
Hari sudah mulai sore Elvi masih menunggu Aqila untuk pulang bersama tapi tiba-tiba perasaanya tidak enak ,dia mengambil HP nya dalam tas tapi tidak ada panggilan atau pesan masuk.
" Hey ayo pulang " sambil menarik tangan Elvi untuk berdiri dari duduknya
" Iya sabar aku masukin dulu HP ku " ucap Aqila
" Apa bosmu belum pulang dari Landon" tanya Aqila
Elvi langsung menghentikan langkahnya lalu melihat Aqila ,Aqila merasa Elvi berhenti pun melihat ke arah belakang
" Kenapa " tanya Aqila
" Aku pulang duluan nanti lain kali baru kita jalan ok" jawab Elvi langsung berlari ke arah luar
Saat sudah di luar ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di depannya
" Hai kenapa buru-buru" ucap seseorang saat sudah membuka kaca mobilnya
" Ah iya tidak papa" ucap elvi
" Apa sedang menunggu taxi ,aku antar saja " ucap Rio
" Tidak usah aku nunggu taxi saja makasih" tolaknya halus
Rio ke luar dari mobil mewahnya " naik lah nanti aku antar" ucap Rio
Elvi menatap Rio " tidak aku dag papa nunggu taxi saja" ucap elvi
" Naik lah itu dilihatin orang " ucap Rio sambil menunjukan orang yang melihatnya pake lirikan matanya.
Elvi melihat sekeliling nya benar saja akhirnya Elvi naik mobil Elvi " maaf sudah merepotkan mu" ucap elvi lirih
" Tidak papa aku yang meminta untuk mengantar mu bukan, alamatmu di mana " tanya Henry sambil menjalankan mobilnya
" Di apartemen xx " jawab Elvi
"Apa kamu tinggal di apartemen itu " tanya Rio
Elvi mengagukan " apartemen majikan ku aku bekerja di sana " ucap elvi
Rio hanya ber O ria saja sesekali mereka meleparkan candaan dan Rio sangat kagum dengan Elvi selain cantik dia juga wanita yang baik dan ceria Rio memiliki rasa tertarik untuk memilikinya
__ADS_1
Perjalanan tidak terasa Elvi sudah berada di loby apartemen Rio turun dari mobilnya membukakan pintu untuk Elvi
" Makasih sudah repot-repot anterin Elvi " ucap elvi berdiri depan pintu mobil
" Tidak papa kita teman jadi tidak usah sungkan untuk menerima atau meminta bantuan ku,aku pamit iya " ucap Rio sambil mengacak rambut Elvi
Elvi melangkah kakinya menuju lift saat melihat mobil Rio sudah menjauh
Tanpa dia sadari ada dua pasang mata yang melihat kedekatan mereka Henry dan Jose
Bahkan saat ini Henry sudah sudah mengepalkan tangannya menahan emosinya mukanya sudah merah
" Hen kendalikan emosimu" Jose memperingati bosnya sekaligus saudaranya meskipun tidak sedarah karena dia tahu betul gimana saat Henry sudah emosi
" Kamu kembali ke apartemen mu " ucap Henry dingin
" Aku ikut ke apartemen mu " bukan tanpa alasan tapi dia takut Henry hilang kesadaran
" Jo jangan membantah ku" geram Henry menatap Jose dengan tajam
Mereka turun dari mobil menuju apartemen masing-masing Jose memilih kembali ke apartemen dia yakin Henry tidak mungkin melukai Elvi
Elvi yang baru selesai berganti pakaian melihat Henry sudah depan pintu apartemen,dia mendekati Henry tapi kenapa pria itu terlihat berbeda apa ada Masahlah di perusahaan
Sedangkan Henry hanya diam dia berusaha menahan emosinya
Saat sampai dalam kamar Henry membanting gelas yang ada di atas meja kamarnya,elvi kaget mendengar suara itu akhirnya dia ke luar dari arah kamar mandi itu
" Mas kenapa " tanya Elvi dia melihat pecahan gelas di lantai
" Ke luar" ucap Henri dingin
" Mas ...
