CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
DIA BUKAN KEKASIHKU


__ADS_3

Tau cintanya dibalas oleh angel, oka langsung menngecup bibir serta kening angel. Lalu tangan oka mengelus perut angel yang masih terlihat rata.


“jangan menangis lagi…, aku tak ingin dia merasakan kesedihan ibunya…” kata oka.


Angel mengangguk bahagia saat oka mengelus perutnya dan mengetahui kalau ia sedang mengandung buah cinta mereka.


Malam itu oka berniat untuk menemani angel dirumah ayahnya. Oka terus mendekap angel saat mereka berdua terlelap. Keesokan paginya, oak terbangun dan melihat angel tak ada disampinya. Ia bergegas bangun dan melihat angel di kamar mandi, namun ia tetap tak menemukan angel. Tak lama ia menoleh kearah pintu tampak angel sedang membawakan sarapan untuknya.


“kau sudah bangun..?? ini sarapan untukmu..” kata angel tersenyum hangat pada oka.


Pemandangan yang tak biasa bagi oka saat angel tersenyum hangat padanya. Oka merasa bahagia wanita dingin itu sangat perhatian padanya. Lagi-lagi oka hanya memeluk tubuh istrinya itu.


“kau mau mandi dulu atau sarapan..??” tanya angel.


“aku mandi dulu…” sahut oka.


Setelah mandi oka duduk di samping angel.


“kau sudah sarapan…??” tanya oka.


“beberapa hari ini aku mual terus…, jadi aku tak ingin makan apa-apa…” sahut angel.


“sayang…, tapi kau tetap harus makan…!! Kasihan dia…” kata oka.


“iya…, tadi aku sudah minum susu sedikit…” kata angel.


“oh iya…, tadi sebelum ayah berangkat ke kantor aku mengatakan padanya kalau dia sebentar lagi akan punya cucu…!! Ayah sangat senang mendengarnya…” kata angel lagi.


“eeehh….., jadi ayah belum tau sebelumnya…??” tanya oka kaget.


Angel menggeleng.


“yang tau Cuma risvan…, itu pun karena dia bertemu denganku saat dirumah sakit..” sahut angel.


“astaga…, selain menjadi wanita yang dingin kau juga pintar menyembunyikan rahasia ternyata…” kata oka.


Angel hanya tersenyum menatap oka.


“setelah ini ikut pulang bersamaku…ya…” pinta oka.


“iya…” sahut angel.


Selesai sarapan oka akan membawa angel kembali pulang ke apartemen miliknya. Saat sedang menunggu angel bersiap-siap, oka melihat ruangan tempat biasa angel menyalurkan hobinya. Oka masuk dan melihat betapa banyak lukisan yang telah angel buat. Sampai mata oka kembali melihat lukisan yang persis membuatnya kesal waktu itu. lukisan seorang pria yang hingga kini oka tak tau siapa dirinya.


Angel melihat oka sedang menatap kesal pada lukisan pria tersebut. Ia menghampiri oka.


“pria itu kakakku….” Kata angel membuat oka sedikit terkejut.


“apa..??” tanya oka.


“iya…, lebih tepatnya dia adalah kakak angkatku..” sahut angel.


“apa maksudmu..?? selama ini ayahmu tak pernah menceritakan apapun padaku..” kata oka.


“ayahku sangat terpukul saat kehilangan kakakku, makanya dia tak pernah bercerita apapun tentang kakakku pada orang lain…” kata angel.


“dulu ayah dan ibuku lama mendapatkan anak…, sehingga mereka memutuskan untuk mengadopsi anak dari panti asuhan yaitu kakakku…!! Selang dua tahun mereka mengadopsinya, ternyata ibuku sedang mengandung diriku…! Setelah aku lahir mereka semakin bahagia memiliki kakakku dan juga aku…!! Aku dan kakak angkatku sangat dekat bahkan aku sangat manja kepadanya…namun suatu hari karena ulahku dia pergi selamanya dari dunia ini…!! saat itu aku ingin sekali makan permen yang ada di sebrang jalan, aku memintanya untuk pergi membelikannya untukku…, tapi saat menyebrang jalan dia tertabrak mobil dan terseret jauh hingga ia tewas seketika…” kata angel kembali menangis.


