CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
ibu meminta izin


__ADS_3

sudah seminggu Elvi di rawat di ruangannya keadaan nya juga sudah membaik, sebenarnya Henry belum mengizinkan nya tapi Davin dengan sabar menasehati nya ,akhirnya dia mengikuti bicara Davin sebenernya dari beberapa hari yang lalu tapi karena Henry selalu kekeh ingin Elvi di ruangan itu dulu akhirnya mereka mengikuti saja , pagi ini Jeje Alan menjemur si kembar ,sedangkan henry jika pagi masih mengurus istrinya , begitu juga Jose


" my Queen jemur jemur iya biar tambah cantik ,pakai kaca matanya" ucap alan sambil memasang kacamata baby Queen


" je lihat istri ku cantik sekali " ucap Alan dengan senyum ,lalu mengambil potret baby Queen bahkan di hpnya sudah tidak terhitung foto baby Queen


" kamu seperti pedofil beneran lan " ucap Jeje sambil memperhatikan baby Ray dan baby Rif


" biarin saja,yang penting aku senang iya kan my Queen " ucap Alan sambil mengelus pipi baby Queen


" apa yang kau lakukan pada anakku Alan " ucap Henry yang baru datang melihat anak anaknya di jemur


" lihat lah ,bukan kah dia sangat cantik ,ah ingin rasanya aku menikahinya " ucap Alan


PLak


" dia anakku jaga ucapan mu " Ucap Henry


" aku hanya bercanda ,soalnya dia sangat cantik ,jika kamu besar nanti ingat my Queen kamu tidak boleh dekat dekat dengan pria iyaa " ucap alan sambil melihat baby Queen ,sedangkan bayi mungil itu hanya tersenyum


" lihat lah dia tersenyum " ucap Alan


" terserah " ucap Jeje jengah ,mereka sudah biasa dengan sikap Alan ,tapi mereka tau bahwa dia sangat menyayangi baby Queen ,begitu juga baby Raymond dan baby rif'at


" Elvi mana. " tanya Jeje


" di dalam sama mommy dan Daddy " ucap Henry


" ayo masuk mereka mau di kasih mandi sama nany nya " ucap Henry


" ayo my Queen ,ayah mandiin kamu " ucap Alan


" kamu bisa " tanya henry


" bisa kan sudah latihan " ucap Alan


" nanti saja kalau sudah agak besar " ucap Jeje


" baik lah,maaf my Queen kamu mandi sama nany saja iya " ucap Alan sambil mendorong kereta bayi mungil itu masuk kedalam


" wa cucu opa sudah jemur jemur nya " tanya Daddy radit saat mereka sudah di dekat mereka


" sudah dad ,tuh lihat saja mereka sudah keringat " ucap jeje


" Nany mandikan mereka iya " ucap Henry


" iya tuan " ucap nany si kembar lalu mereka membawa si kembar ke kamar ,nany si kembar tiga karena Henry tidak ingin Elvi terlalu cape padahal masih ada ibu dan mommy tapi Henry tidak mau menyusahkan mereka terus alasannya dia masih mampu bayar Nany ,akhirnya Elvi menyetujui nya

__ADS_1


" kalian juga mandi lah " ucap mommy ellena


" baik mom " ucap mereka ,lalu meninggalkan Daddy mommy dan Elvi di ruang keluarga


" Lo kalian mau ke mana" tanya Jose saat berpapasan dengan mereka


" mau mandi habis jemur si kembar ,kamu sih pagi pagi sudah jenguk anakmu " ucap Jeje ,Aqila hanya bisa menyembunyikan wajahnya di lengan Jose


" itu harus ,agar dia mengetahui ayah nya " Ucap Jose tersenyum


" cih buka harus ,tapi kamu nya saja yang tidak bisa tahan " cibir alan lalu mereka melanjutkan langkahnya


" sudah tidak papa sayang " ucap Jose mengelus rambut Aqila ,lalu mereka berjalan menuruni tangga


" loh si kembar Mana dek" tanya Jose


" mandi mas baru selesai di jemur sama mas Jeje dan alan " Ucap Elvi ,jose hanya mengaguk saja


" Aqila duluan ke meja makan ,minum susunya " ucap Daddy radit


tunggu yang lain saja dad " ucap Jose lalu duduk di samping mommy ellena bersama istrinya


