CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
villa


__ADS_3

Karena ini hari weekend Henry sudah membuat rencana membawa Elvi ke villa karena selama bersama Elvi dia belum membawa Elvi jalan jalan


Mereka juga pergi bersama Jose dan Davin.


" Apa sudah siap yank" tanya Henry


" Sudah By, Daddy Sama mommy kenapa tidak ikut ?" Tanya Elvi


" Kalian liburan saja nak, Daddy dan mommy akan ke rumah keluarga, jangan terlalu lelah iya ingat kandungan mu " ucap Daddy radit karena ini usia kandungan Elvi sudah 2 bulan dan Elvi masih mengalami mual di pagi hari dan ngidam yang aneh bahkan tengah malam pun kadang Henry harus membangunkan orang tuanya dan Jose


" Iya dad " ucap elvi " mas Jose cepat Elvi sudah pengen jalan " ucap elvi


" Iya dek, tunggu Aqila sebentar iya " ucap Jose,


" Itu sudah datang " ucap Jose lalu dia menghampiri tunangannya


" Ayok yank " sambil merentangkan kan tangganya,Aqila menyabut tangan Jose lalu turun dari mobil menuju mobil yang lain


" Daddy mommy kami berangkat dulu iya " ucap Henry


" Hati hati dag usah balap Jo, makanan Elvi di bawah kan, terus pengawal....


" Mom semua sudah siap" potong Henry


" Iya sudah hati-hati iya ,nak jangan terlalu lelah iyaa " ucap mommy ellena


" Iya mom, daddy mommy dah " ucap elvi saat mobil sudah mulai jalan meninggalkan rumah mewah itu di ikuti oleh mobil pengawal Elvi dan Aqila sudah terbiasa akan hal itu


" Mau stroberi nya yank " tanya Henry memeluk pinggang Elvi, mereka duduk di kursi belakang sedangkan Jose di depan mengemudi di temani Aqila


" Masih kenyang by, minta tolong Elus perutnya by " ucap elv jika sudah seperti ini pasti dia akan tidur ,kerena tadi harus bangun agak pagi apa lagi dia mual, tapi tangannya bermain dalam kemeja Henry semenjak seminggu ini Elvi akan selalu membuka kancing kemeja Henry hanya untuk mencium aroma tubuh Henry


" Yank kondisi kan tanganmu di sini ada Aqila dan Jose " ucap Henry lembut, tapi Elvi seakan tidak dengar


" Tutup mata sucimu yank" ucap Jose tanpa melirik Aqila


" Ck suci , tiap ketemu duet kerjaannya" cibir Henry


" Siapa yang duet by" Elvi mulai menjauhkan wajahnya dari dada Henry dan melihatnya tapi tangan nya terus bermain di dada henry


" Tuh orang di depan " ucap Henry sebisa mungkin dia menahan karena ini masih di jalan bahkan belum setengahnya dari perjalanan mereka


" Mereka sering karaoke, koh Elvi tidak di ajak si La" wajah Elvi langsung berubah sendu


" Dek dengar mas iya, itu tidak bisa duet bareng cuma nya mas sama Aqila saja " Jose langsung mendapat kan pukulan keras di lengannya


" Getho iya ,iya sudah nanti aku duetnya sama mas Henry , by mau kan " tanya Elvi dengan polos


" Sangat mau sayang, mau sekarang ayo aku siap, Jo pembatas" ucap Henry sambil tersenyum


"Yaaaakk apa kau gila ini di mobil hen " Jose tidak percaya dengan sifat gila Henry


" Iya sudah jika kamu ingin melihatnya, yank awas dulu aku ambil selimut " ucap Henry dia sengaja menggoda Jose, Jose menelan ludahnya kasar


" Kak apa mereka akan melakukan dalam mobil " Jose hanya mengangguk


"Pakai aerphone yank terus tutup matamu " ucap Jose sambil mengelus pipi Elvi


" Jangan di tahan Jo " ucap Henry tersenyum Henry tau jika selama ini Jose menahan dirinya


" Shut the **** " umpat Jose kesal sambil melihat Henry lewat kaca spion


" Aku tidak segila itu Jo,tuh sudah tidur " ucap Henry sambil melirik Elvi


" Syukurlah kirain " Ucap Jose


" Kak tidak jadi pakainya " tanya Aqila


" Tidak yank ,tuh sahabat mu sudah tidur dia kalau sudah ketemu selimut perutnya di Elus tepar sudah " ucap Jose


" Perut Elvi sudah membuncit iyaa, jadi pengen,kak Henry apa nanti aku boleh memegang perut elvi " ucap Aqila


