CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
PULANG…


__ADS_3

Keesokan paginya setelah selesai sarapan, risvan mengajak cherry kembali ke apartemennya tentu saja dengan izin mami dan juga papi.


Tak lupa kedua mertuanya itu memberikan sedikit nasehat kepada mereka yang baru saja membina rumah tangga.


Setelah menebalkan telinganya risvan dan cherry pun tiba apartemen.


Pelayan setia risvan sangat senang menyambut kedatagan cherry yang telah pergi selama 2 minggu lebih dari apartemen itu.


Saat cherry akan masuk kedalam kamarnya, tangannya di tarik oleh risvan.


“kenapa kau malah masuk ke kamar ini..??” tanya risvan.


“lah…, ini kan memang kamarku…” sahut cherry.


“ck…, apa kau bodoh…?? Kita kan sudah baikan…, jadi kita tidurnya bareng dong…” kata risvan.


“dasar modus…!!!” ujar cherry.


“hehehehe……, gitu dong peka….” Kata risvan cengengesan.


Cherry pun masuk dan berbaring di atas ranjang tidur di kamar yang biasa di tempati oleh risvan.


cherry melihat sekeliling ruangan.


“kamarmu ini besar juga ya…” kata cherry.


“ini kamar kita….!!” Ujar risvan.


“iya….ah…bawel…” sambung cherry.


“iya lah besar…, ini kan kamar utamanya..” kata risvan.


“apa kau pernah membawa wanita lain ke kamar ini sebelum menikah denganku..??” tanya cherry.


“Cuma kau wanita satu-satunya yang ada di otakku…” kata risvan.


“ck…, dasar gombal…” gumam cherry.


Mendengar ucapan cherry, risvan yang semula hendak ke kamar mandi malah berbalik dan langsung **** tubuh cherry yang sedang berbaring di atas ranjang.


“mau….mau apa kau..??” tanya cherry gugup.


“aku akan membuktikan kalau memang kau yang ada di kehidupanku, cherry…” kata risvan.


“oke…oke….., aku percaya….!! Hehehehe….” Ujar cherry semakin gugup sambil menahan rasa malunya bertatapan dengan risvan.


“benarkah kau mempercayainya, cherry…??” kata risvan menatap mesum kepada cherry.


Cherry mengangguk cepat.


“pffftt…., dia gugup…..” ucap risvan dalam hatinya.


“hari ini aku akan kerumah ayah…, ada yang akan aku bahas mengenai pekerjaan dengannya…!! Mungkin bisa sampai sore atau bahkan malam hari…” kata risvan.


“jadi…, tunggu aku malam ini….” sambung risvan berbisik di telinga cherry membuatnya semakin malu.


Risvan kemudin bersiap untuk pergi kerumah ayahnya dengan membawa berkas-berkas penting.


Sementara cherry masih betah di ranjang menutupi wajahnya dengan selimut karena malu dengan ulah risvan kepadanya.


Setelah risvan pergi, cherry langsung membuka selimutnya dan bernafas lega.


“astaga….., jantungku seakan mau copot saat dia sangat dekat denganku tadi…” gumam cherry.


Risvan sampai dirumah ayahnya dengan membawa berkas-berkas penting untuk membahas masalah pekerjaan mereka.


Saat risvan hendak masuk ke dalam ruang kerja ayahnya, ia melihat wanita cantik yang wajahnya sangat familiar di matanya.


Dia adalah wanita yang sempat di jodohkan dengan risvan saat mereka masih anak-anak dengan keluarga mereka. Wanita yang berdarah blasteran jerman-korea itu bernama yuna.


Bahkan wajahnya lebih cantik dari cherry.


Yuna sudah lama tidak bertemu dengan risvan semenjak orang tua yuna pindah ke Negara jerman tempat ayahnya di lahirkan.


Saat melihat yuna, alis mata risvan berkerut.


Ia heran melihat sosok yuna yang sudah lama tak pernah ada kabar selama 15 tahun.


“hai risvan…, aku kembali…” sapa yuna tersenyum manis padanya.


“ada perlu apa kau kesini..??” tanya risvan bersikap dingin kepada yuna.


“hei…, yuna sudah lama tidak kesini…!! Dia kesini hanya untuk bertemu denganmu, risvan..” sahut ayah.