" KELUAR ELVI " teriak Henry dia sudah tidak bisa menahan amarah nya apa lagi bayangan yang dia lihat tadi selalu berputar di kepalanya apa lagi memang dia sedang banyak pikiran baru dia melihat Elvi dengan orang lain itu memutar pikirannya atas penghianat yang dia dapat dulu
Ini pertama kalinya Henry membentak bahkan meneriakkannya dan itu membuat Elvi takut
" Sayang
" Siapa yang kau panggil sayang di sini !! Hah " bentak Henry
__ADS_1
" Mas kenapa sih kalau ada masalah kan bisa bicara baik-baik bukan,kenapa harus marah kaya gini " ucap elvi sekuat tenaga menahan dirinya
" Kamu dari mana, kenapa tidak meminta izin saat ke luar dan siapa yang mengantar tadi " tanya Henry beruntun sambil menatap Elvi dengan tajam
" JAWAB ELVI " sungguh Henry sudah tidak bisa menahan emosinya karena Elvi hanya diam tidak memberinya jawaban
Dia menarik tangan Elvi dengan kasar membawa ke tempat tidur Elvi sungguh benar benar takut karena ini pertama untuknya melihat Henry seperti ini
" Mas dengarkan aku dulu" ucap elvi saat dia sudah Duduk di tempat tidur
" Apa yang harus aku dengar " ucap Henry dia lngsung menarik paksa baju Elvi ,Elvi hanya bisa menutup matanya
" Layani aku " ucap Henry, Elvi membuka matanya menatap Henry kata " melayani " seolah sangat menyakitkan untuknya
Henry tidak memperdulikan tatapan Elvi dia mulai mencium bibir Elvi dengan kasar dia mengabsen semua inci tubuh Elvi,melepas semua yang melekat di tubuhnya maupun di tubuh Elvi
" Kau yang memancing kemarahan ku" bisik Henry di telinga Elvi dia mencium leher Elvi dan memberikan bekas di sana,Henry mengabsen semua tubuh Elvi semua di jajah nya Elvi hanya bisa mendesah dan menahan sakit karena Henry bermain kasar.
" Ini yang kau inginkan kan bukan " ucap Henry sambil memacu dirinya diatas Elvi, dia mencabut senjatanya lalu menarik Elvi untuk bangun dan menyadarkan di kepala kasur kaki satunya di naikan di atas kasur dia memacu Elvi dari arah belakang
" Aaarrgghhhh" racau Henry saat senjatanya tertanam semua dan serasa di jepit dalam sana
Dia kembali memompa dengan cepat kepalanya mengadah keatas merasa kenikmatan yang dia dapat sungguh milik Elvi benar-benar membuatnya tidak bisa berkata suara ***** dan ***** Elvi membuat Henry makin di selimuti gairah
Dia kembali menarik Elvi " kau memimpin " ucap Henry sambil menaikan Elvi di atas pangkuannya
" Bergerraakkk" suara Henry tertahan saat pusaka nya masuk kembali dia benar benar tidak tahan lalu dia membantu Elvi dari arah bawah, sampai akhirnya pelepasan itu datang
" Aaaarrrgghhhhh" erangan mereka berdua memenuhi ruangan kamar itu
Elvi bersandar di bidang dada Henry sungguh Henry menggempurnya 2 jam,lalu dia berdiri dari pangkuan Henry dengan rasa sakitnya tapi dia tahan sekuat mungkin Henry hanya meliriknya saja
" Istirahat lah aku mandi dulu " ucap Henry kemudian dia berdiri
" Aku tidak papa aku ingin mandi " Henry langsung menatap tajam Elvi
" Jangan memancing kemarahan ku Elvi " geram Henry menatap Elvi
" Iya mas " Elvi menarik selimutnya dia menahan sakit bagian bawah sana tapi dia berusaha baik baik saja dia memejamkan matanya karena memang dia benar-benar lelah akhirnya dia terlelap
Henry ke luar dari kamar mandi melihat Elvi sudah tidur dia berjalan ke arah ruang ganti
__ADS_1
Setelah selesai dia mengambil pakaian yang berserakan di lantai menyimpan di keranjang kotor,lalu membersihkan pecahan gelas yang dia banting tadi di rasa sudah bersih dia ke luar dari kamar nya untuk mendinginkan pikirannya
Dia ke ruangan kerjanya meminum wine mungkin pikirannya bisa berkurang .