CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
triple R


__ADS_3

pagi ini di rumah di hebohkan dengan ulah Jeje dan alan yang berebut ingin melihat princess dalam box , Henry hanya fokus pada istrinya tanpa mengurus ke dua orang itu ,sedangan. Aqila dan Nabilla hanya duduk di sofa ruangan itu


" dok apa sudah di cek semuanya " tanya Davin


" sudah dokter " ucap dokter Selly


" kalian istirahat dulu sekalian bersihkan diri kalian baru Sarapan " ucap Daddy radit


" baik tuan " ucap dokter Selly di ikuti dua perawat ,untuk sementara mereka akan bekerja di rumah itu ,sambil memantau keadaan Elvi karena memang sebelumnya Daddy radit sudah memberi tahunya.sedangkan tugasnya di rumah sakit di ganti kan oleh sesama profesi nya


" sayang makan dulu iya " ucap Henry sambil menyuapi istrinya


" tidak ke kantor " tanya Elvi


" untuk beberapa hari ini aku belum masuk kantor ,nanti Jose dan yang lainnya yang handel perusahaan " ucap Henry


"princess ayah " ucap Alan sambil memainkan pipi bayi mungil itu


" Alan sudah, aku lagi " Ucap jeje


" apa kalian tidak lelah dari tadi berebut emang kalian bisa gendong ,kan bisa lihat berdua dalam box kenapa harus berdebat


" sempit " ucap mereka berdua,Davin mendorong box bayi mungil itu


" tidak sempit lagi kan bisa sisi kiri dan kanan " ucap Davin


" kenapa tidak dari tadi " ucap Jeje kesal


" kenapa kamu tidak lakukan sendiri " ucap Davin


" aku kira tidak boleh " ucap Jeje , Davin hanya menggeleng saja


" apa mereka sudah ASI " tanya Davin pada Elvi


" sudah mas tapi perih saat pertama " ucap Elvi sambil mengunyah makanan nya


" sudah tidak papa ,habis ini aku periksa perutnya iya " Elvi mengaguk


" sudah di ganti belum bawahnya " Elvi menggaguk , Davin mendekati bayi Daddy radit dan ibu Elvi yang sedang menggendong baby boy


"hai boy,son " ucap Davin


" siapa nama merek hen" tanya Jose


" triple R " Henry tersenyum " yang pertama Raymond seorang pelindung yang bijaksana yang bisa melindungi keluarga dan Adik adiknya nanti ,yang ke dua rif'at yang memiliki kedudukan tertinggi " ucap Henry sambil tersenyum


" terus yang ke tiga siapa " tanya mommy ellena


" alan yang kasih nama mom " ucap herny sambil melihat Alan


" serius " tanya Alan tersenyum bahagia , Henry hanya mengangguk saja


" namanya istriku " Alan tertawa kecil,sedangkan Henry hanya geleng-geleng kepala


" biarkan saja sayang " ucap Henry ,Elvi hanya mengangguk saja sambil tersenyum


" kasih nama yang benar " ucap Daddy radit


" baik lah,memang kenapa sih kalau namanya itu " ucap Alan lagi


" cepetan bodoh ,kita mau ke kantor " ucap Jeje kesal begitu juga dengan Jose


"regina seorang ratu yang kuat dan percaya diri panggilannya Queen" ucap alan tersenyum sambil menatap bayi mungil itu


" regina kan arti nya sudah ratu ,kenapa harus panggil queen lagi " tanya Jose


" mereka memiliki arti yang sama ,iya kan queen " ucap Alan


" ah aku libur hari ini tidak ke kantor " ucap Alan tiba tiba


" ayo kita ke kantor hari ini ada meeting " jawab Jose sambil menarik lengan Alan


" tunggu aku pamitan dulu sama istriku, hai my Queen aku kerja dulu iyaa buat beli susu dan popok mu sama mainan jangan nangis iya ,suami mu ini mau kerja dulu " ucap Alan sambil mengelus pipi mulus bayi mungil itu


" cih menjijikan cepat " cibir Jeje, Alan beranjak dari box baby Queen


" boy,son ayah kerja dulu iyaa " ucap Jeje sambil mencium kening nya yang masih dalam gendongan mommy ellena dan ibu


