CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
DIA KEMBALI


__ADS_3

Tak terasa usia cherry kini menjejaki 24 tahun.


Ia masih saja selalu gagal dalam hubungan percintaannya dengan pria.


Selalu saja pria yang menjadi kekasihnya memutuskan hubungan dengannya tanpa alasan yang gak jelas.


Padahal sebenarnya bukan diri cherry lah yang salah, namun risvan lah yang mengutus anak buahnya untuk mengancam serta mengahabisi setiap pria yang berani mendekati cherry.


Oka si playboy sedang sibuk mengatasi semua masalah pekerjaan di perusahaan keluarganya sejak papi memutuskan untuk pensiun dan selalu pergi liburan dengan mami keluar negeri.


Sedangkan riady yang kini telah bahagia mencintai nina dan akan segera memiliki seorang anak.


Nina yang tengah hamil besar menguranngi segala katifitasnya dalam bisnis maupun statusnya sebagai dosen. Riady sebagai dokter terus memperhatikan kesehatan dan kehamilan nina istri yang di cintainya itu.


Suatu hari cherry sedang duduk di salah satu toko kue miliknya bersama kyara teman sewaktu masih duduk di bangku SMA yang tak lain adalah sepupu dari risvan.


“aku kangen banget masa-masa kita di SMA…” kata kyara.


“aku gak tuh…..!!” sahut cherry yang teringat akan risvan yang selalu mengganggunya di sekolah saat SMA.


“kenapa sih??? Kau gak rindu dengan teman-teman yang lain?? Dan juga pak Dika yang tampan itu…” ujar kyara.


“hahahaha…….!! Iya ya….aku masih ingat…astaga….berani sekali aku waktu itu menggoda pak dika…”kata cherry.


“hei…, kau ingat risvan gak??? Kakak kelas yang sering mengganggumu itu…” kata kyara.


“hhhaaaahhh………!!! Aku harap tak bertemu dengannya lagi…” sahut cherry yang membuat kyara tertawa lebar.


“hahahahahaha……………!!!!!!! Kau ini….” ucap kyara.


“saat itu aku sangat frustasi karena sering di ganggu olehnya…” kata cherry lagi.


“dia semakin tampan loh….” Kata kyara.


“aku gak perduli…..!! psikopat seperti dia mau setampan apapun tetap saja menyebalkan….” Sambung cherry.


“awas loh…., entar kalau ketemu dengannya kau akan jatuh cinta padanya….” Ucap kyara yang terus menggoda cherry.


“gak sudi…..!!!” sahut cherry dengan kesal.


“hahahahaha……………!!! Di amerika banyak wanita yang mengejarnya….” Ujar kyara berbicara tentang risvan.


“bagus lah…, semoga dia betah disana dan gak akan pernah kembali ke Negara ini..” ucap cherry.


“cherry….., aku tak menyangka kau akan sesukses ini….!” kata kyara.


“ya…, ini semua hasil kerja kerasku dan dorongan dari keluargaku…” sahut cherry.


“kapan kau akan menikah??? Wajah oke.., karier oke…, apa lagi yang kau tunggu?? Kau tak lihat aku sekarang telah memiliki seorang bayi.” Kata kyara yang sebenarnya telah menikah dengan pengusaha kaya dan sudah memiliki seorang putra.


“hhhaaaiiihh…., entah lah…!! Aku selalu saja gagal memiliki hubungan dengan pria…, mungkin aku akan menerima takdirku di berikan jodoh oleh kedua orang tuaku…” sahut cherry yang mengingat tentang perjanjiannya dengan orang tuanya.


“sudah lah…., terima saja…!! Aku juga di jodohkan saat menikah dengan suamiku…, dan aku sangat bahagia dia sangat mencintaiku dan anak kami..” kata kyara.


“semoga saja…, aku mendapatkan jodoh yang baik…” ucap cherry.


Hari-hari berlalu dengan begitu saja, cherry yang sibuk dengan aktifitasnya sebagai pebisnis kue mendengar deringan HP nya yang berada di dalam tas.


Ia segera mengangkat teleponya itu yang ternyata dari mami.


