CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
penantian


__ADS_3

hari telah berganti Minggu , Minggu telah berganti bulan kini kandungan Elvi sudah memasuki 9 bulan tinggal beberapa hari lagi mereka akan bertemu dengan calon anak mereka ,begitu juga dengan Aqila dan Nabilla.


hingga sampai usia 9 bulan calon anak Elvi belum di ketahui dia selalu bersembunyi saat melakukan USG tapi Alan tetap kekeh jika yang sembunyi itu cewe hingga mereka pun ikut dengan ucapan Alan ,beda dengan Nabilla dan Aqila mereka telah mengetahui jenis kelamin anak mereka yaitu laki-laki Jose dan Davin sangat antusias saat mengetahui itu karena keinginan mereka yaitu anak pertama seorang laki-laki


hubungan Jeje dan Ana juga telah meningkat sekalipun status masih pacaran sedangkan Alan masih betah sendiri tanpa status,ibu dari Elvi telah tinggal di rumah milik Henry seminggu yang lalu, pagi ini Henry menemani istrinya hanya untuk sekedar berkeliling taman saja


" istirahat dulu iya sayang " ucap Henry sambil membantu istrinya untuk berjalan


" iya by ,aku sudah cape kaki ku juga pegal bangat By " ucap Elvi


" nanti aku urut iyaa " ucap Henry ,Elvi hanya mengangguk saja


"minum dulu sayang " ucap Henry saat mereka sudah duduk di kursi


" iya by " ucap Elvi sambil menerima minumnya dari tangan pelayan yang selalu mengikuti mereka sejak tadi


" masih mba " ucap Elvi ,pelayan hanya tersenyum


" ayo ke kamar by, Elvi mau mandi gerah ,kamu juga mau ke kantor Khan " ucap Elvi


" pengennya dag ke kantor tapi tuh mommy batu bangat " ucap Henry kesal,Elvi hanya tersenyum saja


" sudah kan ada daddy mommy dan ibu yang temani aku ,Aqila juga ada " ucap Elvi


" iya sudah ,sini aku bantu berdiri " ucap Henry


Elvi dan Henry berjalan masuk dalam rumah menuju kamar mereka


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" sayang kamu ngapain " tanya Jose saat melihat Aqila masih betah dalam bathup


" rendam kak, enak segar " ucap Aqila sambil tersenyum


" sudah ayo ke luar nanti kamu kedinginan " ucap jose sambil mendekati istrinya dan mengambil bathrobe yang ada dekat kaca besar


" Kaka tidak mandi " tanya Aqila sambil berdiri hingga tubuh polosnya terlihat


" iya baru mau mandi,ayo bilas dulu " ucap Jose ,Aqila menggaguk saja


" sudah besar iya yank , tidak sabar ingin ketemu dia " ucap Jose sambil mengelus perut Aqila


" jangan macem-macem semalam sudah iya kak" ucap aqila,Jose hanya tersenyum saja


" hai boy ,apa kamu kangen dengan ayah " ucap Jose sambil tersenyum licik


PLak


" jangan macem-macem ingat " ucap Aqila sambil memukul lengan Jose


" iya tidak sayang ,aku tahu kami cape semalam saja aku sudah puas ,apa lagi ...


" jangan di lanjutkan " ucap Aqila cepat menutup mulut Jose


" tapi aku suka ,malam lagi iya " ucap Jose setelah melepasnya tangan Aqila dari mulutnya sambil mengedipkan matanya


" mesum " ucap Aqila


" sudah ,ini pakai Kaka mau mandi " ucap Jose sambil memberi kan Aqila bathrobe nya


" jangan lama-lama iya,nanti telat ke kantornya " ucap Aqila saat akan ke luar dari kamar mandi


" lama juga tidak ada yang marah yank " ucap Jose


" Daddy yang marah " ucap Aqila ,lalu ke luar dari kamar mandi itu


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" Abang bangun ih , Ana harus kerja " ucap Ana kesal


