
beda dengan para pria, para wanita sibuk mencari makanan yang ingin mereka makan, jika wanita lain ingin shoping dan yang lainnya ,mereka hanya ingin makan ,nonton dan bermain karena tanpa belanja pun keperluan mereka susah siap bahkan mereka sampai bingung kapan anak memakai itu, walaupun sekarang mereka jadi bahan tatapan orang tapi mereka malas tau ,seolah mereka tidak melihat mereka ,apa lagi orang ² tau bahwa Elvi dan Aqila istri dari orang yang berpengaruh di dunia bisnis dan lainnya
" kita mau makan apa " tanya Nabilla
" terserah mba " ucap Elsa
" Aqila mungkin bisa kasih rekomendasi kamu pasti lebih tau " Ucap Ana
"kalian suka makan apa " tanya Aqila
" apa saja " ucap mereka
"steik saja gimana " mereka semua mengaguk
" baiklah kita ke sana ,terus habis ini kita ngapain nonton kah atau bermain " tanya Elvi
" main, dulu jadi setelah itu nonton sebelum kita pulang kita makan dulu lagi " ucap Nabilla
" baik lah " ucap mereka
setelah itu mereka mencari restoran steak yang menurut Aqila enak dan semoga mereka juga menyukainya
" selamat datang nyonya muda " ucap pelayan sopan
" makasih mba " ucap Elvi tersenyum ramah
" mari nyonya saya antar ruangan VVIP " ucap pelayan
" tidak usah mba ,yang di luar saja tidak papa " ucap Elvi
" tapi nyonya muda.....
" tidak papa ,kamu tenang saja " ucap Elvi memotong ucapan pelayan dia tau jika pelayan takut di marahi atasannya padahal mall yang mereka kunjungi adalah milik suaminya
" terimakasih nyonya muda ,sini saya antar nyonya " ucap pelayan ,mereka mengikuti langkah pelayan
semua mata yang ada di restoran itu menatap kagum pada mereka, apa lagi mereka tau Elvi dan Aqila sudah memiliki anak tapi mereka terlihat masih seperti remaja ,begitu juga yang lainnya jika tidak menyayangi nyawa mereka sudah pasti mereka ingin dekat dengan mereka
" mba kami pesan makanan terbaik yang ada di restoran ini iya " ucap aqila
" iya nona Aqila ,kami akan siapkan permisi " ucap pelayan lalu meninggalkan mereka
" jika ada mereka aku tidak yakin kita di izinkan lagi ke luar " Ucap Nabilla ,tanpa di sadari sekalipun mereka tidak ikut tetap kegiatan mereka akan di tahu para suami mereka ,mana mungkin Henry membiarkan istri mereka pergi tanpa pengawal begitu juga yang lainnya
" tapi untuk sekarang ini sudah menjadi kegiatan rutin kita tiap Minggu " ucap Ana
" kenapa bisa begitu kak " tanya Elvi
" iya harus seperti itu ,supaya kepala kita tidak tegang terus " ucap Nabilla
" apa mereka masih mengizinkan kita " tanya Aqila
" yakin ,dengan bayaran ranjang " ucap Ana dengan suara pelan tapi masih bisa didengar dengan mereka ,Elvi mengingat kembali gimana gila nya Henry saat itu demi di izinkan jalan
" ide yang bagus " ucap Nabilla
" gimana deal" tanya Ana
" deal " ucap Mereka bersamaan ,sekalipun Elvi belum yakin tapi demi jalan² ,sedangan Nabilla Elsa dan Aqila mereka mempunyai cara sendiri untuk suami mereka
" maaf nyonya , makanan nya sudah siap " ucap pelayan dan di ikuti beberapa orang
" ah iya maaf mba ,kami ke asyik cerita , makasih iya mba " ucap Elvi,semua pelayan merasa senang hanya dengan kata terimakasih dari seorang istri pengusaha besar
" selamat di nikmati nyonya,kami permisi" ucap pelayan setelah mereka menatap makanan di meja makan mereka
" iya mba ,makasih iya " ucap Elvi , pelayan menundukan kepalanya saat akan meninggalkan meja makan Elvi ,
suara bisik² dari para pengujung mereka dapat mendengar tapi mereka hanya fokus pada makanan mereka
