
" selamat sore kesayangan Daddy ,udah mandi iya " ucap Henry saat melihat anak dan istrinya serta orang tua dan iparnya menyambutnya depan pintu ,Alan dan Jeje langsung berlari ke arah baby R tapi di tahan Henry dan Jose
" mau ke mana " tanya Jose
" mau lihat si kembar " ucap Alan
" mandi dulu kita dari luar " ucap Henry
" aku cuma sapa saja tidak sentuh " ucap Jeje tapi kerak bajunya sudah di tarik Jose begitu juga Henry yang menarik Alan
" lepasin ,iya iya aku mandi " ucap alan ,Henry langsung melepaskannya ,lalu mereka naik ke kamar masing-masing
"sama opa iya sayang ,Daddy dan ayah kalian masih mau mandi " ucap ayah Radit
" iyaa kita main di taman belakang iya " ucap mommy ellena sambil menggendong baby Ray ,sedangkan Daddy menggendong queen.
" Nany minta susunya baby iya di antar kebelakang " ucap Elvi
" baik nyonya " ucap salah satu Nany , lalu dia pergi ke kamar si kembar untuk mengambil stok ASI Elvi ,syukur ASI Elvi banyak sehingga si kembar tidak kehausan dan tidak harus minum sufor, jika saat sudah menangis mereka selalu bersamaan jadi Elvi menyetok ASI nya dan selalu cepat habis makanya si kembar, gembul dan sehat karena mereka kuat minum ASI sekalipun lewat botol DOT ,kadang kadang saja mereka langsung minum ASI lewat ibunya jika salah satu dari mereka tidak ada yang rewel
" kapan kalian umumin ke lahiran si kembar " tanya Daddy radit
" belum tau dad ,nanti Daddy ngomong saja sama mas Henry " ucap Elvi
" baik lah, jika kalian tidak menginginkan wajah mereka di ekspos media kita umumkan saja kelahiran mereka dan nama mereka " ucap mommy ellena
" Elvi terserah saja mom ,gimana pendapat mas Henry "ucap Elvi
" nyonya ASI nya" ucap Nany
" kalian mandi lah ,atau mau santai juga dag papa masih banyak waktu " ucap Elvi sambil menerima ASI dari Nany anak anak nya
" iya nyonya terimakasih" Elvi hanya mengangguk saja
" anak Daddy ngapain di sini " ucap henry sambil mengambil ahli baby rif'at dari gendongan istrinya dan mencium kening nya begitu juga baby di gendongan orang tua nya
" hen Daddy mau ngomong " ucap daddy Radit
hebm
" kamu tidak berencana umumkan kelahiran si kembar " tanya Daddy radit
" aku terserah Elvi saja dad ,Henry ngikut aja " ucap Henry sambil menatap anaknya
" kata Elvi terserah kamu " ucap mommy ellena
" iya sudah besok saja kita umumkan nanti kita ke kantor " ucap Henry
" koh cepat " tanya Elvi
" lebih cepat lebih baik " ucap Daddy radit
" baik lah " ucap Elvi
" my Queen " pekik Alan yang baru datang , disusul Jeje dan Jose serta istrinya
" jangan kencang kencang suaranya nanti baby nangis " ucap mommy ellena
" maaf mom aku hanya kangen sama queen " ucap alan
" dad sini istriku " Daddy radit memberikan queen pada Alan
" kamu ngomong istri terus nanti dia besar menganggap kamu suami nya beneran loh " ucap Daddy radit
" itu lebih bagus, my Queen apa Opa dan oma jagain kamu dengan benar " tanya Alan
" tidak ayah opa nakal sama queen " ucap Alan menirukan suara anak kecil ,Alan menatap tajam daddy Radit
__ADS_1
" apa " tanya Daddy radit cuek
" apa Daddy tidak dengar tadi kata Queen Daddy nakal sama dia " ucap Alan
" jangan gila tadi kamu yang ngomong " ucap Jose mereka tertawa kecil melihat tingkah Alan
" dad mom ,Jeje mau ngomong "mereka semua melihat ke arah Jeje yang tampak serius
" Jeje mau nikah" ucap Jeje dengan wajah khawatir melihat Daddy nya
"apa kamu yakin " tanya Daddy radit
" yakin dad " Ucap Jeje serius
" ingat apa pun nanti yang terjadi ,Daddy tidak pernah mengizinkan anak anak Daddy berpisah kecuali ada hal yang memang tidak bisa di maafkan " ucap daddy Radit tegas
" iya dad " ucap Jeje
" kapan rencana mu " tanya mommy ellena
" terserah Daddy kapan kan kita harus ketemu orang tuanya dulu " ucap Jeje
" nanti besok kita bahas di kantor ,karena besok Daddy mau umumkan si kembar " Jose langsung melihat Henry
" serius dad " tanya Jose
" iya ,suruhan Daddy sementara mengurusnya " ucap Daddy radit
" terus Elvi Aqila " hanya Alan
" mereka akan ikut ,sudah terlalu lama mereka sembunyi kaya putri tidur saja " cibir Daddy sambil menatap anak mantunya
" maaf dad Demi keamanan " jawab Aqila
" nak " mommy ellena menatap Jeje " izin dulu sama ayah dan ibumu iya baru kita menemui orang tuanya nanti mommy dan Daddy ikut " ucap mommy ellena
" iya mom " ucap Jeje