“sejak saat itu aku sangat sedih…., aku tak ingin bertemu dengan siapapun lagi…!! Aku sangat merasa bersalah atas kematian kakak angkatku…” kata angel lagi.


“jadi karena itu kah dia menjadi wanita yang dingin selama ini..??” ucap oka dalam hatinya.


Oka memeluk angel yang sedang menangis.


“itu bukan kesalahanmu…, angel…!! itu adalah takdir yang memang harus terjadi padanya…” kata oka mencoba menenangkan angel.


“setiap aku merindukannya, hanya lukisan ini yang bisa aku tatap…” ucap angel lagi.


“sudahlah…., dia sudah tenang disana…!! Jika kau terus menangisinya dia tidak akan tenang…” kata oka.


“ini semua sudah menjadi takdir… jangan pernah berpikir ini semua kesalahanmu…” kata oka lagi.


“ayah dan mendiang ibuku juga mengatakan hal itu padaku…, namun aku masih saja tetap merasa bersalah atas kepergiannya…” sahut angel.


“sudah…, sudah jangan bersedih lagi…” kata oka.


Angel mengelap air mata yang membasahi wajahnya pagi itu.


“dimana lukisan kakakku yang kau rampas dariku..??” tanya angel.

__ADS_1


“aku membakarnya…!!” sahut oka gugup.


“apa..???” teriak angel.


“mana aku tau kalau dia itu kakakmu…, aku pikir dia mantan kekasihmu…aku kesal ya aku bakar saja…” gumam oka.


“maaf….” Ucap oka.


“ya sudahlah…..!! untung aku melukisnya lagi waktu itu…” kata angel.


“kalau kau mau bawa saja lukisan ini…, aku janji gak akan cemburu lagi…” ucap oka.


“be..benarkah…??” ujar angel.


Oka mengangguk sembari tersenyum.


Akhirnya oka membawa angel pulang kembali ke apartemen miliknya. Dan angel sangat senang bisa membawa serta lukisan pria yang sebagai kakak angkatnya itu. oka yang sangat tau akan hobi angel, menyediakan sebuah ruangan untuk angel melakukan hobinya saat berada di apartemen miliknya. Dan hal itu membuat angel semakin


bahagia tentunya.


Di dalam ruang kerjanya, nova masih merasakan sakit pada lehernya. Sudah dua kali ia pergi berobat kepada dokter, namun saat minum obat sakitnya hilang dan setelah obatnya habis ia pun kembali merasakan sakit pada lehernya.


“ck…, aku sangat benci jika harus bertemu dengan dokter kaku itu lagi…” gumam nova.


“dia sangat cerewet…” ujar nova.


Tak lama risvan masuk keruanganya untuk mengajak nova makan siang bersama.


“ayo makan siang di restoran depan…” ajak risvan.


“apa cherry tak membawa makan siang untukmu..??” tanya nova.


“tidak…, hari ini dia sibuku dengan pekerjaannya..” kata risvan.


“kau saja yang pergi makan…!! Leherku sangat sakit…., aku akan istirahat sebentar..” kata nova.


“sakit lagi..??” tanya risvan.


“iya…” sahut nova.


“makanya kau istirahat sesuai yang dokter anjurkan padamu…” kata risvan.


“ck…, aku tak betah harus berdiam diri di apartemenku…” kata nova.


“pergilah sana….” Teriak nova kesal.


“iya baiklah…!! Baru kali ini ada asisten yang berani mengusir CEO nya…” gumam risvan melangkah pergi dari ruangan nova.


Setelah risvan pergi nova menjatuhkan kepalanya di atas meja kerjanya.


