CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
kekesalan Jeje


__ADS_3

kini usai kandungan aqila dan Nabilla sudah memasuki usia sembilan bulan sedangkan si kembar lagi lucu lucunya Bakan mereka sudah bisa tengkurap baby Ray yang mewarisi sifat Daddy nya bahkan lebih parah ,baby rif'at yang selalu jahil sama Queen, dan si manis Queen selalu manja pada ayah dan Daddy nya , jeje dan Ana semakin harmonis , begitu juga dengan Alan dan Elsa sekalipun masih terlihat datar saja


kini mereka sedang duduk manis di ruangan tengah melihat si kembar bermain dengan Bola yang ada di tangan mereka,tapi tangisan Queen membuat Henry mendekati mereka


" son jangan nakal ,kasian Queen lihat kakakmu diam saja kaya kulkas satu pintu " ucap Henry tersenyum , sedangan baby Ray hanya menatap datar Daddy nya


" tidak usah menatapku seperti itu boy,jika bukan Daddy kamu tidak akan ada " ucap Daddy mengajak baby Ray berbicara


" by ,koh bicaranya asal " Ucap Elvi kesal


" lihat tuh dia lihat aku kaya lihat musuhnya " ucap Henry


" cih kamu tidak sadar dengan sifat mu sendiri" cibir Alan


" tapi tidak dengan orang tua nya , lihat lah " ucap Henry , rif'at dan Queen saling menarik mainan mereka membuat Henry menarik salah satu dari mereka


" son dia adikmu ,kamu harus mengalah ok " baby rif'at hanya tertawa memperlihatkan gusi yang belum di tumbuhi gigi,Henry mendudukan rif'at dekat baby Ray agar tidak menggangu Queen tapi tindakan Henry itu membuat baby rif'at menangis ,karena di pukul kakaknya dia mengganggu mengambil mainan di tangan baby Ray ,Henry Langsung berdiri sambil menggendong Baby rif'at


" Kaka Ray, tidak boleh nakal iya " ucap Elvi lembut ,Baby Ray hanya melihat sekilas mommy nya lalu bermain lagi dengan bolanya


" astaga sumpah aku ngeri lihat Raymond " ucap Jose


" iya sifatnya tiga kali lipat galaknya Henry " ucap Jeje


" itu bagus supaya bisa melindungi adik adiknya " ucap Henry lalu memberikan rif'at pada mommy ellena


" mom gendong dulu ,jangan di biarkan di turun iya ,yang ada nanti gangguin lagi Kaka nya Sama adenya " ucap Brian


" tidak papa ,kan masih kecil iya " ucap mommy ellena sambil mengajak baby rif'at berbicara


" tapi dia buat menangis Queen " Ucap henry


" hen aku takut jika nanti dia sering bertengkar dengan baby ray, aku lihat dia orang nya usil " ucap Jeje


" iya kaya kamu " ucap Jose


" cih " cibir Jeje


" Sa kamu baik baik saja " tanya mommy ellena


" iya mom " ucap Elsa


" tapi Kaka pucat loh " ucap aqila


" mungkin karena kecapean dek " ucap Elsa


" kecapean ngapain " tanya Jose


" dag ngapain ngapain mas " ucap Elsa, Henry Jose dan Jeje menatap Alan


" jangan menggempur nya terus kasih waktu istirahat " ucap Daddy radit


" kita istirahat koh ,iya kan Sa " Elsa hanya mengangguk saja


" percaya saja " Ucap Jeje mereka pun mengaguk setuju


" sudah ayo kita istirahat ini sudah jam 10 ,kasian Nany nya si kembar " ucap mommy ellena


" iya mom " ucap mereka


" Aqila masih bisa " tanya Daddy radit


" bisa dad, sekalian latihan " ucap aqila


" pelan pelan saja iya " ucap mommy ellena


" iya mom " Jose membantu istrinya jalan sambil memegang tangan aqila dan tangan satunya menahan pinggang Aqila


" pelan pelan saja dek " ucap Jeje


" iya kak " ucap aqila


" pakai lift saja iya " ucap Jose


" kata dokter harus sering di bawah jalan kak supaya kepala Ade bisa turun ke bawah" ucap Aqila sambil mengatur nafasnya


" berhenti saja dulu dek " ucap Alan ,Aqila hanya mengangguk mereka mengikuti Aqila dan Jose di belakang sedangan Henry dan si kembar memakai lift


" kamu kenapa darl " tanya Jeje


" ngilu bang " ucap Ana tersenyum


" tidak papa nanti juga kamu kaya getho " ucap Jeje tersenyum,mereka masih terus berusaha semoga nanti di berikan juga seperti Henry dan Jose


