
angel dan oka telah menjadi orang tua baru yang sedang fokus mengurus atan yang kini sudah berusia 1 tahun.
oka terus mengajari anaknya berjalan di sela-sela kesibukannya menjalankan perusahaan keluarganya.
angel sangat bahagia melihat atan telah tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan juga pintar.
malam hari oka melihat angel sedang menidurkan atan yang masih satu kamar dengan mereka.
"angel...., apa tidak sebaiknya atan memiliki kamar sendiri..??" tanya oka.
"semua kamar penuh..., disini hanya ada 3 ruang kamar..." kata angel.
"aku ingin membeli sebuah rumah untuk kita..., aku ingin kita merawat atan di sebuah rumah yang besar, ada halaman yang luas untuk dia bermain disana..." kata oka.
"iya...., itu ide yang bagus..." sahut angel.
kemudian oka mendekat pada angel.
"kita akan segera memberikannya adik yang banyak juga kan untuk temannya bermain..." bisik oka pada telinga angel.
angel tersenyum pada suaminya itu.
"aku tak ingin menunda terlalu lama, sayang..." bisik oka lagi.
"dasar modus....." ujar angel.
"bilang saja kau menginginkan aku malam ini...." sambung angel.
"hehehe..., ketahuan deh....modusnya...." sahut oke cengengesan.
"ayo...., show time....." ujar oka membawa angel ke atas ranjang miliknya.
mereka pun melakukan aktifitas ranjangnya dengan penuh gairah.
oka memang sangat ingin memiliki anak lebih dari satu dan ia tak mau menunda lagi.
ia ingin segera angel hamil anak yang kedua.
setelah hamil tua, nova memilih untuk resign dari perusahaan risvan.
nova menghabiskan waktunya menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk riana dan calon bayinya yang akan segera lahir kedunia.
nova yang memang sangat suka makan makanan berlemak tinggi, selalu di marahi oleh riady yang melarangnya untuk makan makanan yang tinggi lemak.
karena hal itu tak baik untuk kesehatan dan kehamilannya juga, menurut riady sang dokter.
percekcokkan kecil sering terjadi pada mereka berdua.
terkadang riana tertawa melihat riady dan nova bersitegang karena makanan.
malam itu nova tampa sedang menangis duduk di tepi ranjangnya.
riana melihat ibu sambungnya itu sedih karena riady melarangnya makan bakso yang di jual di pinggir jalan.
riana kesal dan mendatangi ayahnya yang sedang menonton televisi di ruang tengah.
"ayah......!!! kenapa sih larang-larang bunda makan bakso...?? bakso itu bukan bunda yang makan..., tapi adiknya riana yang ada di perut bunda....." ujar riana dengan judesnya.
"hei...., ayah melakukan itu karena ayah gak ingin bunda sakit...." kata riady tak mau kalah dengan riana.
"tapi bunda itu sedih..., ayah...!! bunda nangis di dalam kamar...!! dasar dokter bawel....." ujar riana berlalu masuk ke dalam kamar nova.
riady menghela nafas dengan berat.
ia pun pergi mengendarai mobilnya malam itu.
tak lama berselang riady kembali kerumahnya dan menemui nova yang sedang duduk bersama riana di dalam kamar.
nova melirik bungkusan yang di tenteng oleh riady saat itu.
bau menyengat mampir di hidung nova dan juga riana.
namun ibu dan anak itu memalingkan wajahnya berpura-pura masih kesal dengan riady.
"aku ngalah ddeh....., ini bakso untukmu...." kata riady pada nova.
"pppffftt..., hahahahaa....." nova dan riana tertawa karena menang.
"cepat makan sana...." kata riady pada nova.
nova pun membagi bakso itu pada riana juga.
riady duduk di meja makan melihat nova dan riana sangat senang makan bakso.
"jangan banyak-banyak cabenya..., nanti sakit perut.." riady masih bawel dengan nova.
"iya..., bawel amat sih..." sahut nova.
nova dan riana pun makan dengan lahap.
"waaaahhh....., enak....." seru nova dan riana girang.
"diihh..., girang amat cuma makan bakso doang...!!" kata riady sewot.
"hei..., apa kalian tau..., bakso itu kandungan garam dan pengawetnya sangat tinggi, dan lemaknya juga banyak....tidak baik untuk kesehatan..." kata riady menasehati istri dan anaknya itu.
__ADS_1
"bodo....." sahut keduanya.
"sebegai dokter aku sangat tidak di hargai dengan kedua wanita ini..." gumam riady.
nova dan riana hanya tertawa mendengar gumaman riady.
setelah makan bakso nova yang sudah kekenyangan masuk kedalam kamar.
sementara riady masih duduk di atas ranjang sambil membaca buku.
nova menarik timbangan yang di simpan di bawah tempat tidur.
ia pun naik ke atas timbangan itu.
"wwwaaahh....., berat badanku 72 kg...." teriak nova.
"makan lah makanan yang berlemak setiap harinya, agar kau berat badanmu menjadi 100 kg..." sahut riady sambil terus membolak balikan bukunya.
"ck...., dia mulai lagi...." gumam nova.
nova kembali meletakkan timbangan di bawah tempat tidur lalu naik ke atas tempat tidur.
nova merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas bantal.
"kak...., terima kasih ya baksonya...hehehe...." ucap nova pada riady.
riady menhentikan aktifitasnya dan mendekap nova.
"iya..., asal jangan sering-sering...!! kau juga harus menjaga kesehatanmu..., apalagi kau sedang hamil..." kata riady.
"baiklah pak dokter kaku....." kata nova.
