
Seperti biasa Elvi akan bangun saat merasakan perutnya bergejolak padahal ini masih sangat pagi ,dia berlari ke kamar mandi mengeluarkan isi perutnya membuat ibu kaget langsung mengikuti Elvi ke kamar mandi
Huekkk.... huekkk ....
Ibu hanya bisa mengelus punggung Elvi " yang sabar iya dek, ibu yakin adek bisa melewatinya iya " ibu Susi menyemangati Elvi ,Elvi hanya mengangguk saja
Huekkk .... huekkk...
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, ternyata Henry yang membukanya, tadi saat Henry masuk dia sudah mendengar suara orang muntah dari arah kamar mandi.
" Sayang mual lagi, mana yang sakit " ucap Henry,sambil mengelus perut Elvi kemudian dia berjongkok sedikit " baby jangan bikin mommy sakit kasian mommy " ucap Henry tepat depan peut Elvi , ibu Susi melihat nya terharu dengan perlakuan anak mantunya itu .
" Ibu jaga Elvi sebentar iya , aku ke bawah dulu bikin kan teh " ucap Henry ,tapi ibu mencegahnya
" Biar ibu saja, nak Henry temani saja Elvi " ucap ibu ,lalu keluar dari kamar mandi untuk membuat teh
" Mas lemas " ucap elvi lirih
" Apa sudah selesai" ucap Henry, belum juga selesai Elvi sudah muntah lagi
Huekkk... huekkk
Henry mencuci mulut Elvi ,setelah selesai Elvi langsung memeluk Henry dengan erat karena dengan aroma Henry dia bisa lebih baik,Henry membiarkan saja karena selesai mual pasti Elvi akan lebih tenang dengan seperti itu, dia membawa Elvi ke luar dari kamar mandi lalu mendudukkan Elvi di sofa bawah tempat tidur mereka sambil mengelus perut Elvi
" Maaf sudah membuat mu seperti ini " ucap Henry sendu dia tidak tega melihat Elvi tiap pagi seperti ini
" Tida papa ,aku menikmati nya sekarang atau nanti sama saja kan " ucap elvi sambil tersenyum
" Baby jangan buat mommy mual terus, kalau baby mau sesuatu bilang sama Daddy nanti Daddy belikan iya " sambil mencium perut rata Elvi
Ibu masuk sambil membawa secangkir teh dia melihat Henry berjongkok depan Elvi " adek minum dulu iya,supaya lebih enakan, ibu kembali dulu ke kamar mau mandi " ucap ibu sambil mengelus kepala Elvi
" Iya Bu, makasih ibu " ucap elvi tersenyum
Kini di kamar tinggal mereka berdua " apa sudah lebih baik " tanya Henry Elvi mengaguk
" Iya sudah kamu istirahat saja dulu, aku olahraga dulu iya " ucap Henry sambil mencium bibir Elvi ***** dan **** dia sudah sangat rindu dengan bibir itu.
" Aku mandi saja, supaya lebih segar " ucap elvi setelah ciuman mereka lepas ,Henry hanya tersenyum sambil menghapus sisa Saliva di bibir Elvi.
" Iya sudah aku gantian dulu mau olahraga" ucap Henry lalu berdiri, sedangkan Elvi langsung masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri
" Sayang jangn lama-lama berendam nya iya " teriak Henry
" Iya " ucap elvi di balas dengan teriakan
Sekarang mereka sudah berkumpul di meja makan seperti biasanya. Setelah selesai makan mommy dan ibu mulai berbicara
" Henry kata ibu Elvi jika kalian ingin bikin rumah untuk ibunya Elvi ,kalian bisa bikin di samping rumah tanahnya masih luas untuk sebuah rumah " mommy ellena membuka pembicaraan
" Iya nak Henry,karena rumah yang ibu tepati sekarang peninggalan dari ayah Elvi hanya itu yang menjadi kenangan kami " ucap ibu Susi
" Baiklah nanti di urus semuanya " ucap Henry
" Gimana persiapan nya apa semua sudah beres " tanya Daddy radit
" Sudah 70 persen " ucap mommy
" Henry Jose " tanya Daddy radit
" Sudah dad, tinggal beberapa rapat dan meeting saja " ucap Henry
" Selesaikan dengan cepat agar kalian bisa istirahat sebelum hari nya " ucap Daddy
" Kamu Elvi apa yang kamu inginkan " tanya Daddy sambil menatap Elvi
" Hm tidak ada " Elvi masih ragu untuk mengutarakan
" Katakan saja " ucap Henry ,yang melihat keraguan di mata Elvi
" Aku ingin ketemu sama Aqila boleh,tidak lama lama ingin mengajaknya ke sini apa bisa " tanya Elvi ragu
" Lakukan lah tapi nanti kamu ke luar dengan bodyguard atau tidak sama sekali " ucap Daddy radit
" Terimakasih dad " ucap elvi ,Daddy hanya mengangguk saja
