
saat sampai di villa keluarga Henry ,masuk ke dalam kamar masing-masing terlebih dahulu
" Reza Sam aku saja yank " ucap Jose,sambil melihat Reza di atas tempat tidur
" istirahat saja dulu,pasti cape bawa mobilnya tadi aku sudah istirahat di mobil " ucap aqila,Jose mencium bibir Aqila sambil **********
" sayang,jangan mulai nanti kamu susah sendiri Lo " ucap aqila saat ciuman mereka lepas ,jose menarik rambutnya kasar
" kenapa harus kaya gini sih " ucap Jose kesal
" mau aku bantu " Jose menggeleng
" Reza tidak ada yang jaga " ucap Jose
" nanti aku titip sama mommy " ucap Aqila
" yang ada mommy akan marah,dia pasti tau nantinya sudah aku ke kamar mandi saja " ucap Jose lemas sambil berjalan ke arah kamar mandi ,Aqila hanya tersenyum
" koh semakin kesini suamiku makin mesum beda dengan yang dulu " gumam Aqila lalu melihat Reza di atas tempat tidur " ayah mu nakal nak " ucap aqila
" aaahhh by " lenguh Elvi
" sekali boleh , suasana nya bagus sayang " ucap Henry dengan suara beratnya
" ada anak² by " ucap Elvi memejamkan matanya
" lagian kenapa tidak bawah Nany sih,lagian mereka masih tidur yank " ucap Henry kesal,Elvi hanya diam saja
" sudah basah yank" bisik Henry saat tangannya sudah berada di hutan Elvi ,Elvi hanya mengangguk
" mau main " Elvi mengaguk,Henry tersenyum menang
" jangan kencang² teriaknya nanti mereka bangun " Elvi mengaguk menahan suaranya agar tidak ke luar
Henry mengangkat dres milik Elvi ,lalu berjongkok tepat didepan hutan Elvi
" indah sekali " gumam Henry setelah membuka hutan itu dengan lebar,lalu Henry memainkan lidahnya di bawah sana,membuat Elvi tidak tahan untuk tidak bersuara
aaaaahhhhhhh
Henry mengangkat kepalanya " pelan kan suaramu sayang " Elvi mengaguk sambil menutup mulutnya Henry kembali bermain dengan mulut nya,lama bermain dengan mulutnya ,dia bangun menatap istrinya dengan mata sayu ,tangannya di bawah sama bermain dengan baik,Elvi menggeleng
" kenapa hm " tanya Henry
" ti...tidak aaahhh ta....Han " ucap Elvi
Henry menambah jarinya membuat Elvi memekik
aaaahhhhh
Henry menutup mulut Elvi dengan mulutnya dan tangannya bergerak seirama ,Elvi membusung kan dadanya,Henry merasakan tangannya di jepit lalu mengacak nya lebih kasar membuat sesuatu yang di dalam sana ke luar,Henry merasakan tangannya hangat saat cairan itu ke luar
" enak " tanya Henry saat melepas ciumannya,Elvi hanya diam saja karena masih mengatur nafasnya
Henry membantu membuka pakaian yang ada di tubuh Elvi ,begitu juga dirinya
" atas atau bawah " tanya Henry
" atas " Henry mengaguk ,lalu mengangkat istrinya duduk di pangkuan nya
" bermain lah dengan liar " bisik Henry
" kau akan kalah " balas Elvi,sedetik kemudian dia turun dari pangkuan Henry ,dan mengisap lolipop nya
aaarrrggggghhhhhhh
Elvi mengangkat kepalanya, Henry mengaguk mengerti lalu dia melihat anak² nya yang masih tertidur pulas
herny hanya bisa mencekram pinggir sofa, Elvi memasukkan semua lolipop nya ke dalam mulutnya lebih dalam ,membuat Henry menggeram tertahan
hhhhbbbbbbmmmmmmmm
" sayang aku sudah tidak tahan aaarrgghhhh"
" by " ucap Elvi
" maaf " ucap henry
Elvi melanjutkan mengisap lolipop nya ,dengan lembut kadang dia mengisap bagian pucuk membuat Henry bergetar ,hanya membutuhkan 30 menit Henry sudah meledakkan puding vla nya,Elvi langsung menarik mulutnya nya tersenyum
aaarrrggggghhhhhhh
" mau main sekarang " Henry mengangguk
saat Elvi akan mempertemukan lolipop dan hutan belantara ,baby rif'at menangis ,membuat Elvi berdiri dan menarik handuk yang ada di kamar itu ,sedangkan Henry langsung berdiri mengambil boxer yang ada di lantai
__ADS_1
" kamu haus sayang " tanya Elvi saat sudah di dekat rif'at
" apa kamu tidak suka Daddy bermain dengan mommy sayang " ucap Henry sambil memeluk istrinya dari belakang sambil mencium punggung Elvi
