
Setelah ayahnya sembuh angel tak kunjung kembali keapartemen oka. Oka semakin kesal denganya. Setelah pulang dari kantornya, oka berniat untuk menjemput dan membawa angel kembali ke apartemen miliknya.
Setibanya disana lagi-lagi oka melihat angel sedang menangis sambil melihat lukisan pria di hadapannya.
Oka yag sangat kesal langsung masuk dan merampas lukisan itu.
“apa yang kau lakukan..??” tanya angel.
“aku akan membakar lukisan ini…” ujar oka.
“jangan…….!!!!!!!” Teriak angel.
Oka menghentikan langkahnya saat akan membawa lukisan itu.
“aku mohon jangan lakukan itu…!!” pinta angel memohon pada oka.
“kenapa..?? apa pria yang ada dilukisan ini sangat berarti untukmu…??” teriak oka.
“iya…, dia sangat berarti dalam hidupku…” sahut angel yang membuat oka semakin marah.
“beraninya kau mengatakan hal itu di hadapanku…” teriak oka melemparkan lukisan itu dengan kesal.
Oka langsung menyeret tubuh angel keluar dari rumah itu dan membawanya pulang ke apartemen.
Sesampainya disana oka menarik tangan angel dengan kasar dan membawanya masuk kedalam kamar.
“aku peringatkan padamu, jangan pernah memikirkan pria lain selain aku…!! Apa kau dengar…?????????” teriak oka mencengkram wajah cantik angel.
Angel hanya menatapnya dengan linangan air mata yang sudah membasahi wajahnya. Ia sangat ketakutan saat oka memperlakukannya dengan sangat kasar malam itu. setelah itu oka keluar dari kamarnya untuk menghindari dirinya agar tak bersikap semakin kasar pada angel.
Tak tahan mendengar tangisan angel di dalam kamar, oka pergi keluar dan berniat untuk menginap dirumah orang tuanya.
“oka…, kau datang sendiri..?? dimana angel..??” tanya mami.
“mi…, aku mau istirahat….!!” Sahut oka langsung masuk kedalam kamarnya.
“apa mereka bertengkar..??” gumam mami.
Malam sebelum tidur angel merasa gelisah di dalam kamarnya. Sesekali ia melirik kearah jam dinding yang berputar menunjukkan pukul 2 dini hari. Namun hingga begitu ia tak melihat keberadaan oka di apartemen.
“kemana dia…?? apa dia tidak pulang..??” ucap angel dalam hatinya.
“dia salah paham dengan pria yang dilukisan yang aku buat itu…dia sangat marah saat melihat lukisan itu…apa maksud dia sampai semarah itu padaku..?? bukankah dia menikah denganku hanya karena penasaran ingin mendapatkan aku..??” ucap angel lagi dalam hatinya.
Angel kembali merebahkan dirinya di atas ranjang, ingin sekali ia terlelap namun tak bisa.
Pikirannya selalu di penuhi pertanyaan tentang oka yang germa terhadapnya.
Di kediaman orang tuanya, oka juga tampak belum memejamkan matanya. Ia terus mengingat apa yang ia lakukan kepada angel selama ini. ia sering berlaku kasar terhadap wanita yang baru beberapa bulan ia nikahi.
“selama hidupku aku tak pernah berbuat kasar pada wanita..!! tapi kenapa saat bersma angel aku menjadi sosok monster yang kejam padanya…!!” gumam oka dalam hatinya.
“dia selalu dingin terhadapku dan aku tak menyukai hal itu…, tapi tetap saja aku tak boleh berbuat kasar padanya…!! Dia hanya seorang wanita dan aku memiliki adik wanita.., jika itu terjadi pada adikku aku pasti akan kesal…!!!” gumam oka lagi.
Oka bangkit dari ranjangnya dan mengambil kunci mobil miliknya.
“aku harus pulang dan meminta maaf pada angel atas apa yang aku perbuat selama ini padanya..” kata oka bergegas pulang ke apartemennya.
Tak butuh waktu lama oka sudah tiba di apartemen miliknya. Bibi erna membukakan pintu untuknya.
“tuan.., kau kembali…” sapa bibi erna.
