
" kalian jadi pulang kampung " tanya mommy ellena di sela sarapan mereka
" iya mom nanti jam 9 kita berangkat " ucap Henry
" dag ke kantor dulu " Daddy radit menatap Henry
" tidak dad nanti mereka yang atur,kalau Henry ke kantor Jam berapa berangkat nya sampai sana pasti sudah malam " ucap Henry
" baiklah, terus yang lainnya " sambil menatap anak² nya
" Aqila pergi duluan, nanti di antar sopir pulang nanti aku langsung ke sana " ucap Jose
" kalian berdua " tanya mommy ellena
" rahasia " ucap Alan dan Jeje
" Jose jangan biarkan mereka cekin
" aku tidak cek in hotel kami mau ke panti asuhan" ucap alan memotong ucapan Daddy nya
" serius mas " Elsa menatap Alan karena sebelumnya tidak ada pembahasan papa
" apa kamu tidak suka " Elsa tersenyum hangat
" suka " Alan mengaguk
" kamu sehat lan" Alan mendengus kesal menatap Henry
" sangat bahkan sangat " ucap Alan ,mereka mengaguk
" berarti Jeje saja di rumah " mereka menatap Daddy radit
" memang Daddy mau ke mana " Daddy radit dan mommy hanya tersenyum
" kemana lagi kalau bukan hotel " cibir Jeje
" dad ingat umur, nanti lutut keram jangan paksa kan goyang terus " ucap Jose mengundang tawa mereka selain Daddy radit yang terlihat kesal
" anak² ini kalian kira Daddy tidak kuat,bahkan Daddy bisa sampai pagi " mereka semua tertawa keras membuat Daddy kesal
" iya² kami percaya sangat makanya tiap pagi kami lihat hasil karyanya Daddy jika tidak di leher di bagian kuping mommy " ucap Jeje
" mommy membuat Aqila dan Elsa minder tau " ucap Henry lagi
" kenapa mereka " Henry tersenyum licik
" tidak papa " ucap sendri santai
" selesaikan sarapan kalian ,Daddy harus ke Bali jam 10 " mereka menatap Daddy radit
" serius " Daddy dan mommy mengaguk
" mau ngapain " Daddy Radit tersenyum simpul
" honeymoon " ucap mommy ellena
" berapa hari " tanya Alan
" seminggu di Bali terus itu ke Santorini " ucap Daddy radit membuat mereka tersedak air liurnya
" tidak " pekik mereka semua
" kenapa sih by, biarkan saja Daddy dan mommy juga butuh waktu berdua " ucap Elvi
" tapi tidak usah ke sana sayang ,kita saja hanya ke rumah ibu " mereka mengaguk setuju dengan ucapan Henry ,enak saja mereka tidka ke mana² sedangkan Daddy dan mommy ahh tidka bisa
" memang kenapa,biarkan saja mereka mau ke mana toh anak²nya sudah ada yang urus semua jadi sudah waktunya mereka untuk berdua saja menikmati hidup mereka " ucap Elvi
" iya ,heran deh sama mereka apa mas takut punya adik lagi " tanya Ana
__ADS_1
" aku sangat bersyukur jika aku punya adik,tapi kan perjanjian nya tidak sampai Bali dan Santorini " ucap Jeje
" siapa yang berjanji kami tidak ngomong papa " ucap Daddy radit
" Daddy serius " Jose menatap Daddy dan mommy nya
" tidak nak ,Daddy kalian hanya bercanda kami hanya ke Bali saja " mereka menarik napas lega membuat Daddy Radit tersenyum
setelah selesai Sarapan Jose Jeje Alan dan Ana berangkat kerja, setidaknya tidak ada yang serius jadi mereka bisa santai
" cucu Oma baik² iya di rumah nenek iya ,kalian mau berangkat sekarang " Aqila tersenyum
" iya mom, mommy juga hati² liburan nya nanti jangan lupa telepon Aqila " mommy mengaguk
