
" baby, sini dulu ada yang ingin aku bicarakan " panggil Davin ,setelah nabilla menidurkan alister
" ada apa mas " jawab Nabilla setelah duduk di samping Davin
" apa nanti jika alister besar kamu akan kembali bekerja " tanya Davin sambil menatap istrinya
" apa mas tidak mengijinkan Nabilla kerja lagi " tanya balik Nabilla
" bukan tidak mengizinkan nya baby, tapi kita sekarang sudah jadi orang tua ,jika kamu kerja ,aku juga kerja alister gimana " ucap Davin
" baby tau kan jadwal aku di rumah sakit tidak menentu kadang bada operasi darurat dan sebagainya ,jika nanti kamu bekerja juga dari pagi sampai sore belum lagi kamu lembur,bagaimana dengan alister aku tidak mau dia kekurangan kasih sayang nya ,jika aku sibuk setidaknya ada kamu " ucap Davin lagi
" tapi aku ingin bahagiakan orang tua Nabilla " ucap Nabilla lirih
" Sekarang aku suami mu ,berarti mereka juga orang tuaku, berarti itu sudah menjadi tanggung jawab ku " ucap Davin lagi
" tapi aku ingin memberikan hasil keringat ku sendiri mas " ucap Nabilla lagi ,Davin mengembuskan nafasnya kasar
" iya sudah jika itu sudah keputusan mu " ucap Davin ,lalu berdiri ke arah tempat tidur, Nabilla mengikuti Davin ke arah tempat tidur dan tidur di samping nya
" bukannya kita sudah membahas nya mas sebelum menikah " ucap Nabilla
" kamu bisa kerja Minggu depan, nanti aku beri tahu Henry, " ucap Davin ,lalu mengambil remot mematikan lampu utama
" makasih mas " ucap Nabilla,Davin hanya diam saja
sedangkan di rumah Henry para lelaki sedang berkumpul di ruangan kerja
" apa kamu sudah selesai " tanya Daddy radit
" Daddy saja yang urus " ucap Alan
" baik lha " ucap daddy Radit
" kenapa apa kamu belum ketemu dengannya " tanya Jose
" sudah tapi dia enggan memilih malah dia berbuat nekat "ucap Alan
"iya sudah,terus kapan kamu ingin liburan " tanya Henry
" Elsa menundanya" ucap Alan
" kenapa ,apa dia tidak mau liburan atau dia enggan liburan Dengan mu karena wanita mu " tanya Jeje
" bukan itu ,dia akan liburan jika dia sudah di izinkan dokter bisa hamil lagi " ucap Alan
" secepat itu " tanya Jose
__ADS_1
" entah lah pikirannya ke mana itu orang, alasan katanya jika dengan hamil bisa dekat denganku ,dia sudah siap hamil " ucap Alan
"cih apa segitunya " umpat Jeje
" apa kau iri " tanya Jose
" tidak ,sangat " ucap Jeje
" jangan sakiti lagi, karena jika wanita di sakiti terus mereka akan pergi dan tak akan melihat kebelakang lagi " nasehat Henry
" bahkan dia bilang jika dia orang bodoh ,sekalipun di sakiti dia tetap bersama ku ,dan aku sangat beruntung itu " ucap Alan sombong
" aku ingin membunuhnya " ucap Jose kesal
" iya apa aku di izinkan menembak kepalanya " ucap Jeje juga
" Daddy yang akan membunuh kalian berdua " ucap Daddy radit
" syukur kamu bungsu ,jika kamu henry sudah di pastikan kamu akan di gantung pohon besar di belakang " ucap Jose
" itulah nikmatnya anak bungsu" ucap Alan
" dan kau selalu membuatku susah" ucap Henry ,Alan tersenyum kuda
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Abang sudah selesai ,ayo sini di sini sejuk " ucap Ana
" dingin darl masuk ayo nanti kamu masuk angin " ucap Jeje lagi
" sebentar saja Abang " Jeje pun mendekati Ana dan Duduk di samping Ana