"dasar...." ujar riady.
saat akan tidur, ponsel riady berdering.
riady melihatnya dan itu panggilan dari mami.
"iya mi..." kata riady.
"dy..., cherry dirumah sakit..., dia akan melahirkan..." kata mami.
"cherry akan melahirkan...?????" teriak riady panik.
"cepatlah kemari..." kata mami.
"iya..mi...." sahut risvan.
risvan pun melompat dari ranjangnya dan bergegas berganti pakaian.
nova yang mendengar pembicaraan riady di telepon, merasakan mulas di perutnya.
"kak....." panggil nova pada riady.
riady pun menoleh pada nova yang duduk di ranjang.
ia melihat wajah nova meringis kesakitan.
"ada apa sayang...?? kau kenapa..??" tanya riady.
"perutku sakit....., sepertinya aku akan melahirkan..." sahut nova.
"apaaaa....?????????????" teriak riady semakin panik.
"aku panik....aku panik....aku panik........." ucap riady kesana kemari.
"aaakkkkhhhh.........." teriak nova.
"oke...., kita kerumah sakit sekarang....." ujar riady.
malam itu riady membawa nova kerumah sakit yang sama dengan cherry yang akan melahirkan.
tiba disana nova langsung di bawa keruang bersalin.
mami menemui riady yang sedang menemani nova melahirkan.
mami ikutan panik di saat anak dan menantunya akan segera melahirkan di hari yang sama.
ruang bersalin cherry.
risvan panik dan khawatir melihat cherry berusaha untuk melahirkan anak kembarnya.
"risvan......, sakit.........!!!!!!!!!!!" teriak cherry.
"sabar sayang....., kau pasti kuat...." sahut risvan memberi semangat pada istrinya itu.
kemudian bayi seorang bayi perempuan lahir ke dunia.
risvan melihat bayinya yang masih berdarah.
perawat membawanya untuk di bersihkan.
tak lama berselang, cherry merasakan mulas pada perutnya lagi.
ia pun kembali berjuang untuk melahirkan anaknya lagi.
__ADS_1
beberapa saat kemudian, lahrilah bayi kedua yang berjenis kelami laki-laki.
risvan sangat bahagia melihat bayi-bayinya lahir kedunia dengan selamat.
ia juga bersyukur melihat keadaan cherry yang baik-baik saja setelah melahirkan bayi kembarnya.
malam itu bayi kembar sepasang itu lahir kedunia.
di ruang bersalin nova.
"aku tak sanggup...., kak..." teriak nova kesakitan dan sedikit lelah dengan keringat mengucur di dahinya.
"sayang..., kau pasti bisa melahirkan bayi kita..." kata riady memberi semangat pada nova.
nova kembali mengedan berusaha untuk melahirkan bayinya.
tak lama kemudian, nova pun melahirkan bayi laki-laki yang mungil.
nova lelah setelah melahirkan bayinya.
riady mencium kening istrinya dengan rasa syukurnya.
semua keluarga sangat senang mendengar tangisan bayi yang lahir malam itu.
bayi-bayi yang menggemaskan itu di letakkan di ruangan bayi dan akan di bawa ke ibunya untuk di susui.
di ruang perawatannya, cherry belajar menyusui kedua bayinya yang kembar itu.
awalnya ia merasa kerepotan, namun dengan bantuan mami, ia bisa menyusui kedua bayinya sekaligus.
"siapa nama mereka..?? apa kalian sudah memberinya nama..??" tanya papi pada cherry dan risvan.
"kami memberi nama untuk yang perempuan alice dan yang laki-laki alvian..." sahut risvan.
"waaah, nama yang bagus..." kata mami.
setelah kenyang di susui, bayi-bayi itu di gendong oleh papi dan juga risvan.
mami mendekat pada cherry dan berbisik.
"cherry..., apa kau tau tentang kelahiran nova yang begitu cepat..??" tanya mami curiga.
"hehehe...., kalau mami curiga sesuatu alangkah baiknya diam saja...!! itu juga ulah anak mami kan...." kata cherry.
"benar dugaanku selama ini..., ternyata riady melakukan hal itu pada nova sebelum menikah..." kata mami.
"mami..., itu kan urusan mereka berdua mi..., yang penting sekarang mereka sedang berbahagia.." kata cherry.
"hhhaaiiihh...., ya sudahlah...." sahut mami.
kemudian mami dan papi menemui nova diruanganya.
terlihat nova sedang menyusui anaknya.
disana juga ada orang tua nova yang sedang menemaninya.
mami menarik tangan riady dan mengajaknya bicara agak menjauh dari yang lainnya.
"dy..., ada yang mau kau akui kepada mami..??" tanya mami.
"hehehehe....., maaf mi...., aku kebablasan...." sahut riady cengengesan.
"dasar....., aku tak sangka kau yang begitu kaku tak bisa menahan gairahmu terhadap nova..." ujar mami.
"hehehe...., habisnya nova cantik sih...." sahut riady lagi.
"hhhaaaiiihhh......" mami hanya menghela nafas mendengar jawaban konyol dari riady.
"siapa nama cucuku...??' tanya mami.
"rino...." jawab riady.
"riady nova maksudnya...???" tanya mami lagi.
"iya...hhehehe..., " sahut riady.
"iya..., bagus juga sih...hehehe...." kata mami.
"eeehhh...., riana mana kok gak di bawa..??" tanya mami.
"riana tidur dirumah..., besok aja di bawa kesini..." kata riady.
malam itu riana yang pulas tertidur di dalam kamarnya, tanpa ia sadari kini sudah menjadi seorang kakak dari adik laki-lakinya yang di beri nama rino.
__ADS_1