
Setelah beberapa minggu keluar dari rumah sakit dan beristirahat dirumah, cherry meminta izin pada risvan untuk kembali menangani bisnisnya di bidang kuliner dan toko kue dan rotinya. Dengan senang hati risvan mengizinkan cherry kembali beraktifitas dengan tujuan agar cherry melupakan kesedihannya atas kehilangan buah cinta mereka.
Siang hari saat sibuk di menangani sedikit masalah di toko kue miliknya, ponsel cherry berdering dan itu panggilan dari mami mengundangnya untuk makan siang dirumah bersama risvan.
setelah menyelesaikan masalahnya, cherry dan risvan pergi menuju kerumah orang tuanya. Setibanya disana mereka melihat semuany sudah berkumpul di meja makan. Tampak ada riady dan keluarganya, serta oka yang sibuk memainkan ponselnya.
“papi…., ini aku bawakan kue kesukaanmu…” kata cherry.
“waaahh….., aku sangat senang.., terima kasih ya monyet nakal…” sahut papi mengelus kepala cherry.
“papi…., jangan terlalu banyak makan yang mengandung gula…, nanti papi bisa diabetes loh..” sambung riady.
“papi diabetes bukan karena makan makanan yang mengandung gula, tapi karena melihat mamimu yang setiap hari begitu manis…hehehehe….” Sahut papi.
“ddiihhh…., papi gombalin mami…!! Mau berikan adik ya untuk kami…??” ujar oka.
“hei…., kau lah yang segera menikah dan berikan kami cucu…” sambung mami.
“hehehhe…., tenang…!! Aku akan menikah bulan depan…” kata oka.
“apaaaaa……..???????????” teriak semuanya karena terkejut.
“apa…?? Kenapa…??? Kaget…???” ujar oka kepada semuanya.
Ppplllaakkk……
“jangan mencoba mempermainkan kami, oka…” kata mami memberikan pukulan di kelapa oka.
“ck…., aku serius….” Ujar oka.
“aaapppaaaa………….?????????????” Teriak mereka lagi.
Mendengar oka akan menikah dengan tiba-tiba, si risvan sampai tersedak.
“hei…, risvan….kau ini malah tersedak…” kata oka.
“tentu saja aku tersedak…, mendengarmu akan menikah…!!” sahut risvan.
“kakak…., siapa yang akan kau nikahi..??” tanya cherry.
“angel…..” jawab cherry.
“wanita yang di café waktu itu…??????????” teriak cherry.
“tentu saja…hehehehe….” Jawab oka.
Cherry langsung sesak nafas saat mendengar oka yang berhasil mendapatkan wanita dingin seperti angel.
Semuanya panik melihat cherry sesak nafas.
“ddiihh…., bengeknya kumat…” ujar oka melihat cherry.
Setelah makan siang, mereka kembali beraktifitas dengan pekerjaannya masing-masing. Kecuali oka yang ditahan oleh mami dan papi dirumah untuk di introgasi.
“cepat katakan pada kami siapa angel…??” tanya mami pada oka.
“anak rekan bisnis papi…” jawab oka santai.
“siapa..??” tanya papi bingung.
“tuan cakra…” jawab oka.
“apa kau sudah lama menjalin hubungan dengan putrinya..??” tanya papi.
Oka menggeleng.
“lantas apa yang membuatmu ingin menikah dengannya..??” tanya mami.
“penasaran……” sahut oka.
“apaaa…????” teriak mami dan papi.
“iya…, aku penasaran dengan wanita es itu, mi…!! belum ada wanita yang berani menolak ketampananku kecuali dia…” kata oka.
“oka…., jangan pernah main-main dengan yang namanya pernikahan…!! Itu hal yang sakral….” Kata papi.
“tapi aku serius, pi…!! Aku bertekad untuk menikah dengannya…, dan tuan cakra setuju dengan itu..” kata oka.
“baiklah…, aku akan kembali ke kantor..! oh iya…, untuk pernikahanku mami dan papi jangan pusing untuk memikirkannya.., karena aku telah menyiapkannya dengan rapi…hehehe….” Sambung oka melangkah keluar dari rumah orang tuanya.
