
setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka sampai di tempat yang menjadi tempat honeymoon mereka ,rasa lelah dan penat seketika terbayar lunas dengan pemandangan yang ada di depan mereka saat ini awal nya Elsa ingin ke Maldives tapi entah kenapa dia merubah nya
" kamu suka sayang " ucap Alan ,sambil memeluk Elsa dari belakang
" sangat mas ,ini luar biasa sekali " ucap Elsa
" kamu ingat kan ,kita buat apa ke sini " tanya Alan
" iya mas ,aku tidak lupa koh " ucap Elsa, Alan mencium leher jenjang milik istrinya , seketika darah di tubuh Elsa meradang saat Alan mengisap kuat leher nya
" a...Alan " ucap Elsa gugup
" hebm " ucap Alan
" kita bersihkan diri dulu aaahhh " desah Elsa saat tangan Alan sudah berada di buah ceri miliknya
" setelah ini sayang " ucap Alan ,bahkan tangan satunya sudah berada di lahan bawah melihat Elsa sudah menikmati permainan nya ,Alan membawa Elsa dalam kamar mandi
sesampainya dalam kamar mandi Alan langsung membantu Elsa membuka pakaian yang melekat di tubuhnya ,setelah itu baru membuka pakaian nya hingga kini mereka benar² toples , Alan mendorong tubuh Elsa pada kaca besar yang ada di dalam kamar mandi ,setelah itu menaikan sedikit kaki Elsa agar memudahkan nya bermain ,mulut Alan bermain di buah ceri mengisap seperti anak bayi sedang kan tangannya tidak tinggal diam, dia bermain di bawah dengan kasar ,Elsa menekan kepala Alan saat merasakan kenikmatan
" A....La...n aaahhhhh " Alan mengangkat tubuh Elsa dan di dudukan di wastafel setelah itu membuka lebar kakinya dan bermain di pintu basah milik Elsa
"aaahhhhh m-mas aaaahhhh "Elsa menekan kepala Alan saat mulut nya mulai mengobrak Abrik lahannya
" Alan aaahhh aku aaahhhh " Alan mengisap semua cairan yang baru saja ke luar dari lahan Elsa setelah itu dia berdiri dan mencium bibir Elsa dengan kasar dan memposisikan lolipop nya hanya sekali hentakan milik mereka sudah menyatu
jleb
aaaaahhhhhhh
aaaarrrgghhhhh
tangan Alan menahan pinggul Elsa sedangan tangan Elsa berada di pundak Alan
" kau nikmat Elsa aaarrrggggghhhhhhh "
Alan melenguh panjang saat milik Elsa terasa sempit sangat berbeda saat dia bermain dengan yang lain padahal ini sudah sering dia lakukan , Alan menatap Elsa yang masih memejamkan matanya
" buka matamu Sayang lihat aku " Elsa membuka matanya menatap Alan mereka sama² di kabur gairah
" selesai aaahh ini setelah itu aku yang bermain " Alan tersenyum
" ini akan panjang " Alan mengisap buah ceri Milik Elsa
" aaahhhhh Alan "
suara ******dan ***** mereka memenuhi kamar mandi bahkan kini tubuh mereka sudah di penuhi keringat Alan terus saj bergerak yang tadinya lembut kini sudah semakin kasar tapi elsa menyukai itu saat Alan bermain lebih kasar dan liar
" Alan lebih aaaahhhhh "
merasa miliknya seperti di jepit Alan menatap Elsa, Alan memainkan buah ceri milik istrinya membuat Elsa memekik nikmat hingga akhir nya Elsa mendapatkan pelepasannya yang ke dua sedangkan Alan belum sama sekali
" aaaaahhhhhhh " Elsa menekan pundak Alan saat dia merasakan miliknya akan meledak
" tunggu sebentar ....sayang aaarrgghhhh "
" aaarrrggggghhhhhhh Elsa kau sempit "
jleb.....jleb..... jleb.....
