
Pagi ini di kediaman Daddy radit berbeda karena kedatangan dua orang yang tak lain Jeje dan alan
Kini mereka sudah duduk di meja makan sambil menunggu herny dan Elvi, saat melihat Henry turun bersama istrinya, Jose berdiri dari duduknya lalu mengelus kepala Elvi seperti biasanya ,Alan dan Jeje yang melihat itu saling pandang dan berdiri dari duduknya .
" Kalian mau ngapain" tanya Henry saat melihat mereka berdiri
" Mau kaya Jose tadi " ucap Jeje polos
" Jauhkan tangan kalian dari istriku" ucap Henry dengan tegas lalu dia mencium pipi orang tuanya sedangkan Elvi hanya tersenyum kepada mereka
" Cih menjengkelkan " cibir alan
" Sudah ayo makan, kepala mommy pusing lihat kalian " ucap mommy ellena
" Makanya kami di apartemen saja mom " ucap Jeje
" Iya supaya lebih bebas tuh mom nungging kuda nya" ucap Jose ketus ,Jeje dan alan langsung menatap Jose
" Kaka dag baik kaya getho " tegur Aqila ,Jose hanya menggaguk saja
" By" Henry langsung melihat Elvi
" Apa boleh makan mangga kemarin Elvi lihat mangga di belakang ada buahnya " ucap Elvi
" Makan dulu nasimu" Elvi menggeleng sambil menjauhkan piring makannya yang sudah di siap koki
" Elvina " panggil Daddy radit, tapi Elvina tetap tidak memakannya
" Makan atau Daddy tebang pohon mangga itu " ancam nya lagi tapi Elvi tetap tidak makan
" Sayang makan dulu iya nanti di petikan sama pak Li iya " lagi lagi Elvi menggeleng
Jose,Alan dan Jeje bingung harus bagaimana
" Dek ,makan dulu iya nanti mas akan ambilkan gimana " Elvi masih menggeleng
" Pak Li ,,,,,pak Li " teriak Daddy radit
" Iya tuan " ucap pak Li saat sudah di meja makan
" Tebang pohon mangga itu sekarang juga " ucap Daddy radit ,Elvi langsung berdiri meninggalkan meja makannya dengan air mata yang mengalir
" Sayang hei kenapa " ucap Henry sambil mengejar Elvi
" Elvi benci sama Daddy ,Elvi cuma mau mangga kenapa Daddy melarang ,ini bukan maunya Elvi " teriak Elvi ini untuk pertama kalinya dia seperti ini mungkin karena bawaan bayi, Henry langsung memeluk istrinya dan mencium keningnya memberikan ketenangan
" Dengarkan mas iya ,Daddy bukan melarang mu sayang ,Daddy hanya ingin kamu makan nasi dulu setelah itu makan mangga, kasian baby jika harus makan mangga dulu nanti mereka sakit sayang ,kamu paham kan " ucap Henry lembut ,Elvi mengaguk
Jose berdiri di susul mereka semua
" Sekarang mau nya adek gimana " tanya Jose pelan sambil mengelus rambut Elvi
" Daddy, Elvi minta maaf hiks hiks hiks " tangisan Elvi pecah Daddy memeluk menantunya itu lalu mencium kening nya
" Iya sudah ayo ke meja makan " ucap Dady Radit
Mereka kembali makan dengan tenang sesekali Jeje membuat kegaduhan di meja makan walaupun sering ditegur Daddy radit tapi dia seolah tuli
" Sayang aku ke kantor dulu iyaa " ucap Henry sambil mencium kening dan bibir Elvi ,begitu juga dengan Jose ,Alan dan Jeje yang melihat itu melakukan hal yang sama tapi dengan mommy ellena
" Mom kami ke kantor dulu iya " ucap mereka sambil mencium pipi Mommy ellena
" Yaaak kenapa kalian mencium istri ku " bentak Daddy radit
" Lalu kami cium siapa dad , masa mau cium mereka " tunjuknya pada elvi dan Aqila
__ADS_1
" Makanya nikah,nikah ,jangan hanya kawin sudah sana ke kantor kerja yang benar " ucap Daddy radit pada dua anaknya itu
Flashback on
Saat Daddy radit pulang dari perjalanan bisnis tidak sengaja mobilnya menabrak seorang anak remaja mungkin umurnya sekitaran SMA ,lalu Daddy turun dari mobil bersama dengan sopirnya
" Maaf nak ,apa kamu baik-baik saja " tanya Daddy radit
" Maaf tuan tadi saya menyebrang tidak melihat dulu karena saya buru buru" ucap anak remaja itu
" Memangnya kamu mau ke mana ,biar kami antar " ucap Daddy radit
Anak remaja itu melihat penampilan Daddy radit dan mobilnya sangat mewah
" Tidak usah tuan saya baik baik saja" ucap nya lagi
" Jangan menolak ayo kami antar kamu " ucap Daddy radit
" Siapa namamu " tanya Daddy radit setelah mereka masuk dalam mobil
" Saya Jeje tuan , maaf tuan sudah membuat mobil anda jadi kotor dan bau " ucap Jeje
" Tunjukan alamatmu " ucap Daddy radit tanpa membalas ucapan Jeje
" Di jalan xx tuan , nanti turun kan aku di jalan saja karena rumah ku masuk gang kecil tuan " ucap Jeje
" Biarkan kami mengikuti mu sampai rumah " ucap Daddy radit
" Tapi tuan.
