
hari yang di tunggu² Alan dan Elsa akhirnya tiba di mana mereka akan honeymoon jika Elsa sudah memungkinkan Elsa hamil lagi , kini mereka sudah siap dan menyempatkan diri untuk sarapan bersama dengan keluarga
" wah pengantin lama " ucap jose saat melihat Alan dan Elsa datang
" jangan ada yang iri " ucap Alan tersenyum
" nanti setelah Alan kalian juga bisa " ucap Daddy radit
" aku dad " mereka semua menatap Elvi
" kamu yakin sayang " Elvi mengaguk
" mau jalan² atau honeymoon " tanya Jose selidik
" honeymoon " tanya Elvi
" kamu yakin sayang " tanya Henry memastikan
" yakin by sangat " ucap Elvi
" berapa lama kalian di sana " tanya Henry antusias
" 2 Minggu kenapa " tanya Alan
" Baik ,kamu dengar sayang jadi selama 2 Minggu ini jika aku lembur kamu jangan marah karena harus kerja ekstra untuk honeymoon " ucap Henry
" baiklah,aku tidak akan marah² " ucap Elvi tersenyum
" kamu siap hamil lagi nak " tanya mommy ellena
" mommy tenang saja ,mas Henry banyak uangnya buat bayar Nany " ucap Elvi
" kamu serius vi, bahkan si kembar belum setahun jika nanti kamu hamil kembar lagi gimana " ucap Aqila
" kan tidak lama lagi setahun, sebagai hadiah si kembar siapa tau berhasil aku juga sudah KB " ucap Elvi
" koh tidak bilang sayang jika tau untuk apa aku pakai pelindung atau tumpah luar ,menyesakan saja kamu tau kan sayang kalau honeymoon itu 80 % di kamar 20 % jalan² " ucap Henry tersenyum licik
" iya aku tau " ucap Elvi
" cih lihat kah wajah nya seperti Anabelle jika membahas ranjang " cibir Jeje
" terserah kalian mau bicara apa ,Jose siapkan dirimu ,Aqila untuk sementara kamu harus sabar mengurus Reza sendiri dulu nanti mommy yang bantu " Jose hanya mendengus kesal
" kamu yang honeymoon aku yang ikut repot " ucap Jose kesal
" sudah ayo kita sarapan dulu ,lihat lah wajah adik bungsu kalian seperti nya sudah tidak sabar " ucap Mommy ellena
" mommy memang terbaik , bahkan dokter sudah mengizinkan untuk siram ladang tapi pemilik nya masih menolak keras ,kaya masih perawan saja " cibir Alan membuat mereka tertawa kecil , sedangkan Elsa hanya diam saja
setelah sarapan mereka mulai berpamitan
" jangan kasih kendor lan, bila perlu tidak usah ke luar dari kamar " ucap jose tertawa kecil
__ADS_1
" itu sudah pasti, kamu tenang saja " ucap Alan
" Elsa beli obat kuat supaya kamu tidak lelah " ucap Jeje
" dia tidak perlu obat itu, tanpa obat itu dia sudah aktif,,,, sakit sayang " ucap Alan saat merasa pinggang nya panas karena cubitan Elsa
" sudah sana berangkat" ucap Henry
" tenang saja pilot tidak akan take off jika kami belum ada " ucap Alan
" Daddy mommy do'akan semoga ada hasilnya iya " ucap Alan
" iya nak ,sehat² di sana jangan menghajar istri mu terus kasih istirahat juga kasih makan jangan karena enak kamu lupa diri " Alan hanya tersenyum kuda " baik mommy sayang " ucap Alan
" mom dad kami jalan iya " ucap Elsa
" iya sayang hati² iya " ucap mommy ellena
" bikinkan yang lucu iya kak buat teman Reza " ucap Aqila
" iya Kaka yang cantik buat teman Queen nantinya " ucap Elvi
" iya mba bikin kan yang imut pokoknya kaya saya " ucap Ana
