CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
honeymoon


__ADS_3

hari yang di tunggu² Alan dan Elsa akhirnya tiba di mana mereka akan honeymoon jika Elsa sudah memungkinkan Elsa hamil lagi , kini mereka sudah siap dan menyempatkan diri untuk sarapan bersama dengan keluarga


" wah pengantin lama " ucap jose saat melihat Alan dan Elsa datang


" jangan ada yang iri " ucap Alan tersenyum


" nanti setelah Alan kalian juga bisa " ucap Daddy radit


" aku dad " mereka semua menatap Elvi


" kamu yakin sayang " Elvi mengaguk


" mau jalan² atau honeymoon " tanya Jose selidik


" honeymoon " tanya Elvi


" kamu yakin sayang " tanya Henry memastikan


" yakin by sangat " ucap Elvi


" berapa lama kalian di sana " tanya Henry antusias


" 2 Minggu kenapa " tanya Alan


" Baik ,kamu dengar sayang jadi selama 2 Minggu ini jika aku lembur kamu jangan marah karena harus kerja ekstra untuk honeymoon " ucap Henry


" baiklah,aku tidak akan marah² " ucap Elvi tersenyum


" kamu siap hamil lagi nak " tanya mommy ellena


" mommy tenang saja ,mas Henry banyak uangnya buat bayar Nany " ucap Elvi


" kamu serius vi, bahkan si kembar belum setahun jika nanti kamu hamil kembar lagi gimana " ucap Aqila


" kan tidak lama lagi setahun, sebagai hadiah si kembar siapa tau berhasil aku juga sudah KB " ucap Elvi


" koh tidak bilang sayang jika tau untuk apa aku pakai pelindung atau tumpah luar ,menyesakan saja kamu tau kan sayang kalau honeymoon itu 80 % di kamar 20 % jalan² " ucap Henry tersenyum licik


" iya aku tau " ucap Elvi


" cih lihat kah wajah nya seperti Anabelle jika membahas ranjang " cibir Jeje


" terserah kalian mau bicara apa ,Jose siapkan dirimu ,Aqila untuk sementara kamu harus sabar mengurus Reza sendiri dulu nanti mommy yang bantu " Jose hanya mendengus kesal


" kamu yang honeymoon aku yang ikut repot " ucap Jose kesal


" sudah ayo kita sarapan dulu ,lihat lah wajah adik bungsu kalian seperti nya sudah tidak sabar " ucap Mommy ellena


" mommy memang terbaik , bahkan dokter sudah mengizinkan untuk siram ladang tapi pemilik nya masih menolak keras ,kaya masih perawan saja " cibir Alan membuat mereka tertawa kecil , sedangkan Elsa hanya diam saja


setelah sarapan mereka mulai berpamitan


" jangan kasih kendor lan, bila perlu tidak usah ke luar dari kamar " ucap jose tertawa kecil

__ADS_1


" itu sudah pasti, kamu tenang saja " ucap Alan


" Elsa beli obat kuat supaya kamu tidak lelah " ucap Jeje


" dia tidak perlu obat itu, tanpa obat itu dia sudah aktif,,,, sakit sayang " ucap Alan saat merasa pinggang nya panas karena cubitan Elsa


" sudah sana berangkat" ucap Henry


" tenang saja pilot tidak akan take off jika kami belum ada " ucap Alan


" Daddy mommy do'akan semoga ada hasilnya iya " ucap Alan


" iya nak ,sehat² di sana jangan menghajar istri mu terus kasih istirahat juga kasih makan jangan karena enak kamu lupa diri " Alan hanya tersenyum kuda " baik mommy sayang " ucap Alan