“cherry…, kau ada dimana??” tanya mami.


“aku di salah satu toko kue ku…!! Sedang memeriksa pembukuan…” jawab cherry,


“cherry segera lah kerumah sakit…, nina akan segera melahirkan…” kata mami.


Dengan segera ia pergi menuju ke rumah sakit mengendarai mobil mewahnya.


Sampai disana ia melihat semua keluarganya dan keluarga dari nina sudah menunggu di ruang operasi.


“mi…, gimana?? Apa operasinya masih lama?? Dimana kak riady??” tanya cherry.


“riady berada di dalam menemani nina…!!” jawab mami yang tampak cemas.


Semua anggota keluarga sangat cemas menunggu proses kelahiran anak riady dan nina.


Tak lama berselang, perawat keluar membawa bayi perempuan yang sangat imut keluar dari ruang operasi.


Semua anggota keluarga sangat bahagia mendengar tangisan bayi riady dan nina itu.


Tak lama disusul oleh nina yang masih belum sadar akibat obat bius pasca operasinya.


Ia di bawa keruangan pasien dan di temani oleh riady.


Semua anggota keluarga berkumpul melihat nina yang kini telah sadar dan sedang menyusui bayinya yang telah di beri nama “RIANA” yang adalah gabungan dari nama kedua orang tuanya riady dan nina.


Tak lama kemudian, oka masuk dengan membawa boneka besar sebagai hadiah untuk keponakan yang baru hadir kedunia ini.


mereka sangat bahagia melihat riana yang mungil di gendongan riady sanga ayah.


Disisi lain elif yang masih menyimpan perasaan pada riady menatap sedih saat riady tertawa bahagia menggendong bayinya.


Elif sangat tak beruntung menikah dengan suaminya yang pengusaha kaya itu.


Karena suaminya sering acap kali berperilaku kasar padanya dan sering selingkuh dengan wanita lain secara terang-terangan di hadapannya.


Elif belum memiliki anak dalam pernikahannya dengan suaminya tersebut.


“kau sangat bahagia.., riady…!! Aku disini yang masih mencintaimu tak mampu melihat senyuman bahagia yang terukir di wajahmu…” ucap elif dalam hatinya.


Dirumah sakit, cherry pamit kepada keluarganya untuk kembali ke kantornya mengecek pembukuan hasil dari bisnisnya.


Di tempat parker, ia berjalan menuju mobilnya dengan cepat.


Ia terus berjalan tampa memperhatikan langkahnya.


Tiba-tiba ia menabrak seorang pria tinggi tegap dan sangat tampan sehingga tubuhnya hampir terpental.


Dengan sigap pria itu menangkap tubuhnya.


Mereka pun saling bertatap.


“kau…..” ucap pria itu melihat cherry.


“tampan sekali dia…” ucap cherry terpana menatap pria itu.

__ADS_1


“cherry……” seru pria itu lagi mentapnya dalam-dalam.


“kau……..” ucap cherry tersadar dari tatapannya.


“kau……., risvan…..???????????????” katanya lagi sangat terkejut.


“iya….!! Aku tak menyangka bertemu denganmu disini…hehehe…..” sahut risvan tersenyum licik.


“lepaskan aku……” kata cherry.


“gak akan….!!! Kau ingat perjanjian kita dulu?????” tanya risvan.


“hhhaaahh…..perjanjian apa???” tanya cherry yang memang tak ingat apapun.


“sial…., dia lupa akan ucapannya waktu itu…” umpat risvan dalam hatinya.


“cherry…., apa kau mencoba untuk menipuku, hah???” teriak risvan kesal.


“apaan sih……??? Lepaskan aku,……………” teriak cherry yang berhasil lepas dari genggaman risvan.


cherry langsung berlari masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan risvan yang masih menatapnya kesal.


“brengsek………..!!!!!!!! kau melarikan diri dariku…cherry..!! aku akan segera menemukanmu………..” teriak risvan kesal.


Didalam perjalanannya, tubuh cherry bergetar.


Ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan risvan si kakak kelas yang sering mengganggunya itu.


