
Malam Minggu Miko Nova berdandan seperti biasanya saja, karena ia pikir hanya makan malam biasa dirumah risvan.
Orang tua Nova sudah tau rencana risvan dan kedua orang tua Nova mendukung niatan risvan untuk menjodohkan Nova dengan Riady.
Ibu Nova masuk kedalam kamar putri tunggalnya itu.
"Nova..., Kok cuma pakai baju biasa gini..terus dandanannya kok biasa aja sih...??" Kata ibu
"Lah...memangnya kenapa, kan cuma makan malam doang..." Sahut Nova bingung.
"Sini biar ibu bantu kamu dandan..., Terus ganti bajumu pakai gaun yang indah.." kata ibu.
"Gak mau aaahh..., Cuma makan malam biasa aja kok..." Kata Nova menolak.
"Ganti ..... 😡😡😡😡😡😡😡 " Ujar ibunya.
"Ck....iya.... 😓😓😓 " Sahut Nova.
Nova mengganti bajunya dengan gaun yang indah tak lupa merapikan riasan di wajahnya juga.
"Nah....kalau begini kan terlihat lebih cantik dan anggun .. 😘😘😘😘 " kata ibu.
"Aku pergi ya, Bu..." Kata Nova membawa serta boneka kesayangannya.
Nova yang terbiasa menyetir sendiri melajukan mobilnya menuju rumah risvan dan Cherry.
Tiba di sana ia melihat Riady yang juga baru saja tiba di rumah risvan.
"Lah...., Ada dokter kaku juga..??" Gumam Nova.
Riady menatap Nova saat itu.
"Cantik...... 😍😍😍😍😍😍 " Gumam Riady dalam hatinya melihat Nova.
Riana melihat sang ayah terpesona pada Nova.
"Hihihi....ayah jatuh cinta..... 😋😋😋 " Ucap Riana.
Nova dan riady yang menggandeng tangan putri kecilnya itu bertemu di depan pintu.
Mereka saling sapa satu sama lain dengan senyuman yang canggung dan jantung yang berdegup kencang.
Mereka masuk bersamaan dan menuju keruang makan.
Disana sudah menanti kedua orang tua Cherry, Oka dan juga angel.
Nova dan riady semakin canggung saat semuanya menatap mereka berdua.
"Pi...., Mereka sangat cocok....." Bisik mami.
"Iya..., Semoga aja mereka berjodoh.." sahut papi.
Nova menyapa semuanya yang sudah duduk di meja makan.
Risvan dan Cherry mempersilahkan Nova dan riady duduk.
Saat Nova akan duduk di sebelah angel, tiba-tiba Riana menghampirinya.
"Tante .., aku mau duduk di samping Tante angel... 😊😊😊 " Kata Riana.
"Oohh..., Baiklah..., Aku akan duduk di sebelah sana..." Sahut Nova.
"Jangan...., Jangan duduk disana..." Kata Riana.
"Eehh..., Kenapa..???" Tanya Nova bingung.
"Kasihan ayahku...dia duduk sendirian gak ada yang menemani disampingnya.. 😭😭😭😭 " kata riana.
Riady dan Nova saling tatap.
"Nova.., ayo duduklah di sebelah Riady...!!" Kata mami.
"Mi....." Gumam Riady.
"Ayo sini...." Tarik mami mengajak Nova duduk di sebelah Riady.
"Hehehe....., Maaf dokter...aku duduk di sini..." Ucap Nova canggung.
"Hehehehe...., Tak masalah... 😍😍😍😍 " Sahut Riady.
Mami mengedipkan matanya pada Riana dan Riana membalasnya dengan mengacungkan jempolnya.
Risvan dan Cherry menatap Riana yang pintar bermain peran, padahal umurnya baru 4 tahun.
"Pintar juga si bocah..., Pengen dapat ibu baru....!!!" Bisik risvan pada Cherry tentang akting Riana.
"Hehehehe...., Iya...aku tak sangka dia jago akting..." Sahut Cherry.
Seperti biasanya mereka makan malam sambil ngobrol dan bercanda.
Nova yang juga suka humor berbalas pantun dengan papi yang memiliki selera humor yang tinggi.
Sedangkan si kaku hanya bisa melirik dan curi-curi pandang kepada Nova.
Setelah makan malam, mereka kembali ngobrol di ruang tengah, hanya Oka dan angel yang tidak ikut serta karena mereka duluan masuk kedalam kamar.
__ADS_1
Angel yang sedang hamil cepat merasa lelah dan ngantuk, jadi Oka menemani istrinya itu di dalam kamar.
Riady melihat Riana juga sudah mengantuk, dan dia membawa Riana masuk kedalam kamar untuk menidurkannya.