“iya…, bi..!! apa angel ada di kamar..??” tanya oka.
“iya tuan…!!” sahut bibi erna.
__ADS_1
Oka melangkah masuk kedalam kamarnya itu dan melihat suasana gelap karena lampu tak di nyalakan. ia melihat tubuh angel yang berbaring di atas ranjang. Oka duduk di sebelahnya dan membelai lembut wajah angel. Angel yang memang belum tidur membukakan matanya dan melihat oka membelainya.
“kau belum tidur..??” tanya oka.
Angel hanya diam menatapnya. Angel bangun dan duduk di samping oka.
“darimana saja kau…??” tanya angel.
“tadi aku kerumah orang tuaku…” sahut oka.
Hening beberapa saat.
“angel…, ada yang ingin aku bicarakan padamu…” kata oka.
“aku minta maaf karena selama ini memperlakukanmu dengan kasar…!!” ucap oka pada angel.
Angel terkejut saat oka meminta maaf padanya. Selama ia menikah dengan oka dan bertengkar dengannya, oka tak pernah mau meminta maaf padanya.
“ada apa dengannya..?? kenapa tiba-tiba dia minta maaf..?? biasanya dia tak pernah mau mengalah kepadaku..!!” ucap angel dalam hatinya.
Oka menggenggam jemari angel.
“angel…., memang benar aku menikahimu karena rasa penasaranku untuk mendapatkanmu…!! aku salah dalam mengambil tindakan ini terhadapmu.., aku merasa telah merigukanmu.., kau terpaksa menikah denganku dan aku selalu kasar padamu…!! Tapi aku berbuat kasar padamu karena aku kesal dengan sikapmu yang selalu dingin padaku…!!” kata oka menjelaskan semuanya.
“maafkan aku angel…” ucap oka.
Oka dan angel saling tatap.
“jika kau ingin bercerai dariku…, aku menerimanya…” ucap oka lagi yang membuat hati angel sakit.
Entah apa yang dirasakan angel terhadap oka, namun saat oka mengatakan cerai padanya hatinya terasa sakit. angel memalingkan wajahnya kepada oka dan menghapus air matanya.
“baiklah…., segera urus surat perceraian kita…!! Besok aku akan kembali kerumah ayahku….” Kata angel menahan gejolak di hatinya.
Mendengar angel yang setuju dengan perkataannya, oka terasa bagaikan tak bertulang. Tubuhnya terasa lemas saat itu. oka memutuskan untuk tidur di kamar lainnya dan meninggalkan angel sendirian di kamar itu.
Oka dan angel sedang dalam masa kegalauanya. Mungkin mereka merasakan perasaan yang sama di dalam hatinya. Perasaan yang entah kapan timbulnya yang jelas mereka berdua merasakan kesedihan yang mendalam saat berencana ingin berpisah.
Esok paginya tanpa berpamitan dengan oka, angel kembali kerumah ayahnya. Disana ia hanya menghabiskan waktunya untuk melukis yang sudah menjadi hobinya sejak kecil. Oka yang sedang frustasi tak fokus dalam pekerjaannya. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengurus segala keperluan untuk bercerai dengan angel.
Malam minggu yang sudah menjadi tradisi untuk mereka berkumpul dirumah orang tuanya tampak oka datang sendirian malam itu.
“kak…, dimana kak angel..??” tanya cherry pada oka.
“dirumah ayahnya..” sahut oka dengan wajah lesu.
Risvan melihat wajah lesu oka, langsung menggenggam tangan cherry untuk menghentikannya agar tak bertanya lagi pada oka. Cherry diam dan melanjutkan makannya. Orang tua oka juga diam saja saat itu mereka tak ingin bertanya tentang masalah yang sedang oka hadapi saat di meja makan.
Setelah selesai makan malam, risvan mndekati oka yang sedang duduk di teras rumah.
“apa kau yakin dengan keputusanmu..??” tanya risvan.
“apa..??” oka balik bertanya.
“aku tau alasan angel kembali kerumah ayahnya…” kata risvan membuat oka terkejut.
“bagaimana kau bisa tau…?? Bahkan aku belum mengatakan apapun pada mami dan papi tentang rencanaku ini…” kata oka.