“aaahh…., dasar kampret….!! Ngapain lagi sih dia balik ke Negara ini??? menyebalkan….” Umpat cherry.


“tadi dia bilang perjanjian…, emang ada perjanjian apa aku padanya??? Aku gak ingat sama sekali dengan perjanjian yang dia katakan tadi…” ucap cherry yang tak ingat apa-apa.


“bodo amat……….!!!! Yang penting aku berhasil kabur darinya…” katanya lagi sambil menyetir mobilnya.


Setibanya di kantornya, cherry langsung masuk ke dalam ruang kerjanya dan duduk membuka lembaran laporan mengenai bisnis toko kue miliknya.


Namun saat ia akan membalikkan lembaran buku itu lagi, pikirannya seakan berputar kembali mengingat masa SMA nya.


Ia mengingat bahwa dirinya pernah berkata asal bicara kalau setelah risvan menjadi pengusaha kaya makan dia akan menikah dengan risvan dan menjadi istri yang baik untuknya.


“ooohh….., astaga…..!! apa hal itu yang di katakan risvan sebagai perjanjian di antara aku dan dia??????” ucap cherry terkejut mengingat semuanya.


“waktu itu aku hanya asal bicara…., tapi dia malah serius dengan ucapanku….!!! Mampus lah aku…..!! dia pasti akan mengejarku mati-matian…..” sambung cherry menyesal atas ucapannya dulu.


Setelah bertemu dengan risvan kembali dan mengingat semua perjanjian di masa lalu, cherry sangat waspada dan hati-hati saat keluar rumah.


Ia selalu menggunakan masker untuk menutupi wajahnya dan jarang sekali mau keluar rumah kecuali dia akan kekantornya.


Orang tua cherry mnelihat gelagat aneh yang di lakukan anaknya itu.


“cherry…., apa kau sedang sakit??? kenapa kau memakai masker???’ tanya mami.


“aku sedang flu…!! Mungkin alergi debu…” sahut cherry dusta.


“kalau begitu papi telepon kak riady ya untuk memeriksamu…” kata papi.


“gak usah.., pi..!! kak riady pasti sedang sibuk mengurus keluarga kecilnya…!! Lagian aku Cuma flu biasa kok…, entar juga sembuh..” sahut cherry lagi.


“aku masuk ke kamar dulu ya…” kata cherry seraya naik ke atas dan masuk ke kamarnya.


“halo…” sapa cherry.


“halo calon ibu dari anak-anakku….., apa kau sudah selesai mandi???” sahut risvan.


“aaaaaaaaakkkkkkkkhhhhhhhhhh…………………!!!!!!!!!!!!!” teriak cherry kaget mendengar suara risvan.


“kau gila………” kata cherry pada risvan.


“jangan tutup telpeonnya, atau aku akan masuk ke dalam kamar mu sekarang…” ancam risvan.


“jangan main-main denganku, risvan…!! beraninya kau mengancamku…” ujar cherry.


“aku tak mengancammu…., sekarang aku sudah berada di sampingmu, sayang…..!!! sahut risvan.


saat menoleh ke samping betapa kagetnya ia melihat risvan yang sudah berdiri di sampingnya.


Cherry langsung melangkah untuk menjauhi risvan seraya menjerit karena terkejut.


Dengan cepat risvan membungkam mulutnya dan mendekap tubuh cherry yang hanya menggunakan handuk kimononya saja.


“jangan berteriak…., atau nanti seisi rumah ini akan menangkap basah kita yang hanya berdua saja di kamar…” kata risvan dan di jawab oleh anggukan cherry.


“mau apa kau kesini???” bisik cherry agar tak kedengaran orang lain dirumahnya.


“aku rindu padamu…” jawab risvan.


“kau gila??? Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku???” tanya cherry.


“dengan memanjat….” Jawab risvan sambil duduk di atas ranjang milik cherry.


“hey…, kenapa kau duduk disitu…pergilah…” ucap cherry.


“sini…duduk di pangkuanku…” kata risvan menarik tubuh cherry ke atas pangkuannya.