Setelah kepergian oka, papi masih duduk dan berpikir sejenak. Tak lama ia menghubungi seseorang dengan ponselnya. Setelah beberapa menit berbincang di ponsel, papi menemui mami yang sedang membaca majalah.
__ADS_1
“mi…, oka melakukan hal yang tidak baik…” kata papi.
“apa maksud papi..??” tanya mami.
“perusahaan tuan cakra sedang bermasalah, dan oka menawarkan bantuannya dengan sebagai gantinya putri tuan cakra menikah dengan oka…” kata papi.
“astaga…, si oka…!! Apa yang sedang di pikirkannya..?? dia pikir bisa bermain-main dengan pernikahan…” kata mami.
“jadi kita harus bagaimana..??” tanya mami.
“oka sangat susah untuk di kendalikan…, tidak ada cara lain, kita harus menemui angel…” kata papi.
Di sebuah ruangan yang berisikan benda-benda untuk melukis, angel duduk melukis sambil menangis.
Tangannya terus menggerakan kuas pada kanvasnya. Terlihat ia sedang melukis wajah seorang pria yang sangat ia cintai. Angel teringat disaat ia masih bersama dengan pria itu. suasana hatinya sangat bahagia. Angel bukan wanita es seperti yang di katakan oleh oka. Angel adalah wanita yang sangat ramah dan mudah tersenyum. Kejadian yang menimpanya dengan pria tersebut membuatnya berubah menjadi dingin kepada pria-pria lain.
Hati angel semakin sakit saat ayahnya akan menikahkan dirinya dengan oka. Ia tau oka hanya penasaran dengan dirinya. Namun karena ayahnya sangat memerlukan bantuan dari oka, maka mau tak mau ia harus menikah dengan oka yang sama sekali tidak mencintainya dan dia pun juga begitu.
Lukisan itu selesai, ia menyimpan lukisan itu di sebuah lemari yang ada di ruangan tempat biasanya angel menghabiskan waktu. Tak lama datang seorang pelayan rumahnya membawa telepon untuk angel. Angelpun menerima panggilan telepon untuknya dan kemudian bergegas pergi.
Angel tiba di sebuah restoran mewah tempat ia akan menemui orang yang menghubunginya tadi yaitu orang tua oka. Angel tersenyum canggung saat menghampiri kedua orang tua oka yang akan menjadi mertuanya itu.
“angel…., kami hanya ingin tau isi hatimu..! apa kau yakin akan menikah dengan oka..??” tanya mami lembut kepada angel.
“i.iya…, tante…” sahut angel.
“kami tau ayahmu sedang memerlukan bantuan dari oka…, apa kau terpaksa menikah dengan oka..??” tanya papi.
Angel terdiam.
“nak…, jika kau tidak ingin menikah dengan oka…, biar kami yang akan bicara pada ayahmu…” kata mami pada angel.
“bagaimanapun kau memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidupmu..” sambung mami lagi.
Angel diam dan berpikir sejenak.
“jika aku menolak…, maka oka tidak akan menolong ayahku…” ucap angel dalam hatinya.
“jawablah…., angel…!! Kau tak perlu takut…” kata papi.
“aku yakin akan menikah dengan oka…” sahut angel.
“baiklah…, jika kau juga menginginkanya…, kami setuju kau menjadi menantu kami..” kata mami tersenyum pada angel.
Pernikahan yang disiapkan oleh oka pun akhirnya di selenggarakan di salah satu hotel mewah di kota itu. angel tampak cantik dengan gaun pengantinnya begitu pula dengan oka yang terlihat semakin tampan dengan setelan jas yang terkesan membuatnya sangat elegan.
Pesta pernikahan di hadiri banyak relasi bisnis dan juga kerabat. Suasana pesta sangat meriah namun tak dapat membuat angel tersenyum sedikitpun. Setelah acara pesta selesai, oka membawa angel ke apartemennya. Disana sudah di sediakan kamar pengantin untuk mereka berdua.
Masih dalam keadaan yang sangat murung angel membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang telah di hias dengan indah. Setelah membersihkan dirinya oka menghampiri angel.
“akhirnya kau menjadi milikku…, angel…” bisik oka.