" Serius kamu pengen yank " ucap Jose dengan cepat


" Iya, semoga nanti bisa kaya Elvi, supaya aku tidak kesepian " ucap Aqila

__ADS_1


" Kode Jo kode, iya nanti kamu bisa memegangnya " ucap Henry sambil tersenyum


" Memang nya kamu siapa hamil yank, kan sebulan lagi sudah mau masuk kuliah " tanya Jose


" Kan bisa sambil kuliah kaya Elvi kaya seru deh kak,apa lagi hamil kembar tiga kaya Elvi " Aqila tersenyum memikirkan jika dia yang hamil


Ha ha ha Henry tertawa melihat wajah Jose memerah " kamu kenapa Jo ,sakit kenapa mukamu merah " ucap Henry tanpa rasa bersalah


" Diamkan hen " umpat Jose


" Ck jangan terlalu jauh pikiranmu Jo " Ucap Henry


Ck


Kini mereka sudah dekat dengan villa, mereka menempuh perjalan hampir 3 jam


"Yank kita sudah sampai " sambil mencium bibir Elvi sekilas berharap sang empedu bangun


" Sayang " sambil mengelus pipi Elvi,Elvi mulai membuka matanya saat ada sentuhan lembut di pipinya


"Sudah sampai ayo turun " Elvi hanya mengangguk saja mereka turun dari mobil begitu juga dengan Aqila dan Jose , di sana sudah ada Davin dan Nabilla


" Koh Kaka Nabilla di sini " ucap Aqila dan Elvi bersamaan


" Kan pacarnya juga di sini yank " ucap henry


" Pacarnya , siapa " Elvi mengaitkan alisnya menatap Henry


" Tuh yang di sampingnya " ucap Jose sambil menggegam tangan Aqila untuk mendekat ke arah Davin dan Nabilla begitu juga dengan Henry barang mereka akan di turunkan oleh pengawal


" Apa !!!" Elvi langsung melihat Nabila yang tersenyum ke arahnya " serius sejak kapan koh aku dag tau sama sekali kenapa hubby tidak kasih tau aku, Kaka Nabilla juga , menyebalkan " ucap kesal Elvi, Jose dan Henry hanya bisa diam jika sudah sepeti ini mereka memilih untuk diam


" Selamat pagi tuan, sekertaris Jo,nona Elvi, nona Aqila " ucap Nabilla sambil menundukan kepalanya


Elvi hanya melirik saja ,enggan untuk melihat Nabilla, Nabilla di buat bingung tapi Aqila langsung memeluk lengan Nabilla yang sudah seperti kakaknya


" Kenapa istrimu hen" tanya Davin


" Siap siap kalian kena semprot " ucap Henry


Nabilla dan Davin saling melirik " maksudnya tuan "tanya Nabilla


Mereka masuk dalam villa dengan pasangan masing-masing ,tiba tiba Elvi berhenti dan memutar tubuhnya melihat Davin dan Nabilla bergantian


Davin menelan ludahnya kasar melihat sorot mata Elvi begitu juga dengan Nabilla yang heran dengan tingkah Elvi yang tidak biasa


" Kenapa dek ,ada yang mau di bicarakan " tanya Nabilla dengan lembut ,tapi Elvi masih diam


" Ayo yank kita duduk dulu iyaa di kursi setho sambil lihat pemandangan supaya lebih tenang " ucap Henry


" Iya dek kita duduk di sana iya, yank bujuk Elvi untuk mau ke sana " bisiknya pada Aqila


" Ayo El ,itu lihat indah sekali kapan lagi kita bisa menghirup angin segar seperti ini kan " ucap Aqila



" Ah iya ayoo sambil menarik Aqila" ucap elvi


" Hen istrimu kenapa sih galak amat " ucap Davin


" Makanya kalau mau pacaran jangan sembunyi sembunyi " ucap Jose lalu dia ke arah kulkas mengambil minuman


" Pak ambilkan makanan yang di bawah tadi iyaa, simpan di teras belakang " ucap Henry lalu menyusul istrinya di ikuti Davin dan Nabilla


" Sayang " ucap Henry lalu memeluk Elvi dari belakang " apa kamu suka " ucap Henry


" Bangat,nanti kalau liburan kita ke sini lagi iya tapi nginap nya lama " ucap elvi ,Henry hanya mengaguk saja sambil membawa istrinya untuk duduk karena sudah ada makanan yang di bawah dari rumah tadi


" Dek,kamu marah sama Kaka " tanya Nabilla sambil melihat Elvi , tapi dia masih diam, Nabilla menarik nafasnya pelan lalu di hembuskan


" Dek bukan maksud Kaka sembunyiin kan kita jarang ketemu malahan belum perna ketemu terakhir waktu nikahan kamu, iya sudah Kaka minta maaf iya jangan ngambek lagi kasian keponakan Kaka " ucap Nabilla lembut