" cuci tangan dulu sayang" Elvi mengaguk lalu dia berdiri ke arah kamar mandi sedangkan Henry bermain dengan rif'at tanpa menyentuh nya
" ini sayang minum dulu " ucap Elvi sambil mengambil susu si kembar syukur masih ada sisa dua botol
" kamu mandi dulu by ,habis tuh gantian aku yang mandi " ucap Elvi ,Henry berdiri lalu ke arah kamar mandi
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Jose menatap sinis Henry dan Jeje, sedangan Alan malas tahu tentang mereka
" kamu kenapa, apa kami punya salah " tanya Jeje yang melihat wajah kesal Jose
" apa kalian tidak bisa mengecilkan suara kalian " ucap Jose kesal ,di saat dia harus menahan mala suara laknat iya dengar dari kamar Henry dan Jeje karena dia berada di tengah
" kau mendengar nya ,maaf kau tau sendiri kan gimana rasanya " Ana langsung memukul lengan Jeje
" malu bang " ucap Ana lirih
" tidak papa darl " ucap Jeje lalu mereka berjalan melewati Jose yang sedang kesal sama mereka
" sabar iya" ucap Henry memukul bahu Jose
" cih " cibir Jose
" kalian kenapa " tanya mommy ellena ,Henry dan yang lainnya menatap Daddy curiga
" biasa saja tidak usah seperti itu " ucap Daddy radit tersenyum
" dasar tua Bangka " cibir Jose ,Daddy hanya mengangkat bahunya
di sisi lain Elsa menyendiri di ujung villa sambil menatap kosong pada pohon yang ada di depannya,mereka tidak menyadari Elsa tidak bersama mereka, hingga akhirnya Alan berdiri
" kenapa nak " tanya mommy ellena
" Elsa mom" ucap Alan, Henry dan Jose ikut berdiri
" sana " tunjuk Jeje, Alan langsung berlari mendekati Elsa
"sayang kamu baik² saja " tapi Elsa hanya diam ,membuat Alan takut
" sayang " masih sama Elsa masih diam
" ah iya " ucap Elsa kaget karena suara Alan , Alan memeluk Elsa dengan erat lalu mencium kepala Elsa
orang yang melihat mereka ikut sedih dengan keadaan Elsa
" apa kita balik saja dad " tanya Henry
" tidak papa, biarkan saja jika dia di rumah terus akan membuatnya semakin sedih ,setidaknya di sini suasananya baru baginya " ucap daddy Radit
" sudah, katanya Ana mau masak " ucap mommy ellena
" tidak boleh mom ,Jeje kaya mana " ucap Jeje
" kamu nyusahin saja, sana masuk kamar " Ucap Daddy Radit
" darl " Ana mengeluarkan parfumnya lalu menyemprotkan pada mereka semua ,membuat mereka melotot kan matanya
" maaf dad , mom ,mas,dek demi kelancaran acara " ucap Ana takut
" cih kau benar² merepotkan bajingan " umpat henry ,karena Bay parfum Ana
" **** ingin rasanya aku membunuhmu " umpat Jose , sedangkan tersangka hanya tersenyum kuda
" sekarang sudah kan " ucap daddy Radit
" iya dad " ucap Jeje
" sekarang kalian jaga si kembar iya ,kami mau masak dulu " ucap mommy ellena ,kaum para laki² mengaguk, begitu juga Jose menjaga anaknya ,karena Aqila ikut bersama mereka
" apa mau pulang saja di rumah " tanya Alan berjongkok depan Elsa sambil menggegam tangan Elsa
" Alan " Alan menatap Elsa untuk pertama kalinya dia memanggil nya seperti itu
" kita menikah karena terpaksa bukan, selama menikah juga kita menjalaninya ,kamu tidak memiliki rasa papa padaku ,karena kamu memiliki rasa sama wanita lain" Alan hanya mendengar kan saja sedangkan Elsa menatap ke arah yang lain " kita menjadi suami istri Hanya di atas tempat tidur ,dan kamu bertahan karena aku hamil,sekarang aku sudah tidak hamil ,bisa kamu lepaskan aku, dan kamu bisa kembali bersama nya ,agar tidak ada yang tersakiti " ucap Elsa ,Alan menatap Elsa
" bukannya aku sudah bilang tidak akan meninggalkan kamu ,dan aku menolak kamu untuk kemana² maaf jika aku egois "ucap Alan tegas
"kenapa, apa karena aku seperti ini ,karena kamu merasa bersalah atau karena kamu kasian sama saya " ucap Elsa lirih
" beri aku satu kesempatan,aku akan membuktikan nya " ucap Alan lagi