" iya sudah pasti ibumu sudah menunggu kalian " ucap mommy ellena
" iya mom ,dad kami pergi dulu iya " Daddy radit mengaguk
" hati² ,nanti pengawal mengikuti kalian" ucap Daddy radit
" iya dad " Daddy Radit membukakan pintu mobil untuk Aqila dan Reza setelah itu dia mencium kening Aqila dan Reza bergantian
" jangan nangis sampai sana iya jadi anak yang pintar " menatap Reza yang masih tertidur pulas
" by dad mom " ucap Aqila ,mereka mengaguk
setelah melepas kepergian Aqila dan baby Reza Daddy dan mommy masuk ke dalam rumah langsung ke kamar Henry dan Elvi
" cucu opa " panggil Daddy radit saat melihat si kembar sudah siap di atas karpet bulu
" wah cucu Oma sudah ganteng dan cantik " mommy ellena tersenyum melihat cucu nya yang semakin gemas
"pa....ma " Daddy Radit dan mommy ellena mematung di tempat saat Ray memanggil mereka begitu juga dengan Henry
" son kamu bisa panggil opa Sama Oma " tanya Henry memastikan
" ma....pa " semua mata memandang ke arah Queen yang tertawa memperlihatkan gusinya
" kalian mau apa,opa belikan " ucap Daddy radit dengan rasa bahagianya , henry tersenyum bahagia
" kalian anak pintar Daddy bangga " ucap Henry
" Lo ada apa " tanya Elvi yang baru ke luar dari kamar mandi dia sudah di kejutkan dengan wajah sedih mommy ellena dan Daddy radit
" Daddy dan mommy lagi bahagia sayang,si kembar memanggil mereka opa dan Oma " Elvi melotot kan matanya lalu menatap si kembar yang masih bermain di mertuanya
" serius " Henry mengaguk " tunggu aku gantian dulu " ucap Elvi dengan buru² dia masuk ke ruangan walk in close
" sepulang opa dari Bali ,nanti opa belikan kalian hadiah di sana opa hanya 3 hari saja tidak jadi seminggu " Henry mengeritkan keningnya
" kenapa dad " tanya Henry
" aku ingin lebih lama lagi bermain dengan mereka " Daddy Radit mencium pipi si kembar bergantian begitu juga mommy ellena
" jadi jika si kembar tidak memanggil kalian opa Oma kalian bakalan seminggu di sana " mereka mengaguk membetulkan ucapan herny
" cih "
" sayang sudah siap semuanya " Elvi mengaguk ,lalu duduk di kursi meja riasnya
"by mau tanya " henry menatap punggung Elvi yang masih sibuk dengan alat make-up nya
" koh mereka tidak memanggil aku sih ,apa sudah betul menyebut mommy heran aku " Elvi berbalik menatap si kembar sambil memegang krim wajahnya
"aku juga tidak tau sayang " Henry berdiri lalu memeluk istrinya dia tau pasti istrinya merasa sedih karena anak² hanya selalu menyebut Daddy sekalipun dia sedang berada di kantor
" aku tidak papa by" Elvi tertawa kecil ketika Henry memeluk nya tiba² apa lagi di kamar mereka ada mertuanya " sudah lepas dulu nanti kelamaan ke rumah ibu " Henry melepaskan pelakunya lalu mencium kening istrinya
" kamu minta oleh² apa nak " tanya mommy ellena,Elvi berbalik sebentar lalu melanjutkan lagi kegiatannya
__ADS_1
" hebm apa iya mom ,Elvi bingung yang di dalam saja Elvi tidak tau mau di apain, baju,tas ,sepatu,sendal dan yang lainnya " ucap Elvi
" di pakai nak ,bukan di koleksi " ucap Daddy radit
" iya bingung aku , pakaian segitu banyak nya,yang di pakai itu² saja " cibir Henry
