
setelah menempuh perjalan yang cukup jauh mobil Elsa dan Alan sudah sampai di panti tempat Elsa tinggal sebelum di bawah ke rumah Henry dan di sana pula dia bertemu dengan suaminya
" itu apa mas " tanya Elsa menunjuk mobil box
" keperluan di panti sepeti katamu " Elsa menatap Alan " tapi itu banyak sekali mas " Alan hanya menaikkan bahunya lalu turun dari mobil begitu juga Elsa
sedangkan Bu panti yang melihat dari depan pintu terlihat bingung karena ini baru pertama nya menerima bantuan seperti ini
" ibu " ibu panti melihat ke arah Elsa kaget " nak,ibu kangen kenapa tidak pernah menelepon ibu apa sudah lupa dengan kami di sini " Elsa memeluk ibu Endang yang selama ini telah merawat nya dengan tulus " maaf Elsa benar² sibuk " ibu Endang hanya mengelus punggung Elsa
" ah Bu , kenal kan ini suami Elsa " Bu Endang menatap Elsa " kami sudah menikah 6 bulan yang lalu maaf tidak memberi tahu ibu " ucap Elsa sendu
" Bu " panggil Alan ,Bu Endang menerima uluran tangan Alan " apa benar kamu suaminya " Alan mengaguk
" iya Bu ,saya suami Elsa " ibu Endang menangis haru " jaga Elsa dengan baik ,dia sudah cukup hidup menderita setelah kepergian orang tuanya ,ibu titip dia semoga kelak bersama mu dia bahagia " Alan hanya tersenyum kecut bahkan dia belum pernah membahagiakan Elsa
" iya Bu, aku usahakan " ibu Endang mengaguk " ayo masuk dulu " ucap ibu Endang tapi Langkah mereka terhenti " maaf tuan semuanya sudah kami turunkan " ucap sang sopir
" kembali lah " ucap Alan, ibu Endang menatap Alan
" maaf apa semua ini dari kalian " tanya ibu Endang
" maaf Bu, kami hanya bisa membawa ini karena Elsa tidak memberi tahu papa saja keperluan di sini " ucap Alan
" astaga nak ,ini sudah sangat banyak , terimakasih pasti anak² senang , terimakasih nak , terimakasih " ucap ibu Endang
"ini tidak sebanding dengan sikap ibu yang telah mau menerima istri saya tinggal di sini di saat dia tidak memiliki siapa² " ucap Alan lagi
" ini ada sedikit rezeki ,khusus untuk ibu saya harap ibu menerimanya " ibu Endang menatap Elsa tersenyum " maaf nak bukannya menolak rezeki tapi yang kamu beri....
" Bu Elsa mohon di terima ,jika ibu menolak Elsa tidak akan ke sini lagi " ucap Elsa lirih " baik lah ibu terima ,makasih nak , sering² lah ke sini jika kamu tidak sibuk " ucap ibu Endang ,Elsa mengaguk
" kalian tidur di sini " Elsa mengaguk " bawa lah suami mu istirahat di kamarmu ,tadi pagi ibu baru selesai bersihkan karena kangen eh sekalinya kamu datang mengunjungi kami " ucap ibu Endang
" iya Bu, nanti Elsa datang bantu² ibu beres²" ibu Endang mengaguk
" Kami ke kamar dulu Bu " ucap Alan
" iya nak silahkan " ucap ibu Endang
" mas ini kamar Elsa ,maaf karena beda dengan kamar yang ada di sana " Alan mengaguk karena itu bukan hal yang baru untuk nya ,Elsa membuka pintu kamarnya hal pertama yang alan lihat foto besar di atas tempat tidur
" orang tua mu " Elsa mengaguk " ternyata ibu mertuaku lebih cantik dari mu " Elsa hanya mencibir mendengar ucapan Alan
" mas istirahat dulu iya ,aku mau bantu Bu panti " Alan mengaguk " jangan lama " Elsa mengaguk
"aku tinggal iya " ucap Elsa
CUP
__ADS_1
" jika tidak memikirkan ini di panti sudah ku tarik kamu ke kamar mandi " Elsa tertawa kecil lalu meninggalkan Alan sendirian di dalam kamar
Alan mulai melihat di setiap sudut kamar itu tidak terlalu kecil atau besar tapi muat untuk berdua
" ibu " ibu Endang berbalik " sudah kamu istirahat saja nanti datang Abang mu dan Abah dulu mengaturnya ke dalam " Elsa mengaguk
" memang mereka ke mana Bu " tanya Elsa
" ada yang di urus " Elsa menggaguk " anak² ke mana Bu " tanya Elsa
" apa kamu sudah lupa ,jika sore seperti ini mereka ada di belakang siap² mandi dan lain sebagainya " Elsa tertawa kuda
" iya Elsa sampai lupa " Bu Endang hanya menggeleng saja " sudah kamu temani suamimu dulu nanti makan malam baru kita kumpul " ucap Bu Endang
" iya bu,Elsa ke dalam dulu iya " ucap Elsa
" iya nak " ucap bu endang
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" malam ayah " ayah Bram tersenyum melihat kehadiran menantu dan anaknya serta cucu nya
