
" apa sudah ada makanan " ucap Jeje saat sudah masuk dalam ruangan Henry untuk makan siang di ikuti dengan Alan
" jika belum untuk apa memanggil kalian ke sini " ucap Jose sambil menatap mereka
" makan dan tutup mulut kalian ,setelah ini ada yang aku bicarajan " ucap Henry dengan tegas
lalu mereka makan dengan diam sambil melirik masing-masing berbicara lewat sorot mata mereka apa kira kira yang akan di katakan sama bos mereka .tapi mereka hanya menggeleng yang artinya tiga orang itu tidak ada yang mengetahui nya
" Nabilla besok tidak masuk kerja sampai selesai menikah nanti , jadi kau Jeje bantu ana karena dia baru di sini " Ucap henry saat mereka sudah selesai makan siang
" kenapa harus saya" ucap Jeje
" karena tidak mungkin Jose karena dia juga banyak kerjaannya ,sedangkan Alan akan ke Malaysia" ucap Henry sambil menatap Jeje
" iya tuan " ucap jeje saat melihat sorot mata Henry yang tajam
" bagus , lagian kemarin kau yang mengajari nya bukan " ucap Henry
" Alan Panggil Nabilla dan Ana ,Jose hubungi Davin sore nanti dia ke perusahaan " ucap Henry ,Alan langsung berdiri untuk memanggil Nabilla sedangkan Jose langsung mengirim pesan pada Davin
" iya tuan " Ucap Nabilla sambil menunduk kepalanya di ikuti juga dengan Ana
"mulai besok kamu tidak masuk kerja " Nabilla dan Ana langsung mengakat kepalanya melihat Henry
apa aku di pecat atau aku melakukan kesalahan karena tadi membiarkan Nona Eva menunggunya batin Nabilla
apa aku melakukan kesalahan batin Ana sambil memejamkan matanya
" jangan terlalu jauh pikiran kalian ,kamu seminggu lagi menikah dan kamu di pingit tapi kamu harus tinggal d rumah utama ,kalau di apartemen nanti Davin akan selalu ke sana ,nanti keluargamu saja yang tinggal di sana ,nanti sebentar aku bicara pada Davin " ucap Henry
" tugasmu untuk sementara Jeje dan Ana yang hendel jadi kamu tidak usah banyak pikiran paham " ucap Henry lagi
" paham tuan , terimakasih " ucap Nabilla
" kamu Ana aku harap jangan melakukan kesalahan apa pun, jadi bekerja lah dengan benar saat bersama Jeje " ucap Henry
" baik tuan " ucap Ana
" keluarlah " ucap Henry , Nabilla dan Ana berpamitan dan langsung ke luar dari ruangan itu
" apa mba akan menikah " tanya ana
" iya dek ,nanti datang iya " ucap Nabilla sambil tersenyum
" nanti ana usahakan iya mba, selamat iya " Ucap Ana sambil tersenyum
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" kalian kembali lah bekerja " ucap Henry pada sahabatnya
__ADS_1
" baik tuan " lalu mereka semua kembali ke ruangan masing masing
setelah kepergian mereka hp Henry berbunyi ternyata istrinya yang menelpon
" By, koh Elvi lihat orang dari tadi mondar mandir di luar pagar menggunakan motor "
Henry langsung kaget mendengar ucapan istrinya
" jangan ke luar ke mana mana iya kamu paham kan tenang saja kan di rumah ada Daddy dan pengawal "
" iya by , Elvi paham cuma dari tadi dia lihat terus ke arah rumah "
" kamu di mana sayang"
" di kamar "
" iya sudah tidak papa jangan ke balkon iya duduk saja di tempat biasanya di sofa "
" iya By,hubby hati hati iya,jangan pulang larut "
" iya sayang,iya sudah kamu istirahat siang iya dag usah banyak pikiran "
" iya By"
lalu Elvi mematikan sambungan teleponnya
" ke ruangan ku sekarang "
" hubungi istrimu untuk tidak ke luar ke arah balkon ,tadi Elvi telepon katanya ada orang yang mondar-mandir sambil melihat ke arah rumah " ucap Henry
" apa mereka mengantar nyawanya " ucap Jose kesal sambil mengirim pesan pada istrinya
" hubungi orang rumah untuk selalu memantau mereka tanpa curiga ,sehingga kita bisa mengorek informasi dari mereka siapa yang menyuruh mereka " ucap Henry
" baik tuan " ucap Jose lalu di ke luar dari ruangan Henry
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" Daddy Daddy " teriakan Elvi melengking dalam rumah besar itu
" kenapa , kenapa harus teriak-teriak " ucap Daddy saat melihat Elvi menuruni anak tangga
" maaf dad ,tapi Elvi lihat orang di luar pagar mondar-mandir dari tadi menggunakan motor " ucap Elvi sambil mendudukan bokongnya di sofa
" biarkan saja ,mereka lagi kurang kerjaan " Ucap Daddy
" ada apa eL suaramu sampai bikin aku kaget " ucap Aqila yang baru datang dia kira Elvi kenapa-napa
" itu ada orang di luar pagar seram tau pakai motor mondar-mandir ,makanya aku ke sini cari Daddy " ucap Elvi
__ADS_1
" ngapain di luar pagar minta sumbangan kali " ucap Aqila acuh
" mana ada minta sumbangan tadi saat aku di kamar aku mau duduk di balkon tapi tidak jadi karena melihat mereka melirik ke arah rumah sini " ucap Elvi
" jangan bencanda Elvi aku sendirian loh di kamar " ucap Aqila yang sudah mulai ketakutan
" aku juga sendirian makanya aku cari Daddy karena tadi kata mas Henry,yang penting ada Daddy jadi aku ke luar kamar cari Daddy" ucap Elvi ,sedangkan Aqila sudah pucat
" koh kaya di film film horor iya eL" ucap Aqila ,Elvi hanya mengangguk saja
" sudah sudah tidak papa , penjaga selalu ada d rumah ini ,kalian naik istirahat saja " ucap mommy menenangkan mantu nya
" Elvi istirahat di situ saja mom " ucap Elvi lalu berdiri dari duduknya menuju kamar tamu tempat boneka besarnya yang di jadikan alas tidurnya
" Aqila juga mom, istirahat di sini saja " ucap Aqila lalu lari mengikuti Elvi dengan cepat mengambil selimut
" astaga kenapa mereka jadi penakut " ucap mommy sambil memukul keningnya
" karena sebelumnya mereka tidak pernah seperti ini,jadi wajar nanti juga terbiasa " ucap Daddy radit
ponsel mommy ellena berbunyi
" iya nak "
"istriku mana mom ,koh aku hubungi tidak balas pesan ku "
" ini mereka lagi mengatur tempat tidur mereka "
" memang mereka mau tidur di mana "
" di ruangan tengah karena takut ,jadi mereka mencari Daddy untuk menjaga mereka "
" kenapa tidak di kamar saja "
" bicara saja sama istrimu "
lalu mommy ellena memberikan HP nya pada Aqila
" hallo"
" sayang koh kakak hubungin dag di balas "
" hp Aqila di kamar tadi dengar teriakan Elvi langsung ke luar "
" lalu kenapa tidur di ruangan tengah ikutin Elvi"
" Aqila takut balik kamar cuma sendirian ,jadi aku ikut Elvi saja tidur di sini"
" iya sudah istirahat saja kalau getho "
__ADS_1
lalu Jose mematikan sambungan telepon nya, sedangkan Aqila memberikan ponsel mertuanya lalu ikut terlelap samping Elvi ,karena dia sudah tidur jika sudah bertemu dengan tempat yang empuk