“ayah…., ini berkas yang akan kubahas denganmu…” kata risvan mengacuhkan yuna.


“karena yuna baru saja kembali kesini…, maka nanti saja kita bahas masalah pekerjaannya…!! Kita berbincang saja dengan yuna…” kata ayah.


“ck…, ayah…!! Aku tidak punya waktu untuk hal itu…” ujar risvan.


“kenapa…??” tanya ayah.


“cherry menungguku…, ayah…” sahut risvan.


“cherry….??? Siapa cherry…??” tanya yuna.


“istriku….” Jawab risvan dengan nada datarnya.


Yuna membulatkan matanya mendengar jawaban risvan.


“paman…., apa benar yang dia katakan…??” tanya yuna pada ayah.


“iya…., risvan baru beberapa minggu ini menikah dengan cherry…, putri dari rekan bisnis paman…” jawab ayah.


“ohh…, perjodohan karena urusan bisnis…” gumam yuna.


“kau salah yuna…!! Aku menikah karena memang mencintainya…bukan karena bisnis…” sahut risvan membuat tubuh yuna bergetar kesal.


“baiklah ayah…, jika kita tidak jadi membahas masalah pekerjaan maka aku pulang dulu…!!!” kata risvan hendak pergi.


“risvan…., temanilah yuna…!! Dia baru saja datang kembali kesini…” kata ayah menahan risvan.


“papanya dan ayah berencana untuk membuka lahan bisnis baru disini…, makanya mereka pindah kembali kesini..” sambung ayah lagi.


“ck…, ayah…aku kan sudah bilang…cherry menungguku…!! Ini hari libur, aku ingin menikmati hari liburku bersama istriku…apa ayah tidak ingin memiliki cucu…???” kata risvan kembali membuat yuna kesal.


“hahahaha….., oke oke…!! Kalau untuk urusan itu…aku tidak akan menahanmu…” ujar ayah yang sudah ngebet ingin memiliki cucu.


Risvan langsung pergi tanpa mau berbasa-basi dengan yuna yang terus menatap dirinya.


Saat risvan sudah masuk kedalam mobilnya ia menutup pintu mobilnya dengan sangat keras.


“sial……!!!! Kenapa dia harus kembali lagi kesini….” Ujar risvan kesal.


Flashback on


Saat risvan berusia 10 tahun dan masih memiliki ibu yang sangat ia sayangi.


Yuna yang sebaya dengan risvan tinggal tak jauh dari rumah risvan.


ia sering bermain bersama yuna di halaman rumahnya. Keluarga risvan dan keluarga yuna yang sudah seperti saudara memliki rencana untuk menjodohkan mereka berdua saat mereka sudah dewasa nanti.


Namun tak lama kemudian keluarga yuna pindah ke jerman.


Pada usia risvan beranjak 12 tahun ibunya meninggal.


Saat pemakaman ibunya orang tua yuna turut hadir, namun saat risvan yang menyukai yuna dan mengharapkan yuna berada di sampingnya, yuna malah tidak menampakkan batang hidungnya dengan alasan kalau yuna sedang sibuk dengan aktifitas sekolahnya di jerman.


“yuna.., kenapa kau tidak hadir saat pemakaman ibuku…?? Padahal ibuku sangat menyayangimu seperti putrinya sendiri…” ucap risvan duduk menyendiri setelah pemakaman selesai.


“semenjak kau pindah ke jerman, kau tidak pernah lagi menghubungi aku…!!! Kau bilang kalau kau akan menjadi pendamping hidupku…., tapi saat aku membutuhkanmu kau malah tidak ada disini…!!!” sambung risvan berlinang air mata.


“setelah ini aku tidak akan pernah mengharapkan dan mengingatmu lagi…, yuna…” ucap risvan marah sembari menghapus air matanya.


Yuna yang mempunyai banyak teman dan menjadi primadona di sekolahnya karena parasnya yang cantik menjadi angkuh dan melupakan risvan dengan mudahnya.


Saat mendapat berita kematian ibunya risvan, bukannya ikut bersedih diai bahkan tak peduli sedikitpun.


Dan saat di ajak untuk menghadiri pemakaman ibunya risvan, yuna langsung menolak dan lebih memilih pergi bermain dengan teman-teman barunya di jerman.