" Kan Kaka bisa telepon kasih tahunya, kaya Elvi selalu bilng ke Kaka " protes Elvi


" Iya iya nanti Kaka akan kasih tau Elvi apa pun yang Kaka lakukan gimana " ucap Nabilla tersenyum

__ADS_1


" Janji " Tanya Elvi


" Iya Kaka janji ,jadi jangan ngambek lagi iya " ucap Nabilla , Elvi mengaguk saja


" Sudah tidak marah lagi sama Nabilla " Elvi menggeleng


" iya sudah ini buah mu makan dulu " ucap Henry sambil memberikan kotak buah pada Elvi


"Kapan Kaka Nabilla jadian sama mas Davin, ehz kenapa mas Davin tidak pernah cerita padahal sering ke rumah "Henry dan Jose tersenyum melihat Davin ternyata belum selesai juga ngambeknya


Mati lah kau Davin batin Henry dan Jose


" Itu dek, Kaka lupa kalau sudah ketemu Henry dan Jose terbawa suasana " Kila Davin


" Benarkah " Davin langsung menggaguk cepat " hm berarti mas Davin kalau ketemu mas Henry sama mas Jose Kaka Nabilla juga di lupakan karena terbawa suasana " tanya Elvi ambil melihat Davin


" Tidak lah Nabilla selalu di hati " ucap Davin sambil tersenyum melihat wanitanya


" Berarti mas Davin tidak lupa dong " tanya Elvi ,Davin langsung menatap Henry dan Jose untuk meminta bantuan , Aqila yang melihat itu tidak tega


" El makan dulu nanti di marahin Daddy loh kalau lewat jam makan buahnya, belum lagi makan berat kalau waktunya dekat nanti kamu dag makan nasi " Ucap Aqila mengalihkan pembicaraan


" Ah iya aku sampai lupa " Elvi kembali memakan buahnya, Davin langsung merasa lega


" Makasih Aqila " ucap Davin , Aqila hanya tersenyum


" Yank jangan senyum sama dia dag boleh sama aku saja " ucap Jose


" Ck posesif " ucap Davin


" By "panggil Elvi


" Kenapa sudah selesai makan buahnya " ucap Henry sambil mengelus kepala Elvi


" Iyaa sudah kalian kenapa tidak makan " tanya Elvi


" Kan nunggu kamu sayang ,nanti kita makan Sama sama " ucap Henry


" Ayo kita makan aku masih lapar mba nya simpan buahnya cuma sedikit " ucap elvi


" Sedikit dari mananya bahkan itu porsi untuk tiga orang " ucap Davin


" Kan kita 4 orang jadi kurang " ucap elvi ketus dia masih jengkel dengan Davin


" Kayanya kamu belum bisa di terima Vin " bisik Jose ,Davin hanya menghela nafasnya dia mendingan berhadapan dengan pasien yang operasi dari pada ibu hamil


" Sabar Vin " Henry menepuk punggung Davin , Davin hanya ngaguk saja


" Sayang kenapa koh kesal sih " tanya Henry


Hiks hiks hiks semua orang di buat bingung


" Hey yank apa ada yang sakit, kasih tau aku " Henry sudah mulai panik begitu juga Jose


" Dek ,kamu kenapa ? Yank bantu tenangkan Elvi " ucap Jose


" Hiks hiks Elvi jengkel sama mas Davin dia bohong sama Elvi " Henry dan jose langsung menatap Davin dengan tajam , Davin menelan ludah nya kasar


"Elvi aku minta maaf iya ,bukan mau bohong tapi mas takut nanti kamu tidak setuju kalau pacaran sama Nabilla " ucap Davin sendu


" iya tidak papa ayo kita makan " ini sudah biasa bagi Henry Jose dan Aqila tapi tidak untuk yang dua orang ya


" apa kamu sudah memaafkan mas sama Nabilla " tanya Davin dengan ragu


" Vin makanlah " ucap Henry, akhirnya Davin dan Nabilla ikut makan


Henry tertawa kecil melihat wajah polos Davin dan Nabilla karena tingkah Elvi


" kalau kamu minta maaf dari tadi semuanya tidak akan seperti ini " bisik Jose


" tapi kenapa dia langsung biasa saja setelah aku minta maaf " tanya Davin penasaran


" kami juga tidak tahu,makanlah " ucap Jose


Davin melihat Elvi, dia masih berperang dengan pikirannya

__ADS_1


" jangan melirik wanitaku ,kamu sudah punya yang duduk di samping mu " ucap Henry tanpa melihat Davin


" ck "


__ADS_2