CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
APARTEMEN BARU


__ADS_3

Nova dan riady mulai menjalin hubungan yang serius.


Mereka sering bertemu di sela-sela kesibukan mereka berdua.


Semua anggota keluarga setuju dengan hubungan mereka berdua.


Nova yang sudah terbiasa hidup mandiri, memutuskan untuk menjual apartemen miliknya dan membeli apartemen baru yang lebih dekat menuju ke kantor risvan.


Saat makan malam bersama dengan keluarganya, Nova meminta izin untuk pindah ke apartemen yang baru ia beli itu.


"Ayah..., Aku akan pindah ke apartemenku yang baru.." kata Nova pada ayahnya.


"Nak..., Disini rumahmu...!! Ayah takut jika terjadi hal buruk padamu seperti yang waktu itu saat kau tinggal sendirian disana..." Kata ayah.


"Ayah..., Itu tidak akan terjadi lagi..." Kata Nova.


"Lagian apartemen itu dekat dengan kantor risvan tempat aku bekerja..." Kata Nova lagi.


"Nova.., bekerjalah di kantor ayah..." Kata ibu.


"Ibu.., aku bukannya tidak ingin membantu bisnis keluarga kita.., tapi disana kan sudah ada kak Albert..." Kata Nova.


"Nova...,, Kau lah pewaris semua yang ayah miliki..., Bukan Albert..." Kata ayah.


"Ayah..., Aku tak suka ayah bicara begitu tentang kak Albert...!!" Seru Nova kesal.


"Tapi ayahmu benar nak..." Kata ibu.


"Ibu dan ayah jika terus mengatakan apa status kak Albert di keluarga, lebih baik kalian batalkan saja surat adopsi kalian atas kak Albert...!!!" Kata Nova.


"Kak Albert itu kakakku....!! Sampai kapan pun dia akan jadi kakakku...!! Aku menganggapnya seperti kakak kandungku...!!!" Sambung Nova tegas.


"Ayah dan ibu lupa..., Sebelum aku lahir siapa yang memberikan kebahagiaan dirumah ini selain kak Albert..???" Ujar nova guna menyadarkan orang tuanya.


"Iya kau benar...." Sahut ayah.


"Ibu.., ayah..  berhentilah membedakan aku dan kak Albert..." Kata Nova.


Tak lama kemudian Albert datang menghampiri mereka yang sedang makan malam bersama.


Nova langsung berlari memeluk Albert.


"Kak..., Kau sudah sampai..!!" Sapa Nova.


"Iya..., Apa kau rindu padaku..??" Tanya Albert pada adik kesayangannya itu.


"Tentu saja..., Kau selalu keliling dunia untuk urusan bisnismu..." Kata Nova.


"Hei..., Kau juga sibuk menjadi asisten di risvan di kantornya...!!! Sehingga kau belum menikah sampai saat ini..." Kata Albert.


"Ddiihh..., Kau juga belum menikah di usiamu yang sudah 30 tahun..." Balas Nova.


"Kalau begitu cepatlah kalian mencari pasangan dan menikah...!! Berikan kami cucu secepatnya..." Sambung ayah.


"Iya..., Ibu sudah kebelet ingin nimang cucu..." Sahut ibu.


"Ibu.., ayah.., Albert sudah berjanji pada diriku, aku akan menikah setelah Nova menikah dan bahagia agar aku tenang..!!" Kata Albert.


"Aku sudah punya kekasih.., kak..." Bisik Nova pada Albert.


"Siapa...???" Tanya Albert.


"Seorang dokter yang sangat tampan...hehehe...!!!" Sahut Nova.


"Jika kau bahagia aku akan bahagia, Nova...!" Kata Albert tulus menyayangi adik angkatnya itu.


Mereka pun makan malam bersama di ruang makan.


Setelah perkataan Nova, orang tuanya tak pernah lagi membandingkan antara nova dan Albert.


Orang tua Nova telah menyadari dengan sikap mereka saat lebih mementingkan Nova dari pada Albert sang anak angkat yang sejak kecil mereka rawat.


Suatu hari risvan dan Cherry datang kerumah sakit untuk bertemu dengan dokter kandungan.

__ADS_1


Mereka berencana untuk program hamil setelah lebih setahun Cherry keguguran anak pertamanya.


Dokter mengecek rahim Cherry yang terlihat subur dan dalam keadaan sehat.


Dokter memberikan beberapa vitamin untuk Cherry dan juga risvan agar segera mendapatkan keturunan.


"Sayang..., Jangan capek-capek ya...!! Kan kita sedang program hamil..." Kata risvan.


"Iya..., Aku akan membatasi waktuku agar tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan..." Sahut Cherry.


"Eeemmmm..., Bagaimana kalau kita pergi honeymoon lagi..." Kata risvan.


"Apa kau tidak sibuk...???" Tanya Cherry.


"Ada si Nova..., Dia bisa mengatasi semuanya., 😈 Hehehe..." Sahut risvan.


"Oke...., Kalau begitu kita pergi kemana..??" Tanya Cherry.


"Di Jepang sedang musim semi..., Kita akan menikmati bunga sakura disana..!!" Kata risvan.


"Oke..." Ucap Cherry.


Nova duduk fokus pada meja kerjanya di hadapan laptop yang terus menyala.


Risvan datang dengan senyum sumringah kepada Nova.