Flashback off


Yuna yang baru saja pulang dari rumah ayahnya risvan, langsung masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang sangat marah.

__ADS_1


“brengsek……!!! Berani sekali dia mengacuhkan aku hanya demi istrinya itu…” ujar yuna.


“bahkan wajah istrinya tak sepadan bila di bandingkan dengan wajahku…..” sambung yuna lagi yang sudah melihat album foto pernikahan risvan dan cherry saat ia berada di rumah ayahnya risvan.


“kita lihat saja nanti…., berapa lama kau akan tahan dengan pesona kecantikan wajahku, risvan….” ucap yuna.


Risvan kembali ke apartemennya dan langsung menemui cherry yang sedang memainkan ponselnya di sofa dalam kamar.


Saat itu cherry hanya menggunakan pakaian santainya yaitu baju kaos oblong dan celana pendek ketat yang menampangkan paha putih mulusnya.


Ia tidak tau kalau risvan akan pulang siang itu.


Saat risvan membuka pintu kamar, ia langsung kaget dan menutupi kedua paha mulusnya dengan bantalan kecil di sofa.


Risvan tersenyum saat melihat cherry yang berusaha menutupi bagian tubuhnya.


“kenapa kau sudah pulang…?? Kau bilang akan kembali malam hari…” kata cherry panik.


“aku tidak jadi membahas pekerjaan dengan ayah…., makanya aku pulang cepat…” sahut risvan mendekati cherry yang masih duduk di sofa.


“kenapa…??” tanya cherry semakin gugup saat risvan sudah di hadapannya.


“kau banyak bertanya, cherry…!! Bukankah lebih baik aku cepat pulang, agar kita bisa menikmati hari-hari kita sebagai pengantin baru….??” Kata risvan yang membuat wajah cherry memerah malu.


Risvan yang sudah sangat dekat dengan cherry langsung mengambil bantalan itu dan membuangnya begitu saja. Terpampang jelaslah kaki jenjang dengan paha putih nan mulus milik cherry.


Risvan mendekap tubuh cherry dan hendak mendaratkan bibirnya ke bibir cherry.


“hehehe….., risvan…!! tunggu dulu….itu maksudku….anu…..” cherry salah tingkah saat risvan ingin menciumnya.


‘apa kau malu, cherry…?? Aku sudah berkali-kali menciumu kan…, jadi kenapa kau harus malu sekarang…” kata risvan membuat cherry bertambah malu.


Risvan tau cherry menahan rasa malunya saat itu, namun risvan sudah tidak tahan lagi untuk menahan hasratnya kepada wanita yang sangat ia cintai.


Dengan **** tubuh cherry di atas sofa itu, risvan mendaratkan ciumannya ke bibir cherry.


Cherry yang masih sangat malu dan sangat deg-degan saat di cium risvan hanya diam.


“kenapa kau diam saja…?? Kau tidak suka ciumanku…??” bisik risvan.


“eemmm…, aku sangat gugup…” sahut cherry yang membuat risvan tertawa lepas.


“hahahahaha………, kau sangat lucu, cherry….” Ujar risvan ngakak.


“aku sudah sering menciummu saat aku sering datang masuk kedalam kamarmu diam-diam…, tapi kenapa sekarang kau malah gugup….hahahaha……” sambung risvan yang membuat cherry kesal seketika.


“hhmmmppp……!! Dasar pencuri…..” umpat cherry kesal.


“apa..?? pencuri..?? apa maksudmu…???’ tanya risvan yang belum berhenti tertawa.


“tentu saja kau pencuri…., kau mencuri ciuman pertamaku saat kita masih SMA, dan kau juga sering memaksaku saat kau masuk diam-diam dari jendela kamarku…!! Kau bahkan meninggalkan bekas cupang saat aku menginap dirumah kakakku….!! Dasar menyebalkan….” Kata cherry beranjak keluar kamar.


“hei kau mau kemana….???” Tanya risvan.


“makan….!! Aku lapar…..” sahut cherry.


“cherry, ayo kita makan siang diluar saja…mengganti waktu kita gagal makan siang bersama dulu…” ajak risvan.


“tapi bibi erna sudah masak makanan untuk kita..” kata cherry.


“ck.., biarkan saja…” kata risvan.