" kiss morning nya darl " ucap Jeje


"gak , Ana belum sikat gigi " ucap Ana


" baiklah " ucap Jeje yang masih menutup matanya ,sedangkan tangannya sudah mencari sesuatu

__ADS_1


" aaaahhhh aabbang " lenguhan Ana membuat Jeje tersenyum


" hebm "


" ssssstttt aabbang " desis Ana


" kenapa ,aku hanya memegangnya nya saja kalau aku mau sekarang pun akan memegang yang ini " ucap Jeje sambil memainkan tangannya di luar gaun Ana


Ana menutup matanya " kenapa kau sudah siap darl " tanya Jeje sambil tersenyum sambil memainkan tangannya di bawah sana


" aaahhh "


" ayo kita mandi aku ingin minum susu pagi ini " ucap Jeje sambil mengakat tubuh Ana


" lama lagi mandi nya nanti Abang " keluh Ana


" tenang saja darl ,kita akan bekerja dengan cepat gimana " ucap Jeje sambil mencium bibir Ana,


dia merapatkan tubuh ana pada kaca yang menempel pada dinding kamar mandi dan membantunya membuka baju,


" kapan kau siap darl " tanya Jeje dengan suara berat


" apa kamu menginginkan nya " tanya Ana ,Jeje menggaguk saja karena mulut nya masih bermain di buah ceri


Ana meremas rambut Jeje sesekali melenguh Jeje bermain dengan handal


" ayo darl selesaikan " ucap Jeje sambil duduk di kloset duduk yang sudah tertutup ,Ana melakukan yang di inginkan Jeje ,dia duduk depan Jeje sambil memainkan juniornya dengan lincah atas bawah


" darl " Jeje memejamkan matanya dengan nakalnya Ana ********** hingga bagian terdalam mulutnya membuat Jeje menggeram panjang sambil memegang sisi kloset duduknya lidah dan mulut Ana bermain dengan baik ,Jeje hanya bisa meremas sisi kloset duduk dan mengadakan kepalanya ke atas menikmati permainan Ana ,hingga 30 menit , junior Jeje membengkak


"aaaarrrgghhhhh" Jeje mengakat bokongnya agar lebih masuk lagi saat laharnya ke luar


" kau semakin pintar darl " ucap Jeje dengan napas ngos-ngosan, Ana berdiri membersihkan mulutnya


Jeje mengikuti Ana sambil meremas bokongnya


"mandi nanti kita telat " ucap Ana ,Jeje hanya mengangguk saja ,mereka mandi berdua pagi ini


Jeje hanya sesekali tidur di apartemen karena bisa bisa dia akan di potong sama Daddy radit jika keseringan di apartemen


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" hai boy princess Daddy kerja dulu iya cari uang yang banyak buat beli mainan kalian ok, ingat jangan buat mommy sakit jika tidak ingin di marahi ayah kalian " ucap Henry sambil tersenyum dan mencium perut istrinya sedangkan sedangkan Jose dan Alan hanya mencibir saja


" wah wah mereka gerak lagi " ucap Henry girang sedangkan Elvi hanya meringis


" maaf sayang ,iya sudah aku berangkat " ucap Henry ,Elvi hanya mengangguk saja dan mengelus perutnya


" ayo dek ,ibu bantu " ucap ibu Susi


" iya Bu " ucap Elvi sambil berpegangan pada lengan ibunya


" kalau susah jalan jangan di paksa nak , duduk saja di sofa ayo " ucap mommy ellena yang melihat Elvi berjalan dengan ibunya dan di sampingnya ada Daddy dan Aqila


" pakai kursi roda aja iya, Daddy ngeri lihat kamu berjalan " ucap Daddy radit sambil menatap perut Elvi


" tidak papa dad Elvi masih bisa sih biar sedikit sedikit " jawab Elvi


" iya justru yang Sedikit nya itu membuat Daddy takut kalau satu Daddy bisa paham kalau tiga seperti ini Daddy ngeri El " ucap Daddy radit


" sabar Daddy Khan seminggu lagi kita akan bertemu dengan mereka " Ucap mommy ellena