" apa kamu tidak dingin " Ana menggeleng
" Abang " panggil Ana manja
" iya darl " jawab Jeje
" mau ini boleh " tanya Ana menatap Jeje
" darl " panggil Jeje dengan suara serak
" aku pengen di sini boleh " Ucap Ana lagi
" apa kau yakin " Ana mengangguk
" kenapa harus di sini " tanya Jeje lagi
__ADS_1
" kayanya seruh ,ingin yang baru saja " ucap Ana
" aku atau kamu yang memimpin " tanya Jeje semangat
" pertama aku ,setelah itu Abang " ucap Ana
" two rounds " Ucap Jeje ,Ana mengaguk lalu membantu Jeje membuka kain yang melekat di tubuh nya begitu juga dengan diri nya hingga tidak ada lagi yang melekat , setelah itu Ana langsung duduk di pangkuan Jeje lalu dia *******bibir Jeje dan sambil menggeser bokongnya
****!!!!!aku menunggu saat² seperti ini umpat Jeje dalam hati
aaarrrggggghhhhhhh
" Abang " Jeje mengaguk karena sebelah kamarnya ada kamar Henry meskipun balkon tertutup tapi mereka sedang di luar
" darl aaarrrggggghhhhhhh " Ana menggeleng lalu turun dan mengisap lolipop Jeje
" aaarrrggggghhhhhhh darl " Jeje meremas pegangan kursi bahkan dia mengakat sedikit badan nya
terus darl sungguh ini nikmat sekali **** dia pintar sekali batin Jeje
" faster darl "
Ana mempercepat gerakan mulutnya bahkan dia mengisap seluruhnya dia memainkan mulut dan lidahnya sehingga membuat tubuh Jeje bergetar ,saat merasa lolipop membengkak Ana menarik mulutnya ,dan mengganti kan nya dengan tangannya naik turun dan mencium*****Jeje agar dia tidak menggeram panjang sehingga tidak di dengar orang lain
hhhhhhhmmmmmmmpppp
erangan Jeje tertahan saat miliknya meledak di tangan Ana, bahkan tangan ana sudah penuh dengan cairan kental berwarna putih
" kau sungguh liar darl , sekarang bersiap lha " Ucap Jeje dengan napas ngos-ngosan,lalu dia memposisikan Ana berpegangan pada pagar balkon dan sedikit menurunkan tubuhnya
" Abang ingat baby " ucap Ana
" iya darl " ucap Jeje
permainan ke dua pun di mulai dengan Jeje yang memimpin suara ****** dan ***** mereka menjadi bukti jika mereka sangat menikmati nya permainan kali ini
sedangkan di kamar Henry dan Elvi mereka barusan menyelesaikan malam indah mereka di kamar mandi ,karena si kembar malam ini tidur bersama mereka, syukur kamar Jose berada di samping Henry sebelah kanan jika tidak dia bisa mendengar suara Jose dan Ana .
" by itu suara apa " tanya Elvi yang baru ke luar dari kamar mandi
" **** ,anak itu kenapa harus main di balkon ,aku main di kamar mandi agar si kembar tidak mendengar suara kita ,malah mereka main di balkon " umpat Henry kesal
" siapa By " tanya Elvi lagi
" Jeje dan Ana ,sudah sana kita pakai baju dulu "ucap Henry membawa istrinya masuk dalam ruang walk in close ,setelah selsai memakai pakaian Elvi dan Henry sudah tidak mendengar lagi suara laknat itu
" by aku lelah " ucap Elvi manja
__ADS_1
" sudah ayo kita istirahat " ucap Henry sambil mengakat Elvi dan membawanya ke tempat tidur king size yang sudah ada si kembar baby Ray di bagian dinding karena dia akan tidur nyenyak jika ada di samping Daddy nya sedangan baby Queen di tengah dan baby rif'at ada di tempat tidur sendiri yang di sambung dengan tempat tidur Henry dan sudah di pasang kan pagar haid dia tetap aman ,sehingga Elvi berada di tengah.