" kenapa baru mengunjungi kami " ucap ayah Bram mengambil Reza dari gendongan Jose
" maaf ayah, karena Jose sibuk " ayah Bram menggaguk " besok kalian masih di sini kan " tanya ayah Bram
" nak ,ada yang ingin ayah bicarakan " Jose dan Aqila saling melirik " iya ayah " ucap Jose
" ayah sudah tua,sudah waktunya mundur dari perusahaan sekarang waktu kami hanya untuk bermain dengan Reza ,ayah minta kamu mau pimpinan perusahaan " ucap ayah Bram ,Jose menarik napasnya panjang
" ayah , bukan nya Jose menolak tapi tidak mungkin meninggalkan Henry sendirian mengurus perusahaan, jika ayah ingin mundur tidak papa ,nanti Jose akan atur semuanya " ucap Jose
"tapi bagaimana dengan perusahaan " ucap ayah Bram
" ayah tidak usah khawatir ,nanti akan ada yang hendel aku hanya datang sesekali untuk melihatnya " ucap Jose
" baik lah ,bulan depan ayah akan mundur ,ayah harap kalian bisa hadir bersama Aqila dan Reza " ucap ayah Bram
" untuk Reza kami tidak janji yah , belum saatnya wajahnya terekspos " ayah Jose menggaguk
" ayo Sudah waktunya kita makan malam " ucap ibu ,mereka mengagguk lalu berdiri
" Reza gimana nak " tanya ayah bram " sini sama ibu saja " ucap ibu mengambil Reza dari gendongan nya
" tidak usah Bu, nanti dia di keretanya saja " ucap Aqila ,lalu berlari ke kamarnya mengambil kereta Reza
" hati" sayang " Aqila hanya mengangguk saja
" apa keluarga mu baik² saja " jose menggaguk " iya yah Daddy dan mommy juga sedang di Bali liburan " ucap Jose
__ADS_1
" apa mereka akan membuat kalian adik ' ucap ayah Bram sambil tertawa begitu juga Jose
sedangan di panti asuhan mereka sedang duduk bersama dengan anak² pantai dan di sana juga sudah ada Bu Endang Abah dan anak mereka ,Elsa dan Alan datang mendekati mereka
" selamat malam " semua orang menatap ke arah suara
" Kaka Elsa " pekik anak² panti ,Elsa menutup telinga nya karena teriakan mereka " hai gimana kabar kalian hm " ucap Elsa saat sudah dekat mereka dan ikut duduk begitu juga dengan Alan
" baik Kaka ,kami kangen sama Kaka " Elsa tertawa kecil " Abah,Abang gimana kabarnya " tanya Elsa menatap Abah dan Abang nya yang sejak tadi menatapnya lebih tepatnya Alan yang duduk di samping Elsa
" kami baik nak ,kamu gimana ,maaf itu siapa " tanya Abah tersenyum
" maaf Abah ,ini suami Elsa maaf tidak sempat kabari Abah " ucap Elsa sedikit gugup
uhuk.....uhuk...
" kamu kenapa rizky " tanya Abah pada anaknya , Rizky hanya menggeleng " tidak papa Abah " ucap Rizky
" tidak papa nak,kami paham siapa namanya nak " tanya Abah , Alan tersenyum " Alan bah " ucap Alan
" apa kita pernah ketemu ,wajahmu tidak asing tapi Abah lupa lihat di mana " Alan tersenyum hangat " mungkin hanya sama saja Abah " Abah hanya mengangguk
" kerja di mana nak " Alan menatap Elsa yang mengaguk " Abah ibu, dia ini anaknya nyonya Ellena maaf baru kasih tau Abah dan ibu " ucap Elsa
" nyonya Ellena yang datang waktu meminta kamu jadi baby sister cucunya nak " Elsa menggaguk " Alan anak bungsu mereka sedangkan yang Elsa jaga anaknya Kaka nya " ibu Endang dan Abah masih sedikit bingung
" sudah berapa lama kalian menikah " Elsa menunduk " sudah 6 bulan bah " ucap Alan
" berarti belum lama kamu tinggal di sana kalian menikah " Alan mengagguk
" iya bah " ucap Alan
" syukurlah, kami ikut bahagia " ucap Abah tersenyum
" Abang tidak kangen sama Elsa " Rizky merasa di panggil hanya tersenyum " kangen kan sudah lama tidak ketemu " ucap Rizky
Alan menatap tajam istrinya " kau ingin aku membunuhnya " bisik Alan tapi Elsa tidak menghiraukan nya nya
" Kaka Elsa ayo kita main " ucap salah satu anak panti " nanti saja iya sekarang waktunya kita makan malam " ucap ibu Endang
" baik Bu " setelah itu anak² menuju ruangan makan
" ayo nak kita juga makan " Alan dan Elsa mengaguk
" terima kasih untuk bantuan nya ,anak² di sini senang " ucap Abah
" tidak papa bah, itu semua Elsa yang urus Alan hanya melakukan saja " ucap Alan
" apa boleh bicara setelah kita makan " Alan mengeritkan keningnya menatap Rizky " boleh " ucap Alan
__ADS_1