“risvan…, hargailah orang yang sudah bersusah payah mengerjakan sesuatu untuk kita…walaupun dia hanyalah seorang pelayan…” kata cherry yang di didik baik oleh kedua orang tuanya.


“ya sudah…., ayo kita makan siang dirumah saja…” ucap risvan.


Malam harinya risvan duduk bersebelahan dengan cherry di ranjang kamar tidur mereka.


Mereka berdua sama-sama sedang asik menatap layar laptop mereka masing-masing.


Cherry sedang fokus melihat agenda pemasukan dan pengeluaran pada bisnis yang sedang ia jalani saat ini, sedangkan risvan sedang asik melihat tempat-tempat wisata yang bagus di kunjungi.


“aaahhh…., akhirnya selesai juga…” ucap cherry menutup layar laptopnya.


Kemudian matanya melirik risvan yang masih fokus menatap layar laptopnya.


“kau sedang mengerjakan apa..?” tanya cherry mengintip laptop risvan.


“kau mau pergi liburan…??’ tanya cherry.


“bukan aku…tapi kita…” jawab risvan.


“haahh…, kita..?? maksudnya..??” tanya cherry bingung.


“iya kita…!! Kita kan belum berbulan madu…” kata risvan.


“hei yang kita pergi ke bora-bora itu apa bukan bulan madu namanya..??” ujar cherry.


“ck…, kau anggap kita pergi berbulan madu kah..?? kau selalu saja di kamar dengan wajah yang cemberut…, dan kau selalu saja membuatku kesal saat disana…!! Itukah yang kau bilang bulan madu..??’ ujar risvan.


“cherry…, dengarkan aku…!! Orang yang pergi berbulan madu itu, jalan-jalan menikmati suasana wisata di siang harinya, dan malam harinya mereka bercinta di atas ranjang yang panas…!! Siangnya jalan-jalan malamnya bercinta…dan saat pulang dari bulan madu istrinya hamil…begitu…!!” sambung risvan.


“ck…, dasar mesum…!!” umpat cherry berbaring membelakangi risvan.


Risvan menutup laptopnya dan mendekap cherry dari belakang.


“cherry……..” bisik risvan.


“hheemmm….” Sahut cherry.


“aku tidak ingin menundanya lagi….” Bisik risvan lagi.


Cherry tau apa yang di maksud oleh risvan padanya.


“kau bilang orang yang berbulan madu itu bercinta di setiap malamnya…, kenapa kita tidak melakukan hal itu nanti saat pergi bulan madu lagi….” Kata cherry.


“hehehe…., jadi itu yang kau inginkan…!! Baiklah…., aku akan menahannya sampai kita pergi berbulan madu…!!” kata risvan.


“kalau kita sedang berbulan madu nanti…., kau tidak akan terlepas dariku setiap malamnya, cherry…” bisik risvan membuat jantung cherry seakan mau copot.


Bbbrrukkk……


“dasar mesum..!!!” teriak cherry dengan wajah yang memerah sambil memukuli risvan dengan bantal.


Risvan hanya tertawa saat melihat cherry yang berusaha menahan rasa malunya.


Keesokan harinya risvan dan cherry beraktifitas seperti biasanya, risvan pergi ke kantornya dan begitu pula dengan cherry yang sesekali mengecek restoran bintang lima yang sedang ia kelola saat ini.


Saat jam makan siang oka menghubungi cherry untuk mengajak makan siang bersama di luar.


Cherry yang memiliki waktu luangpun pergi menemui oka yang sudah menunggunya di sebuah resto langganan mereka.


“kak…” sapa cherry melambaikan tangannya.


Oka pun membalas.


Mereka memesan makanan untuk mereka makan.


Saat sedang asik menyantap makanannya, mata oka tertuju pada wanita pujaan hatinya yang baru saja masuk ke dalam resto itu.


Mata oka langsung berbinar saat melihat wanita yang selama ini di kejar-kejarnya.


Cherry memperhatikan oka yang sejak tadi menatap wanita cantik yang duduk sendirian dengan sebuah buku di tanganya dan juga kanvas kosong di letakkan di sampingnya.


“kak…., kak oka…” panggil cherry.


“heemm…..” sahut oka.


“natap mulu….!! Samperin dong…” kata cherry.


“ck…, apa kau tau…?? Dia itu wanita es….!!” Kata oka.


“apa maksudnya..??” tanya cherry.