" ah apa mommy belanja lagi iya hari ini, Aqila mau ikut " ucap mommy ellena


" mom nanti saja iyaa ,kasian mubazir jika belum ke pake tapi sudah dag muat " Ucap Elvi sambil tersenyum agar mertuanya tidak tersinggung


" iya mom, pakaian untuk bayi Aqila juga sudah banyak dag muat sudah di lemari " ucap Aqila


" kalian kaya dag tau mommy kalian kalau belanja lupa waktu " cibir Daddy radit


" tidak papa ,itu juga buat cucu Oma yang tampan dan cantik " ucap mommy ellena tersenyum


" Kaka Nabilla nanti malam tidur di sini kan dad " tanya Elvi


" iya nanti suami mu telepon Davin " ucap Daddy radit

__ADS_1


" iya tuh pakaian anaknya masih dalam kamar " ucap mommy ellena


" Daddy heran sekali punya cucu langsung 5,dulu Daddy minta 1 saja dari mereka mana ada yang asin " ucap Daddy radit sambil tertawa kecil


" mba minta tolong bawakan tempat tidur Elvi iyaa " ucap Elvi saat melihat pelayan lewat


" baik nyonya " ucap pelayan


" cape Bu duduk terus " keluh Elvi


" sudah tidak papa " ucap ibu sambil mengelus pinggang Elvi


" mba sudah di bujuk elvi nya " tanya mommy ellena


" sudah mba Tapi begitu lah " mommy ellena hanya membuang nafas nya kasar


sedangkan Elvi hanya tersenyum saja


" ayo mommy bantuin " ucap mommy ellena


" makasih mba " Ucap Elvi ,pelayan hanya tersenyum saja


" Aqila mau duduk saja " tanya ibu Susi


" iya Bu, enakan duduk " ucap Aqila tersenyum


" bibi ambilkan camilan Aqila iya " ucap Daddy radit


" baik tuan " ucap pelayan


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" kalian semua apa tidak punya cara buat bujuk istriku " ucap Henry kesal mereka menggeleng pelan


" kau Davin ,kau dokter apa susahnya sih ngomong " ucap Henry saat tadi mengantar Nabilla, Jose menahannya


" kamu saja suaminya dia masih dengan keputusan nya apa lagi aku hanya dokter ,sering sering saja mengobrol dengan mereka siapa tahu mereka mendengar mu " ucap Davin


" aku saja Nabilla kandungannya masih 5 bulan sudah kekeh lahirannya normal " ucap Davin lesuh


" kamu cuma 1 ,Elvi ada 3 " ucap Alan


" terus aku harus gimana " ucap Davin


" aku saja bingung " ucap Jose dan Jeje bersamaan


" oh iya aku lupa kamu semalam nginap di mana lagi rumah teman ,sejak kapan punya teman selain Kami " cibir alan sambil menatap Jeje


" memang perlu aku kasih tau siapa temanku " Ucap Jeje ketus


" sudah,teman yang dia maksud itu yang duduk depan pintu itu " ucap Jose sambil menunjuk pintu ruangan Henry


" alasan agar mommy tidak bertanya lagi ,basi tau " ucap Alan lagi


" bodoh " ucap Jeje


" kenapa kalian malah bahas Jeje " bentak Henry


" lalu kami bahas siapa,sudah nanti malam saja kita coba suruh Nabilla siapa tau dia mau " ucap Davin


" bukannya Nabilla juga sudah pernah bujuk " ucap Jeje


" siapa tau nanti malam berubah " ucap Davin


" baik lah , Sekarang kembali ke ruangan kalian ,dan kau sana ke rumah sakit " ucap Henry mengusir mereka satu persatu


" cih dia yang menahan ku " cibir Davin


" ralat Jose " ucap Henry


" terserah ,jaga istriku awas terjadi papa ,kalian semua akan aku sunat sampai habis " ucap Davin sambil menatap mereka


" iya sudah sana " ucap Alan


mereka kembali bekerja begitu juga dengan Davin harus ke rumah sakit setelah di tahan oleh Jose

__ADS_1


__ADS_2