CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
mengakhiri semuanya


__ADS_3

sesuai perkataan Alan kemarin jika hari ini mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksa kan kondisi Elsa dan sekalian menanyakan tentang apa kah Elsa sudah bisa hamil atau belum


" dad mom, sebentar kami akan ke rumah sakit lalu ke apartemen " ucap Alan menatap Daddy radit


" Elsa juga " tanya Daddy radit


" iya " Elsa langsung menatap Alan karena sebelumnya Alan tidak membahas itu


" baiklah hati² selesaikan semuanya, jangan sampai ada Masahlah lagi " ucap Daddy radit


" kamu butuh bantuan " tanya henry


" tidak , untuk sekarang biarkan aku selesaikan sendiri ,jika aku tidak bisa nanti aku bicara " ucap Alan,mereka mengaguk


" memang nya ada apa di apartemen " tanya mommy ellena karena memang mereka tidak memberi tahu mommy ellena


" tidak papa mom,Alan sama Elsa hanya ingin bicara berdua jadi mereka butuh tempat yang bisa buat mereka Nyaman " ucap Jeje bohong


" apa kalian akan tidur di sana " tanya mommy ellena


" kami akan pulang , kami hanya ingin waktu berdua saja , Alan janji sebelum sore kami sudah pulang " ucap Alan lagi


"baik lah ,jangan lama² atau nanti mommy akan ke sana " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap Alan


setelah mereka menyelesaikan sarapan nya,Henry Jose Jeje dan Ana berpamitan pada mereka ,sedangkan Alan dan Elsa kembali ke kamar untuk bersiap


" koh Elsa ikut " tanya Elsa saat sudah dalam kamar


" iya tidak papa supaya semuanya selesai aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama " ucap Alan


" makasih,maaf karena aku kamu harus...... hhhhmmpp


Alan memotong ucapan Elsa dengan serangan ciuman, Alan menekan tengkuk leher Elsa dan memaksa masuk dalam mulut Elsa sehingga dia mengabsen seluruh isi mulut Elsa .


" ayo kita ganti baju, dan jangan perna lagi katakan hal seperti itu " ucap Alan lalu menarik tangan Elsa masuk dalam ruangan walk in close.


" cucu Oma masih jemur² " tanya mommy ellena mendekati Elvi dan Aqila


" iya Oma " ucap Aqila tersenyum


" jangan lama² iya nak " ucap mommy ellena


" iya mom, mommy mau ke mana " tanya Elvi


" arisan sebentar,kalian mau ikut tapi sebelum itu mommy mau ke tempat lain dulu " tanya mommy ellena


" tidak mom, kasian Reza masih kecil " ucap Aqila


" Elvi juga mom,nanti saja iya kalau mereka sudah besar,jadi mommy bisa bawah mereka " ucap Elvi


" iya sudah, kalian hati² di rumah iya kalau ada papa langsung telepon karena Daddy kalian juga pergi " Ucap mommy ellena


" iya mom,tenang saja kan banyak penjaga dan pelayan di sini " ucap Aqila


" iya sudah mommy berangkat iya " ucap mommy ellena sambil mencium kening cucunya


" jangan bandel iya " ucap mommy ellena menatap cucunya


" iya Oma " ucap mereka


setelah kepergian mommy ellena ,Elvi dan Aqila serta Nany si kembar kembali ke kamar mereka untuk memandikan si kembar karena mereka asuh berkeringat bahkan badan mereka sudah memerah


" apa kalian lupa dengan ku hah " bentak Davin yang baru masuk sambil menggendong anaknya, sedangkan Nabilla bersama Ana di meja kerjanya dulu


"siapa yang datang " ucap Jose menatap ke arah pintu


" cih bahkan kalian ke villa tanpa aku " ucap Davin kesal


" kami sudah mengajakmu " ucap Jose


" apa bisa jangan mendadak, aku harus sesuai kan dengan jadwal rumah sakit " ucap Davin


Henry berdiri mendekati Devan dan mengambil alister


" kamu kenapa ke sini " tanya Henry


" jalan² saja ,Nabilla bosan di rumah saja " ucap Davin


" apa kau ingin bilang Nabilla akan masuk kerja ,bahkan anakmu belum sebulan " ucap Jeje