“beberapa hati yang lalu aku bertemu dengan angel di rumah sakit…!! dan dia mengatakan semuanya padaku…” kata risvan.
“untuk apa dia kerumah sakit..?? apa ayahnya sakit lagi..??” tanya oka.
“angel hamil….” Sahut risvan yang membuat oka semakin terkejut.
“apa..???” ujar oka kaget.
__ADS_1
“iya…., dia memeriksakan kandungannya waktu itu…!!” kata risvan.
“tapi dia tidak pernah bilang apa-apa padaku…” ujar oka.
“dia tak mengatakannya karena kau berniat untuk menceraikannya…” sahut risvan.
“sial……!!!” ujar oka langsung bergegas mendekati mobilnya.
“kau mau kemana…???” teriak risvan.
Namun oka tak menjawabnya dan langsung tancap gas pergi dari rumah orang tuanya.
Flashback saat dirumah sakit.
Risvan kerumah sakit untuk mengantar nova yang kembali merasakan sakit pada lehernya. Saat itu ia melihat angel sedang duduk sambil menangis. Risvan penasaraan dan mendekati angel.
“ada apa..?? kenapa kau menangis..??” tanya risvan.
Angel tak menjawabnya.
Mata risvan tertuju pada selembar kertas yang ada ditangan angel. Risvan merampasnya dan membacanya.
“hamil…??” tanya risvan.
Angel masih diam.
“hei…, seharusnya kau bahagia akan memiliki anak…, kenapa kau malah sedih..??” tanya risvan lagi.
“haruskah aku senang saat aku dan oka akan segera bercerai…??” ujar angel.
“apa…?? Kenapa kalian akan bercerai…??” tanya risvan kaget.
“entahlah….!! Kata-kata itu tiba-tiba saja keluar dari mulutnya…” sahut angel.
“beri tau kan hal ini pada oka…!! Setidaknya yang kau kandung adalah darah dagingnya..” kata risvan.
“tak perlu….!! Aku akan mengurus masalahku sendiri…” kata angel.
Angel pun pergi dari rumah sakit itu meninggalkan risvan yang menatapnya dengan iba. Risvan memutuskan untuk tak mengatakan apa yang ia ketahui tentang permasalahan oka dan angel. Ia tak mau cherry merasa khawatir pada permasalahan yang sedang kakaknya hadapi saat itu.
Flashback off.
Oka melajukan mobilnya dengan sangat kencang pergi menuju kediaman ayah mertuanya itu. tiba disana ia disambut hangat oleh ayah mertuanya. Tak ingin berbincang lama dengan mertuanya, ia naik ke atas menuju kamar angel. Saat membuka pintunya ia melihat angel yang sedang menangis di kamarnya. Dengan cepat oka memeluk istri yang akan diceraikannya itu.
Angel kaget saat oka tiba-tiba datang dan mendekapnya dengan erat.
“angel…., maaf….” Lagi-lagi oka mengucapkan kata itu padanya.
Angel menatap oka yang sedang tertunduk di hadapannya. Dengan lembut tangan halusnya membelai wajah oka dan mengangkatnya.
“aku tak ingin cerai….” Ucap angel lirih kepada oka.
Mendengar perkataan angel, cepat-cepat oka kembali memeluk angel.
“tidak….!! Kita tak akan pernah bercerai…” balas oka.
Angel kembali menangis di dalam dekapan oka.
“angel…, aku tak tau entah kapan perasaan yang aku rasakan ini tumbuh…!! Namun aku tulus padamu…, aku jatuh cinta padamu, angel…” ucap oka saat menatap wajah istrinya itu.
“aku juga mencintaimu…” balas angel membuat oka bahagia.
Tau cintanya dibalas oleh angel, oka langsung menngecup bibir serta kening angel. Lalu tangan oka mengelus perut angel yang masih terlihat rata.
“jangan menangis lagi…, aku tak ingin dia merasakan kesedihan ibunya…” kata oka.
__ADS_1
Angel mengangguk bahagia saat oka mengelus perutnya dan mengetahui kalau ia sedang mengandung buah cinta mereka.