__ADS_1
" Pulang nanti jam makan siang ,jangan makan sembarangan di luar ,Henry Jose pulang lah cepat hari ini ,nanti malam ada sahabat Daddy yang datang " ucap Daddy radit
" Baik dad" ucap mereka berdua
" Aku ke kantor dulu iya hati-hati kalau nanti jadi ke luarnya jangan lupa kabarin iya " ucap Henry sambil mengelus kepala Elvi dan mencium kening Elvi
" Henry " pekik mommy ellena karena ada ibu Susi
" Tidak papa mba" ucap ibu Susi sambil tersenyum bahkan dia bahagia karena Henry selalu memanjakan anaknya
Setelah kepergian Henry dan Jose mereka ke kamar masing-masing karena Daddy dan mommy masih mengurus acara pesta untuk pernikahan nanti ,sama dengan Elvi dia lagi bersiap untuk menemui Aqila
Sedangkan ibu dia hanya ingin di rumah saja padahal sudah di ajak oleh mommy ellena
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sekarang Elvi sudah berada di cafe sesuai dengan perkataan Daddy radit dia akan di ikuti oleh bodyguard dan itu membuat Aqila sampai melongo
" Mereka siapa " tanya Aqila sambil melihat bodyguard yang tidak jauh dari Elvi
" Bodyguard " jawab Elvi singkat
" Aku tau bodyguard tapi kenapa kamu pake bodyguard apa bosmu yang menyuruh mereka " tanya Aqila
Elvi menggeleng " mertuaku yang menyuruh mereka " ucap elvi
" Oh " ucap Aqila sedetik kemudian dia menatap Elvi " APA mertua " teriak Aqila membuat orang orang melihat ke arah mereka syukur belum terlalu ramai
" Kecilin suaramu, aku akan menikah 5 hari lagi " ucap elvi,
" APA " lagi lagi ucapan Elvi membuat Aqila memekik kaget
" Kecilin suaramu Paijo" ucap elvi
" Maaf maaf kamu nikah sama siapa,terus gimana kerjaan mu" tanya Aqila
" Aku sudah ke luar" ucap elvi
" Apa kamu gila, yang benar saja gimana biaya operasi ibu" Tanya Aqila
" Ah iya aku sampai lupa tanya aku lihat di berita bahwa bosmu akan menikah sama siapa " tanya Aqila
" Aku dag tahu ,sudah dag usah bahas itu " ucap elvi ,Aqila belum tau bahwa calon dari Henry adalah dia
" Iya sudah,tunggu aku kabari dulu ibu dan ayah kalau nanti aku dag bisa ikut mereka makan malam sama Sabahat ayah" ucap Aqila sambil mengirim pesan pada orang tuanya
" Iya sudah kamu kembali kerja saja ,sekalian pesan kan minum sama makanan ringan iyaa buat paman bodyguard" ucap elvi ,Aqila mengangguk saja setelah itu dia pergi
" Paman bodyguard duduk saja dulu sambil tunggu Aqila ,nanti pesan saja kalau paman mau makan sesuatu iya Elvi cuma pesankan senack tadi sama minuman kalau paman mau tambah dag papa, oh iya paman bodyguard bisa minta tolong panggil sama paman sopir kasian dia menunggu lama di mobil" ucap elvi
" Terimakasih nona " ucap para bodyguard,salah satu dari mereka memanggil sopir, mereka senang menjadi pengawal Elvi karena dia tidak menganggap mereka orang lain bahkan mereka di panggil paman oleh dia, Elvi selalu berbicara sopan sekalipun dia adalah calon istri dari tuan muda mereka, tapi mereka tetap menjaga batasan mereka terhadap Elvi ,kecuali sudah di paksa baru mereka melakukan apa yang Elvi minta
Hampir 2 jam Elvi menunggu Aqila akhirnya Aqila minta izin untuk pulang duluan ,Elvi juga menyempatkan diri untuk menyapa mantan bosnya itu kini kedua wanita itu sudah dalam mobil
" Sumpah sampai tepos pantat ku " keluh Elvi saat sudah dalam mobil
" Non apa ada lagi yang mau di kunjungi atau di beli " tanya sopir
" Tidak ada paman ,kita pulang saja aku sudah cape padahal hanya nunggu anak ini selesai kerja, apa tadi paman makan di cafe " tanya Elvi
"Iya non, terimakasih nona Elvi " ucap sang sopir
" Ayo ceritakan semuanya "Aqila sungguh sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa calon suami Elvi
" Nanti saja sampai rumah " ucap elvi
" CK kau masih saja rahasiaan bersama ku apa kau tidak percaya padaku selama Kita sahabat,menyebalkan sudah lupakan lalu siapa calon istri dari bosmu aku penasaran tapi kenapa hampir bersamaan iya sama caramu " Aqila belum bisa menebak ,otaknya yang tidak mampu atau memang dia tidak kepikiran jika Elvi calon dari Henry