"mas aku ikut mereka saja iya " ucap Nabilla


" apa tidak papa" tanya Davin


" tidak papa mas,kan masih periksa Elvi ,kalau mas pulang pergi nanti kecapean masnya " ucap Nabilla


" iya sudah hati-hati sampai di kantor kabarin iya ,Jo titip istriku iya " ucap Davin lalu mencium kening istrinya, Nabilla juga mencium punggung tangan suaminya


"iya tenang saja " ucap Jose sambil memeluk istrinya untuk berpamitan juga


" kerja dulu iya " Aqila mengaguk

__ADS_1


" mom titip istriku " ucap Jose sebelum ke luar ruangan


" iya nak " ucap mommy ellena


setelah kepergian mereka ruangan kembali normal sekalipun dalam ruangan itu masih ada orangnya


" istirahat saja sayang ,kan baby nanti minum susu kalau nangis karena haus , ASI nya belum lancar kan " tanya Henry ,Elvi hanya mengangguk


" tidak papa kan masih hari pertama ,banyakin makan sayur dan kacang kacangan iya,sudah di minum obatnya " ucap Davin


" sudah mas " ucap elvi sambil berbaring di bantu oleh Henry


" aku liat dulu anak-anak iya kamu di periksa Davin dulu " ucap Henry


" sudah bisa gendong " Henry menggeleng


" ngilu aku lihat nya yank takut patah lehernya,lihat saja di gendongan mereka " ucap Henry sambil menunjuk Daddy ibu dan mommy yang menggendong si kembar


" belajar hen, karena nanti kalian pasti akan membagi waktu " ucap Davin


" nanti saja ,ngeri aku lihatnya " ucap henry lalu berdiri mendekati anak anaknya


" hai boy ,son ,queen maaf Daddy belum sempat sapa kalian ,Daddy masih urus mommy, terimakasih sudah hadir di tengah-tengah Daddy dan mommy jadilah anak yang baik nak ,Daddy menyayangi kalian ,kalian tau itu kan " ucap Henry sambil menatap anak-anak nya lalu mencium kening mereka


" mau gendong " tanya ibu Susi


" tidak Bu nanti saja " tolak Henry halus ,ibu hanya tersenyum saja


" tidak papa pelan pelan " Henry menggaguk


" Aqila mau gendong " tanya Henry


" apa boleh " Henry mengaguk


" cuci tangan dulu Nak" Aqila langsung mencuci tangannya, setelah Aqila selesai mommy mengatur tangan aqila


" mom hati hati " ucap Aqila


" mom baby gerak gerak " ucap Aqila lagi


" sudah tidak papa,dia cuma cari posisi ternyaman nya saja


" Hay Queen " sambil menoel - Noel pipinya " sayang bibir queen mirip dengan mu " ucap Henry tanpa melihat istrinya , sedangkan Elvi hanya tersenyum saja


" mom baby nya gerak,aqila takut jatuh " ucap Aqila ,mommy ellena mengambil baby rif'at dari gendongan Aqila


" dav , Raymond koh diam saja " tanya Henry


" berarti dia nyaman,tidak terganggu dengan keadaan sekeliling nya" ucap Davin sambil memeriksa Elvi


" mom lihat mulutnya Queen dia kenapa " tanya Henry sambil menunjuk mulut anaknya


" dia mau nyusu " ucap mommy ellena


" bawah sini dad ,Elvi mau kasih ASI " ucap Elvi


" belum selesai dav " tanya mommy ellena


" sudah mom" ucap Davin


" minta tolong bantu gendong rif'at " Davin mendekat lalu mengambil ahli gendongan , sedangkan mommy ellena mengambil Queen dari gendongan suaminya lalu memberikan pada Elvi setelah itu menutup kain pembatas yang menutupi dengan yang lainnya ,tidak berselang lama suara tangisan rif'at pecah membuat Henry bingung


" dia kenapa dav " tanya Henry


" haus " ucap Davin


" tapi mommy nya lagi nyusui baby Queen " ucap Henry


" tidak papa, kan ada susu " ucap Davin


" nanti mommy buatkan " ucap mommy ellena


* saya saja mba " ucap ibu Susi ,lalu memberikan baby Ray pada mommy ellena


" bikin dua saja mba " ibu Susi mengaguk


" nak kalau sudah selesai bilang iya " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap Elvi di balik tirai


suara tangisan baby Rif memenuhi ruangan itu " Hay son ,sabar iya nenek lagi buat susu ok " seketika tangisan bayi itu hilang , Davin tersenyum " anak pintar "ucap Davin