“dia wanita terdingin yang pernah aku jumpai selama aku hidup sebagai playboy tampan…” sahut oka yang belum berhasil menaklukkan hati wanita itu.


“kakak suka padanya…??” tanya cherry.


“banget….” Sahut oka.


“kak…., dia dingin karena tidak suka padamu…” kata cherry.


“kenapa…?? Aku ini tampan dan sukses…” sahut oka penuh percaya diri.

__ADS_1


“memang benar kau tampan dan sukses…., hanya saja kau terlalu murahan di mata wanita…..!! semua wanita yang mengejarmu pernah kau pacari kan…??? Makanya kau itu pria murahan…” ujar cherry meledek oka.


“ck…., bukannya membantu kakakmu…, kau malah meledekku…” kata oka ngambek.


“iya….., entar aku bantuin…” kata cherry.


“gimana caranya..??” tanya oka.


“hehehehe…., lihat nih…” ucap cherry melangkah berpura-pura akan pergi ke toilet.


Saat cherry melintas di hadapan meja wanita cantik itu, ia berpura-pura jatuh sehingga tubuhnya mengenai meja wanita itu.


Wanita itu langsung kaget dan mendekati cherry yang masih berpura-pura.


“apa kau tidak apa-apa…??” tanya wanita itu.


“eemm…, aku sedikit pusing…” sahut cherry.


“ooh…, astaga…duduklah disini…” kata wanita itu membantu cherry bangun.


Kini cherry dan wanita itu duduk satu meja, oka terpukau melihat sang adik jago dalam berakting.


Wanita itu menawari cherry minum dan cherry pun meminumnya.


“siapa namamu kakak cantik…?? kau sangat baik…” kata cherry.


“namaku angelina…., panggil saja aku angel…” sahutnya.


“kak angel….., terima kasih telah membantuku barusan….!!” Ucap cherry.


Angel hanya tersenyum kepada cherry.


‘apa kah itu kanvas..?? kau suka melukis…??” tanya cherry.


“iya…, ini adalah salah satu hobiku saja…!! Aku suka melukis saat hatiku sedang sedih…” jawab angel.


Angel dan cherry mulai akrab satu sama lain, bahkan cherry bisa mendapatkan nomor ponsel dan juga alamat rumah angel dengan mudahnya.


Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, cherry kembali ke mejanya dan tersenyum melihat oka.


“kak….., aku mendapatkan nomor ponselnya….” Kata cherry.


“apa..?? segitu mudahnya kau mendapatkan nomor ponsel itu…??” ujar oka kaget.


Ia yang memiliki banyak anak buah saja tidak bisa mendapatkan informasi tentang namanya angel, apalagi nomor ponsel dan juga alamatnya.


Sedangkan cherry baru saja sekali bertemu langsung mendapatkannya dengan begitu mudah.


“cepat sini…, beri tau aku nomornya…” pinta oka.


“iya baiklah….” Sahut cherry memberikan nomor ponsel angel pada oka.


“hei…, beri tau aku apa saja yang kau ketahui tentang wanita es itu…” kata oka.


“namanya angel…, hobinya membaca, melukis dan juga berenang…!! Dia suka pergi ke pantai dan melukis disana…!! Dia anak satu-satunya dari orang tuanya yang sudah bercerai saat dia masih kecil. Dan lebih menariknya lagi, ternyata dia anak dari tuan cakra…” kata cherry menjelaskan informasi yang ia dapat.


“bukankan perusahaan tuan cakra hampir bangkrut….??? Aku benar kan kak…???” tanya cherry pada oka.


“iya kau benar…!!!” sahut oka.


"wah..., cherry kau memang jenius....!!! dengan cara apa kau bisa tau tentang dirinya...??" tanya oka.


"tentu saja aku bilang kalau aku juga menyukai semua hobi yang dimiliki....hehehehe...." jawab cherry dengan songongnya.


"ck..., songong amat lu...." umpat oka.


oka kembali melihat angel yang fokus dengan buku yang di bacanya.


“kau berada dalam genggamanku, angel….!! Aku akan memanfaatkan kekacauan di perusahaan ayahmu untuk menaklukkan dirimu…hehehehe….” Ucap oka dalam hatinya.


Setelah selesai makan siang, cherry kembali ke kantonya.


