CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
mencoba


__ADS_3

pagi harinya semua orang kaget melihat Alan sudah ada di rumah selain Elsa karena memang dia sudah tau ,kini mereka di meja makan


"pulang jam berapa nak " tanya mommy ellena


" jam 12 mom " ucap Alan sambil memakan sarapannya


" iya sudah ayo kita makan " Ucap Daddy Radit


semua makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara, setelah selesai makan Henry ke kantor hari ini mereka hanya bertiga karena Jeje belum masuk


Elvi dan si kembar mengantar Henry di depan begitu juga Aqila ,sedangkan Elsa hanya diam saja karena dia bingung takut nanti Alan marah


setelah kepergian mereka elvi dan Aqila masuk ke dalam ke ruangan tengah karena di sana ada Daddy dan mommy


" hai cucu Oma, apa kalian sudah makan " tanya mommy ellena


" sudah Oma pelut kami sudah besal " ucap Elvi cadel menirukan suara anak anak


" coba sini oma lihat " mommy ellena pun menggendong Queen,sedangkan Daddy radit menggendong baby Ray sedangkan baby rif'at bersama Elvi


" perutmu sudah besar,kalau lelah duduk saja " ucap Elvi melihat aqila


" iya El,ini cuma satu kamu kemarin tiga tapi lihatnya saja aku ngeri " ucap Aqila sambil mengelus perut buncitnya


" apa kalian sudah menyiapkan nama " tanya Daddy radit


" belum dad tapi kata Kaka cari yang nama depan saja " ucap Aqila


" apa mereka Ayah mu tidak ke sini,kemarin belum selesai mereka sudah pulang" tanya mommy ellena


" ayah masih ada kerjaan tapi nanti dia usahakan, palingan teleponan saja " ucap Aqila


" iya sudah yang penting komunikasi lancar " ucap Daddy radit


"iya dad ,Daddy apa nanti aku melahirkan juga di ruangan Elvi " tanya Aqila


" terserah kamu mau lahiran di mana, tapi kalau Daddy mendingan di sini setidaknya kita bisa jagain tidak harus pulang pergi rumah sakit ,tapi kalau kamu mau di rumah sakit tidak papa " ucap Daddy radit


" di sini saja Dad, jadi Kaka Jose bisa istirahat lebih nyaman jika nanti jagain aku nya ,mau butuh papa juga lebih gampang dapatnya " ucap Aqila


" iya sudah nanti dekat dekat lahiran Daddy suruh pihak rumah sakit steril kan ruangan itu ,normal apa SC " tanya Daddy radit


" mau normal " ucap Aqila


" iya sudah tidak papa yang penting kalian dalam keadaan baik baik saja " Aqila mengaguk


" kalian sudah sarapan " tanya Elvi pada Nany yang menjaga si kembar


" nanti saja nyonya muda " ucap mereka


" sarapan saja tidak papa si kembar ada kami " ucap mommy ellena


" baik nyonya besar ,kami permisi dulu " ucap Nany

__ADS_1


" iya " jawab Elvi,lalu mereka ke arah belakang untuk sarapan


"Kaka Elsa kenapa diam " tanya Aqila


" ah tidak papa " ucap Elsa tersenyum ,mommy ellena merasa bersalah tapi mau gimana lagi


" tidak papa " bisik Daddy radit yang melihat raut wajah sedih istrinya


"semalam kamu tidur jam berapa nak " tanya Daddy radit


" setelah mas Alan balik tuan " ucap Elsa


" lain kali tidak usah menunggu nya kalau kamu sudah ngantuk istirahat saja iya " ucap Daddy radit


" iya tuan " Ucap Elsa


" sampai kapan mau memanggil kami seperti itu " tanya daddy Radit


" maaf tuan ,nanti saya usahakan " ucap Elsa menunduk


" baiklah ,apa Alan berbuat kasar padamu " tanya Daddy radit


" tidak tuan " ucap Elsa ,Daddy radit hanya mengangguk saja


" nanti kapan kapan kita ke mall iya kak " Ucap Elvi


" maaf Elsa malu ke sana " ucap elsa


"iya nanti selesai kamu lahiran , kenapa malu " tanya Elvi


" Elsa belum pernah ke sana dek " ucap Elsa


" biar satu kali " tanya Aqila ,Elsa menggaguk


" kamu tidak usah malu ,bahkan aku saja dulu saat ke sana juga baru pertama itu pun karena Aqila " ucap Elvi