" kenapa lama sekali mereka memandikan si kembar " ucap Jose sambil melihat ke arah lift


" sabar kan mereka bertiga kak " ucap Aqila


" tapi kan mereka ada Nany nya masing-masing " ucap Jose


" masih di kamar " ucap mommy ellena ,jose menggaguk saja


beberapa menit menunggu si kembar dan yang lainnya akhir mereka turun juga


" sudah di kasih ASI si kembar nya " tanya Elvi saat Nany sudah di dekatnya


" sudah nyonya muda " Ucap mereka


" tolong jagain dulu iya ,kami mau sarapan dulu " ucap Elvi lembut


" iya nyonya muda " ucap mereka


kini mereka sudah berkumpul di meja makan,Elvi melayani suaminya begitu juga mommy dan Aqila


sedangkan Jeje dan alan menyendok sendiri makan mereka sendiri begitu juga dengan ibu


"makan yang banyak nak " ucap ibu Susi


" iya sudah banyak bu, bahkan nanti juga tambah " ucap Elvi

__ADS_1


" tidak papa ,makan saja, Aqila minum susunya " ucap mommy ellena ,


" iya mom " ucap mereka berdua


" nak ,ibu sudah boleh pulang kan " tanya ibu saat mereka sudah selesai makan


" memangnya kenapa Bu " tanya Henry meyeritkan keningnya


" sudah terlalu lama ibu tinggalkan rumah sudah sebulan lebih , bunga ibu tidak ada yang rawat ,apa lagi kolam ibu Nanti ayam tetangga masuk lewat pagar " ucap ibu Susi mencari alasan


" astaga Bu ,ayam mana yang bisa naik pagar tinggi seperti itu " ucap Elvi tersenyum


" eh dag percaya " ucap ibu Susi


" tapi ibu tidak papa " tanya Henry lagi


" tidak papa nak " ucap ibu Susi


" kenapa harus pulang mba di sini saja ramai " ucap mommy ellena


" nanti saya sering sering ke sini lagi mba" ucap ibu Susi


" mendingan tinggal di sini dari pada pulang pergi jalanan jauh mba" ucap mommy ellena


" tidak papa mba " ucap ibu Susi


" iya sudah tidak papa , rencananya kapan mau pulang " tanya Daddy radit mereka tidak mungkin menahan ibu Susi tapi mereka juga tidak melarang jika ibu Susi mau ke sini lagi nanti di jemput sama sopir


" hari ini " ucap ibu Susi


" iya sudah nanti di antar sama sopir " Ucap ayah Radit


" tapi nanti ibu sering ke sini iya * ucap Elvi


" iya nak ,pasti kan nanti mau lihatin si kembar juga " ucap ibu Susi tersenyum


" iya sudah sayang aku izin ke kantor dulu , ibu hati-hati nanti pulang nya iya ,nanti Henry sama anak-anak ke sana kalau sudah memungkinkan " ucap Henry sambil mencium punggung tangan mertuanya begitu juga dengan yang lain


" Daddy kerja dulu iya jangan nakal sama Oma dan opa " ucap Henry sambil mencium ke tiga anaknya


" my Queen , suamimu ini kerja dulu iya ,doain nanti di jalanan dapat kembang desa buat ibumu " ucap Alan sambil mencium pipi baby Queen dan yang lainnya


" emang ada kembang desa di kota ,yang ada bunga bangkai " Ucap Henry,Alan hanya mencibir saja


" ayah kerja dulu iya boy son Queen " ucap jeje mengelus pipi si kembar begitu juga dengan Jose


" kalau tiap hari anakku kaya gini pipi mereka bisa gatal gatal " ucap Henry kesal

__ADS_1


" aku kerja sayang " ucap henry sambil mencium kening istrinya begitu juga dengan Jose


lalu mereka meninggalkan rumah megah itu, sedangkan mommy daddy Elvi Aqila dan ibu masuk ke dalam sambil mendorong si kembar sedangkan Nany mereka lagi sarapan . di saat pagi sampai malam Elvi di bantu mommy ellena merawat si kembar sedangkan Nany nya bisa istirahat , kecuali saat tidur saja sampai pagi mereka di urus Nany tapi sesekali Elvi bangun melihat si kembar di kamar sebelah kamar mereka yang sudah di siapkan Henry saat si kembar berusia 8 bulan dalam kandungan Elvi


__ADS_2