka.
“hahaha…., aku menyanyi saja…maaf ya jika suaraku jelek nanti…” sahut nina malu-malu.
Kemudian nina pun mulai bernyanyi dengan senandung lagu dan suaranya yang merdu.
Mendengar nina yang bernyanyi semua orang terdiam seakan terbius oleh suara merdu nina.
Riady tak kalah tercengang dan terbius oleh suara merdu yang keluar dari mulut wanita yang tak di sukainya itu.
“suaranya sangat indah…” ucap riady dalam hatinya menatap nina.
“hehehehe….., dasar dokter kaku…!! Akhirnya kau kena juga….” Kata oka dalam hatinya yang melihat sang kakak menatap istrinya dalam-dalam.
Setelah nina selesai menyanyi, riady tak lepas menatap nina yang kembali duduk di sampingnya.
“wahh…, kakak ipar…suaramu sangat bagus…!! Seandainya kau masih single aku pasti akan mengejarmu mati-matian…” kata oka sambil melirik riady.
__ADS_1
“heii…heii…, dasar kau playboy….” Sahut mami menjewer telinga oka.
“ayo sekarang kita main lagi…” kata cherry dengan semangat.
Mereka pun memutar botol itu dan tepat berhenti di hadapan riady.
“sial…., makanya aku benci permainan konyol dari oka…” ucap riady dalam hatinya.
Riady yang tak bisa bernyanyi dan menari sangat frustasi.
Namun ia tak bisa menghindari gilirannya karena semua mata sedang menatapnya,
“aku lupa.., harus berjaga di rumah sakit sekarang…” kata riady berusaha menolak.
“riady…., apa kau tidak wajah ku dan papimu, hah???” ujar mami menatapnya tajam. Riady segera menelan ludahnya karena melihat ke angkeran wajah orang tuanya.
“oke…., baiklah….” Kata riady dengan sedikit kesal karena terpaksa.
“aku tidak pandai bernyanyi…” kata riady lagi.
“menarilah…, kak..” kata cherry tersenyum jail.
“aku bahkan tidak suka menari..” sahut riady.
“kalau begitu kau….” Ucapan oka terhenti melihat aksi riady yang tiba-tiba mencium bibir nina di hadapan mereka semua.
Mata cherry terbelalak melihat riady mencium bibir nina yang sebenarnya juga terkejut dengan ciuman riady padanya.
“hehehe….rencanaku berhasil…!! Aku akan membuat si dokter kaku jatuh cinta pada kak nina…” kata oka dalam hatinya.
“papi…., kita akan segera punya cucu….” Ucap mami memeluk papi.
“iya…, mi…” sahut papi.
“kasihanilah aku yang jomblo ini….” kata cherry yang menerima nasibnya karena tak pernah berhasil menjalani hubungannya dengan pria.
Setelah mencium bibir nina, riady langsung beranjak pergi.
Nina masih membatu dan tertunduk malu di sofa.
“kalian lanjutkan lah…, aku akan keluar sebentar..” kata riady dengan wajah merah merona.
“karena hanya mami yang tersisa…jadi mami mau nyanyi atau menari…??” tanya oka yang melanjutkan permainan.
“aku akan bernyanyi untuk pria tua yang aku cintai ini…” sahut mami dengan gembira.
Mereka pun melanjutkan dengan sangat senang, sedangkan riady pergi ke balkon kamarnya dengan membawa sebotol minuman soda di tangannya.
“haaaahhh…., lagi-lagi aku bertindak bodoh menciumnya…” gumam riady sambil merasakan hembusan angin
malam.
“tapi kenapa kali ini aku merasa seakan menikmati ciumanku di bibir nina tadi…?? Astaga….aku jadi semakin gila karena dia…” sambung riady lagi.
Sebenarnya, selama hampir dua tahun mereka menikah riady melihat perilaku baik dan lembut dari diri nina.
Nina yang sejatinya memang wanita yang ramah dan baik kepada semua orang.
Ia tak pernah berperilaku buruk atau pun sombong, walaupun ia wanita yang sangat sukses dan kaya raya.