“hhhaaiiiiss….., aku sangat malas bertemu dengan dokter kaku itu…!! tapi leherku sangat sakit….!! aku akan menebalkan kupingku saat dia memarahiku nanti…” ucap nova.


Keesokan harinya nova mangkir lagi dari pekerjaannya dan pergi kerumah sakit untuk berobat lagi.


Setelah memakirkan mobilnya ia merasakan haus dan ingin membeli air mineral yang di jual di minimarket di seberang jalan rumah sakit. sebelum menyebrang nova sudah melihat kiri kanan dan saat itu keadaan sedikit sepi lalu ia pun melangkah menyebrang. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan nyaris menabrak dirinya. Dengan cepat tubuhnya didoronga oleh seseorang dari belakang dan membuatnya jatuh ke aspal.


“aaww…., lututku sakit…” jerit nova.


“hei…, kau tak apa..??” tanya riady.


Ternyata riady lah yang mendorong tubuh nova agar tak tertabrak mobil saat itu. nova masih meringis kesakitan.


“lututmu berdarah…, ayo kita ke ruangan IGD…” ajak riady pada nova.


Riady melihat nova yang kesusahan untuk berdiri. Dengan sigap riady membantunya dan menggendong nova. Nova sangat terkejut riady menggendong tubuhnya. Ia menatap riady yang membawanya keruang IGD.


Deg…..deg…., jantung nova berdegup kencang saat itu. nova mendapatkan perawatan medis di ruangan IGD itu. lukanya di bersihkan oleh perawat disana. Begitu juga dengan riady yang mengalami lecet di sikunya karena terbentur oleh aspal.


Setelah mendapatkan perawatan, riady masuk kedalam ruangannya dan nova mencari riady saat itu untuk mengucapkan terima kasih namun ia tak menemukan riady. Nova tau kalau riady sudah kembali ke ruangannya dan nova memang saat itu akan berobat padanya.


Menunggu lama nova pun masuk ke dalam ruangan riady. Mereka berdua saling tatap sejenak.


Riady sebagai dokter melakukan tugasnya kepada nova. Saat menulis resep obat nova bingung melihat riady yang kali ini tak memarahinya.


“dokter…., kenapa hari ini kau tak marah padaku…??” tanya nova dengan konyolnya.


“apa kau senang aku terserang darah tinggi karena memarahimu…??” ujar riady.


“hehehehe….., tidak dokter…” sahut nova.

__ADS_1


“sudah berulang kali aku katakan padamu…, kau harus minta cuti pada atasanmu itu.., agar kau bisa beristirahat…!! Kau kelelahan bekerja makanya saraf di lehermu itu menegang…!! Jika itu berlanjut akan menjadi fatal untukmu…” kata riady.


“katanya tak marah…, tapi baru saja dia ngomel-ngomel padaku…” gumam nova.


“itu karena kau yang menginginkannya…” sahut riady.


“baiklah…, dokter….!! Aku akan izin cuti….” Kata nova.


“bagus…” sahut riady.


“oh.., iya…, terima kasih sudah menolongku tadi…, jika kau tidak mendorongku maka aku pasti tertabrak mobil…” kata nova.


“makanya kalau menyebrang itu hati-hati…lihat kanan kiri jangan main nyelonong aja…” ujar riady.


“aku sudah hati-hati…, tapi entah kapan mobil itu tiba-tiba hampir menabrakku…” kata nova.


“sudahlah…, yang penting kau selamat…” kata riady.


“permisi dokter…!! Jangan galak-galak yang dok…hehehe…” kata nova saat keluar dari ruangan riady.


Setelah nova menutup pintunya, riady tampak tersenyum dan hal itu terlihat oleh asisten dokter yang ada di dalam ruangan riady.


“eeehh.., dokter riady tersenyum…!! Ini kali pertama ia tersenyum setelah kematian istrinya…” gumam perawat itu.


Yuna baru saja tiba di apartemen miliknya, ia masuk kedalam apartemennya itu sambil berdecak kesal. Hal itu terlihat oleh ibunya yang sudah lama menunggu kepulangannya.