“apaan sih…., cepat lepaskan aku….” Ujar cherry berusaha berontak dari dekapan risvan.


dengan segera risvan mendarat kan bibirnya ke bibir cherry yang sangat dirinduinya itu.


Cherry tak bisa bernafas karena ciuman risvan yang sangat memaksa dirinya.


“kau membuatku sulit bernafas…” ucap cherry terbata-bata.


“hhhaaaahhhh……….” Nafar mereka terengah-engah setelah berciuman.


Cherry langung bangkit dari pangkuan risvan yang tersenyum puas mencium cherry.


“dasar kau gila…..!! kau selalu saja menciumku tiba-tiba….” Umpat cherry kesal.


“ooohh…, kau tidak suka ya..!! kalau gitu mari kita ulangi lagi ciumannya…, aku janji gak akan tiba-tiba lagi…hehehehe……..” sahut risvan terkekeh.


“aku gak sudi…., cepat pergi dari sini…” kata cherry mengusir risvan.


“aku gak akan pergi sebelum kau menetapi janjimu…!! Aku ingin menagih janjimu saat kita masih SMA dulu….” Kata risvan.


“aku sekarang sudah jadi pengusaha kaya dan memiliki ratusan anak buah…, lalu sekarang aku mau kau menepati janjimu itu cherry..” sambung risvan lagi.

__ADS_1


“eemmm…., aku minta maaf…soal kata-kataku dulu…!! Waktu itu aku hanya asal bicara saja supaya kau tak menggangguku lagi….!! Jadi maafkan lah aku, risvan..” kata cherry menyesali perkataannya dulu.


“apa kau bilang?????? Kau mau mempermainkan aku, hah????????????” teriak risvan kesal.


Suara risvan terdengar hingga keluar.


“cherry…, kau sedang berbicara dengan siapa, nak???????” tanya papi dari luar pintu kamar.


Mendengar suara papi, cherry menjadi kalng kabut.


Ia sibuk untuk menyembunyikan risvan di dalam lemarinya.


Lalu ia membuka pintu kamarnya.


“eehh…, papi….!! Ada apa ya pi??” tanya cherry pura-pura bodoh.


“kau bicara dengan siapa??? Papi seperti mendengar suara laki-laki di dalam..” tanya papi sambil melirik ke dalam kamar.


“ahh…, bukan kok pi…, aku sedang menerima telepon dari teman ku…” jawab cherry membohongi papinya.


“awas ya kalau kau macam-macam dengan laki-laki di rumah ini…papi hajar nanti…” ancam papi.


“hehehehe……….., gak ada kok…!! Papi tenang aja…” sahut cherry.


Kemudian papi turun kembali dan cherry menutup pintu kamarnya dengan menghela nafas panjang.


“hampir saja…….” Ucap cherry.


Kemudian ia berjalan menuju lemarinya untuk mengeluarkan risvan yang bersembunyi di dalamnya.


Saat ia membuka pintu lemarinya, ia terkejut melihat risvan sedang memegang BH nya yang berwarna pink.


“aaakkkkkkkhhhhh………, apa-apaan sih kau ini??? itu milikku….” Teriak cherry.


“sekarang akan menjadi milikku, cherry….!! Bahkan sebentar lagi pemiliknya juga akan menjadi milikku Hehehehe………” kata risvan.


“kembalikan BH ku…, dasar kau pria gila….” Ujar cherry mencoba merebut miliknya.


“kalau kau mau ini kembali padamu, maka menikahlah denganku segera…” kata risvan.


“aku gak sudi menikah dengan psikopat seperti dirimu itu….” Sahut cherry.


“baiklah…, kalau begitu ini akan aku sita….!!” Ujar risvan yang langsung melompat keluar jendela.


“aaaaakkkkhhhhh………..” teriak cherry melihat risvan melompat keluar.


“astaga………!! Apa dia akan mati??? Dia terjun kebawah….” Ucap cherry.


Tak lama kemudian, cherry mendapat pesan singkat dari risvan.


“nanti aku akan menemuimu lagi, calon istriku…..!!!” tulis risvan dalam pesannya.