" tapi ngeri lihatnya ,dek kenapa tidak pindah kamar bawah saja " ucap Ana


" tidak suka " ucap Aqila sambil berjalan lagi ,mereka dengan sabar mengikut belakang Aqila dan Jose hingga sampai atas lalu mereka masuk dalam kamar mereka masing-masing


" Sa kamu beneran tidak papa " tanya Alan saat sudah dalam kamar


" iya tidak papa " ucap Elsa


" iya sudah kita istirahat dulu ,malam ini libur saja " Elsa hanya mengangguk saja


lalu mereka tertidur Alan yang memeluk Elsa dari belakang, Elsa yang belum bisa tidur dia bangun dengan pelan ,lalu turun dari tempat tidur dia mendekati sebuah kalender yang ada di atas meja , matanya memejamkan tapi dia belum mau berpikiran jauh


" nanti besok aku ke apotik " gumam Elsa lirih


lalu tidur kembali di atas tempat tidur

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


pagi ini di meja makan di buat kaget karena ulah Jeje yang tiba-tiba mual mencium bau makanan yang ada di atas meja


" bibi bibi " teriak Jeje yang mulai menjauh dari meja makan


"iya tuan muda " ucap pelayan


" kalian masak apa hah, kenapa baunya seperti bangkai " bentak Jeje membuat pelayan itu ketakutan


"apa nya yang sih bang, orang baunya wangi " ucap Ana heran


" tidak darl mual aku cium nya " ucap Jeje kesal


" tidak ayo ,nanti kita telat " ucap Ana sambil menarik tangan Jeje ,saat sudah dekat meja makan Jeje langsung berlari ke wastafel dapur memuntahkan isi perutnya membaut mereka semakin bingung


hueekkkk hueekkkk


" Abang Baik baik saja " tanya Ana panik


" buang semua makanan itu " bentak Jeje pada pelayan


" kenapa di buang nak " ucap mommy ellena lembut


" bau mom ,Jeje mual " ucap Jeje, Ana membantu memijak leher Jeje


" dari mana yang bau je,orang baik baik saja " ucap Alan


" aku tidak mau makan " ucap Jeje


" Tapi bang ,harus sarapan dulu " Ucap Ana


" bau darl mual ,tidak kuat ciumnya " ucap Jeje lesuh karena mengeluarkan semua isi perut nya terkuras setelah memuntahkan tadi


" Henry Jose bantu adik kalian " ucap Daddy radit , Henry dan jose mendekati Jeje , seketika Jeje mundur kebelakang


" yaakkk apa kalian tidak mandi " teriak Jeje


" kau gila " bentak Henry


" darl suruh mereka pergi " ucap Jeje sambil menarik Ana dalam pelukan nya


" telepon Davin nak " ucap mommy ellena ,Alan langsung menelpon Davin


" kamu kenapa sih je ,bikin pusing saja " ucap Jose


" kalian bau menjauh lah " ucap Jeje, Alan yang memang sudah kesal mendekati Jeje dan memeluk nya lalu dia lari ke arah Henry


hueekkkk hueeeekkk


Jeje memuntahkan isi perut nya karena ulah Alan


" apa dia semalam kejedot kepalanya saat menungging kuda " ucap Jose kesal


" tapi dia kaya Aqila waktu hamil Jo " Ucap Henry


" jadi maksudmu Jeje hamil " tanya alan


" apa masuk akal " tanya Jose Henry hanya menaikan bahunya


" Ana antar suamimu ke kamar " Ucap Daddy radit


" maaf iya semuanya " ucap Ana tidak enak


" sudah tidak papa " ucap mommy ellena,


Jeje dan Ana ke kamar mereka ,sedangan yang lainnya melanjutkan makannya, setelah selesai maka Davin juga baru datang


" siapa yang sakit " tanya Davin menghampiri mereka


" Jeje mual " Davin mengerutkan keningnya menatap Alan


" maksudnya " tanya Davin


" tau itu anak habis kena benturan keras kali kepala nya , masa makan di bilang bau terus mual ,henry dan aku ingin membantu nya malah di bilang bau juga " ucap Jose


" di mana mereka " tanya Davin sambil melihat Elsa bingung


" di kamar " Davin langsung ke kamar Jeje di ikuti yang lainnya sedangkan si kembar bersama Nany Elsa dan aqila


" kamu kenapa " tanya Davin saat sudah masuk dalam kamar dia melihat Jeje memeluk erat Ana


"dag tau bibi masak makanan dari bangkai kali membuat ku mual " ucap Jeje ,Davin menatap Ana


