
Usia kandungan cherry kini sudah lima bulan, risvan semakin perhatian padanya. Cherry menghentikan segala aktifitasnya kerjanya dan fokus dalam menjaga kesehatan kandungannya itu. risvan yang khawatir pada kandungan istrinya, memberikan supir pribadi untuk membawa kemana istrinya pergi tentu atas izinnya.
Pagi hari cherry bangun dan melihat risvan sudah tampak rapi untuk pergi berangkat ke kantornya. Dengan kecupan manis risvan mengucapkan selamat pagi kepada cherry.
“kenapa terburu-buru..?? ini kan masih pagi..” kata cherry pada risvan.
“iya.., hari ini ada meeting penting dengan beberapa rekan bisnis..!!” sahut risvan yang sibuk mengancingkan jas yang ia pakai.
“oh.., iya.., nanti siang tolong bawakan makan siang untukku ya, sayang…?? Banyak kerjaan di kantor dan sepertinya aku tak sempat untuk makan diluar…” kata risvan.
“iya…, sayang..! aku akan masak makanan enak untukmu..” kata cherry.
Risvan pun berangkat ke kantornya dan cherry bangun untuk membersihkan dirinya dan pergi sarapan.
Setelah sarapan cherry tampak sibuk di dapur bersama pelayang lainnya. Ia mempersiapkan bahan makanan yang akan dia masak untuk suami tercinta.
Siang hari sebelum jam makan siang, cherry sudah bergegas pergi ke kantor risvan. dengan bekal makan siang yang ia masak untuk suaminya itu. setibanya disana cherry duduk menunggu risvan yang masih meeting di ruang rapat. Cherry mencoba untuk membaca buku untuk mengusir rasa bosannya saat menunggu di ruangan risvan.
Tak lama risvan datang dan menghampirinya yang duduk di sofa.
“sayang…, udah lama nunggunya..??” tanya risvan.
“lumayan…, hehehe….” Sahut cherry.
“maaf deh…, tadi ada kesalahan makanya jadi lama..” kata risvan.
“iya, gak apa-apa..” kata cherry.
Risvan pun makan dengan lahap makan siangnya yang di temani oleh cherry. Risvan sangat menyukai makanan
yang cherry buatkan untuknya. Setelah makan siang, risvan kembali fokus dalam kerjaannya, sementara cherry pamit ingin pergi kerumah mami. Sudah lama ia tak mengunjungi orang tuanya.
Cherry menuju ke lift untuk turun dari lantai atas ke lantai bawah tempat parkiran dimana supir pribadinya menunggu. Saat memencet tombol lift, ternyata liftnya macet. Cherry memutuskan untuk turun satu lantai dengan tangga darurat saja, setelah itu ia akan menggunakan lift di lantai tersebut.
Dengan hati-hati cherry melangkah turun menuruni anak tangga itu. di tangga darurat itu tampak sepi karena semua karyawan sedang sibuk dengan pekerjaanya. Saat menuruni anak tangga cherry mendengar langkah kaki berada di belakangnya, saat akan menoleh kebelakang, tiba-tiba tubuhnya di dorong oleh seseorang yang membuatnya jatuh berguling-guling hingga ke dasar tangga.
Cherry memegangi perutnya yang terasa sangat sakit. dengan samar-samar ia melihat dua kaki yang berdiri tepat di depan matanya.
“tolong aku….” Ucap cherry dengan nada sangat lemah.
Namun orang itu hanya diam melihatnya. Cherry ingin sekali melihat wajah orang itu, namun tiba-tiba pandangannya sangat kabur dan ia pun tak sadarkan diri. cherry baru tersadar beberapa jam setelah ia jatuh dari tangga. Saat ia sadar ia melihat risvan menangis di sampingnya.
“dimana aku..??” tanya cherry masih terbaring lemah.
“sayang.., kau berada dirumah sakit…” jawab risvan.
“ada apa..??” tanya cherry.
“kau jatuh dari tangga.., saat di kantor tadi..” jawab risvan mengelus kepalanya.
Cherry langsung kaget dan teringat dengan kandunganya. Ia meraba perutnya.
“dimana bayiku…???” ucap cherry berlinang air mata.
“sayang…, bayi kita tidak bisa diselamatkan…!!” saht risvan sangat sedih.
Tangisan cherry pecah saat tau kalau ia kehilangan bayinya yang masih berusia 5 bulan itu. risvan memeluk cherry dengan erat, ia takut jiwa cherry terguncang karena tak terima mendengar kabar buruk menimpa dirinya.
Cherry menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami keguguran pada kandungannya. Risvan dan semua keluarganya sangat setia menemani cherry yang masih bersedih dengan kejadian itu. setelah kembali dari kantornya, risvan membawakan bunga untuk istrinya dirumah sakit. risvan masuk ke dalam ruang rawat dan tampak cherry sedang duduk termenung di ranjang rumah sakit.
“sayang…., aku bawakan bunga untukmu..” sapa risvan.
Mendengar suara risvan, lamunan cherry buyar dan ia menghapus air matanya.
