
pada lagi harinya dokter yang di bilang Daddy radit sudah datang ,bahkan kini sudah berada di kamar Alan dengan Daddy dan mommy
" bisa tolong tinggalkan kami berdua " ucap dokter
" tidak " ucap Alan dengan tegas, karena dia tidak ingin Elsa hany berduaan dengan laki² lain di kamar
" Alan " panggil Daddy radit dengan suara rendah tapi Alan tetap pada pendiriannya
" saya tidak bisa memulai pemeriksaan jika seramai ini, terlebih nona Elsa enggan melihat anda ,maaf " ucap dokter sambil menunduk saat Alan menatapnya tajam
PLak
" ayo kita ke luar " ucap mommy ellena
" sstt sakit mom " ucap Alan sambil mengusap kepalanya yang di pukul mommy ellena
" makanya ayo ke luar " Alan tetap diam di tempat nya
" HENRY .....JOSE ....HENRY ...JOSE " teriak Daddy Radit saat ke luar dari kamar Alan
" kenapa dad " ucap Jose saat sudah di depan Daddy nya sambil mengatur nafasnya
" Daddy kenapa harus teriak " ucap Henry kesal dengan nafas yang ngos-ngosan
" tarik Alan ke luar dari sini ,sekalian bawah di ke kantor " ucap Daddy radit
"ada apa sih " ucap henry
" cepat bawah di pergi, sekarang " titah daddy Radit dan menekan kata terakhir
Henry dan jose Masuk dalam kamar,lalu menarik paksa Alan
" yaaakk lepas bangsat " umpat Alan
" bawah di pergi " Alan menatap Daddy nya
" dad ,Elsa nanti sendiri " ucap alan
" ada kami " ucap mommy ellena
" tapi kami belum sarapan " ucap nya lagi
" sarapan di luar " ucap daddy Radit
" aku belum pamitan Daddy "ucap Henry
" cepat sana bawah anak nakal ini " ucap Daddy radit
"kunci mobil "
__ADS_1
"nanti mommy yang ambil " ucap mommy ellena lalu pergi kekamar Jose
" ehs kenapa harus melawan sih " ucap Henry kesal sambil menarik Alan begitu juga Jose
" istriku berdua dengan laki² bego " umpat kesal Alan
" cih ,kemarin kamu ke mana nungging kuda dengan wanita lain ,mereka hanya pasien dan dokter " cibir Jose
" diam " pekik Alan
" ini kuncinya sana pergi " ucap mommy ellena sambil memberikan tas kerja Jose dan kunci yang di kasih Aqila tadi
" pakaian...
" bawah saja " ucap mommy ellena ,
" masuk sana ,nanti ku potong kepala mu " ucap Henry sambil mendorong tubuh Alan masuk dalam mobil di ikuti Henry ,sedangan Jose menyetir mobil
" lihat saja nanti jika istriku kenapa² akan ku cari dia " ucap Alan kesal saat mobil sudah berjalan
" diam lah, bahkan kami tidak berpamitan sama istri kami " ucap Jose kesal
" Abang Daddy kenapa " ucap Ana yang mendengar teriakan mertuanya
" biarkan saja,aku masih lemas " ucap jeje karena dia baru saja mual
" iya sudah sini ,Ana peluk " ucap Ana
" tapi jangan lama kita harus ke kantor " Jeje mengangguk
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Henry sama Jose masih di kamar " tanya Jeje
" mereka sudah ke kantor " ucap mommy ellena
" tumben,apa ada rapat tapi koh aku tidak tau,apa ada Masahlah " tanya Jeje lagi sambil menatap Elvi
" Elvi juga tidak tau mas,tadi saat dengar teriakan Daddy dia langsung ke luar ,sampai sekarang belum balik kamar bahkan tas kerjanya ada di kamar Sama HP nya " ucap Elvi
" nanti mereka yang bawah " ucap mommy ellena melihat jeje dan Ana
" ada apa sih dad " tanya Jeje lagi
" Daddy suruh bawah Alan ke luar,gannguin Elsa saja kalau dalam kamar ,dag Selesai² nanti dokternya " ucap Daddy radit
" terus " tanya Jeje
" Daddy suruh mereka bawa ke kantor supaya dag bikin pusing " ucap mommy ellena,
__ADS_1
"terus Elsa dalam kamar sendirian sama dokter " mommy ellena mengaguk ,Jeje tersenyum licik
" jangan bikin masalah,Elsa saja belum sembuh jangan melewati batas " ucap Daddy Radit saat melihat senyum Jeje
" kapan lagi dad " ucap Jeje
" jangan main² fokus Elsa sembuh dulu " ucap Daddy radit,iya mereka sudah tahu saat Elsa keguguran Alan berada di apartemen bersama wanitanya,tapi mereka sengaja diam seolah tidak tahu papa
" sudah makan dulu,si kembar sama Reza belum juga berjemur " ucap Daddy radit
" iya dad " ucap Elvi dan Aqila
sedangan Di kantor Alan mondar mandir di ruangan Henry sambil menatap jam di dinding
" apa jam di kantor ini tidak berfungsi " ucap alan kesal
" otakmu yang tidak berfungsi" ucap Jose
" kamu pesan makanan di mana sih " ucap Henry
" sabar, gara² anak ini kita kena imbasnya " ucap Jose sambil menatap tajam Alan
" apa kamu dag mau ke ruangan mu ,ganti pakaian mu sana"ucap Henry
" aku tidak mau kerja ,aku temani istri ku " Ucap alan lagi
" cih temani kemarin kamu ke mana " tanya Jose
" diam lah " ucap Alan
" sudah diam lah" bentak Henry
setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan makanan mereka sudah datang
" shitt apa merek sengaja tidak mengakat telepon Ku " umpat Alan karena sudah tiga kali menelpon mommy dan Daddy tapi tidak di angkat
" apa kamu akan kenyang hanya dengan mengumpat " ucap Henry, Alan melihat mereka lalu duduk di samping Jose mengambil makannya dan ikut .akan bersama mereka
sedangkan di rumah Daddy radit dan mommy ellena masih menunggu dokter depan kamar Alan ,hampir sekitar dua jam dokter itu pun ke luar dari kamar Alan
" apa bisa kita berbicara agak lebih jauh" Daddy radit mengaguk lalu mereka berjalan ke arah ruang tengah
"bagaimana keadaan menantu saya dok " tanya mommy ellena
" saran saya sering ajak dia berbicara mengobrol bercanda walaupun tidak ada tanggapan,tapi dia bisa mendengar dan melihat kita saat berbicara dan dia masih merasa syok dengan apa yang menimpanya dan itu mungkin mengganggu pikirannya ,aku melihat dia menyalakan dirinya sendiri atas kejadian ini ,jadi jangan membahas tentang kehamilan dulu untuk sekarang " ucap dokter
" makasih dok " ucap mommy ellena
setelah kepergian dokter, mommy ellena masuk dalam kamar Elsa
__ADS_1
"kamu istirahat saja dulu iya ,nanti mommy ke sini lagi " Elsa menggaguk
setelah ke luar dari kamar Elsa di melihat si kembar dan baby Reza di kamar mereka masing-masing.