CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
villa 1


__ADS_3

" by nanti temani berenang iya " ucap elvi


Kini mereka sedang duduk dekat kolam renang, sambil menikmati angin yang menerpa kulit mereka


" Iya nanti aku temanin,sekarang istirahat dulu iya dari tadi kamu belum istirahat " ucap Henry


" Iyaa ayo " ucap elvi ,Henry langsung berdiri menggenggam tangan istinya menuju kamar mereka yang sudah di siapkan untuk istirahat


" Yank ayo kita juga istirahat " ucap Jose


" Aku sama Kaka Nabilla saja iya


" Tidak !!!! " Pekik Davin dan Jose bersamaan


" Baiklah,Kaka Nabilla aku istirahat dulu iya ,Kaka juga istirahat nanti kita ikut Elvi berenang" lalu Aqila mengikuti Jose dari belakang


" Kamu mau istirahat juga baby" Nabila mengaguk" iya mas Nabilla cape " ucap Nabilla, Davin langsung membantu Nabilla berdiri lalu menarik pinggang nya untuk menempel padanya mereka berjalan bersama ke arah kamar mereka..


Hari sudah sore sudah menunjukan pukul 4 sore Elvi,Aqila dan Nabilla sudah siap dengan baju renangnya yang tertutup sedangkan para pria hanya mengawasi saja


" Kaka Nabilla nanti pegangin Elvi iyaa " ucap elvi


" Iya dek , duduk saja dulu di tangga dek supaya dag terlalu dingin nanti kalau langsung nyebur ke kolam " ucap Nabilla Elvi dan Aqila mengikuti bicara Nabilla


Setelah selesai Nabilla ikut masuk dalam kolam lalu


mengulurkan tangannya pada Elvi " ayo dek, Aqila bisa kan " tanya Nabilla


" Aqila bisa kak,tenang saja" ucap Aqila tersenyum


" Gimana dek , nyaman dag atau mau kaya mana " tanya Nabilla,sekalipun Elvi adiknya tapi dia juga istri dari bosnya dia takut nanti terjadi sesuatu pada Elvi


" Tidak Kak,Elvi nyaman " ucap Elvi sambil berenang ditemani Nabilla di sisinya


" Jangan terlalu jauh yank, bagian sana dalam " ucap Henry


" Iya By, Elvi di sini saja takut juga ke sana nya, tapi Aqila sudah di sana by" ucap elvi sambil menunjuk Aqila


" Sayang !!!!" Pekik Jose yang baru sadar jika tunangannya sudah terlalu jauh dari Elvi dan Nabilla Dia langsung berjalan di pinggir kolam untuk mendekati Aqila yang masih berenang


" Sayang jangan jauh-jauh ayo naik aku bantu, dekat mereka Elvi saja " Aqila melihat raut ke khawatiran di wajah Jose


" Iya Kak, maaf iya " ucap Aqila


" Iya tidak papa, Kaka cuma khawatir saja " ucap Jose lalu membantu Aqila naik ke atas


"Kaka, dag ikut berenang " tanya Aqila


" Nanti kita berdua saja berenang di kamar mandi " bisik Jose di telinga Aqila , membuat wajah Aqila merah


" Mesum " lalu Aqila bergabung bersama Elvi dan Nabilla


" Kak,kaki Elvi keram " keluh Elvi pada Nabilla


" Iya sudah naik saja iya " ucap Nabilla, Elvi menggeleng


" masih pengen mau main air kak" ucap elvi


" Tapi kaki kamu keram dek " ucap Nabilla


" Kenapa baby " tanya Davin mendekat yang melihat wajah Nabilla gelisah


" Ini katanya kakinya keram tapi dag mau naik " ucap Nabilla


"Dek naik dulu iyaa, nanti kaki nya d urut sama Henry, hen ajak istrimu naik kakinya keram " ucapan Davin membuat Henry yang tadi agak jauh mendekati mereka


" Sayang ayo nanti habis itu berenang lagi " ucap Henry

__ADS_1


" Tapi by ...


" Ayo jangan membangkang kamu tau kan kalau aku dag suka " ucap Henry dingin dan tegas


" Iya by " lalu Elvi naik ke atas,Henry langsung memakaikan bathrobe di tubuh Elvi begitu juga Henry memberikan bathrobe pada Nabilla


Lalu mereka ke arah kursi yang di samping kolam membantu Elvi


" Kenapa dek ?" Tanya Jose


" Keram kak" ucap elvi


" Iya sudah nanti saja lagi berenang nya , yank ayo sudah berenangnya nanti kamu kedinginan " Jose langsung mendekati Aqila sambil membawa bathrobe untuk nya


" Dingin yank" tanya Jose


" Iya kak sangat tadi dalam kolam tidak dingin " ucap Aqila sambil merapatkan bathrobe miliknya