" Elsa aaarrrggggghhhhhhh " Alan melenguh panjang saat menyelesaikan penanaman benih bahkan dia menekan pinggang Elsa dan milik nya agar lebih masuk ke dalam
belum juga Elsa bernapas dengan bebas ,Alan mengangkat tubuh Elsa masuk dalam bathup dan kembali melakukan dalam bathup hingga beberapa kali dia mengajar Elsa , Alan benar² melakukan apa yang selama ini dia tahan hingga sampai Elsa benar² kelelahan
" mas " panggil Elsa lirih
" ayo aku bantu setelah ini kita istirahat " Elsa menggaguk saja karena memang dia sudah tidak memiliki tenaga lagi karena harus mendapatkan beberapa pelepasan nya sedangkan Alan baru 5 kali bahkan kini dia sudah tidak tau jam berapa dan berapa lama mereka dalam kamar mandi
__ADS_1
setelah selesai mandi , Alan membantu Elsa memakai bathrobe pada Elsa
" sudah sayang " Elsa menggaguk lalu ke luar dari kamar mandi
" sayang keringkan dulu rambutnya " ujar Alan saat melihat Elsa langsung ke tempat tidur
" Aku cape mas ,kamu tidak membiarkan aku istirahat sedikit saja " keluh Elsa , Alan mengangkat tubuh istrinya lalu di dudukan di sofa yang menghadap ke arah laut lepas , Alan dengan telaten mengering kan rambutnya dengan lembut sehingga tidak ada lagi air yang menetes dari rambut Elsa
" pakai baju dulu iya " Elsa menggeleng ingin rasanya merebahkan tubuhnya yang lelah , perjalanan yang panjang sehingga memakan waktu 4 jam dalam pesawat belum lagi serangan yang tidak ada habisnya entah mereka melakukan berapa jam dalam kamar mandi
" baiklah kamu istirahat dulu " Elsa menggaguk lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya , sedangkan Alan memakai bajunya dia membiarkan Elsa istirahat
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
malam telah tiba ,seperti biasanya mereka akan berkumpul di ruangan keluarga setelah menyelesaikan makan malam mereka
" gimana tadi di kantor " tanya Daddy radit
" baik² saja dad, Ray juga Ateng di sana tidak rewel " Daddy Radit menatap Ray yang hany duduk diam sambil menatap tab nya sedangkan rif'at dan Queen jangan di tanya lagi mereka berkeliling berputar di sofa sehingga Nany harus menjaga mereka
" jangan terlalu sering memberikan tab biarkan dia seperti rif'at dan Queen ,jika dia ingin ikut ke perusahaan tidak papa " ujar Daddy radit
" iya dad " Ucap Elvi
" apa yang sedang mereka lakukan sekarang " tanya Jeje
" siapa yang kau maksud " tanya Jose
" siapa lagi kalau bukan bajingan itu " ucap Jeje
" apa perlu kita telepon " ucap Henry menyeringai
" sepertinya begitu " ucap Jose ,Henry langsung mengambil HP nya yang di atas meja
" kenapa suka sekali sih gangguin orang " ucap Elvi ,Henry hanya tersenyum saja
tuttt..... tutttt
" hebm "
" kau baru bangun ,ini baru jam berapa bahkan di situ masih sore hari " ucap Jose tersenyum
" diam lah ,kenapa kalian menelpon ku " ucap Alan
" kami hanya ingin melihat wajah orang yang sedang honeymoon " ucap Jeje yang baru saja mendekati Henry
" cepat katakan apa yang ingin kalian bicarakan " ucap Alan
" Elsa mana " Alan menaikan satu alisnya" tidur apa kau menelepon hanya menanyakan istri ku " tanya Alan
" tidur,apa dia terlalu lelah " tanya Jose
Alan menatap ke dalam kamar ,dia melihat istrinya bergerak
" sudah bangun hm " ucap Alan mengelus pipi Elsa
" pakai baju dulu ,setelah itu kita makan " ucap Alan
" Alan " Alan menatap layar HP nya ,lalu mematikan sambungan telepon itu