" bahkan dia sendiri ingin masuk kerja sudah ,jika aku tidak melarang nya " ucap Davin


" apa kamu menahannya memberi uang bulanan atau bagaimana kenapa dia sangat gila kerja " tanya Jose heran


" mungkin karena dia sudah terbiasa kerja ,makanya sebisa mungkin aku tahan supaya dia terbiasa dan melupakan masalah kerjaan " ucap Davin


" kasian alister jika dia kerja,siapa yang akan menjaganya bahkan Elvi dan Aqila saja berhenti kuliah hanya untuk menjaga anak Kami ,kamu bicara saja baik² ,aku kira kamu bisa tau rasanya gimana kalau hidup sendiri dan kurang kasih sayang " ucap Henry sambil menata alister


" kamu bisa jadikan alister sebagai senjata mu ,apa lagi kamu sibuk dengan rumah sakit " ucap Jose lagi


" akan aku bicarakan lagi,semoga dia mau mengerti" ucap Davin


" apa kamu tidak mual lagi " tanya Davin menatap Jeje

__ADS_1


" apa kamu tidak mencium bahwa bau kami seperti perempuan " ucap jose kesal


" apa kalian pakai parfum istrinya " Henry dan Jose mengaguk


" hanya di kantor saja " ucap Jose ,Davin tertawa


" ah iya aku mau tanya ,Kamu dulu bilang jika Nabilla saat hamil dia jadi agresif kamu kasih apa " tanya Jeje


" apa yang kamu tanyakan " ucap Davin sok polos


" cepat lah, Ana kadang berhenti di tengah jalan membuat ku ingin membunuhnya jika tidak ingat anakku " ucap Jeje ,membuat mereka tertawa lepas


" itu tidak ada obatnya je ,semua berjalan saja cuma mungkin karena aku anak baik jadi Nabilla yang lebih aktif bahkan aku hanya diam saja " ucap Davin tersenyum licik


" itu karena anakmu balas dendam ,karena sebelum kamu bertemu Ana ,kamu selalu bermain dengan wanita lain " ucap Jose


" Davin juga seperti itu " ucap Jeje


" karena aku setelah menjebol nya malam nya aku sudah jujur ,kamu sampai sekarang belum " ucap davin


" itu sudah berlalu aku malas mengungkit " ucap Jeje


" tapi jangan sampai nanti mereka datang saat kamu sudah punya anak atau sementara Ana hamil ,akan susah nanti jelaskan nya " Ucap Henry


" nanti aku bicarakan " ucap Jeje lagi


sedangan di tempat lain Alan dan Elsa senang menuju apartemen setelah dari rumah sakit


" apa yakin aku harus ikut " Alan mengaguk


"kamu diam saja ,nanti aku yang akan berbicara dengannya " ucap Alan


" apa dia tidak sekolah " tanya Elsa


" dia izin hari ini ,karena aku sudah memberi tahu pihak sekolah " ucap Alan


" baik lah " ucap Elsa


setelah sampai di apartemen mereka langsung menuju lift dan menuju unit apartemen Alan.saat sampai depan apartemen Elsa menggegam tangan Alan kuat


" tidak papa ,kamu tenang saja " ucap alan ,lalu dia memasukkan kode apartemen nya dan masuk dalam apartemen dengan Elsa


" kakak "


Elsa langsung membuang wajahnya saat wanita itu memeluk Alan , Alan menatap Elsa lalu mendorong sedikit tubuh wanita itu


" kamu duduk dulu ,ada yang aku bicarakan " Ucap Alan,wanita itu melihat Elsa lalu menatap Alan


" duduk dulu iya " ucap Alan lagi mereka pun duduk di sofa


" tapi kenapa selama ini Kaka tidak bilang ,bahkan kaka masih sering tidur denganku " teriak wanita itu


" iya aku tau ,maaf karena itu aku ingin menyelesaikan semuanya, seperti katamu jika selesai ujian kamu akan balik ke tempatmu bukan " ucap Alan lagi