Setelah Riana tertidur, Riady kembali keruang tengah, namun saat itu ia tak melihat Nova lagi disana.
"Kemana dia...??" Gumam Riady dalam hatinya mencari Nova.
Risvan melihat Riady yang celingak celinguk sendirian.
"Kak...., Si Nova di halaman depan tuh...!! Sepertinya nungguin kakak..., Samperin dong...!!! 🤭🤭🤭 " Kata risvan.
"Ck...kau ini.... 😒😒😒 " Sahut Riady.
"Aku tau kak..., Kakak suka pada Nova...hehehe...." Kata risvan.
"Tau dari mana kau..???" Tanya Riady.
"Dari tadi kakak menatap Nova Mulu saat di meja makan..." Jawab risvan.
"Aaahhh..., Sial....!!! Dia tau...." Gumam Riady dalam hatinya.
Tak lama kemudian risvan melihat Nova sedang berjalan menuju mobilnya.
"Eehhh ..,. Dia mau kemana..??" Tanya Riady.
"Samperin dong....., Tanya langsung....!!" Kata risvan.
Riady masih tak bergeming.
"Cepetan dong kak...." Kata risvan.
"Iya.....!!!!!" Sahut Riady.
Riady pun akhirnya menghampiri Nova yang sedang membuka pintu mobilnya.
Risvan senyum-senyum saat berhasil membuat Riady dan Nova semakin dekat.
Riady berdiri di belakang Nova.
"Kau sedang apa..??' tanya Riady pada Nova.
Nova yang sedang mencari bonekanya menjadi kaget hingga kepalanya terbentur atap mobil.
"Aaaaww........." Pekik Nova.
"Eehhh..., Kau tidak apa-apa..???" Tanya Riady.
"Hahahaha...., Tidak apa...aku sudah terbiasa seperti ini..." Jawab Nova.
"Tak masalah..., Bukan salahmu aku hanya terlalu fokus mencari bonekaku..!" Kata Nova.
"Boneka...???" Tanya Riady.
"Hahaha...iya.., aku punya kebiasaan memeluk boneka saat tidur..." Jawab Nova.
"Oohhh..., Begitu...." Sahut Riady.
Hening.........
"Apa Riana sudah tidur...??" Tanya Nova.
"Iya..., Baru saja..!! Dia masih berusia 4 tahun, jadi mudah lelah..." Sahut Riady.
Sangking asiknya ngobrol, Riady dan Nova duduk di bangku taman depan rumah risvan.
Mereka banyak ngobrol mengenai diri mereka masing-masing.
Riady juga bercerita tentang mendiang Nina yang sudah setahun meninggal dunia.
"Apa kau sangat mencintainya...???" Tanya Nova.
"Iya..." Jawab Riady.
Hening......
"Nova..., Apa kau punya kekasih..???" Tanya Riady.
"Hehehe...aku terlalu sibuk bekerja hingga tak pernah berpikir untuk mencari kekasih..." Jawab Nova.
"Maksudmu.., kau belum pernah berpacaran..???" Tanya Riady.
Nova mengangguk.
Riady menatap Nova dalam-dalam, entah apa yang ada di pikiran Riady saat itu.
Riady mengangkat dagu Nova dan mendekatkan wajahnya pada Nova.
Nova hanya diam dan membalas tatapan Riady.
Wajah mereka semakin dekat.
Lalu bibir Riady mendarat di bibir Nova yang belum pernah terjamah oleh pria manapun.
Tangan Riady merangkul pinggul Nova dan menarik tubuh Nova mendekat padanya.
__ADS_1
Nova meletakkan kedua tangannya ke leher Riady.
Mereka saling mengecap satu sama lain, menikmati ciuman hangat di bibir mereka.
Setelah puas, mereka melepaskan ciuman di bibirnya dan mengambil nafas.
"Kau sangat cantik...." Ucap Riady menatap Nova.
Nova hanya tersenyum sambil menundukkan wajahnya malu setelah dicium oleh Riady.
"Aku menyukaimu, Nova..." Ucap Riady pada Nova.
"A...a..aku juga..., Aku juga menyukaimu...." Balas Nova menatap Riady.
Riady kembali mendekap dan mencium Nova malam itu di bawah sinar bulan dan bintang yang menjadi penerang bagi mereka berdua.
Nova pamit duluan untuk masuk kedalam kamarnya, namun Riady masih ingin duduk di taman itu.
Setelah Nova beranjak masuk ke rumah, tiba-tiba Riady di kaget kan oleh mami dan papi ya yang saat itu menyaksikan apa yang dilakukan oleh Riady pada Nova.
"Hei..., Cepat nikahi dia...berikan sosok ibu pada Riana..." Kata mami.
"Astaga....., Mami sama papi kok ada disini sih...??" Ujar Riady kaget setengah mati.
