
Udara dalam ruangan rapat itu terasa mencekam hari ini pertemuan pertama antara Henry dan juga Jesicca setelah 4 tahun,mereka membahas tentang pembahasan kontrakan kerja,jika Jesicca sangat bahagia tidak dengan Henry yang sangat jijik saat melihatnya. Di sini lah mereka saat pembahasan selesai Jesicca masih ingin berbicara dengan Henry
" Katakan apa aku tidak mempunyai banyak waktu" ucap Henry tanpa melihat ke arah Jesicca dia lebih sibuk dengan HP nya bertukar pesan dengan seseorang
" Aku masih mencintaimu, aku tau kau juga masih mencintai ku makanya aku kembali " ucap Jesicca
Henry melihat Jesicca dan tersenyum membuat Jesicca senang bukan main " cinta yang mana yang kau sebut " ucap Henry
" Cinta kita saat SMA sampai sekarang" ucap Jesicca dengan antusias
" Aku tidak pernah mencintai orang yang bisa di pakai orang lain dan satu yang perlu kau ingat kita di sini hanya bekerja sama jadi tau batasan mu jangan perna melewati batasan mu jika kamu tidak ingin hancur " seringai jahat muncul di mulut Henry
" Kau salah orang aku bukan Henry yang dulu yang dengan gampang nya kau bodohi " lanjutnya lagi
" AX apa kamu lupa dengan kenangan kita dulu " ucap Jesicca
" KELUAR " bentak Henry suaranya menggelegar dalam ruangan rapat sebenarnya Jesicca takut melihat wajah Henry yang menatapnya tajam
" Sayang aku kangen " Jesicca berdiri langsung memeluk Henry,Henry langsung mendorong tubuh Jesicca
" Ingat batasan mu, jika ingin karirmu masih berjalan " Jesicca langsung menangis mengeluarkan jurus nya
suapay Henry memeluknya ,tapi ternyata tidak Henry malah ke luar dari ruangan itu
Brak
" Sialan aku pastikan kau akan kembali bertekuk lutut di hadapanku Henry " ucap Jesicca sambil mengepalkan tangannya, lalu dia berdiri dan ikut ke luar dari ruangan itu .
Henry berjalan dengan gelora emosi dia menuju arah Lift ingin ke ruangannya.
Sesampai dalam ruangannya Henry membanting semua yang ada untuk meluapkan emosinya ,Jose yang masuk pun di bikin terkejut
" Apa yang terjadi " tanya Jose lalu dia mencari Henry , dia melihat Henry duduk di lantai dekat meja kerjanya dengan tangan terluka
" Kamu kenapa apa ada Masahlah " tanya Henry
" Kenapa...kenapa dia kembali Jo..." Tanya Henry sambil menarik rambutnya kasar
Jose menarik nafasnya ini sudah yang dia khawatir kan " berdiri dulu " Jose membawa Henry ke sofa ,lalu mengambil HP dalam saku celananya
" Telepon dokter Davin " ucap Jose setelah itu dia mematikan sambungan teleponnya
" Aku sudah bilang pikirkan baik-baik saat kamu menyetujui kontrak kerja samanya dulu " ucap Jose
__ADS_1
"Aku seperti orang lemah Jo jika sudah berhadapan dengannya, rasa sakit itu kembali lagi " ucap Henry
" Kamu harus ingat Elvi hen, jika dia melihatmu seperti ini gimana " ucap jose
" Batalkan saja kerja samanya bukannya Daddy juga tidak suka dengan kerja sama ini" lanjutnya lagi
" Jika aku membatalkan nya dia akan beranggapan kalau aku masih mencintainya sekalipun rasa itu masih ada untuknya Jo" Jose hanya bisa mendengar kan saja dia bingung harus memberikan jawaban apa
Tidak lama pintu ruangan terbuka Jose melihat davin yang masuk
" Apa terjadi gempa bumi di sini atau perampokan,kenapa ruangannya jadi kaya gini " ucap Davin pada Jose
" Masuk dalam ruangan " ucap Jose dalam sambungan teleponnya
Tok ...tok...