"saya tidak menyangka jika nyonya muda sangat ramah " ucap pengunjung
__ADS_1
" iya sudah cantik ,baik,ramah lagi sangat beruntung tuan muda Henry" ucap yang lainnya
" mereka semua ramah baik dan cantik " ucap yang lainnya ,dan masih banyak lagi tapi mereka hanya diam saja
setelah mengisi tenaga mereka masih berdiam di dalam restoran itu ,menunggu sedikit lagi sebelum mereka bertempur di tempat bermain nantinya
" ayo sudah saat nya kita bermain " ucap Elvi
" ayo " ucap mereka beranjak dari tempat duduk mereka saat mereka berjalan seorang pengunjung menyapa mereka
" selamat siang nyonya muda " ucap seorang wanita dan anaknya ,Elvi menatap mereka tersenyum begitu juga yang lainnya
" selamat siang juga " ucap Elvi tersenyum lalu pergi, kalian tau bagaimana rasanya wanita itu saat sapaan nya di balas ,yang awalnya tadi dia sedikit takut tapi sekarang dia bahagia dan semua itu di lihat langsung para pengunjung
setelah membayar ,mereka menuju tempat bermain
" mba nanti ajarin iya soalnya aku tidak pernah main di tempat seperti ini " ucap Elsa
" aku saja belum pernah mba " ucap Ana
" tapi apa mba benaran mau main ,hati² mba kan lagi hamil " Ucap Elsa tersenyum
" aku main yang ringan² saja mba " ucap Ana
" kita mau main apa dek " tanya Elsa pada Elvi dan Aqila
"tunggu sebentar iya " Elvi menyadarkan pandangan nya mencari para bodyguard bayangan
" maaf nyonya muda perlu bantuan " tanya bodyguard yang melihat nyonya mereka sedang mencari sesuatu, mereka merasa jika sang nyonya ada yang mengikuti tapi nyatanya mereka salah
" paman bisa minta tolong, kosong kan tempat bermain nya karena takut nanti kak Ana kenapa ² karena banyak orang ini kan weekend " ucap Elvi
" Baik nyonya muda ,dalam lima 5 sudah kosong" ucap bodyguard
" iya paman terimakasih iya " ucap Elvi , bodyguard menundukan kepalanya lalu memanggil yang lainnya
" dek mereka dari mana " tanya Nabilla kaget
" tapi koh kamu tau dek " tanya Ana
" kami sudah sering seperti ini kak,jadi sudah biasa bagi kami " Ucap Aqila tersenyum
" benarkah " tanya mereka karena ini pertama nya bagi mereka jalan ke luar sendirian selama menikah ,biasanya dengan suami mereka itu pun tetap pakai pengawal sekalipun dari jarak jauh
" iya " ucap elvi dan Aqila bersaman
" Ade " Elvi dan Aqila membalikan badan mereka
" Kaka " ucap Elvi,lalu menatap Aqila
" maaf aku menghubungi nya " ucap Aqila ,Elvi menggaguk
" sudah lama ,maaf Kaka harus urus dulu cafe" ucap nya sambil memeluk Aqila dan mencium kening Aqila dan itu membuat Elsa dan Ana saling melirik Sendang kan Nabilla sudah tau siapa pria itu
" tidak papa kak, kakak sudah siap" tanya Elvi
" selalu siap dek ,ingat bayaran iya " ucap rehan tertawa kecil
" gampang " ucap Elvi dan Aqila ,sedangkan Elsa dan Ana bingung karena baru pertama mereka lihat, sedangkan Nabilla sudah tau jika rehan Kaka sepupu Aqila
" maaf dia siapa dek " tanya Elsa ,menatap rehan yang yang baru datang menghampiri mereka
" ah maaf kak, kenal kan ini Kaka ku " ucap Aqila tersenyum
" rehan "
" Elsa "
" Ana "
" kalau yang itu Kaka sudah tau kan " tanya Elvi,rehan menggaguk tersenyum
__ADS_1
" katanya mau main " tanya Rehan
" masih di kosongkan " ucap Aqila
" lagi " mereka mengaguk ,rehan hanya geleng-geleng kepala
tidak berapa lama seorang bodyguard mendekati mereka
" nyonya muda ,semua sudah selesai " ucap bodyguard
" makasih paman, paman kalian makan siang dulu aku tau kalian belum makan siang ,nanti ganti²an saja " ucap Elvi
" tapi nyo..