" Ayo kita masuk dalam sudah mau malam, kalian ganti pakaian nanti masuk angin " ucap Jose pada Elvi dan Nabilla


Mereka masuk ke dalam villa dan masuk dalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" Baby kamu mandi duluan saja nanti masuk angin " ucap Davin


" Iya mas " ucap Nabilla lalu masuk dalam kamar mandi, 15 menit kemudian Nabilla ke luar dari kamar mandi,Davin menelan ludahnya aroma dari tubuh Nabilla membangunkan naga di bawah sana


" Mas, ayo mandi , Nabilla sudah selesai " ucap Nabilla berjalan melewati Davin ,tapi Davin langsung menarik tangan nabilla hingga jatuh di pangkuan Davin


" Mas " pekik Nabilla, Davin langsung memeluk erat Nabilla menghirup aroma tubuh Nabilla


" Mas mau ng... ngapain " ucap Nabilla gugup


" Bil mas sudah lama menahannya, apa boleh " tanya Davin dengan mata sayu nya


" Buka mulutnya baby" ucap Davin setelah melepaskan pangutan bibir mereka ,bagai di hipnotis Nabilla mengaguk, Davin kembali mencium Nabilla,kini Nabilla sudah membuka mulutnya Davin langsung menerobos memasukan lidahnya mengabsen setiap inci dalam mulut Nabilla, Nabilla yang ikut terbuai mulai memejamkan matanya dan mengalunkan tangannya,Davin melihat itu tersenyum di sela ciuman mereka ,Davin memperdalam cium mereka menahan tengkuk Nabilla, Nabilla yang sudah kehabisan napas memukul dada Davin.


" Bibirmu manis Baby" ucap Davin setelah pangutan mereka sudah lepas " aku akan mengajarimu caranya ikutin aku iya " lalu Davin kembali mencium Nabilla tapi kini Nabilla sudah di baringkan Di atas tempat tidur, Davin langsung memegang tangan Nabilla lalu di simpan di atas kepala Nabilla ,lalu Davin menarik tali bathrobe milik Nabilla hingga terlihat buah kenyal miliknya, Davin menatap keindahan yang ada di depannya sambil tersenyum


" Mas jangan di lihatin malu " ucap Nabilla lirih apa lagi kini tangannya masih di genggam oleh Davin


Davin tersenyum lembut pada Nabilla lalu mengisap benda kenyal itu, Nabilla langsung menegang kaku merasakan hal aneh tapi nikmat dia menahan suaranya agar tidak ke luar,Davin mulai mencium leher jenjang Nabilla dan turun kebawah tangan satunya membuka semua bathrobe milik Nabilla sehingga terpampang tubuh polos Nabilla ,Henry melepaskan genggaman tangan nya pada Nabilla lalu mengisap benda kenyal itu sambil di remas dengan sedikit kasar


Eeuuugghh


Henry tersenyum mendengar lenguhan dari Nabilla dia semakin bermain menyusui tubuh Nabilla dengan buas, Davin yang memang rajanya di atas ranjang jadi sangat muda bukan memanjakan wanitanya


Davin menekuk kaki Nabilla dan sedikit membukanya kini tangan Davin mulai bermain di bibir bawah Nabilla


" Aaaahh maasss "


" Iya baby kenapa " goda Davin ,Nabilla hanya bisa menggelengkan kepalanya, Davin mulai turun ke arah perut hingga depan sarung sempit milik Nabilla, di lihatnya pintu masuknya ada sedikit di tumbuhi rumput Davin menelan ludahnya lalu melihat Nabilla yang masih mengatur napasnya, tanpa pikir panjang Davin langsung memasukan lidahnya di bibir bawah Nabilla


" Aaaarrrgghhhhh daviinn " desah Nabila ketika mulut Davin sudah bermain di bawah,


**** aromanya!!!! Wangi


Davin semakin gila bermain di bawah dan tangannya sudah bermain dengan kacang polong milik Nabilla ruangan kamar mereka di penuhi dengan suara indah milik Nabilla.


" Aaarrgghhhh mas mau pipis " desah Nabilla di sela ucapan nya ,Henry berdiri mengisap benda kenyal milik Nabilla, sedangkan tangannya di bawah bermain dengan cepat ,Nabilla membusungkan dadanya ketika merasakan sesuatu akan ke luar


" Aaaarrrgghhhhh daaaviiin " pekik Nabilla setelah pelepasan itu datang dia langsung lemas tapi juga merasa kan nikmat


" Apa kamu suka baby " suara Davin sudah berat dan itu terasa seksi di telinga Nabilla, Nabilla mengangguk


" Apa kamu mau yang lebih nikmat " tanya Davin, Nabilla hanya mengangguk " tapi ini sedikit sakit kamu tahan iya " ucos Davin lalu mencium kening mata hidung terakhir dia mencium bibir Nabilla