Angel hanya diam saat oka mengatakan hal itu padanya. Ia tetap berkeyakinan kalau oka hanya penasaran dengan dirinya. Oka mulai menggerayangi tubuh angel malam itu, tak ada perlawanan dari angel, dia hanya pasrah menerima apa yang oka lakukan sebagai suaminya. Oka menikmati setiap inci tubuh angel, dan angel hanya menitikkan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
Setelah menikmati tubuh istrinya, oka duduk di sisi ranjang sambil menghembuskan asap rokok yang ia selip di jarinya. Sesekali oka melirik kepada angel yang berbaring membelakanginya dengan balutan selimut. Tak di pungkiri kalau oka mendengar isakan tangis angel saat itu.
“berhentilah menangis, angel….” Kata oka kesal.
Angel tak memperdulikannya. Merasa tak di acuhkan oleh angel, oka semakin kesal.
“aku bilang berhentilah menangis…..!!!!!” teriak oka.
“kau sudah puas menikmati tubuhku kan…..??? sekarang ceraikan aku……..!!!!!” teriak angel berlalik kesal pada oka.
“apa maksudmu…??” tanya oka.
“kau pikir aku bodoh…?? Aku tau semua rencanamu berpura-pura membantu ayahku…!!” kata angel.
“aku tau kau hanya penasaran denganku…, oka..” sambung angel lagi.
“sekarang ceraikan aku….” Teriak angel.
Oka mencengkram lengan angel dengan kasar.
“sampai matipun…, aku tidak akan pernah menceraikanmu…” teriak oka.
Kemudian oka menghempaskan tubuh angel begitu saja dan oka berlalu keluar dari kamar dengan kesal. Angel kembali menangis di perlakukan kasar oleh oka. Seumur hidupnya angel tak pernah membayangkan malam pengantin yang indah dan diidamkan banyak wanita akan terasa pahit bagi dirinya.
Oka yang kini duduk di ruang kerjanya tampak sangat kesal dengan sikap angel yang tetap dingin kepadanya. Di tambah lagi angel meminta cerai hanya dengan waktu satu malam pernikahan mereka.
“dia membuatku sangat kesal dengan permintaan cerai…” gumam oka.
__ADS_1
“dasar wanita bodoh…!!” umpat oka kesal.
Cherry yang menyibukkan dirinya dengan bisnis yang sedang ia kelola, mendapat kejutan romantis dari risvan yang tanpa absen memberikan bunga mawar padanya untuk membuktikan rasa cinta yang ia miliki untuk cherry.
“sayang…., kau sangat romantis..” kata cherry dalam dekapan risvan.
“aku melakukan ini karena aku selalu jatuh cinta padamu setiap harinya..” kata risvan.
“ck…, dasar gombal…” ujar cherry.
“hehehehe…, tapi kau suka kan…??” kata risvan.
Cherry mengangguk dengan senyum yang terukir di bibirnya.
“kalau aku tau kau akan seromantis ini…, sejak SMA aku akan menerima cintamu, risvan…” kata cherry.
“ck…, kau saja yang terlalu jual mahal padaku dulu..” sahut risvan.
“kau selalu mencuri ciumanku…” ujar cherry.
“kalau tidak dicuri.., kau pasti tidak akan mau menciumku..” kata risvan.
“dasar…..” sahut cherry.
“cepat cium aku…” kata risvan.
“tanpa disuruh pun aku akan segera menciummu, sayang…” ucap cherry dengan genitnya.
“jangan pancing gairahku….., ini di kantormu…” kata risvan.
“aku tak perduli….” Sahut cherry yang langsung memberikan ciuman panasnya kepada risvan.
Setelah kesedihan berlalu kini cherry dan risvan tampak semakin lengket dan semakin mesra. Mereka berniat untuk melalukan program hamil setelah jarak setahun setelah keguguran yang di alami cherry.
Di kediaman riady nina disibukkan dengan riana yang kini sudah berusia 3 tahun. Riana tumbuh menjadi anak yang aktif. Sangking aktifnya, pengasuh yang biasa merawatnya sampai kewalahan. Riady yang berprofesi sebagai dokter pulang kerumahnya setelah seharian bekerja di rumah sakit. riady menemui nina yang sedang duduk di depan meja riasnya.
“cantik banget…., dandan untukku ya…” kata riady menatap nina dari cermin.
Nina hanya tersenyum membalas ucapan riady.