" cih bajingan itu" cibir Jeje
" apa yang mereka lalukan sehingga Elsa tidak memakai baju " tanya Jose
" kau bertanya seolah kau itu anak umur 5 tahun " ujar Henry menatap Jose
" lihatlah wajahmu sangat tidak sesuai memasang wajah seperti itu " ucap Daddy radit
" by sudah ,kenapa bahas itu terus sih " ucap Elvi
__ADS_1
"iya Suka betul gangguin orang padahal otak mereka semua sama ,tidak jauh dari ranjang " ujar Aqila ,Jose hanya tersenyum kuda
" itu kebutuhan sayang kau tau itu ,bahkan aku juga Menikmatinya " ucap Jose
" Jose " teriak Aqila bisa² suaminya membuka kartu nya lagian siapa yang tidak menikmati jika hal enak seperti itu
" kan memang benar yank hmmpp "
" jika tidak diam, kamu akan puasa satu bulan lagi " bisik Aqila
" sayang aku baru beberapa Minggu buka puasa masa mau puasa lagi " ucap Jose cemberut setelah Aqila membuka tangannya dari mulutnya Aqila hanya diam saja
tangisan Queen membuat mereka melihat ke arah Queen, Henry langsung berdiri saat melihat Queen terjatuh
" sayang " Henry langsung mengangkat tubuh Queen dalam gendongan nya
" maaf tuan muda " Henry hanya mengangguk karena memang anak² nya sangat aktif, sedangkan Nany sudah siap jika nantinya di marahi
" sudah tidak papa mba ,tidak usah takut " ujar Elvi saat melihat Nany ketakutan
"maaf nyonya" Elvi hanya tersenyum
" sudah jangan nangis lagi iya, anak Daddy harus kuat " ucap Henry sambil meniup lutut putih anak nya
" hiks hiks hiks tit " ucap Queen
" cucu opa kenapa hm " ujar Daddy radit mengelus kepala Queen
" atu " ucap Queen,Daddy Radit hanya tersenyum
" mau es krim " seketika tangisan Queen berhenti " cim cim " ujar Queen
" ambilkan es krim " ujar Daddy Radit
" iya tuan " ucap Nany langsung mengambil es krim untuk Queen
" kita obati kaki Ade dulu iya " ucap Elvi
" ala " tanya Queen ,Elvi tersenyum " tidak sayang ,hanya lecet sedikit " ucap Elvi
Ray menatap Queen yang sedikit takut dia mendekati daddy nya lalu memeluk Queen tanpa berkata papa,semua orang menatap bingung pada Ray setelah itu dia mencium lutut Queen dan kembali duduk
" apa yang dia lakukan " tanya Jeje ,Henry hanya menaikkan bahunya menatap Ray yang sudah fokus pada mainannya
" aneh sekali anak ini " ucap Jose menggeleng kan kepalanya
" tidak sakit kan " tanya Elvi setelah mengoles salep pada lutut Queen
"son, Queen minta bermain bersama " Ray berdiri mendekati Queen dan menggegam tangan Queen dengan pelan dia menuntut adiknya lalu mereka duduk bersama ,bahkan Ray memberikan mainannya pada Queen
" aku ingin tertawa tapi takut dia tersinggung " ucap Ana
" kenapa anakku sepeti sedang jatuh cinta sih manis sekali ahh " ucap Elvi menatap Ray
" dia kan sama seperti Daddy nya " Elvi menatap Henry
" manis dari mana ,bahkan tiap hari kau membentak ku " cibir Elvi
" itu karena kamu ,berani jalan dengan pria lain " ucap Henry
" memang salah aku jalan dengan yang lain, bahkan kita tidak memiliki hubungan " ucap Elvi ketus
" intinya kamu salah " titah Henry tak mau di bantah
" sudah² jika bukan karena dia ,mana mungkin si kembar ada kalian harus berterima kasih padanya " ucap Jose
Elvi dan Henry menatap Jose
" apa memang benar kan ,bahkan Elvi tidak bangun seharian hingga pagi kembali baru ke luar kamar " ucap Jose
__ADS_1
mereka semua hanya menggeleng kan kepalanya mendengar cerita Jose yang terlalu vulgar bahkan Elvi sudah menyembunyikan wajahnya di lengan suaminya