Membaca pesan singkat dari risvan, cherry langsung membanting HP nya dengan kesal.


Seminggu setelah kelahiran buah cintanya dengan nina, riady semakin perhatian kepada nina.


Ia sangat sayang kepada istri dan bayinya itu.


“lihatlah…., riana anak yang sangat manis…” ucap nina pada riady.


“iya…, kau benar, sayang…!! Aku sangat bahagia memiliki kalian berdua di hidupku.” Ucap riady memeluk istrinya dan mencium kening istrinya itu.


“terima kasih, sayang….!! Kau memberikan putri kecil yang cantik untukku..” ucap riady lagi sambil menatap nina.


“iya…” sahut nina mengelus wajah riady.


“sini biar aku yang menggendongnya…!! Anak papa….yang cantik…” kata riady seraya menggendong riana buah cintanya bersama nina.


Pernikahan riady dan nina semakin lengkap san bahagia setelah kehadiran riana di sisi mereka.


Sementara si playboy oka masih betah melajang di usianya yang kini hampir 30 tahun.


Ia sedang sibuk mengurusi perusahaan keluarganya.


Di tengah-tengah kesibukannya, oka juga sering pergi hang out dengan teman-temannya di sebuah bar yang biasa di kunjunginya.


Di dalam bar itu, banyak wanita dari kalangan keluarga kaya yang berusaha mendapatkan perhatian dan cintanya. Namun oka sama sekali tak melirik mereka semua.


Ia seakan mulai bosan dengan wanita-wanita yang selalu mengejarnya.


Saat ia sedang asik menikmati minumannya, matanya tertuju pada seorang wanita cantik, berambut panjang yang sedang duduk di meja bar dengan segelas anggur di tangannya.


Oka heran melihat semua wanita berkumpul mengerumuninya, namun wanita itu bahkan tak meliriknya sedikitpun.


Dengan jurus ampuhnya, oka mendekati wanita itu dan duduk di sampingnya.


“hai…., kau sendirian saja?????” sapa oka dengan senyuman mautnya.


“pergilah….., aku tak tertarik dengan playboy sepertimu…” sahut wanita itu tampa mau menoleh pada oka.


“ck…, sombong sekali wanita ini…!! bahkan ketampanan dan senyuman mautku tak bisa membuatnya memalingkan wajahnya padaku…” ucap oka dalam hatinya.


“apa aku boleh tau siapa namamu???” tanya oka yang berusaha terus mendekati wanita cantik itu.


“ck….., mengganggu saja kau……..!!!!!” ujar wanita itu yang langsung beranjak pergi meninggalkan bar tersebut.


“what the hell………..??????? dia mengabaikan aku?????????????” gumam oka kesal.


“ck…., baru kali ini ada wanita yang mengacuhkan aku….!!! Lihat saja dengan ketampananku…., aku akan membuatnya klepek-klepek padaku…” sambungnya lagi penuh percaya diri.


Oka kemudian menyuruh asistennya untuk mencari tau identitas wanita yang mengabaikannya tadi.


Wanita tersebut sangat membuat sang playboy penasaran dengan sikap dinginya kepada oka.


“jangan panggil aku oka kalau aku tak bisa mendapatkannya…,hehehehe….” Ucap oka yang kemudian menenggak minumannya.


Oka yang kini sibuk menjadi pengusaha di perusahaan keluarganya, memutuskan untuk tinggal sendiri di salah satu apartemen yang tak jauh dari kantornya.


Namun bukan berarti ia tak pernah mengunjungi keluarganya.


Setiap sabtu dan minggu oka selalu menginap di rumah orang tuanya.


Bahkan di tengah-tengah kesibukannya ia selalu menyisakan waktunya untuk sekedar makan siang atau makan malam dengan keluarganya.


Begitu juga dengan riady dan nina yang selalu meluangkan waktunya untuk sekedar membawa riana kerumah orang tua mereka di tengah-tengah kesibukannya.

__ADS_1


Bahkan mereka juga sering menginap dan berkumpul di rumah orang tua mereka.


__ADS_2