"Kami sudah lama berada belakang kalian..., Kalian saja yang tak tau...terlalu asik sih...!!!" Sahut papi.
"Apaan sih..., Papi dan mami ngintipin aku...!!! Entar bintitan loh..." Kata Riady.
Riady cepat-cepat pergi menghindari kedua orang tuanya untuk menutupi wajahnya yang sangat merah saat itu.
Riady masuk kedalam kamarnya dan berbaring di samping Riana yang sudah pulas tertidur.
"Ini semua gara-gara kau juga bocah...., Menyuruh Nova duduk di sampingku tadi...aku kan jadi khilaf...!!!" Gumam Riady pada Riana yang sudah tertidur pulas.
Riady menatap wajah putrinya.
"Secepat ini kah kau akan memiliki ibu baru..., Riana..??" Gumam Riady lagi tersenyum pada putrinya.
Riady telentang dan menatap langit-langit kamar.
"Nina..., Maafkan aku...!! Bukannya aku tak setia padamu.., tapi saat ini aku merasakan hal yang menyenangkan jika aku bertemu dengan Nova...!!!" Gumam Riady dalam hatinya.
"Ku mohon..., Maafkan aku Nina.." ucap Riady pada foto mendiang istrinya yang ada di ponselnya.
Di kamar lain, Nova sedang berbaring sambil memeluk boneka kesayangannya itu.
Ia meraba bibirnya yang telah dicium oleh pria yang ia sukai.
"Rasanya aku ingin terbang...... 😍🥰😘 " Ucap Nova membayangkan ciuman dari Riady tadi.
"Dia bilang dia sangat mencintai mendiang istrinya.., tapi tadi dia bilang suka padaku dan menciumiku...!!" Kata Nova galau.
"Ck...., Masa iya sih aku harus cemburu dengan orang yang sudah meninggal..?? Mau bagaimanapun sosok Nina adalah wanita yang akan terus membekas di hatinya.., dan dia juga sudah memberikan anak untuk Riady..jadi pantas saja Riady sangat mencintainya...!! Kalau begitu untuk apa aku cemburu.., toh Nina sudah tiada..." Kata Nova lagi.
Nova pun tertidur setelah banyak berpikir tentang perasaanya kepada Riady malam itu.
Keesokan paginya mereka sarapan bersama di meja makan.
Riana lagi-lagi berulah mencari cara agar Nova duduk di samping ayahnya.
Dengan senang hati Nova dan riady duduk berdampingan di meja makan itu.
Setelah selesai sarapan, mereka pulang kerumah masing-masing.
Riana menunggu sang ayah di dalam mobil.
"Ayah..., Kemana sih...??? Lama banget...!! 😤😤😤😤 " Gumam Riana.
Ternyata Riady sedang berpeluk mesra dengan Nova di balik sebuah pohon besar di halaman rumah risvan.
Saat itu Riady kembali mencium Nova dengan mesra sebelum mereka pulang kerumah masing-masing.
Setelah puas mencium Nova, Riady berjalan menuju mobilnya dan saat itu Riana melihat Nova yang bersamaan keluar dari balik batang pohon besar itu dengan Riady.
"Apakah ayah dan Tante Nova sedang......... 🤔🤔🤔🤔🤔 " Riana berpikir keras.
Kemudian Riady masuk kedalam mobilnya.
"Ayo kita pulang...sayang...!!! 👻👻👻👻👻 " Kata Riady bersemangat.
"Ayah dan Tante Nova sedang apa di balik pohon itu...????" Tanya Riana yang membuat Riady kaget.
"Mampus aku...., Apa Riana melihat aku mencium Nova..???" Gumam Riady dalam hatinya.
"Eemmm...., Riana... Apa kau mau makan ice krim..???? 😅😅😅😅😅😅 " Kata Riady mengalihkan pertanyaan Riana.
"Mauuuuuu......!!!" Seru Riana girang.
"Eehh .., tunggu...kenapa ayah tiba-tiba mengizinkan aku makan ice krim.., biasanya ayah gak pernah izinkan aku makan ice krim...katanya batuk lah...demam lah...sakit gigi lah...!!!" Kata Riana protes.
"Eemmm...hehehhe...., Karena hari ini ayah sedang senang...makanya ajak Riana makan ice krim...beli permen juga boleh...!!!" Sahut Riady asal bicara.
"Ayah....,. Ayah gak lagi buat dosa kan... 😓😓😓😓 " Ujar Riana.
" 😭😭😭😭😭 Aku harus apa ya lord....??? Dia berpikir seperti orang dewasa....!!!" Gumam Riady dalam hatinya.
__ADS_1
Tak tau harus menjawab apa, Riady hanya bisa tancap gas dan pergi makan ice krim dengan anaknya.