CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
DEG-DEGAN…..


__ADS_3

Nova kembali mendatangi rumah sakit untuk melanjutkan pengobatan pada saraf di lehernya. Tak lama menunggu nama nova di panggil masuk ke dalam ruang dokter. Riady melihat nova masuk kedalam ruanganya.


“hai dokter….hehehe….” sapa nova cengengesan.


“hai…” sahut riady yang membuat perawat diruangan itu kaget.


“dokter membalas sapaan nona ini dengan rona merah di pipinya..” gumam perawat itu sedikit terkejut dengan reaksi riady yang terkenal kaku.


“bagaimana kondisi lehermu..?? apa masih sering terasa sakit..??” tanya sang dokter.


“setelah aku mengambil cuti, aku sudah merasa agak mendingan…” sahut nova.


“baguslah…, kurangi makan  makanan yang berlemak dan cukup istirahat untuk meredakan rasa sakit pada saraf lehermu…” kata riady.


Riady pun memeriksa nova yang sudah berbaring di atas ranjang pemeriksaan. Entah apa yang membuat  riady merasakan debaran hebat pada jantungnya saat melihat tubuh nova telentang di hadapannya.


“kenapa dia menatapku seperti itu..??” gumam nova dalam hatinya.


Nova yang juga merasa deg-degan dalam hatinya, hanya bisa memalingkan wajahnya saat riady memeriksa kondisi kesehatannya. Setelah selesai di periksa, nova kembali duduk di hadapan riady untuk menunggu resep obat yang akan diberikan padanya.


“emm…, dokter..siapa nama anakmu..??” tanya nova.


Riady tersentak saat mendengar pertanyaan nova.


“hahahaha…., aku tidak ada maksud apa-apa…!! Aku menyukainya karena dia anak yang manis…” kata nova tertawa canggung.


Riady menarikan garis bibirnya tersenyum.


“namanya riana…, aku sangat menyayanginya…” sahut riady.


Hening.


“ini resepnya…, kau bisa menebus obatnya di apotik..” kata riady.


“te…terima kasih dokter…” ucap nova.


Nova pun keluar dari ruangan riady dengan jantung yang masih berdegup kencang. Riady kembali tersenyum saat mengingat nova yang tertawa canggung padanya tadi.


“dasar wanita aneh…” gumam riady.


“dokter…., tersenyum lagi….” Gumam perawat itu terkejut.


Saat sedang menunggu obatnya di apotik rumah sakit, nova tersenyum malu-malu mengingat riady saat memeriksa dirinya tadi.


“dia sangat tampan….” Gumam nova.


Di apartemennya, angel sedang berbaring di dalam kamarnya. Sesekali ia mengusap perutnya yang mulai membesar. Ia sering kelelahan saat ia sedang mengandung buah cintanya bersama oka yang kini sudah berusia 7 bulan. Selama masa kehamilan istrinya, oka lebih sering pulang lebih cepat dari kantornya. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menemani angel.


Tepat jam 4 sore, oka sudah kembali dari kantornya. Ia bergegas mandi dan setelah itu ia menemui angel yang masih berbaring di atas ranjang kamarnya. Oka ikut berbaring di samping angel.


“kau sudah pulang…” sapa angel seraya mengelus pipi oka.


“iya..!! bagaimana dengannya..apa dia sering menendangmu..??” tanya oka mengelus perut angel.


“iya.., seperti biasanya…dia sangat aktif…” sahut angel.


“angel…., aku merindukanmu…” ucap oka.


Angel tau apa yang di inginkan oleh oka padanya.


“sayang…, ini masih sore…” kata angel malu-malu.


“sebentar saja…..” pinta oka.

__ADS_1


Angel tersenyum pada oka pertanda ia setuju atas permintaan oka padanya. Kedua pasangan itu pun terlena di tempat peraduannya. Setelah puas menuntaskan hasratnya, oka tampak pulas tertidur. Angel bangun dan membersihkan dirinya. Lalu ia menyuruh bibi erna untuk menyiapkan makan malam.


Cherry yang baru saja pulang dari kantornya, melihat risvan sudah duduk di ruang tengah sambil membaca Koran.


“eeehh…., kau pulang lebih awal..??” sapa cherry pada risvan.


“iya…, hari ini aku tak terlalu sibuk, jadi aku pulang lebih cepat hari ini..!!” jawab risvan.


“bagaimana bisnismu..?? lancar kah..??” tanya risvan.


“iya…seperti biasanya…” sahut cherry.


“baiklah aku akan pergi mandi dulu.., dan akan menyiapkan makan malam untukmu..” kata cherry lagi.


“oke…” sahut risvan.


Saat sedang makan malam, risvan dan cherry sedang berbincang mengenai riady dan juga nova. Risvan mengatakan kalau nova banyak bertanya tentang riady dengannya.


“benarkah…??” tanya cherry.


“iya…!! Menurutku si nova jatuh hati pada kak riady…hehehe…” sahut risvan.


“bagaimana kalau mereka kita jodohkan saja…” sambung risvan.


“kalau aku sih setuju saja.., nova wanita yang baik di mataku..!!” sahut cherry.


“eehh., besok kan malam minggu dan biasanya kita ngumpul kan dirumah mami dan papi…, gimana kalau kita ajak mereka ngumpul dirumah kita saja untuk menginap disini…!! Entar kita undang juga si nova…hehehe….” Kata risvan.


“wwwuuiihh…., pinter banget sih….kamu…” ucap cherry gemas pada risvan.


“tentu dong…” sahut risvan.


“oke deh…., aku akan bilang ke mami nanti..” kata cherry.