"Mau pergi kemana kau..???" Tanya Nova.


"Hehehhe.., aku akan pergi honeymoon lagi.. Cherry sedang program hamil.." sahut risvan.


"Ck..., Baiklah...!!! Kau selalu saja melimpahkan pekerjaanmu padaku...dasar...!!" Kata Nova


"Kalau bukan karena kau ingin punya keturunan.., aku gak bakalan mau menjadi budakmu.." sambung Nova lagi.


"Hehehe...., Kau sepupu yang baik.." ucap risvan menyanjung Nova.


"Bagaimana hubungan mu dengan kak riady..??" Tanya risvan.


"Sudah sampai ranjang kah...????" Tanya risvan kepo.


"Kepo amat lu....!!!!" Ujar nova sewot.


"Hhuuhh..., Dasar pelit...gak mau berbagi cerita...!" Balas risvan.


"Bodo........" Sahut Nova.


Setelah pulang dari kantor, Nova mengurus semua kepindahan barang-barangnya ke apartemen yang baru.


Ia di bantu oleh Riady untuk menata ruang di apartemen yang baru itu.


Selesai dengan pekerjaannya, Riady duduk istirahat di atas sofa.


Nova membuatkan secangkir teh hijau kesukaan Riady.


"Terima kasih ya sudah membantuku hari ini.." ucap Nova.


"Tak masalah..." Sahut Riady setelah meminum teh hijau itu


Nova melirik jam di dinding dan sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Sudah malam..., Sebaiknya aku pulang...!!" Kata Riady.


"Iya...." Sahut Nova.


Riady bangkit dan menuju ke arah pintu apartemen, dan Nova mengikutinya dari belakang untuk mengantarnya sampai pintu.


Riady berbalik dan menghadap Nova dan menatapnya.


"Sebenarnya aku sangat ingin bersamamu..., Tapi riana sedang menungguku.." kata Riady.


"Pergilah..., Aku mengerti...!! Riana lebih membutuhkanmu.. 😊 " sahut Nova.


"Nova..., Apa kau mau menikah denganku..??" Tanya Riady yang mengejutkan Nova.

__ADS_1


"Apa..????" Gumam Nova terkejut.


"Eemmm.., mungkin ini terlalu cepat bagimu..., Tapi aku juga tak ingin terus berlama-lama diluar rumah dan mengabaikan Riana...!! Kau tau kan maksudku..??" Kata Riady.


"Iya..., Aku ngerti..." Sahut Nova.


"Tapi..., Berikan aku waktu untuk memikirkan hal itu..." Sambung nova.


"Iya... 😊 " Kata Riady.


Riady memberikan ciuman hangat pada Nova sebelum ia beranjak pulang kerumahnya.


Nova membaringkan tubuhnya diatas ranjang setelah selesai mandi.


Ia terpikir tentang ucapan Riady yang melamarnya tadi.


"Bukannya aku tak mau.., tapi aku yakin di dalam hatinya masih ada Nina..!! Entah kenapa aku seakan tak terima saat dia masih mengenang sosok Nina di hatinya..!!" Gumam Nova.


"Oohhh..., Ya Tuhan....!! Apakah aku salah dalam hal ini..??? Aku cemburu dengan wanita yang sudah tiada.." gumamnya lagi.


Riady tiba dirumahnya, ia langsung masuk kedalam kamar Riana.


Riady memeluk Riana yang terlihat tidur dengan pulas.


"Riana..., Aku tak yakin kau mau memiliki ibu pengganti saat ini.." gumam riady.


"Aku mau..., Ayah....!!! 🤩 " Seru riana yang ternyata berpura-pura tidur.


"Eehh...,. Busssett....ni anak belum tidur...!!" Ujar Riady kaget.


"Kenapa kau belum tidur...????" Tanya Riady.


"Aku menunggu Ayah.... 😜 " Sahut Riana.


"Ayah pasti dari rumah Tante Nova..., Ayah habis pergi kencan kan...?? Hehehe " kata Riana cengengesan.


"Hei..., Ayah bukan kencan..., Tapi membantunya pindah ke apartemen baru.." sahut Riady.


"Ayah...., Kapan Tante Nova akan jadi ibuku..???" Tanya Riana.


"Kau...kau sungguh ingin Tante Nova jadi ibumu..???" Riady balik bertanya.


"Ayah.., aku tak suka saat bertanya malah di tanya balik..!! 😤 " Kata Riana.


"Eeemmmm..., Ayah tak tau...!!!" Sahut Riady.


"Kalau ayah tidak bisa membuat Tante Nova jadi ibuku...., Maka biar aku yang bertindak untuk menjadikannya ibuku...!!" Kata Riana sok dewasa.


"Hei...hei...., Jangan sok dewasa ..!!!!!" Ujar Riady pada putrinya.


"Ck...., Ayah meragukan kemampuanku...???" Ujar Riana.


"😭 Mengapa ya tuhan...., Anakku seperti ini...???" Gumam riady.


Riady tak mampu melawan perkataan Riana yang seperti orang dewasa padahal saat itu usianya masih 4 tahun.


Untuk mendiamkan anaknya, riady hanya bisa memaksa agar Riana cepat tidur karena sudah tengah malam.


Riady kembali teringat atas perkataannya yang melamar Nova saat itu.


"Apa dia akan menerima lamaranku..??" Gumam riady dalam hatinya.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2