“terima kasih..” ucap cherry.
“jangan bersedih lagi…, aku mohon,..” kata risvan.
“maafkan aku, risvan…!! aku tidak bisa menjaga buah cinta kita…” kata cherry kembali menangis.
“sudahlah.., ini bukan kesalahanmu…” kata risvan mendekap cherry.
Risvan mencoba untuk menenangkan cherry yang masih terus bersedih setelah mengalami keguguran.
Setelah tenang risvan duduk di tepi ranjang sambil merangkul cherry.
__ADS_1
“risvan…, aku ingat..!! saat jatuh aku tidak sendirian..” kata cherry.
“maksudmu..??” tanya risvan.
“saat aku menuruni anak tangga, aku mendengar suara langkah kaki di belakangku, dan saat aku akan menoleh kebelakang tiba-tiba tubuhku didorong oleh seseorang..!! saat aku jatuh aku melihat sepatu wanita bercorak bunga mawar di hadapanku..” kata cherry.
“apa kau melihat wajahnya..??” tanya risvan.
“aku ingin melihatnya, namun pandangan kabur dan aku tidak tau apa-apa lagi.” Jawab cherry.
Risvan menghela nafas berat.
“sayang…, aku sudah mengecek pada kamera cctv disana, namun saat kejadian itu tidak ada siapa-siapa…!! Aku
sedang menyelidikinya…!! Kata nova, rekaman itu seperti ada yang aneh.., karena saat di rekaman itu hanya memunculkan kau sudah tergeletak tak sadarkan diri disana…” kata risvan.
“maksudmu memang benarkan ada orang yang ingin mencelakai aku..??” tanya cherry.
“iya…!! Tapi aku masih menyelidikinya…” jawab risvan.
“aku tak merasa punya musuh…!! Apa kau punya..??” tanya cherry.
“pesaing bisnis tidak akan melakukan hal keji seperti itu, cherry…!! Hanya ada satu orang yang ada dipikiranku saat ini yaitu yuna…” kata risvan.
Cherry langsung terkejut saat risvan mengatakan nama wanita yang pernah bersitegang dengannya saat di pemakaman ayahanya.
“saat pemakaman ayah…, aku melihatnya sangat kesal padamu…” kata cherry.
“aku ingin sekali bertanya siapa dia padamu…, namun saat itu kau masih berduka…, jadi aku mengurungkan niatku…” kata cherry lagi.
“yuna itu adalah teman masa kecilku…!!” sahut risvan.
Di ruang rumah sakit itu risvan menceritakan semuanya tentang yuna dan masa lalu mereka berdua.
Cherry melihat raut wajah risvan yang sedih saat mengatakan kalau mendiang ibunya sangat menyayangi yuna, namun saat ibunya meninggal sosok yuna enggan mau hadir di pemakaman ibunya.
“setelah kau keluar dari rumah sakit…, aku akan membereskan hal ini..!! aku janji..” kata risvan.
Cherry hanya menatap dan mengelus wajah risvan yang tampak sedih kala itu.
beristirahat di dalam kamar, risvan kembali ke kantornya untuk mengurusi semua pekerjaannya.
Beberapa hari berlalu, risvan tak sabar untuk menemui yuna yang tinggal terpisah dengan orang tuanya.
Yuna tinggal di sebuah apartemen mewah yang tidak terlalu jauh dari kantor risvan. saat risvan akan bergegas pergi menemui yuna, nova masuk ke dalam ruanganya dengan membawa bukti rekeman cctv yang lainnya.
“risvan…, lihatlah…!! Ada sosok wanita yang mencurigakan disini..” kata nova.
Risvan melihat sosok wanita yang menggunakan pakaian santai, dengan topi yang menutupi rambutnya.
“aku yakin dia orangnya…, karena terlihat ia tergesa-gesa mengikuti cherry yang berjalan menuju tangga darurat…” kata nova.
“sial…., aku tidak bisa melihat wajahnya…” kata risvan.
Kemudian risvan teringat perkataan cherry tentang sepatu yang digunakan wanita itu. risvan kembali memperhatikan kaki wanita yang ada di rekaman cctv itu.
“kau lihat sepatu yang ia pakai..??” tanya risvan pada nova.
“sepatu corak bunga mawar…” sahut nova.
“dia orangnya…!! Dia yang mendorong cherry sehingga kehilangan bayiku…” kata risvan mengepalkan tanganya kesal.
“kau tau siapa dia..??” tanya nova.
“pasti yuna…” jawab risvan.
Risvan pergi bersama yuna membawa bukti rekaman cctv itu kepada polisi. Malam itu juga polisi memboyong pasukannya ke apartemen yuna yang menjadi dugaan tersangka dalam laporan risvan.
Suara bel apartemen berbunyi dan seorang pelayan membukakan pintu. Ia sangat terkejut melihat banyak polisi yang datang saat itu. pelayan itu langsung memanggil yuna yang tampak baru selesai mandi.
“ada apa ini..??” tanya yuna dengan santainya.