“gimana.., mami setuju..??” tanya risvan.


“siiippp…..” sahut cherry.


Kemudian risvan menarik cherry hingga terjatuh di atas tubuhnya.


“eehh…., kau kenapa..??” tanya cherry.


“aku mau itu….hehehehe…..” ucap risvan memberikan kode keras pada cherry.


“dasar……” sahut cherry tau maksud sang suami yang menginginkan dirinya.


Selimut tebal seakan tak bisa menghangatkan tubuh riady pada malam yang dingin saat ia mencoba untuk tidur nyenyak di ranjangnya.


“ck…., kenapa wajah wanita itu selalu bermain di otakku..?? apa aku sudah gila..??” ujar riady yang selalu teringat wajah ceria nova.


Riady bangun dan duduk bersandar di atas ranjangnya. Ia mengambil sebuah bingkai foto nina yag ia letakkan di samping ranjangnya.


“nina…, jika aku memiliki perasaan terhadap wanita lain, apa aku berdosa padamu..??” ucap riady sambil menatap foto mendiang istrinya.


“tapi aku tetap tidak bisa untuk menghilangkan rasa cintaku padamu, nina…!! Hal itu membuatku menjadi bingung…” ucap riady lagi.


“sekejap hatiku menjadi serakah…” riady menghela nafas sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.


Malam sudah sangat larut, riady merasakan kantuknya dan berbaring untuk tidur. Saat ia tertidur nyenyak, ia melihat nina tersenyum padanya di dalam mimpinya. Nina berada dalam dekapannya saat itu.


“riady.., apa kau ingin aku bahagia..??” tanya nina dalam mimpinya.


“tentu saja sayang…, aku ingin membuatmu bahagia..” jawab riady.

__ADS_1


“kalau begitu…, bahagiakanlah dirimu dahulu.., maka aku akan sangat bahagia saat melihatmu bahagia..” kata nina.


“aku sangat bahagia kau merasakan perasaan di hatimu lagi setelah kepergianku…” ucap nina lagi.


Namun di mimpi itu bayangan nina seakan pergi menjauh dari riady.


“nina jangan pergi…” teriak riady dalam mimpinya.


“aku yakin…, dia akan menjadi ibu yang baik untuk riana…” ucap nina lagi.


Bayangan nina terus menjauh dari riady dan seketika hilang.


“nina…………!!!!!!!!” teriak riady terbangun dari tidur lelapnya.


Keringat membasahi dahi riady saat itu.


“hanya mimpi….” Gumam riady.


Riady melirik kearah jam yang sedang berputar di dinding kamarnya. Ia melihat jam menunjukkan pukul 4 pagi. Riady keluar dari kamarnya dan mengambil air minum di dapur. Ia duduk di meja makan sambil menenggak minuman yang ada di dalam gelasnya.


“mengapa kau mengatakan hal itu padaku nina..??” gumam riady.


Raut wajah riady sangat sedih setelah bermimpi bertemu dengan nina. Selama nina meninggal, riady tak pernah bermimpi tentangnya. Entah apa yang membuat riady bermimpi tentang nina untuk pertama kalinya pada malam itu.


Keesokan harinya mami menghubungi semua kedua putranya untuk makan malam dirumah risvan dan menginap disana. Mami menghubungi riady yang sedang menemani riana bermain di pekarangan rumahnya.


“iya mi…” ucap riady dari ponselnya.


“nanti malam kan malam minggu…, biasanya kalian menginap dirumah mami.., tapi khusus untuk malam ini, kita semua akan makan malan dan menginap dirumah risvan dan cherry..” kata mami.


“eeehh…, kok tumben..??” tanya riady.


“entahlah…, mungkin risvan dan cherry ingin kita menemani mereka dirumahnya yang besar itu…!! beberapa bulan terakhir ini kan banyak hal buruk yang terjadi pada keluarga kita…, jadi mungkin ini akan menjadi hal baik untuk kita semua…sesekali kita menemani mereka…” kata mami.


“baiklah…, mi..” sahut riady.


Setelah menutup teleponya, riana mendekati riady.


“apa kita akan menginap dirumah kakek dan nenek..??” tanya riana.


“untuk malam minggu ini.., kita akan menginap dirumah tante cherry dan om risvan…” kata riady.


“hooorreee……..!!!” seru riana kegirangan.


“kenapa kau begitu senang..??” tanya riady heran.


“aku sangat merindukan om risvan dan juga tante cherry…!! Mereka berdua selalu sibuk bekerja hingga lupa menjengukku..” sahut riana.


“hehehehe….., itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa…ketika mereka sudah bekerja mereka akan sibuk dengan pekerjaanya…” kata riady.


di kediamannya cherry tampak sibuk mempersiapkan segalanya untuk menjamu semua yang akan menginap dirumahnya. Tampak di ruang tengah risvan sedang menghubungi nova.


“nov..nov….” sapa risvan menbuat nova jengkel.


“apaan lu..?? sabtu begini telepon aku…” sahut nova.


“karena kau sedang jomblo…, aku dan cherry mengundangmu untuk makan malam dan juga menginap dirumahku…!! Kau harus datang…karena ini perintah atasanmu…” ujar risvan songong.


“ck…, dasar songong….” Umpat nova.


“oke…bye….” Sahut risvan lagi menutup teleponnya.


“ck…., dasar risvan…, sifat pemaksanya tetap saja tidak hilang walaupun dia sudah berkeluarga…” gumam nova kesal pada sepupu sekaligus bos di tempatnya bekerja.

__ADS_1


__ADS_2