" kamu bisa lepas kan Ana dulu " Jeje menggeleng


" sebentar saja " ucap Davin


" kenapa aku tidak mau ,kalau kaya gini aku tenang " ucap Jeje


" iya aku tau ,tapi lepas dulu tidak lama setengah jam " ucap Davin


" tapi kalian jauh " Davin mengaguk


Davin memberikan sesuatu pada mommy ellena


" bantu Ana mom " ucap Davin seketika wajah mommy ellena tersenyum


" ayo nak " ucap mommy ellena ,sedangkan Ana sudah mulai takut dia bukan wanita bodoh yang tidak tau itu apa

__ADS_1


" mom, Ana takut " ucap Ana lirih


" coba saja dulu kakak " ucap Elvi , Ana mengaguk lalu mommy dan Ana masuk dalam kamar mandi


" kamu berikan apa pada mommy " tanya Henry


" permen karet " ucap Davin asal


" serius bodoh " ucap Jose kesal


" diam dulu nanti kamu tahu " ucap Davin


" tahu apa " ucap Alan ,Davin hanya menatap mereka jengah, tidak berapa lama mommy ellena dan Ana ke luar ,Davin mendekati mereka dan melihat hasilnya


dia tersenyum lalu melihat Jeje dan Ana bergantian


" darl " Ana mendekati jeje ,saat sampai di tempat tidur dia langsung memeluk Ana


" sejak kapan kamu kaya gini " tanya Davin


" sejak pagi ini " ucap Jeje ,Davin hanya mengangguk saja


" istri mu hamil " ucap Davin


"jangan bercanda Vin,aku tidak suka bahkan dia tidak merasakan papa " ucap Jeje kesal


" iya karena kamu yang merasakan nya makanya Ana tidak meresakan papa " ucap Davin


" jangan bencanda ini tidak lucu " ucap Jeje lagi


" Vin kamu serius " ucap Henry ,Davin mengaguk


" itu biasa di namakan sindrom couvade atau kehamilan simpatik,jadi yang biasanya di alami wanita hamil ,itu yang akan di alami Jeje mual muntah mengidam dan yang lainnya ,jadi kalian siap siap saja iya " Ucap Davin tersenyum


" jangan bohong " ucap Alan


" kamu bisa mendekati, coba dekati " ucap Davin , Alan pun mendekati Jeje dengan pelan aga jeje tidak tau


"menjauh lah jika tidak ingin aku membunuhmu " Ucap Jeje kesal ,Davin tertawa melihat kekesalan Jeje


" sudah biarkan saja dia, nanti akan hilang sendiri nya " ucap Davin


" boleh aku bicara sama istrimu " ucap Davin menatap Alan


" untuk apa " tanya Alan


" tidak,hanya ada yang ingin aku tanya kan " Alan mengaguk lalu mereka ke luar dari kamar itu


" Sa bisa ikut saya sebantar " ucap Davin ,Elsa melihat Alan menggaguk


" kau mau bicara apa " tanya Henry


" tenang saja ,bukan yang aneh aneh hanya memastikan sesuatu " ucap Davin karena dia merasa curiga Melihat wajah Elsa yang pucat dan perubahan tubuhnya


Davin dan Elsa masuk ke ruangan pemeriksaan berdua


" apa kamu hamil "tanya Davin to the poin ,Elsa kaget


" aku tidak tau tapi aku sudah telat " ucap Elsa gugup


" nanti kamu tes ,nanti hasilnya kamu kirim sama Nabilla jika kamu belum mempunyai nomorku " ucap Davin


" ada koh dok , rencana sebentar aku ke apotik beli " ucap Elsa


" ambil ini ,apa aku perlu kasih tau mereka " Elsa menggeleng lalu menyimpan alat yang di kasih Davin di saku celananya


" nanti saja " Davin menggaguk


" baiklah ayo ke luar nanti mereka curiga " Elsa menggaguk


saat membuka pintu Henry Jose dan Alan berada depan pintu membuat Davin kaget


" kalian ngapain " tanya jose


" ada yang aku tanya kan Sama Elsa " ucap Davin


" tentang " tanya Henry


" nanti saja aku jelasin nya ,aku harus balik karena nabilla mau periksa hari ini ,Jo jangan lupa istrimu juga periksa " ucap Davin


" iya aku tau " ucap Jose


" iya sudah ,aku jalan dulu ,mom dad aku pulang " teriak Davin


sedangan Elsa meninggalkan Henry Jose dan Alan yang menatap nya curiga


" bicara apa nak sama Davin " ucap Daddy radit


" program hamil dad " ucap Elsa bohong


Henry Jose dan Alan mengaguk saja saat mendengar ucapan Elsa


" kirain dia naksir sama istri mu " Ucap Jose


" akan ku buat dia menyesal " ucap alan


" sudah aku kita ke kantor ,biarkan saja Jeje dan Ana hari ini libur " ucap Henry


lalu mereka berpamitan pada keluarga mereka, setelah itu meninggal kan rumah mewah itu

__ADS_1


__ADS_2