“kami dari pihak kepolisian mempunyai surat tugas untuk menggeledah apartemen ini..” kata polisi.
“atas dasar apa kalian melakukan ini, hah..??’ teriak yuna.
__ADS_1
“atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap nyonya cherry…” sahut polisi itu.
Dengan wajah yang syok yuna melihat risvan dan juga nova ikut datang menggeledah apartemennya untuk mencari bukti sepasang sepatu bercorak bunga mawar, topi, dan pakaian yang di pakai wanita yang terekam kamera cctv itu.
Saat proses penggeledahan tersebut kebetulan ibunya yuna datang ingin mengunjunginya.
Ibunya sangat kaget melihat banyak polisi yang menggeledah apartemen milik putrinya itu. ibunya juga melihat risvan yang kesal menatap yuna.
Hampir 4 jam lamanya polisi menggeledah setiap sudut ruangan apartemen itu dan yang mereka cari tidak di temukan. Alhasil polisi tidak bisa menahan yuna atas tuduhan yang risvan ajukan tersebut. Risvan semakin kesal karena tidak dapat membuktikan kalau yuna bersalah. Sebelum ia pergi dari apartemen itu, ia mendekati yuna yang berdiri di samping ibunya.
“suatu saat…, aku pasti akan membalas semua yang perbuat padaku, yuna…!!! Aku tau kau yang mendorong istirku di tangga darurat..” bisik risvan.
“sampai kapanpun…, kau tidak akan bisa melakukan hal itu, risvan…!! aku tak bersalah..” sahut yuna.
Risvan beranjak pergi dengan wajah yang penuh dengan amarah, begitu juga dengan nova yang menatap sinis pada yuna. Yuna sangat membenci tatapan yang di berikan nova terhadapnya.
“setelah ini…, aku pastikan kau yang berikutnya…” ucap yuna dalam hati menatap nova.
Setelah kepergian semua polisi, risvan dan juga nova, yuna menyuruh pelayan untuk merapikan apartemennya. Yuna duduk dengan ibunya di sebuah sofa ruang tamu.
“apa kau melakukan tindak kejahatan, yuna..??” tanya ibu.
“ck…, ibu menuduhku…??” teriak yuna kesal.
“bukan menuduh.., tapi aku hanya bertanya..” kata ibu.
“aku tidak melakukan apapun, ibu…” sahut yuna.
“baiklah…, aku percaya padamu…” kata ibu.
Setelah lama berbincang dengan yuna, ibunya pun berniat untuk pulang. Namun sebelum keluar dari apartemen yuna, ibu bertanya pada pelayan yang bekerja di apartemen milik yuna itu.
“apa yuna rutin minum obatnya..??” tanya ibu kepada pelayan dengan berbisik.
“iya.., nyonya…” sahut pelayan itu.
“apa kau melihat ada yang aneh dengan yuna..??” tanya ibu lagi.
Saat pelayan itu ingin bicara tiba-tiba yuna menghampiri mereka.
“apa yang kalian bicarakan..?? kenapa berbisik..??’ tanya yuna kesal.
“tidak…., bukan apa-apa…!! Ibu pulang dulu ya…, !! jaga kesehatanmu, yuna..” kata ibu.
Ibu pun pergi dari apartemen itu dan yuna melotot pada pelayannya. Pelayannya langsung melakukan pekerjaannya untuk menghindari amukan dari sang majikan.
Pukul 2 dini hari cherry terbangun dari tidurnya saat mendengar suara pintu kamar terbuka. Ia melihat risvan yang baru saja pulang kerumah. Cherry memeluk risvan yang hendak membuka kancing tangan kemejanya.
“sayang…, kau terbangun…??” kata risvan.
“kau darimana..?? mengapa sangat terlambat..?” tanya cherry.
“tadi aku mendatangi apartemen yuna bersama polisi..!!” kata risvan.
“kalian berhasil menangkapnya..?” tanya cherry.
“sayangnya…tidak..!! tidak ada bukti di apartemennya itu…, sehingga polisi tidak bisa menahannya..” sahut risvan.
“maaf ya….” Ucap risvan lagi membelai wajah cherry yang tampak sedih.
“tak apa…, yang penting kau sudah mengusahakannya, sayang…” sahut cherry memeluk risvan.
“aku tidak akan berhenti untuk mencari bukti itu…” kata risvan.
Cherry kembali menangis mengingat buah cintanya yang tak bisa terselamatkan dari kejadian siang itu.
“jangan menangis lagi….” Kata risvan.
“aku sangat sedih mengingat buah cinta kita…” ucap cherry dalam isak tangisnya.
“sayang…, apa kau masih ingat.., dokter bilang setelah jarak setahun kau masih bisa hamil lagi…!! Kita masih punya peluang untuk memiliki anak…” kata risvan.
“iya…” sahut cherry.
“berhentilah menangis…, dan jaga kesehatanmu…oke..” ucap risvan tersenyum pada cherry.
__ADS_1
Cherry menghapus air matanya dan membalas senyuman dari sang suami yang sangat mencintainya.