" sekarang kamu harus terbiasa bukan, lakukan yang ingin kau lakukan asal jangan melewati batas kalian,tidak usah malu atau sebagai nya " ucap Daddy radit,


" iya tuan " ucap Elsa


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


sedangkan di kantor Alan malas memasuki ruangan sehingga dia sekarang berada di ruangan Alan, di sana juga ada Davin karena dia selalu mengantar Nabilla tadi tidak sengaja mereka bertemu di parkiran biasanya saat mengantar Nabilla belum melihat pasukan manusia dingin itu , sedangkan Jose ada yang harus dia urus


" kau kenapa apa ada Masahlah akhir akhir aku melihatmu sangat berbeda " tanya Davin sambil melihat Alan yang berbaring di sofa


" aku sudah menikah "ucap Alan ,membuat Davin kaget


" jangan bercanda " tanya Davin ,Alan bangun dari tidurnya lalu duduk


" aku tidak bercanda ," Davin melihat Henry mengaguk


" terus " tanya Davin

__ADS_1


" terus apa lagi ,iya aku sudah menikah apa lagi yang terus " ucap Alan kesal


" maaf, maksud ku kapan kamu menikah kenapa tidak bilang " tanya Davin ,Henry berdiri dari kursi kerjaannya mendekati Alan dan Davin


" ceritanya panjang ,intinya aku menikah sebelum Jeje menikah saat hari nya Jeje melamar Ana " ucap Alan


" apa aku kenal , atau wanita mu ada yang hamil " tanya davin penasaran


" kau mengenal nya , still a virgin ,bagaimana mau hamil " ucap Alan,Davin melihat Henry


" Elsa " Davin melotot kan matanya ,saat mendengar jawaban Henry


" Dari awal memang aku sudah curiga,tidak biasa nya orang bisa gabung bersama kita terus ditambah saat kita bermain dulu, pertanyaan Jeje untuknya dan pertanyaan dia untukmu " ucap Davin


" entah lah , kepala ku pusing " Ucap Alan


" maaf,apa kau memiliki kekasih "tanya Davin


" buka kekasih tapi kaya teman dekat saja tapi nyaman " ucap Alan


" maaf, bukan maksudku mengajari mu ,kamu tau kita sama sama pemain bahkan mungkin aku lebih parah dari kamu, tapi di saat ada orang yang mau Nerima aku apa adanya itu suatu hadiah terbaik buat aku ,karena aku mendapat kan dia dalam keadaan bagus ,sedangan aku kamu sudah pasti tau.....sama halnya dengan mu,aku tau kau pasti tidak menyukai istri mu aku bisa melihat itu dari sikap mu ,tapi yakin lah suatu saat kamu pasti akan menyukainya karena terbiasa bersama nya " ucap Davin


" cih puitis sekali " cibir Alan


" aku serius bego, entah kalian di jodohkan atau karena kecelakaan entahlah hanya kalian yang tau ,yang pasti jangan sampai nanti nya kau menyesal apa lagi dia belum mengetahui kamu seperti apa dulu " ucap Davin


" di paksa sama Daddy " ucap Alan ,Davin hanya mengangguk saja


" apa kau masih berhubungan dengan nya " tanya Davin


"sering " jawab Alan


" maksudku yang lain bukan komunikasi " tanya Davin


" sekali setelah menikah " ucap Alan ,Davin menatap Henry


" dia tahu kamu sudah menikah" Alan menggeleng


" jangan Sampai nanti jadi Boomerang buat kamu sendiri , selesaikan semuanya jangan menunggu nanti " ucap Davin


" Lan kami berbicara seperti ini bukan karena ingin mengatur mu,tapi kami yakin jika dia wanita yang baik untuk mu ,coba lah untuk buka hatimu ,jangan terlalu membencinya ,aku tau kamu bukan laki-laki seperti itu kami tau kau orang nya lembut " ucap Henry yang dari tadi hanya mendengar kan saja obrolan mereka


" aku tau kamu pasti tertekan,begitu juga dengan dia kalian bisa saling sharing cobalah dari hal terkecil saling bertukar pikiran " ucap Davin , Alan menghembuskan nafasnya pelan


" iya akan aku coba " ucap Alan


" kau harus bisa ,tapi perlahan saja " Alan mengaguk


" selamat sebelumnya, itu salah kalian tidak memberi tahu ku " Alan mengaguk


" maaf ,karena semua dadakan " ucap Alan


" sudah tidak papa,setidaknya kamu sudah menikah " ucap Davin

__ADS_1


__ADS_2