" Paman berhenti sebentar " pekik Elvi tiba-tiba syukur mobil jalan dengan kecepatan sedang sehingga tidak terjadi papa
" Yaakkk juminten bisa tidak jangan tiba memberhentikan mobilnya " Elvi hanya tersenyum
" Paman aku beli itu duku iyaa" tunjuknya pada rujak jalanan
" Tapi nona izin dulu sama tuan muda atau tuan besar " ucap sang sopir dia takut nanti tuan mereka marah
__ADS_1
"Iya sudah ,nanti sampai rumah saja paman nanti di bikinkan ibu pasti lebih enak " ucap elvi
" Maaf iya nona Elvi" ucap sopir
" Tidak papa paman ,makasih iya sudah ngiatin " ucap elvi tersnyum
" Kita singgah saja beli mangga iya paman " ucap elvi
" Baik nona, kita telepon saja salah satu mobil pengawal iya untuk membelikan " ucap sang sopir Elvi hanya mengangguk saja,
" Kenapa semua orang kamu panggil paman" tanya Aqila
" Aku bingung mau panggil mereka apa, masa panggil nama tidak sopan jadi aku panggil paman saja ,mereka juga tidak keberatan " ucap elvi
" Apa kamu serius membawaku ke rumah mertuamu" tanya Aqila ,Elvi mengangguk pasti
Mereka bercerita sesekali mereka juga mengajak sang sopir untuk bicara,hanya menempuh perjalan 45 menit mereka telah sampai di rumah, mereka turun dari mobil yang di Bukakan sang sopir
Aqila di buat takjub sama bangunan rumah yang Elvi tepati
" Vi ini serius rumahnya, kita salah kali " ucap Aqila sambil berbisik
" Terimakasih paman, aku serius ayo masuk " ucap elvi
" Selamat datang nona Elvi " ucap penjaga dan pelayan sambil menundukan kepalanya
" Terima kasih paman penjaga, mba pelayan " ucap elvi sambil tersenyum
Salah satu bodyguard memberikan belanjaan buah yang di pesan tadi pada pelayan
"Mba bisa minta tolong " ucap elvi
" Iya non bisa " ucap pelayan
" Nanti buahnya di kupas iya baru di simpan di lemari pendingin ,nanti ibu yang buat rujaknya ,makasih mba " ucap elvi lalu dia berjalan ke arah kamar tamu
" Gila...gila....gila ini rumah mertuamu Vi, lalu tadi penjaga pelayan" Aqila di buat takjub bahkan dia pun orang kaya juga tidak seperti ini
Prok...prok ..prok Aqila bertepuk tangan
" Luar biasa kamu Vi, tidak sia-sia aku berteman sama kamu,kau harus bangga padaku elvi" ucap Aqila membanggakan diri nya
" maaf non makan siang sudah siap" ucap salah satu pelayan
" apa mommy dan Daddy belum pulang " Tanya Elvi
" mereka sudah datang dan mereka akan ikut makan siang" ucap pelayan
" makasih iya mba,ayo kita makan siang dulu " ucap elvi sambil menarik tangan Elvi menuju meja makan
sesampainya di meja makan di sana sudah ada Daddy mommy dan ibu,lagi lagi Aqila di buat kaget
" Elvi apa aku salah lihat kenapa di meja makan ada tuan Radit Mateo dan nyonya ellena Mateo,astaga apa kiamat sudah akan datang " ucap Aqila
Elvi langsung memukul kepala Aqila " mereka itu mertuaku bego, astaga Aqila jangan membuatku malu " ucap elvi sambil menatap memohon pada Aqila
" APA !!!!!!" teriak Aqila membuat yang di meja makan kaget,Elvi pun langsung menutup mulut Aqila sambil tersenyum
" maaf dad mom,dia teman Elvi yang tadi Elvi bicarakan" ucap elvi kikuk,sedangkan Aqila menelan ludahnya kasar takut,gemetar semua jadi satu
" tidak papa ayo kita makan siang dulu ,baru lanjutkan ceritanya " ucap mommy ellena,sedangkan ibu hanya geleng-geleng saja
" selamat siang tuan nyonya,maafkan kesalahan Aqila " ucap Aqila sambil menunduk kan badannya 180 derajat
" sudah tidak papa,kita makan dulu " ucap mommy ellena
" hm hm dad " Panggi Elvi
Daddy radit sudah paham " bi ..bibi
" iya tuan " ucap pelayan
" ambilkan buah stroberi 5 biji saja,pastikan bersih " ucap Daddy radit
" makanlah setelah itu minum vitamin dan susumu " ucap Daddy radit lagi
__ADS_1
" baik tuan" lalu pelayan itu pergi ke belakang mengambil pesanan untuk nona muda mereka,Aqila hanya diam bingung untuk siapa buah stroberi Elvi kan tidak suka lalu untuk siapa,Aqila benar benar di buat bingung hari ini karena ulah Elvi yang menurutnya di luar akal sehat nya.