" masa pakaian bagus seperti itu aku pakai dalam rumah by ,aneh de " ucap Elvi berdiri lalu membereskan meja riasnya
" memang kenapa nak,mommy pakai saja sekalipun tidak ke luar " ucap mommy ellena,Elvi menatap mertuanya
" memang tidak papa iya mom, Elvi cuma malu saja karena hanya dalam rumah tapi pakaian nya seperti mau ke mall " mommy ellena mengagguk
" pakai saja ,Henry membelikan nya buat kamu pakai " Elvi mengaguk
" sudah siap " tanya Henry
" iya by " Daddy Radit dan mommy ellena mengangkat baby Ray dan rif'at sedangkan Queen bersama Henry
" ayo kita turun " mereka ke luar dari kamar Henry ,sedangkan barang² mereka sudah di masukan dalam mobil oleh penjaga
" sering² telepon opa dan Oma iya, oma pasti akan merindukan kalian " ucap mommy ellena
" kita kaya mau pergi setahun saja,padahal mereka juga mau pergi ke Bali " Henry menggeleng kan kepalanya ,Elvi hanya tertawa kecil
saat sampai di bawah Daddy Radit dan mommy ellena masuk dalam mobil mendudukan Ray dan rif'at di kursi khusus bayi yang sudah di pasang sesuai permintaan herny karena mereka tidak memakai sopir, sedangan Queen nantinya bersama Elvi
" jangan nakal iya ,opa janji akan pulang cepat saat kalian sudah di masion opa juga sudah kembali dengan janji opa yang akan membeli kan kalian hadiah " Daddy Radit mencium pipi bayi laki² itu begitu juga mommy lalu mereka turun dari mobil
" bawa mobilnya pelan² saja tidak usah buru² nanti hubungi mommy jika sudah sampai " Henry dan Elvi mengaguk
" Daddy dan mommy hati² juga iya maaf tidak bisa mengantar ke bandara Daddy sih mendadak kalau tau nanti kami antar dulu kalian baru ke sana " ucap Henry
" tidak papa " ucap Daddy radit
" iya sudah kami berangkat dulu iya dad mom " Henry mencium pipi orang tuanya nya begitu juga Elvi
" by opa Oma " ucap Elvi sambil mengangkat tangan Queen
" pa ...ma ..." Daddy radit tersenyum
" by juga Queen nya opa " ucap Daddy radit ,Elvi masuk dalam mobil saat herny membukakan pintu ,setelah itu Henry juga ikut masuk
" hati² nak " ucap mommy ellena saat mobil Henry sudah jalan herny memencet klakson
setelah kepergian Henry dan Elvi mereka masuk karena akan berangkat ke bandara
"son...boy apa kalian senang " Henry menatap anaknya lewat kaca spion di atas kepalanya, sedangan bayi laki² itu hanya diam saja karena mulut mereka ada dot yang masih melekat di mulut mereka
"by " Henry menatap Elvi sekilas lalu fokus kembali
" bisa tidak paksa ibu ikut kita tinggal di masion, perasaan Elvi tidak tenang jika berjauhan seperti ini apa lagi kita jarang ke kampung " ucap elvi
" aku usahakan iya sayang " Henry mengusap kepala istrinya
"iya by, makasih iya " Henry tersenyum
" loh mereka tidur " ucap Elvi saat berbalik menatap anak laki² nya
" mereka mungkin masih ngantuk,tadi mereka bangun sangat pagi " ucap Henry
" Nany mereka mau liburan ke mana " tanya henry
" mereka cuma ke rumah keluarga saja yang ada di sini " ucap Elvi,Henry mengaguk
" kamu istirahat saja perjalan kita masih jauh " Ucap Henry
" aku temani hubby saja " ucap Elvi
" tapi kalau ngantuk tidur saja iya " Elvi mengaguk
__ADS_1
" iya by " ucap Elvi