__ADS_1
" bukannya dulu kamu berbicara juga seperti itu ,bahwa kita Kaka adik jadi apapun yang terjadi kita harus saling terbuka bukan, hingga akhirnya aku menetapkan hatiku sama kamu,semakin aku menjauh semaki sakit ,sehingga aku selalu diam saja " ucap Elsa
" aku minta maaf jika aku membuatmu terluka sedalam itu maaf " ucap Alan menunduk di atas lutut Elsa karena dia masih posisi berjongkok di depan Elsa
" apa ini karma yang harus aku terima ,karena merebut mu dari nya ,sehingga aku harus kehilangan anak ku ,bahkan saat kehadiran nya saja ,semua tidak baik ² saja " ucap Elsa terisak, Alan berdiri memeluk Elsa
" maaf sayang maaf " ucap Alan liris sambil mengelus punggung Elsa
" dad seperti nya kita salah, apa kita pulang saja " ucap Jeje yang sedari tadi melihat mereka
" biarkan saja dulu " ucap Daddy radit
" Daddy hanya bilang itu terus dari tadi " Ucap Jose
" lalu kita harus seperti apa, setidaknya dia menangis mengeluarkan apa yang tertahan selama ini " ucap Daddy radit
" sok bijak " cibir Henry
" kalau Daddy tidak bijak apa kalian pikir ,kalian bisa hidup seperti ini" ucap Daddy radit, mereka hanya mengangkat bahu mereka
" ke kamar iya " Elsa menggeleng
" aku ingin di sini saja " ucap Elsa
" iya sudah aku temani " Elsa hanya diam tatapan nya lurus ke depan , Alan menggegam tangan Elsa duduk di samping Elsa
" bersabar lah ,sedikit saja untuk ku , beri aku kesempatan aku tau mungkin ini terlambat, tapi aku mohon kali ini tetaplah di sampingku " Ucap Alan ,sambil menatap ke depan,Elsa hanya diam
" aku akan menyelesaikan semuanya,sehingga kita bisa hidup normal seperti keluarga yang lainnya " ucap Alan lagi
" apa saat aku menyuruh mu pergi, kamu melakukan dengannya " tanya Elsa
" maaf, tapi aku bersumpah tidak menyatuh koh" ucap Alan
" apa karena kamu sudah tau,aku di larikan ke rumah sakit " tanya Elsa lagi
" tidak " jawab Alan tegas " sebelum itu aku sudah melepaskan diri,berhenti tidak melanjutkan lagi " ucap Alan jujur
" kenapa " tanya Elsa ,
" aku juga tidak tau ,tapi wajahmu selalu melintas di pikirannya ku " ucap Alan jujur ,Elsa hanya tersenyum saja
" apa kamu yakin dengan hubungan ini " tanya Elsa lagi
" iya ,tapi aku mohon beri aku waktu itu untuk menyelesaikan semuanya " Elsa menggaguk
" terimakasih ,jika aku melakukan kesalahan kamu bisa pergi ,aku tidak akan menahan mu " Elsa menggaguk
" sudah , bukannya semalam kamu berjanji akan masak " ucap Alan ,Elsa langsung menatap Alan kaget
" kenapa tidak bicara dari tadi sih ,malah di ajak ngobrol " ucap Elsa kesal
" kan kamu sendri yank, yang menghindar dari keramaian " ucap Alan
" jadi aku yang salah " tanya Elsa , Alan menggeleng
" tidak ,aku yang salah " ucap alan cepat
" sudah aku mau lihat mereka,tidak enak jadi nya " ucap Elsa
" sayang cium dulu ,sudah lama loh " ucap Alan sendu
" jangan aneh² deh " ucap Elsa
" sayang kan cuma cium saja " Elsa mencium bibir Alan lalu meninggalkan alan sendiri ,tapi langkahnya terhenti saat berbalik melihat 4 orang laki² menatap mereka ,Elsa berbalik ke arah Alan
" kenapa " tanya Alan bingung
" kenapa tidak bilang kalau ada mereka " Alan membalikan kepalanya tersenyum melihat orang yang masih menatap mereka
" terus " tanya Alan
" apa kamu tidak punya rasa malu " ucap Elsa
" tidak, kan kamu istriku " ucap Alan
" sudah diam antar aku ke dapur malu aku lewati mereka sendiri " ucap Elsa
" apa yang aku dapat " tanya Alan
" apa lagi ,mau antar atau tidak ,jika tidak aku akan pergi " ancam Elsa
" sekarang kamu sudah berani mengacam ku " Ucap Alan,lalu berdiri menggegam tangan Elsa dan berjalan mendekati mereka
" koh di sini panas iya " ucap Jeje saat Alan dan Elsa sudah di dekat mereka
__ADS_1
" iya apa perlu kita berenang ,kayanya asik " ucap Jose
" sepertinya kalian mulai gila " ucap Alan melewati mereka,sedangkan Elsa menutup wajahnya menggunakan lengan Alan