" sudah sana makan dulu " Ucap Elvi ,lalu memberikan kartu pada bodyguard
" terimakasih nyonya muda" ucap bodyguard ,Elvi menggaguk lalu meninggalkan
setelah kepergian Elvi ,para bodyguard membagi tugas karena jumlah mereka 10 orang jadi 5 orang yang menjaga ,5 orang yang makan siang
" kakak Ana hati² iya " ucap Elvi
" ayo kita berperang " ucap aqila sambil merenggangkan badannya begitu juga Elvi dan rehan
" yang kalah siap hukum iya " ucap rehan
" deal " ucap Elvi dan Aqila
" kakak sudah siap " tanya Elvi
" siap " ucap mereka sekalipun mereka belum mahir seperti Elvi Aqila dan rehan
mereka mulai bermain layaknya anak kecil yang belum menikah bahkan belum memiliki anak ,mereka benar² melupakan suami dan anak mereka yang sedang menunggu mereka dengan perasaan cemas dan khawatir padahal mereka sudah menyuruh beberapa anak buah mereka untuk selalu mengawasi mereka, apa lagi Jeje dan Alan sangat kaget melihat seorang pria memeluk Aqila bahkan mencium keningnya
" Jose kenapa kamu diam saja " ucap Alan yang melihat Jose hanya diam saja di tempat ,jika dia sudah di pastikan akan menyusul istrinya
" itu suami ke dua Elvi dan Aqila " jawab Henry santai sambil bersandar di sofa sedangkan si kembar sudah di bawah ke kamar ,baby Reza dan alister berada di kamar mommy ellena dan Daddy radit
"jangan bercanda bagaimana bisa " tanya Jeje ,Henry Jose dan Davin hanya mengangguk saja
" aku ingin menyusul mereka nanti istriku kena rayuannya,awas saja dia " ucap Alan
" berarti kamu tidak setampan dia " ucap Davin sekenanya
" jaga ucapan mu jangan sampai aku hilang kesadaran " ucap Alan
" biarkan saja ,dia tidak berbahaya palingan sebentar dia akan meminta bayarannya " ucap Jose sambil memejamkan matanya
"Are you serious" tanya Alan
" hebm "
" Henry apa kamu baik² saja " tanya Jeje
" diam lah ,dia itu teman dan bos mereka bekerja dulu tidak perlu heboh " ucap Henry
" Davin " panggil Jeje
" apa ,biarkan saja " ucap Davin
" apa kalian tidak mencintai istri kalian " ucap Alan
" kepalaku pusing mendengar ocehan kalian ,dia itu Kaka nya Aqila bego, jadi biarkan saja dia tau batasan nya dia juga sudah tau kami " ucap Jose
" kenapa tidak bilang dari tadi ,kalian membuat kami seperti orang bodoh " ucap Alan kesal
" kau nya saja yang gila " ucap Davin
" sudah lah aku mau istirahat, mumpung si kembar juga istirahat" ucap Henry meninggalkan mereka
" aku juga " ucap Jose ,mereka pun pergi ke kamar mereka masing² sebelum nantinya akan menjaga si kembar lagi
__ADS_1
sedangkan di mall Elvi dan yang lainnya masih asik bermain tanpa mengenal lelah padahal kening mereka sudah di penuhi keringat ,sesekali Ana harus istirahat mengingat kondisinya sedang hamil muda sedangan Nabilla yang memang tidak pernah main sekalipun sudah lama di kota tapi dia hanya fokus kerja dan kerja bagitu juga Elsa ,saat mereka selesai di ajarin mereka Seperti Aqila dan Elvi dan rehan yang menggila