Saat ia masuk ke dalam ruang kantornya, tiba-tiba tangan kekar mendekap tubuhnya dari belakang.


Cherry kaget saat itu, dan menoleh kebelakang ternyata risvan yang bersembunyi di balik pintu saat cherry akan masuk.


“kau mengagetkan aku saja…” kata cherry menghela nafas.


“aku sudah lama menunggumu disini…, aku tadi berniat untuk mengajakmu makan siang bersama…, tapi kau malah tidak ada.” Kata risvan.


“kau kemana…??” tanya risvan masih mendekap cherry.


“aku makan siang barengan kak oka tadi….” Sahut cherry.


“ck…, kenapa gak mengajakku sih…??” ujar risvan kesal.


“mana aku tau kalau kau ingin makan siang bersama denganku….” Gumam cherry.


“hei…, lepaskan aku…!! Nanti semua karyawanku melihat kita seperti ini…malu tau…’ kata cherry.


“biarkan saja…., kita kan suami istri…” sahut risvan.


“mau sampai kapan kita hanya berdiri seperti ini…??” tanya cherry.


“sampai aku puas memelukmu…” jawab risvan bermanja-manja pada cherry.


Cherry hanya tersenyum melihat tingkah yang tak biasa dari risvan yang dulunya sangat menjadi pengganggu dirinya saat mereka masih duduk di bangku sekolah.


Beberapa saat kemudian.


“kakak kelasku yang tampan….., mau sampai kapan kita begini terus…?? Aku capek berdiri sambil kau peluk begini…” kata cherry pada risvan.


“cium aku…., kalau kau mau aku melepaskan pelukanku…” kata risvan.


Cherry berbalik dan menghadap risvan. mata mereka saling menatap dan cherry mendekatkan wajahnya kepada risvan.


cherry berjinjit menggapai bibir risvan untuk menciumnya.


Dengan kedua tangannya bergelayut di leher risvan, cherrypun mencium lembut bibirnya.


Risvan membalas ciuman cherry yang bertambah lama semakin panas.


Tangan risvan sudah menjalar kemana-mana, bahkan tangannya sudah menyingkap kemeja yang di pakai oleh cherry saat di ruang kantor itu.


Risvan mengangkat tubuh cherry dan mendudukkannya di atas meja kerja cherry.


Ciuman panas kembali memburu kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu.


Saat tangan mereka saling ingin membuka kancing baju kemejanya, tiba-tiba salah satu karyawan cherry mengetuk pintu ruangan itu.


Cherry kaget langsung mendorong tubuh risvan dan membenahi pakaiannya, begitu pula dengan risvan.


“masuk….” Kata cherry pada karyawannya.


“maaf bu…, ini laporan yang anda minta sudah saya siapkan…tinggal di tanda tangani saja…” kata karyawan itu melirik risvan yang menatapnya jengkel.


“iya…, terima kasih ya…!! Kau boleh kembali bekerja…” ucap cherry pada karyawannya itu.


Karyawan itu langsung pergi keluar dari ruangan karena takut melihat tatapan tajam dari mata risvan.


“kenapa dia menatapku seperti itu…, seakan-akan dia ingin membunuhku…” gumam karyawan itu setelah keluar dari ruangan cherry.


Didalam ruangan cherry melirik risvan yang masih dengan raut wajah yang kesal.


Cherry mendekati risvan yang bersandar di sofa.


“hei…, jangan kesal…!! Dia tidak salah…, kita yang salah melakukan itu di dalam kantor ini…” kata cherry.


“kenapa sih dia harus datang disaat yang tidak tepat….!!! Padahal aku baru saja menikmatinya….” Gumam risvan.


“hehehehe…., ternyata kau menggemaskan ya saat kesal….” Kata cherry.


“ck…, kau ini…” sahut risvan.


“ayo kita lanjutkan….” Rengek risvan pada cherry.


Cherry menggelengkan kepalanya untuk menolak.


“ck…, ayo kita lanjutkan yang tadi….” Kata risvan memaksa menciumi tubuh cherry.


“aaahh…., geli….., jangan risvan….” kata cherry sambil tertawa.


Suara candaan mereka terdengar hingga keluar ruangan membuat para karyawan cherry yang jomblo merundungi nasibnya yang tak memiliki pasangan.

__ADS_1


__ADS_2