" Jangan pernah berdebat dengan ku " ucap Daddy radit dingin ,Jeje jadi takut sehingga di keringat dingin ,setelah mereka sampai mereka turun dari mobil dan berjalan kaki menuju rumah Jeje
" Maaf tuan , jalanan nya seperti ini " ucap Jeje
Saat sudah sampai Daddy Radit melihat rumah itu kecil bahkan tidak layak di sebut rumah
" Apa kamu tinggal sendri di sini " tanya Daddy radit
" Tidak tuan, saya tinggal dengan adikku " ucap Jeje
" Lalu mana adikmu " tanya Daddy radit
" Di dalam tuan " ucap Jeje ,Daddy radit langsung masuk tanpa di persilahkan kan dia melihat anak laki-laki mungkin seumuran SMP sambil memakan mie instan
" Kemas barang kalian, kita pergi dari sini " ucap Daddy radit, dia sedih melihat anak remaja seusia mereka harus hidup seperti ini ,dia membayangkan bagaimana jika Henry dan Jose nanti hidup seperti mereka ,walaupun Jose juga bukan anak kandungannya tapi dia adalah anak sahabatnya tapi kasih sayang nya sama apa lagi Jose dari kecil sudah bersama mereka sekalipun hanya sesekali saja ,dia menetap dengan mereka setelah kepergian ayah nya yang lebih memilih menyusul istrinya kepada sang halik
" Maaf tuan, kita mau di bawah ke mana , ini rumah peninggalan orang tua kami " ucap Jeje dengan sendu
" Kita akan ke rumah ku kemasi barang kalian tidak usah bertanya " ucap Daddy radit ,Jeje langsung ke arah adiknya
" Dek,sudah makannya kita harus pergi ikut tuan itu " ucap Jeje
" Tapi Alan masih lapar kak,lalu kenapa kita harus ikut dengannya ayah sudah bilang jangan terlalu percaya dengan orang lain " ucap Alan dengan sendu
" Nanti kita singgah makan, atau nanti makan rumahku " lalu Daddy radit menatap mereka " kalian tidak usah ragu aku bukan orang jahat sekarang kemasi barang kalian " ucap Daddy radit tegas
Mereka pun mengemasi barang mereka dan buku sekolah milik mereka, sekalipun mereka sudah berhenti sekolah tapi mereka tetap belajar
Saat sudah selesai mereka ke luar dari rumah itu ,Jeje dan alan menatap rumah mereka yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka
" Ayah ibu maaf kami meninggalkan rumah tapi Jeje berjanji akan selalu ke sini " ucap Jeje dengan sendu ,lalu mereka mengikuti Daddy radit
" Kalian tidak usah takut rumah itu akan aku renovasi supaya layak di tinggali " ucap Daddy radit ,Jeje dan alan langsung menatap Daddy radit
" Terimakasih kasih tuan , kami akan melakukan apa pun yang tuan inginkan " ucap Jeje sambil menunduk
__ADS_1
" Akan aku beri tahu nanti jika sudah sampai di rumah " ucap Daddy radit ,mereka kembali terdiam
Kini mobil mewah itu berhenti depan rumah yang sangat mewah dan megah Jeje dan alan menelan ludahnya kasar ,apa mereka akan tinggal di rumah mewah ini pikir mereka, mereka melihat pria berpakaian serba hitam berjejer saat mereka turun dari mobil dan para pelayan juga begitu berjejer
Mereka masuk setelah orang nyang berjejer tadi menyabut mereka saat masuk dalam Jeje menahan tangan adiknya, dia bingun apa harus masuk dengan memakai sendal yang sangat jauh dari kata layak ,sedangkan orang yang menyabut mereka memaki sepatu yang yang sangat bagus
" Masuk lah " ucap Daddy radit ,tidak lama datang lah seorang wanita cantik dan dua orang laki-laki seusia Jeje
"Daddy ...