" kamu pake mantra apa " tanya Henry


" Matra cinta " ucap Davin


" nak Davin susunya " ucap ibu Susi memberi kan botol susu pada Davin


" sekarang waktunya minum susu " Ucap Davin sambil mengarahkan ****** botol pada mulut baby Rif at

__ADS_1


baby Raymond mulai menggeliat di gendongan mommy ellena " mba kayanya baby Ray haus juga " ucap mommy ellena ,ibu Susi langsung berdiri mengambil susu yang dia bikin tadi karena mommy ellena menyuruh bikin dua


" kalau semuanya nangis bersamaan gimana nantinya " ucap Henry sambil menatap anak laki-laki nya


" sayang baby sister nya dua iya " ucap Henry


" iya Mana baiknya saja " ucap Elvi ,karena dia berfikir tidak mungkin merepotkan mertuanya terus ,sedangkan ibu juga tidak selamanya bersama mereka ,tapi dia tetap tidak akan lepas tanggung jawab sekalipun di asuh oleh baby sister


" baby sister nya sudah ada ,nanti di jemput " Henry hanya mengangguk lagi " apa sudah sayang nyusunya " tanya mommy ellena


" belum mom " Ucap Elvi


" El apa aku boleh melihatmu " tanya Aqila


" boleh, kesini lah " Aqila langsung berdiri mendekat ke arah tempat tidur Elvi yang di tutup tirai


" apa tidak aneh " tanya Aqila


" tidak bisa saja " Ucap Elvi


" dia lucu kaya kamu " Elvi tertawa kecil ,sambil melihat perut Aqila


" semoga lancar sampai lahiran iya " ucap Elvi ,Aqila mengagguk


lagi asik cerita tiba tiba baby Rif at kembali rewel


" Bu ,kayanya dia tidak nyaman dengan popoknya " ucap Davin


" sini sama ibu saja" Davin memberikan baby Rif pada ibu Elvi untuk mengganti pempers nya


" mom,baby Queen sudah tidur " ucap Elvi


" iya tunggu iya sayang " ucap mommy ellena


" dav gendong baby Ray dulu " Davin menerima baby Ray


" sini mommy simpan di box " sambil mengambil baby Queen


" baby juga mau ganti pempers " mommy ellena segera mengganti popoknya sebelum bayi mungil itu menangis


sedangkan baby Raymond hanya diam dalam gendongan Davin sambil meminum sufor


" anakmu yang ini Ateng bangat Hen" ucap Davin


" iya bingung aku , sedang kan yang dua nya itu kaya orang ikut lomba " ucap Henry tersenyum


" sayang istirahat dulu " ucap Henry


" iya by " ucap Elvi


" iya sudah kamu istirahat dulu iya " ucap Aqila setelah bercerita tentang kelahirannya semalam sebelum dia di bius


" iyaa ,tolong di buka tirai nya iya " Aqila hanya mengangguk saja


" Aqila makan buah nya dulu iya sudah jam 9 " ucap Daddy radit


" makan di sini boleh dad " tanya aqila


" di dapur saja iya sayang di sini kurang aman " ucap mommy ellena


" iya mom " Aqila ke luar di antar sama Daddy Radit untuk ke ruangan makan


Henry dan Davin masih asik menatap baby Ray tapi suara dering HP Henry mengalihkan pandangannya


" siapa " tanya Davin,Henry memperlihatkan layar hp nya ada nama Alan di layar itu


" angkat saja siapa tau penting " Henry hanya mengangguk saja


" kenapa lama sekali hah "


" jaga volume suaramu istriku sedang istirahat "


" mana istriku aku kangen "


" dia lagi tidur habis minum ASI "


" benar kah ,tapi aku kangen "


" kerja yang benar supaya banyak uangmu buat beli popok sama mainannya "


" baiklah aku akan pulang cepat hari ini "


" terserah "


Henry langsung menutup sambungan teleponnya


" apa dia sudah gila " ucap Davin


" biarkan saja siapa tau dengan itu dia mau mencari istri supaya tidak jajan sembarangan " Davin mengaguk setuju

__ADS_1


__ADS_2