Riady menyadari bahwa nina berusaha membuat diri riady nyaman saat bersamanya.
Terkadang nina sering mengalah apabila riady sedang kesal ataupun badmood.
Nina selalu menghindari kontak mata ataupun fisik jika riady merasa tak nyaman di dekatnya.
“nina…, adalah wanita yang baik….!! Aku tak sewajarnya menyia-nyiakan dirinya…” ucap riady dalam hatinya.
Malam semakin larut, setelah pesta selesai mereka semua kembali ke kamarnya masing-masing.
Nina masuk ke dalam kamar riady dengan paksaan oka dan cherry.
Nina kini berada di dalam kamar riady.
“aaahh…, apa yang harus aku lakukan disini sendirian???” gumam nina yang tak menyadari bahwa riady menatapnya dari sisi balkon kamar.
“sebaiknya aku menghirup udara segar di balkon..” kata nina yang berjalan menuju keluar balkon.
Saat dia sedang berdiri di tepi balkon, ia melihat riady yang berdiri di sebelah kanannya.
“uuupppss….., maaf…!! Aku tidak tau kau ada disini…!! Aku masuk kedalam dulu..” kata nina yang beranjak masuk kedalam kamar.
“nina…., tunggu…..” panggil riady yang dengan cepat meraih tubuh nina.
Kini tubuh nina dalam dekapan riady dan mereka berdua saling tatap.
“apa yang kau lakukan??” tanya nina menatap mata riady.
“nina…, aku ingin dirimu….” Sahut riady.
Kemudian Riady pun memberikan sentuhan hangat pada bibir Nina dengan lembut. Nina membelalakkan matanya seakan terkejut bahwa Riady melakukannya. Kemudian, nina pun terhanyut akan ciuman riady dan membalasnya dengan lembut.
Disisi jendela kamarnya, oka melihat adegan ciuman panas riady dengan nina di balkon kamar.
“hehehehe….., semudah itu kah kau jatuh cinta pada nina, dokter kaku…!! Dasar……” kata oka dengan senang dan menutuk tirai jendelanya lalu berbaring di ranjang kamarnya.
Riady duduk bersandar di sisi ranjang dengan menutupi selimut separuh badannya, sedangkan nina berbaring membelakangi riady dan ia juga hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.
“apa dia menyesal melakukannya denganku tadi….?? Dia tak mau menatapku setelahnya..” ucap riady dalam hatinya.
“ya tuhan…., aku sangat malu jika mengingat apa yang di lakukan riady padaku tadi…” ucap nina dalam hatinya.
Kemudian, riady mendekatkan tubuhnya memeluk nina dari belakang.
“nina…, apa kau menyesal telah melakukan itu denganku??” tanya riady.
“tidak…” jawab nina.
“lantas mengapa kau tidak mau menatapku???” tanya riady.
Kemudian, nina membalikkan tubuhnya berhadapan dengan riady.
“aku….aku hanya malu….” Sahut nina dengan wajah merah merona.
“kita sudah suami istri, kenapa kau malu??? Hal itu wajar dilakukan..” kata riady sambil tersenyum menatap nina yang menahan rasa malunya.
“aku tak menyangka, malam ini kau melakukannya padaku..setelah hampir dua tahun kita menikah..” kata nina.
“iya…, aku minta maaf karena telah menyia-nyiakanmu…!! Aku sangat menyesal, nina…!!” ucap riady terus memeluk tubuh nina.
“tidak itu bukan kesalahanmu…, tapi aku lah yang salah karena tidak bisa membuatmu tertarik padaku…” kata nina.
“sudahlah…, kau tak bersalah…!! Sekarang aku mau kita akan fokus dengan hubungan rumah tangga kita saja..” kata riady
“iya….” Sahut nina tersenyum bahagia di dalam dekapan riady.
Entah kapan perasaan itu tumbuh di dalam hati mereka berdua. Yang jelas kini mereka telah saling mencintai satu sama lainnya.
__ADS_1