“kenapa kau..?? sepertinya sedang kesal…” tanya ibu.


“ck…, ibu sedang apa disini..??” Yuna balik bertanya dengan nada kesal.


“ibu hanya ingin mengunjungi anak ibu dan membawakan obatmu…” kata ibu.


“ck…, obat lagi…!! Aku ini tidak sakit ibu…., kenapa aku harus minum obat ini terus-terusan….” Teriak Yuna semakin kesal dan melamparkan obat itu ke lantai.


“nak…, dokter bilang kau selamanya akan mengkonsumsi obat itu.., jika tidak penyakitmu akan kambuh…!! Aku tak ingi itu terjadi…” kata ibu.


“aku bilang aku tidak sakit…., ibu…” teriak Yuna lagi.


Yuna marah dan masuk kedalam kamarnya. Ibu Yuna angat khawatir pada kondisi anaknya tersebut.


Ia mendatangi pelayan yang bekerja di apartemen Yuna.


“apa Yuna rutin meminum obatnya..??” tanya ibu pada pelayan.


“nyonya…, belakangan ini aku tak pernah melihat nona Yuna minum obat…!!” sahut pelayan itu.


“aku sangat khawatir dengan kondisinya saat ini…!!” gumam ibu.


“apa kau melihat ada yang aneh dengan Yuna selama ia tak minum obatnya..??” tanya ibu.


“aku pernah melihat nona sedang memandangi beberapa foto yang terpajang di dinding kamarnya…!!” kata pelayan itu.


“apa..?? foto apa..??” tanya ibu kaget.


“aku tak tau nyonya…itu foto siapa..!! yang pasti aku ada lihat beberapa foto disana…, dan aku pernah mendengar kalau nona bilang “kau selanjutnya..” sambil menunjuk foto itu..” kata pelayan itu.


“ya tuhan…., aku semakin khawatir dengan apa yang sedang dia lakukan…” kata ibu.


“nyonya…, aku takut dengan nona Yuna …!! Aku ingin berhenti menjadi pelayannya…” kata pelayan itu.


“baiklah…., aku mengerti…!! Aku akan memberikan gajimu…” kata ibu.


Ibu yuna mengerti dengan keadaan pelayan itu yang takut terhadap yuna selama ini.


setelah mendapatkan gajinya, pelayan itu pun pergi meninggalkan apartemen milik yuna. Ibu yuna menghubungi suaminya yang masih sibuk di kantor miliknya. Setelah lama berbicara di telepon, ibu yuna melihat yuna keluar dari kamarnya.


“pelayan…., buatkan aku teh hijau……..” seru yuna yang kemudian duduk di sofa.


“yuna…, tidak ada pelayan lagi disini…!! Dia sudah berhenti kerja tadi…” kata ibu.


“apa..?? astaga….., semua orang menjauhi aku…” ujar yuna.


“bukan seperti itu nak…, pelayan itu pulang kampung karena ibunya sedang sakit…, makanya dia berhenti bekerja..” kata ibu.


“yuna…, sebelum ibu mendapatkan pelayan baru untukmu…, ikutlah tinggal bersama ibu dan ayah dirumah…” kata ibu.


“aku tak mau..!! aku sudah terbiasa menyendiri…., kalian tak perlu mengurusi aku..!! lebih baik ibu pergi dan dampingi ayah yang terus sibuk mengurusi bisnis barunya…” ujar yuna beranjak masuk kedalam kamarnya lagi.


“yuna…, yuna…, ibu belum selesai bicara…” kata ibu.

__ADS_1


“ibu pergilah…..” teriak yuna.


Dengan berat hati ibu pergi dari apartemen yuna dan meninggalkan yuna yang kini tinggal sendirian disana. Ibunya sangat khawatir dengan kondisi yuna saat ini. saat perjalanan pulang ibu kembali teringat saat yuna masih duduk di bangku SMA saat mereka masih tinggal di jerman.


__ADS_2