" mom dad kami jalan iya " ucap Elsa


" iya sayang hati² iya " ucap mommy ellena


" bikinkan yang lucu iya kak buat teman Reza " ucap Aqila


" iya Kaka yang cantik buat teman Queen nantinya " ucap Elvi


" iya mba bikin kan yang imut pokoknya kaya saya " ucap Ana


" kalau yang kaya kamu ,kamu minta suamimu " ucap Alan


" kalau yang itu sudah ke luar,aku bikinkan lagi " ucap Jeje


" hati² iya " mereka mengaguk ,tapi teriakan Queen mengehentikan Alan


" yah "Alan menatap Queen " kenapa hm " tanya Alan


" Ade " Alan tersenyum " iya ayah bikin kan Ade buat Queen jangan nakal dengan nany iya ayah tinggal sebentar " ucap Alan mencium pipi Queen apa lagi bayi gembul itu kini sudah bisa jalan ,sehingga semua isi masion ekstra hati² menjaga mereka,


" by sayang " Queen tersenyum


setelah kepergian Alan Henry juga siap untuk pergi


" Dy Dy " Henry menatap Ray


" kenapa son, Daddy harus kerja " Ray mengangkat tangannya meminta di gendong ,Henry menggendong Ray " kut " Henry menatap ray


" Daddy kerja son ,bukan pergi bermain " ucap Henry


" bawah saja ,biar dia tau perusahaan itu seperti apa " ucap Daddy radit


" tapi dia masih kecil dad ,Kasian Ray nya " ucap Henry


" kamu juga dulu sering ikut Daddy kerja " ucap mommy ellena


" sayang " Elvi hanya mengangguk pelan " mba ambilkan keperluan Ray iya " ucap Elvi


" baik nyonya " ucap Nany

__ADS_1


" jangan nakal nanti di kantor iya sayang ,jangan ganggu Daddy,dan ayah kerja iya " ucap Elvi


" ote my " ucap Ray


" yakin tidak papa sayang " Elvi hanya mengangguk


" anak ayah yakin mau ikut kerja hm " Ray hanya tertawa


" maaf tuan " Jose mengambil keperluan Ray


" kami berangkat kerja dulu dad mom " ucap Henry


" iya nak ,cucu Oma jangan nakal di sana iya " ucap mommy ellena lalu mencium Ray


" Daddy apa nanti Raymond tidak rewel " tanya Elvi setelah kepergian mereka


" kamu tenang saja , setidaknya dia sudah mulai belajar dunia nya " ucap Daddy radit


" nanti kamu sering Hubungi Henry saja " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap Elvi


" rif'at sama queen sama sama opa Oma saja iya " anak kecil itu berjalan mendahului mereka sehingga Nany harus mengikuti dari arah samping


" hen, kamu yakin " tanya Jeje


" entah lah ,ini anak kenapa beda sekali dengan adik nya yang hanya memikirkan dunia main , tapi dia hanya diam saja menatap layar tv,tab tentang bisnis apa aku salah iya " ucap Henry


" bukannya itu bagus , setidaknya dia belajar dari kecil bahkan sangat " ucap Jose


" tapi dia masih sangat kecil Jo " ucap herny sambil menatap anaknya yang ada di pangkuannya dan memegang tab nya , sedangkan Ray menatap layar tab itu tanpa terganggu dengan suara Daddy dan paman nya


" son Daddy mau tanya boleh " Ray menatap Daddy nya


" apa kamu suka ini " Henry menunjuk layar tab nya


" uka " jawab Ray ,Henry hanya mengangguk saja " baiklah kamu boleh menonton ini tapi jangan terlalu sering " Ray hanya diam saja matanya masih fokus sama layar tab


" dia benar² mengerikan " ucap Jeje


" apa nanti Reza seperti dia " tanya Jose


" mana bisa seperti Ray , memangnya dia dari bibit yang sama " ucap Jeje


" maksudnya aku itu pemikiran nya " ucap Jose


" entahlah kan ,dia baru mau 2 bulan " ucap Jeje


" tapi ray, kemarin umur segitu sudah menunjukkan sifat dinginnya tatapan nya seperti menatap seorang pencuri " ucap Jose


" itu lah keunikan anakku " ucap Henry sombong


" cih " cibir Jose dan Jeje

__ADS_1


__ADS_2