“tidak terasa riana sudah 3 tahun…., apa tidak sebaiknya kita memberikannya seorang adik..??” kata riady.
“itu sih mau mu kan…” sahut nina.
“hehehehe……., tau aja…” sahut riady.
“dasar modus…” ujar nina.
“ayo kita sering-sering melakukannya…, agar kau segera hamil lagi…” kata riady yang langsung mengangkat tubuh nina ke atas ranjang tempat peraduan mereka.
Hari-hari berlalu begitu saja bukan berarti risvan melupakan masalah yang membuatnya kehilangan buah cintanya bersama cherry. Risvan terus menyelidiki terkaitnya yuna dalam peristiwa di tangga darurat itu. begitu juga dengan yuna yang terus mengintai rumah tangga dan orang-orang terdekat dari risvan dan cherry.
Di sudut ruang kamarnya, yuna menempelkan beberapa foto yang akan menjadi sasarannya. Tampak foto dari mendiang ayahnya risvan tercoreng dengan spidol hitam. Dengan melemparkan anak panahnya, foto nina yang menjadi sasaran berikutnya.
“kali ini kau….!! Kau adalah orang yang paling dekat dengan cherry…” ujar yuna menatap foto nina.
“aku akan mengambil semua kebahagiaan yang cherry miliki…., termasuk risvan..” sambungnya lagi.
Tubuh pelayan yuna gemetar saat mengintip dari selah pintu kamar yuna. Ia melihat semua perihal aneh yang dimiliki oleh yuna. Ibunya yuna sering datang membawakan obat untuk yuna namun ia tak bisa memastikan kalau yuna akan meminum obat tersebut secara rutin. Yuna tak mau ikut tinggal dengan orang tuanya karena ia tak suka di perlakukan tak bebas dengan orang tuanya. Ayahnya yang sibuk bekerja dengan bisnis yang baru saja ia mulai tidak begitu perduli dengan yuna.
Sore hari nina berniat untuk mengunjungi ayahnya setelah pulang dari kampus tempat ia mengajar. Nina yang terbiasa mengendarai mobilnya terus melajukan mobil mewah itu menuju kerumah ayahnya dengan membawa kue yang sempat ia beli sebelum ke kampus.
Di tengah jalan nina melajukan mobilnya dengan hati-hati. Ia melihat ada sebuah truk yang berhenti di pinggir jalan, ia pun menyalip truk itu dan saat itu matanya terbelalak melihat ada mobil yang berlawanan arah tepat di depannya. Ia berusaha untuk mengendalikan mobilnya. Saat akan menginjak rem, mobilnya tak mau berhenti. Nina panik setengah mati saat di jalan itu banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Nina tak dapat menguasai mobilnya lagi, ia telah berusaha untuk mengendalikan mobilnya yang tak mau berhenti karena remnya blong. Untuk menghindari mobilnya yang akan tertabrak denagn mobil lain, nina banting setir dan menghantam mobilnya dengan pembatas jalan. Mobil nina mental dan terbalik-balik dengan rusak parah. Nina
berlumuran darah di dalam mobilnya. Setelah di evakuasi, nina di bawa kerumah sakit. riady sangat panik saat tau kalau nina tak sadarkan diri lebih dari 5 jam setelah kecelakaan.
Semuanya tampak hadir dirumah sakit untuk menemani riady yang sedang khawatir dengan keadaan nina tak terkecuali angel yang baru saja mengenal nina sebagai iparnya.
“nina terlau banyak kehabisan darah…” kata riady.
“ya tuhan…, selamatkan istriku…” ucap riady dalam doanya.
Semua sangat khawatir pada kondisi nina yang masih sangat kritis di ruang ICU. Air mata cherry serta mami tak terbendung saat melihat nina terbaring dengan luka yang cukup parah di bagian kepalanya.
Angel memeluk cherry yang menangisi nina. Cherry sangat dekat dengan kakak iparnya tersebut. Ia telah menganggap nina seperti kakak kandungnya sendiri.
“kak…, aku sangat takut jika sesuatu terjadi pada kak nina..” kata cherry dalam isak tangisnya.
“tenanglah…., lebih baik kita mendoakan yang terbaik untuk kak nina..”sahu angel terus memeluk cherry.
__ADS_1