" Masuk "
" Bereskan semua berkas itu dan setelah selesai panggil OB untuk membereskan yang lain " ucap jose pada Nabilla
" Baik sekertaris Jo" bagi Nabilla ucapan Jose adalah sama dengan bosnya
"Kenapa kau menyuruh kekasih ku " ucap Davin menatap Jose
" CK selalu saja tidak bos tidak sekertaris tidak ada bedanya " Davin berdiri mendekati Henry dia melihat tangannya terluka dia duduk samping Henry
" Apa ruangan mu sudah berganti jadi ring tinju, sehingga kamu seperti ini " ucap Davin sambil mengobati tangan Henry
" Diam dan tutup mulutmu jika masih ingin melihat senja sebelum aku buat kamu lewat jendela sana " ucap Henry dingin dan tegas
Davin langsung mengunci rapat mulutnya,dia melihat Henry masih memejamkan matanya lalu dia melihat Jose tapi laki laki itu seperti orang bisu tidak mengeluarkan suara
"Apa yang terjadi " tanya Davin setelah selesai mengobati tangan Henry
" Jesicca " ucap Jose singkat
" Apa ulat keket itu ke sini cih apa dia masih mempunyai muka " Jose hanya mengaguk saja ,Davin langsung kesal setelah tau Jesicca ke sini
" Kamu pulang saja nanti kantor aku yang handel " ucap Jose
" Aku pulang juga mau ngapain yang ada aku tambah pusing" ucap Henry
" Bisa ku ....
__ADS_1
" Diam " potong Henry langsung melemparkan bantal sofa " sudah tadi pagi " lanjutnya lagi,Jose langsung tertawa kecil,berarti semuanya sudah baik baik saja bukan
" Apa yang tadi pagi ,bisa ku apa " tanya Davin beruntun
"Gimana mommy sama Daddy " Tanya Henry mengalihkan pembicaraan karena kadar kekepoan Davin itu tidak ada tandingannya
" Mommy sudah mengatur semuanya sesuai yang di bicarakan semalam kalau kamu akan menikah sebulan lagi " ucapan Jose membuat Davin berdiri dari duduknya
" APA menikah siapa,sama siapa ,kapan ,di mana " pertanyaan Davin membuat Jose memijat pangkal hidungnya
" Henry di jodohkan sama teman arisan mommy terus pernikahannya bulan depan " Davin hanya bisa menatap Henry ingin meminta jawaban
" Aku tidak akan menikah, jadi kamu urus saja Jo " ucap Henry
" Aku tidak berani hen, kamu tahu aku tidak bisa melawan mommy " ucap Jose
Kamu sih bos cari masahlah maaf aku harus ikutin rencana mommy, mati nanti aku kalau ketahuan ini batin Jose sambil meringis
Henry melihat Davin " kamu saja Vin,dari pada jajan di luar terus " ucap Henry santai
" Kecilin suaramu ba***t nanti di dengar oleh Nabilla " Davin menarik rambutnya kasar
Syukur Nabilla dan OB sudah ke luar dari ruangan henry
"aku cuty iya,bisa dag mau bawah Nabilla mendekatkan diri " sambil menatap iba pada Henry
" Sudah sana ke rumah sakit sebelum aku memberimu cuty seumur hidupmu " ucap Henry
" Iya aku pergi " Davin berdiri dari duduknya melangkah ke arah pintu
" Tidak usah ganggu Nabilla " ucap Henry,Davin membuka pintu dengan lebar dengan sengaja
" Sayang aku kangen nanti aku singgah di apartemen iya " ucap Davin
"Nabilla jangan mau dia banyak ekornya "tiba-tiba Jose di belakang Davin
" Kapan kamu ke sini " Jose hanya mengangkat bahunya " ingat Nabilla dia banyak ekornya " Nabilla hanya tersenyum,Jose berjalan ke arah ruanganya
Nabilla melihat Davin " tidak sayang kamu tau sendri mereka selalu menindasku kan " ucap Davin " aku ke rumah sakit dulu iya " ucap Davin
" Iya hati-hati" ucap Nabilla ,Davin tersenyum lalu dia juga pergi karena melihat Nabilla masih bekerja
Setelah kepergian semua orang Henry kembali terdiam dia kembali memikirkan masahlah perjodohan, Jesicca belum lagi Elvi apa yang harus dia katakan
__ADS_1
huuussssss Henry hanya bisa menghenbuskan nafasnya ke udara dengan kasar ,lalu dia berdiri menuju meja kerjanya untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya mungkin dengan kerja dia bisa melupakan nya .