" kalau yang kaya kamu ,kamu minta suamimu " ucap Alan
" kalau yang itu sudah ke luar,aku bikinkan lagi " ucap Jeje
" hati² iya " mereka mengaguk ,tapi teriakan Queen mengehentikan Alan
" yah "Alan menatap Queen " kenapa hm " tanya Alan
" Ade " Alan tersenyum " iya ayah bikin kan Ade buat Queen jangan nakal dengan nany iya ayah tinggal sebentar " ucap Alan mencium pipi Queen apa lagi bayi gembul itu kini sudah bisa jalan ,sehingga semua isi masion ekstra hati² menjaga mereka,
" by sayang " Queen tersenyum
setelah kepergian Alan Henry juga siap untuk pergi
" Dy Dy " Henry menatap Ray
" kenapa son, Daddy harus kerja " Ray mengangkat tangannya meminta di gendong ,Henry menggendong Ray " kut " Henry menatap ray
" Daddy kerja son ,bukan pergi bermain " ucap Henry
" bawah saja ,biar dia tau perusahaan itu seperti apa " ucap Daddy radit
" tapi dia masih kecil dad ,Kasian Ray nya " ucap Henry
" kamu juga dulu sering ikut Daddy kerja " ucap mommy ellena
" sayang " Elvi hanya mengangguk pelan " mba ambilkan keperluan Ray iya " ucap Elvi
" baik nyonya " ucap Nany
__ADS_1
" jangan nakal nanti di kantor iya sayang ,jangan ganggu Daddy,dan ayah kerja iya " ucap Elvi
" ote my " ucap Ray
" yakin tidak papa sayang " Elvi hanya mengangguk
" anak ayah yakin mau ikut kerja hm " Ray hanya tertawa
" maaf tuan " Jose mengambil keperluan Ray
" kami berangkat kerja dulu dad mom " ucap Henry
" iya nak ,cucu Oma jangan nakal di sana iya " ucap mommy ellena lalu mencium Ray
" Daddy apa nanti Raymond tidak rewel " tanya Elvi setelah kepergian mereka
" kamu tenang saja , setidaknya dia sudah mulai belajar dunia nya " ucap Daddy radit
" nanti kamu sering Hubungi Henry saja " ucap mommy ellena
" iya mom " ucap Elvi
" rif'at sama queen sama sama opa Oma saja iya " anak kecil itu berjalan mendahului mereka sehingga Nany harus mengikuti dari arah samping
" hen, kamu yakin " tanya Jeje
" entah lah ,ini anak kenapa beda sekali dengan adik nya yang hanya memikirkan dunia main , tapi dia hanya diam saja menatap layar tv,tab tentang bisnis apa aku salah iya " ucap Henry
" bukannya itu bagus , setidaknya dia belajar dari kecil bahkan sangat " ucap Jose
" tapi dia masih sangat kecil Jo " ucap herny sambil menatap anaknya yang ada di pangkuannya dan memegang tab nya , sedangkan Ray menatap layar tab itu tanpa terganggu dengan suara Daddy dan paman nya
" son Daddy mau tanya boleh " Ray menatap Daddy nya
" apa kamu suka ini " Henry menunjuk layar tab nya
" uka " jawab Ray ,Henry hanya mengangguk saja " baiklah kamu boleh menonton ini tapi jangan terlalu sering " Ray hanya diam saja matanya masih fokus sama layar tab
" dia benar² mengerikan " ucap Jeje
" apa nanti Reza seperti dia " tanya Jose
" mana bisa seperti Ray , memangnya dia dari bibit yang sama " ucap Jeje
" maksudnya aku itu pemikiran nya " ucap Jose
" entahlah kan ,dia baru mau 2 bulan " ucap Jeje
" tapi ray, kemarin umur segitu sudah menunjukkan sifat dinginnya tatapan nya seperti menatap seorang pencuri " ucap Jose
" itu lah keunikan anakku " ucap Henry sombong
" cih " cibir Jose dan Jeje
__ADS_1