" Kaka janji kita akan liburan bersama, aku tidak mau dan tidak akan mau " bentak wanita itu


" lalu mau mu sekarang apa " tanya Alan


" aku mau Kaka * jawab wanita itu


" aku tidak bisa " ucap Alan tegas,wanita itu berdiri lalu memecahkan vas Bunga


" Baik lah " Ucap wanita itu lalu mengambil pecahan kaca vas bunga, Alan langsung berdiri begitu juga dengan Elsa


" STOP " pekik wanita itu


" kamu jangan gila " bentak Alan


" iya aku gila karena Kaka ,bahkan aku memberikan semuanya untuk kaka " teriak wanita itu


" kamu bisa bersama nya " ucap Elsa , Alan langsung melihat Elsa


" apa maksud mu " Ucap Alan


" kalian bisa bersama, tapi lepaskan itu dulu ,setelah itu aku akan pergi " ucap Elsa lagi , Alan menatap bingung Elsa


" apa aku bisa mempercayai nya " tanya wanita itu ,Elsa mengaguk ,dia pun melepaskan pecahan vas bunga yang ada di tangan nya


" sayang jangan berbicara sembarangan,aku sudah memutuskan bersama mu kenapa kamu malah menyuruh ku balik dengannya" Ucap Alan sedikit meninggikan suaranya


" kamu tenangkan dia dulu, aku balik duluan di rumah,nanti aku naik taksi " Ucap Elsa berjalan


" diam di tempatmu atau aku yang akan membunuhnya langsung "titah Alan tidak main²,Elsa melotot kan matanya bahkan wanita itu juga


" aku ke sini mau selesai kan baik², apartemen ini akan jadi milikmu ,dan aku akan transfer kan uang seperti sebelumnya " ucap Alan


" aku tidak butuh itu " ucap wanita itu, Alan meninggalkan apartemen nya sambil menarik Elsa dengan kuat , sebenarnya ada perasaan berat tapi dia harus memilih


" jaga dia di dalam jangan sampai melakukan hal yang aneh² " ucap Alan saat sudah di luar apartemen,sedangan wanita itu berteriak histeris dan membanting semua yang ada di dekatnya pengawal masuk dalam sesuai ucapan Alan mereka akan mengawasi nya agar tidak terjadi papa


" kamu baik² saja " tanya Elsa saat sudah dalam lift, Alan hanya diam


" jika kamu belum sanggup ,perlahan saja " ucap Elsa


" aku tidak ingin membuat semua makin rumit dan aku tidak ingin terulang lagi ,karena kesalahan ku harus kehilangan anak ku " ucap Alan,Elsa hanya diam

__ADS_1


" kamu sudah berjanji bukan , akan membuatku menyukaimu ,maka lakukan lah itu " ucap Alan lalu memeluk Elsa


" sudah mau sampai " biak Elsa ,dan benar saja pintu lift sudah terbuka syukur tidak ada orang depan lift jika tidak Elsa akan malu


mereka ke luar dari lift itu dan menuju mobil mereka


" apa kau ingin ke suatu tempat" tanya Alan saat sudah dalam mobil


" terserah,aku ikut saja " ucap Elsa


" ke pantai mau, di sana aku bisa berpikir dengan baik " Elsa menggaguk


mereka menuju pantai yang biasa Alan menenangkan pikirannya bahkan dia pernah membawa Elsa juga di sana dan itu sudah menjadi tempat dia menangkan diri nya


" nyaman nya " gumam Elsa setelah mereka sampai dan mereka turun dari mobil


Alan memeluk Elsa dari belakang mencari tempat ternyaman nya yaitu di leher jenjang Elsa


" kamu baik² saja " Alan menggeleng dan makin erat memeluk Elsa


" kamu bisa membunuhku jika memeluk ku seperti ini "Alan melonggarkan sedikit pelukan nya " terimakasih sudah memiliki ku, aku tau kamu belum mencintaiku ,tapi aku bahagia walaupun aku tau perasaan ku belum terbalas " ucap Elsa