" tapi satu permintaan mommy tetap lah di sini ,jangan ada yang pergi, rumah ini besar bisa menampung kita semua, ada juga paviliun, jika tidak cukup nanti mommy suruh Daddy cari rumah yang lebih besar dari ini , Daddy dan mommy hanya pengen berkumpul bersama kalian dan cucu kami , mommy tau kalian bisa bahkan mampu membeli masion dari uang kalian Sendiri tapi mommy hanya ingin bersama kalian, kalian paham kan " ucap mommy ellena sambil menghapus air matanya Daddy radit hanya mengelus punggung istrinya
mereka semua mengaguk tidak sanggup untuk bersuara bahkan Elvi dan Aqila sudah menetes kan air matanya
" mommy jangan nangis " ucap Alan dengan mata yang berkaca-kaca sedangkan Queen masih dalam gendongan nya
" aku dan Jeje berterimakasih karena Daddy membawa kami ke rumah ini dan mommy menerima kami dengan tangan terbuka , terimakasih juga buat Henry dan Jose sudah menganggap kami saudara sekalipun kita tak sedarah " alan menghapus air matanya " maaf Queen ayah cengeng karena Oma " ucap Alan , seketika Queen ikut menangis
" kan gara gara mommy " ucap Alan kesal
" apa kamu tidak bisa serius orang lagi terharu malah ngelawak " ucap Daddy radit kesal
" istri ku nangis dad ,gimana mau serius ,yang ada alan panik,mana susunya " ucap Alan meminta botol susu Queen
" menyesal aku ikut sedih " Ucap Jose sambil menghapus air matanya, sedangkan Henry hanya tersenyum sambil mengelus pipi istrinya
" maaf " ucap akan lirih
" tidak papa Kak " ucap Aqila
" kan diam dia, dia kelaparan" Ucap alan sambil tersenyum pada Queen
"by kasih susu baby Rif nya itu mulutnya cari sesuatu " ucap Elvi sambil memberikan botol pada suaminya
" mom Jose mau gendong baby boy " mommy ellena berdiri memberikan baby Ray pada jose
" susunya mana dek " tanya Jose
" ini mas " ucap Elvi
__ADS_1
" mau gendong " Aqila menggaguk, Jose memberi kan baby Ray pada Aqila sedangkan Jose memegang dot susu Baby Ray yang sudah di mulutnya
" dad apa tidak bisa kami tinggal di apartemen saja " ucap jeje tiba tiba
" kenapa " tanya Daddy radit,tapi Jeje hanya diam
" apa kamu tidak senang tinggal bersama di sini " tanya mommy ellena
" bukan begitu mom ,tapi Jeje sudah terlalu banyak nyusahin Daddy dan mommy ,Jeje hanya ingin mandiri bersama keluarga Jeje nanti ,tidak terus menyusahkan Daddy dan mommy sudah cukup selama ini kami bergantung pada Daddy dan mommy " ucap Jeje sambil menunduk dia tidak berani menatap mommy ellena
" mommy tidak mengizinkan nya, kalian semua sama seperti Henry semuanya anak mommy dan Daddy sudah kewajiban kami untuk membahagiakan kalian , jadi sekarang waktunya kalian membayarnya dengan tetap bersama kami " ucap mommy ellena
" Jeje " ucap Henry saat Jeje ingin bersuara lagi
" baik mom ,kami akan tinggal di sini nantinya, terimakasih mom " ucap Jeje
" kamu paham kan maksud mommy mu boy " ucap Daddy radit
" iyaa dad ,maaf " ucap Jeje
" sudah tidak papa ,lama lama pasti dia akan bisa beradaptasi di rumah ini " Jeje hanya mengangguk saja
" nanti bawah dia ke sini Kak kalau weekend nanti main sama Aqila dan Elvi " ucap Aqila tersenyum
" baik dek " ucap Jeje
" iya Kak bawah saja ke sini nanti kami ke mall kalian jaga si kembar " Ucap Elvi
" mall lagi " ucap Jose ,elvi dan Aqila mengaguk
" biarkan saja mereka mencari kebahagiaan mereka sendiri asal tidak lupa sama tugas dan tanggung jawab mereka sebagai istri dan seorang ibu " ucap mommy ellena
" Baik mom " ucap mereka semua
" dek,Kaka ikut iya " ucap Alan
" tidak kami akan pergi bersama kama rehan ,dan siapa namanya kak " tanya Aqila pada Jeje
" ANA " ucap Jeje
" iya sama kaka ana" ucap Aqila
" kenapa rehan terus sih sayang , setiap ke mall selalu sama dia " ucap Jose kesal
" karena dia kerjaannya santai " Ucap Aqila tersenyum
" cih "
" besok kita berangkat sama sama dad " tanya Jeje
" kalian duluan saja kita ke sana jam 9 ,kasian si kembar harus lama lama di kantor " ucap Daddy radit
" baik dad " ucap Henry
" sekalian besok kita makan siang bersama di luar sama dengan calon istrinya Jeje " ucap mommy ellena
" mom nanti saja iya,Jeje belum ngomong " ucap jeje
" tidak boleh membantah " ucap mommy ellena
" baik lah " ucap jeje
" mas Jeje kenapa " tanya Elvi
" tidak kenapa Napa cuma takut saja dia tolak karena makan sama sama " ucap Jeje
" tenang saja ada Aqila dan Elvi " ucap Aqila
__ADS_1
" sudah sudah ayo masuk , si kembar tuh sudah tiduran" ucap mommy ellena
" iya mom" ucap mereka semua Jose mengambil ahli gendongan baby Ray ,begitu juga dengan Jeje mengambil baby Queen sedangkan baby Rif 'at masih bersama Daddy nya