__ADS_1


Dia mulai memposisikan naga nya pada milik Nabilla, Davin ke susahan saat memasukan naganya


" Mass Sa...kit " ucap Nabilla lirih


" Tahan sedikit baby , aku tidak mungkin berhenti ini menyiksaku " Davin kembali mencium bibir Nabilla untuk menghilangkan rasa sakitnya dua kali hentakan milik Davin masuk sepenuhnya, Davin merasa kan ada cairan yang ke luar dan dia yakin itu darah milik Nabilla dia tersenyum, Davin masih mendiamkan miliknya dalam sana ,dia menghapus air mata Nabilla


" Maaf aku sudah menyakitimu , apa masih sakit" tanya Davin


" Sedikit " ucap Nabilla


" Tahanlah ini akan menjadi nikmat " ucap Davin kalau mulai menggerakkan pinggangnya pelan supaya Nabilla merasa tenang karena ini pertama baginya , Davin merasakan miliknya di jepit paksa oleh milik Nabilla ,lama kelamaan Davin mulai mempercepat gerakannya ******* mereka seperti musik yang memenuhi kamar mereka , Davin baru mereka hal seperti ini selama bercinta dengan wanita lain milik Nabilla sangat berbeda miliknya membuatnya gila .


" Aaaarrrgghhhhh baby seperti nya aku akan ketagihan aaaarrrgghhhhh milikmu sempit baby " racau Davin sambil mempercepat gerakannya sedangkan Nabilla mendesah dengan nikmat Davin benar membuat nya terbuai dengan permainan nya


" Aaarrgghhhh maasss Nabilla "


" Bersama baby "


Aaaarrrgghhhhh


Aaaarrrgghhhhh nabillllaaa " Davin langsung menahan pinggang Nabilla agar miliknya masuk semuanya ,Davin memejamkan matanya saat pelepasan itu datang hingga dia ambruk di atas tubuh Nabila dengan nafas mereka yang masih ngos-ngosan


" Terimakasih baby , sudah memberi kan dan menjaganya untukku " ucap Davin lalu mencium kening Nabilla, Nabilla hanya tersenyum


Lalu dia bangun membuka pengaman miliknya lalu di buang ke tempat sampah " baby jika kamu sudah siap bilang aku tidak mau membuang calon anakku " ucap Davin sambil memeluk Nabilla


" Iya mas " Nabilla bukannya tidak mau tapi dia ingin masih menunggu adiknya masuk kuliah sebulan lagi dia lulus SMA


" Iya sudah kamu istirahat dulu, aku mau bersihin diri dulu " ucap Davin lalu mencium kening Nabilla ,dan masuk membersihkan diri.


Setelah selesai dia ke luar dari kamarnya mencari temannya


" Hay kalian di sini " ucap Davin sambil memukul bahu Henry


" cerah bangat tuh muka " ucap Jose,Davin hanya tersenyum


mereka duduk hanya bertiga karena wanita mereka tertidur Elvi dan Nabilla sudah pasti kelelahan begitu juga dengan Aqila sekalipun dia tidak menyatu seperti temannya tapi dia hanya membantu Jose seperti biasanya , Henry dan Jose menatap curiga pada davin


" sudah " tanya Henry dan Jose bersamaan,Davin hanya tersenyum pada sahabat nya


" gila ini anak, gerakannya cepat bangat " ucap Henry pada Davin


" kaya kamu tidak saja tu sudah ada hasil" ucap Davin lalu mereka tertawa bersama mereka jarang berkumpul seperti ini jika sudah sibuk masing-masing


" berapa ronde " tanya Jose


" 1 saja tapi 2 jam,pengen nambah tapi dianya sudah lelah " ucap Davin


" gila kamu dag mati tuh anak orang " umpat Jose


" yang ada dia menikmatinya " lalu Davin membuka bajunya Dada dan punggung Davin penuh dengan cakaran


" ck ganas juga sekalinya sekertaris ku " Henry tersenyum melihat badan Davin yang penuh dengan cakaran


" sangat " ucap Davin ,Jose hanya melihat saja dia berpikir apa akan mencoba juga


" jangan terlalu lama Jo berpikirnya, nanti di bawah cenat cenut " ucap Henry


" emang dia belum " tanya Davin


" dia main aman duet dalam Kamar mandi " Davin langsung tertawa kencang mendengar ucapan Henry


" cobalah Jo ,pasti kamu ketagihan" Davin memukul bahu Jose


" malam ini kita makan apa " tanya Davin


" tuh bibi masih masak nanti kalau sudah selesai baru kita bangunkan mereka " ucap Henry

__ADS_1


mereka kembali diam sambil melihat indahnya malam di villa


__ADS_2