" makasih sudah mencintai pria bajingan seperti ku,aku akan berusaha mencintaimu , Seperti kamu yang mencintai ku " ucap Alan lalu memutar tubuh Elsa ,dan mencium kening Elsa dengan lembut ,Elsa memejamkan matanya saat Alan mencium keningnya ada rasa hangat yang menjalar dalam hatinya, dia tersenyum


semoga ini awal untuk hubungan kami , walaupun kamu belum mencintaiku tapi akan aku buat kau mencintaiku seperti aku yang mencintaimu" batin Elsa


ini yang terbaik ,nak apa kamu bahagia di atas sana melihat ayah dan ibu bersama lagi maaf karena ayah melakukan ini setelah kamu pergi ,ayah harap kamu bisa memaafkan ayah ,doakan ayah dan ibu selalu bahagia iya nak " batin Alan


" sayang " Alan menatap Elsa


" apa tadi " tanya Alan


" mas....


" bukan itu " potong Alan


" yang mana " tanya Elsa pura ² lupa


" apa kamu mau aku memakan mu di sini " ucap Alan


" apa lupa kata dokter " ucap Elsa , Alan hanya mengangguk saja


" apa kita tunda dulu liburan nya" ucap elsa


" kenapa " tanya Alan


" aku ingin liburan saat aku sudah bisa menyerah hidup ku sama kamu " Ucap Elsa


" kita ke sana liburan sayang ,bukan mau honeymoon " Ucap Alan tersenyum


" aku tau ,aku sudak memikirkan nya ,jika dengan aku hamil kamu bisa bersama ku ,aku akan melakukan itu "ucap Elsa menatap lurus ke depan


" jangan memaksa dirimu ,aku sudah bilang bukan aku akan belajar untuk itu " ucap Alan


" iya aku tau , tapi dengan kehamilan bisa membuat mu selalu di dekatku " ucap elsa


" bukannya sekarang aku sudah di dekatmu " tanya Alan menaikan alisnya


" iya,tapi tidak dengan hatimu ,jadi aku akan membuat hatimu juga di dekat ku bukan hanya tubuhmu " ucap Elsa


" apa kau sangat mencintai ku " Elsa mengaguk" bahkan aku selalu menyakiti mu " ucap Alan


" mungkin karena itu bodoh bukan ,di saat wanita lain di sakiti akan pergi tapi aku malah bertahan " ucap Elsa


" dan aku beruntung untuk itu,tapi jangan memaksa kan jika kamu belum siap dan masih takut" ucap Alan tertawa kecil


" aku tidak takut dan tidak terpaksa karena aku yakin kalau kau Sekarang benar² untukku " ucap elsa


" apa kau tidak takut jika aku melakukan kesalahan lagi " tanya Alan


" bukannya kamu sendiri yang bilang jika melakukan kesalahan lagi aku bisa pergi " Alan mengaguk


" dan aku tidak akan membiarkan itu " ucap Alan tegas ,Elsa menghadap Alan mencium bibir Alan dan ********** setelah itu dia melepaskan nya dan menatap Alan lebih dalam


" I love you my husband" ucap Elsa , Alan hanya tersenyum


" makasih " ucap Alan Elsa tersenyum


" aku akan menunggu balasan nya nanti dan aku akan mengatakan itu setiap hari " ucap Elsa , Alan mengacak rambut Elsa lalu menarik hidung mancung Elsa


" aawww" pekik Elsa , Alan malah tertawa melihat Elsa kesakitan


" masih mau di sini " tanya Alan


" iya ,di sini bikin adem nyaman " ucap Elsa , Alan menarik Elsa masuk dalam mobil membuka pintu belakang


" kenapa masuk di dalam " tanya Elsa saat di paksa masuk


" tidak aku hanya ingin berbaring di paha mu ,aku lelah " ucap Alan


" iya sudah sini " ucap Elsa sambil memukul pahanya , Alan pun berbaring dengan paha Elsa yang di jadikan bantalnya


" bangunan aku jika sudah 1 jam " ucap Alan


" baik lah " ucap Elsa sambil mengelus lembut kepala Alan , sedangan Alan sudah menyembunyikan wajahnya di perut Elsa

__ADS_1


__ADS_2