Pandangan mereka tertuju pada orang yang ada di belakang Daddy radit bahkan pakaiannya astaga
" Kenalkan mereka akan menjadi teman kalian di rumah ini " ucap Daddy radit
" Mereka siapa dad " tanya Henry dengan tatapan dinginnya
" Tadi mobil Daddy tidak sengaja menabrak dia " tunjuknya pada Jeje " Daddy harap kalian bisa berteman dengan baik " ucap Dady Radit ,Henry hanya diam dengan tatapan dinginnya sedangkan Jose dan mommy ellena menyabut mereka
" Hai sekarang kita teman aku Jose Alexander Mateo dan ini Kaka ku Henry Alexander Mateo kami cuma beda setahun ,dan wanita yang cantik ini mommy kami namanya mommy ellena " ucap Jose sambil merentakan tangannya untuk salaman ,Jeje melihat itu langsung melap tangannya sebelum menyabut uluran tangan Jose
" Saya Jeje tuan , dan ini adik saya alan " ucap Jeje sambil membukukan badannya
" Sekarang kita teman jadi panggil Jose saja iya kayanya kita seumuran " ucap Jose
" Sudah , sudah kita masuk dulu Daddy sudah cape berdiri dari tadi " ucap Daddy radit
" Ah iya Jo antar mereka ke kamarnya iya " ucap Daddy radit
" Baik dad,ayo kak kita antar mereka " ucap Jose sambil menarik tangan Henry ,Henry hanya diam saja mengikuti Jose
" Kenapa Daddy membawa mereka ke sini tanya mommy ellena saat mereka sudah di kamar
" Aku cuma kasian mom ,rumah mereka sangat tidak layak seperti kadang sapi, maaf usah membawa mereka tanpa izin mommy " ucap Daddy radit lalu mencium kening istrinya setelah itu mencium bibirnya sedikit **********
" Aku tidak papa dad, setidaknya rumah kita menjadi ramai dengan hadirnya mereka " ucap mommy sambil tersenyum
" Iya sudah Daddy mandi dulu iyaaa" ucap mommy ellena
" Mandi bersama " ucap Daddy radit sambil menggendong istrinya,mommy ellena hanya pasrah saja
Sedangkan di kamar Jeje dan alan di buat kagum kamarnya sangat besar dan bagus
" Maaf kan Kami tuan jika kehadiran kami membuat tuan tidak nyaman " ucap Jeje yang melihat Henry dari tadi hanya diam
"Diam dan duduk di tempat mu dengarkan aku baik baik dan jawab semua pertanyaan ku dengan benar " ucap Henry sambil menatap mereka dan mengkat tangannya di dada
" Apa kalian sekolah " tanya Henry
" Su.....sudah berhenti tuan " ucap Jeje gugup sedangkan Alan sudah ketakutan
" Alasannya " ucap Henry
" Kami tidak punya biaya untuk membayar tuan setelah kepergian ayah kami " ucap Jeje sambil menunduk
" belajar lah dengan benar,tahun depan aku akan kuliah di luar negeri LA,aku akan berbicara pada dadddy untuk menyekolahkan kalian ,jika kalian membuat masahlah akan ku suruh penjaga menghabisi kalian, kalian akan satu sekolah dengan Jose " ucap Henry dengan tegas
" Bbb.....baik tuan " ucap Jeje dengan keringat dingin nya
" Jangan takut dia memang seperti itu tapi dia orangnya baik dan penyayang dia selalu melindungi ku jika ada yang menggangguku " ucap Jose
" iya tuan " ucap Jose
" jose kita ke luar " ucap Henry sambil berdiri dari duduknya
" baik Kak,kalian mandi lah setelah itu nanti aku panggil untuk makan malam ok " lalu Jose menyusul Henry ke luar dari kamar itu
__ADS_1