CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
TERKUAK


__ADS_3

Lama cherry berdiri di depan pintu, tak lama pintu pun terbuka namun cherry tak melihat nova di sana.


Cherry melangkah masuk dan memanggil nova beberapa kali. Samar-samar cherry mendengar suara jeritan kecil saat itu, membuatnya semakin penasaran dan masuk lebih dalam ke apartemen milik yuna. saat cherry akan menoleh ke belakang, ia melihat yuna menutup pintu dan mendorong dirinya membuat tubuh cherry terpental menghantam meja.


“yuna….” gumam cherry kaget melihat yuna di apartemen nova.


“akhirnya kau datang…., wanita sialan…” ujar yuna menarik rambut cherry.


Cherry menjerit kesakitan saat yuna menarik rambutnya dan menyeret tubuhnya. Yuna menyeret tubuh cherry masuk kedalam kamar dan saat itu cherry bertambah terkejut saat melihat nova sudah terikat di atas ranjang dengan meronta-ronta.


“aku akan menyingkirkan kalian berdua disini…hehehe….” Ucap yuna tertawa jahat.


Cherry berusaha bangun dan menarik baju yang di pakai oleh yuna. cherry menariknya dengan kuat sehingga yuna ikut terjatuh ke lantai. Tangan yuna terlepas dari rambut cherry, dengan kesempatan itu cherry menendang yuna saat yuna akan bangkit dari lantai.


Cherry berlari kearah nova dan berusaha membuka lilitan kain yang ada di mulut nova. Saat kain itu terlepas dari mulut nova, tiba-tiba nova menjerit melihat yuna akan menyerang cherry lagi.


“cherry…..awas……!!!!!!” teriak nova.


Cherry menoleh kebelakang dan melihat yuna menarik tubuhnya dan memukul wajahnya beberapa kali. Tubuh cherry terpojok di dinding dengan cekikan di lehernya.


“aku akan membunuhmu, cherry…!! Kau menghalangi aku menyatu dengan risvan…” kata yuna dengan wajah yang sangat menyeramkan.


Cherry kembali menendang perut yuna sekuat tenaga membuat yuna terlentang di lantai. Cherry kembali menghampiri nova untuk membantunya membuka ikatan di tangan dan kakinya, namun yuna mengejarnya dan menarik tubuhnya lagi. Yuna kembali mencekit leher cherry.


“le..lepas..kan aku….” Ucap cherry.


“kau pikir kau bisa lepas begitu saja hah..?? asal kau tau.., setiap ada yang ingin menghalangi keinginanku…, maka dia harus mati…dan bahkan orang yang ada disekitarnya juga harus mati…hahahahaha……” ujar yuna.


“ka..kau…gila…..” ucap cherry.


“yuna…lepaskan cherry….” Teriak nova.


“kau sudah banyak membunuh orang yang tak bersalah padamu…, yuna..” teriak nova lagi yang membuat cherry terkejut.


“hahahaha….., aku menikmatinya saat aku berhasil membunuh ayah risvan dan juga kakak iparmu, cherry….” Kata yuna yang membuat cherry semakin terkejut.


“dia membunuh kak nina..??” gumam cherry dalam hatinya.


Merasa tak terima mendengar kematian nina, cherry menjadi sangat geram. Chery mendorong tubuh yuna dengan kuat dan menendang kembali. Yuna lagi-lagi terjatuh di lantai, saat hendak bangun cherry menyerangnya. Cherry menjambak rambut yuna dan memukul kepala yuna berkali-kali.


“kau membunuh wanita terbaik di dalam hidupku…, yuna…!!!” teriak cherry menjadi sangat brutal.


Terjadilah perkelahian yang sangat brutal di antara cherry dan yuna saat itu. mereka saling menendang dan membalas pukulan berkali-kali.


Disisi lain, risvan baru saja memarkirkan mobilnya di area parkir. Dengan membawa sekeranjang buah risvan menaiki lift menuju apartemen nova. Risvan memencet bel pintu dan berdiri menunggu pintu dibuka. Namun saat itu samar-samar ia mendengar suara kegaduhan dari dalam. Risvan kembali mencoba mendengarkan dengan benar suara kegaduhan dari dalam.


“ada apa di dalam..??” gumam risvan.


Risvan sangat penasaran dengan suara kegaduhan yang terdengar samar-samar dari luar.


“semoga kau belum mengganti password apartemenmu.., nova…” ucap risvan yang tau password pintu apartemen yang ia belikan untuk nova.


Dan risvan mencoba menekan password itu, lalu pintu pun terbuka. Risvan berlari masuk kedalam dan melihat ternyata cherry dan yuna sedang adu duel disana. Risvan mencoba untuk memisahkan antara cherry dan yuna saat itu.


“risvan…., yuna pembunuh…!!! Dia pembunuh ayahmu dan juga kakak ipar cherry…” teriak nova.


“apa…???” ujar risvan kaget.


Saat akan menoleh kearah yuna, tiba-tiba kepalanya di hantam oleh kursi kayu yang biasa di gunakan oleh nova untuk duduk dan menatap laptopnya. Tubuh risvan roboh dan terjatuh di lantai dengan luka di bagian kepalanya. Cherry menjerit saat melihat darah mengelir di kepala risvan.


Yuna terlihat sedih saat melihat risvan tak sadarkan diri akibat ulahnya.


“sayang…, maafkan aku…aku tak sengaja melakukannya…’ ucap yuna kepada risvan.


“kau gila….., yuna….” teriak cherry marah.


Yuna kembali menatap cherry yang menyentuh tubuh risvan membuatnya semakin kehilangan akal.


“aaaaakkkkkkhhhh…………., mati kau…..” teriak yuna menyerang cherry.


Yuna kembali mendorong tubuh cherry hingga pinggang cherry menghantam sebuah meja kecil. Yuna mencekik cherry lagi saat itu. cherry hampir tak bernafas, namun ia masih mendengar teriakan nova yang sangat panik. Tangan cherry meraba-raba mencoba membuka laci di meja itu. ia terus mencari benda yang dapat membuatnya menyingkirkan yuna.


Gunting…, hanya itu yang cherry dapatkan dari dalam laci itu. saat cherry akan menusuk yuna dengan gunting itu, yuna lebih cepat menghantam tangan cherry sehingga membuat gunting itu terlempar tak jauh dari rubuh risvan.


“aku tak sanggup lagi…” gumam cherry dalam hatinya.


Cherry hampir pingsan karena tak dapat bernafas akibat cekikan yang yuna lakukan padanya. Cherry memejamkan matanya sejenak, namun tiba-tiba ia tak merasakan cekikan lagi di lehernya dan mendengar suara teriakan yuna yang meraung kesakitan. Cherry membuka matanya dan melihat risvan sudah berdiri sambil sedikit sempoyongan. Yuna membalikan tubuhnya menghadap risvan dengan tatapan sedih pada risvan.


“kau tega melakukan ini padaku, sayang…??” ucap yuna pada risvan.


Cherry melihat punggung yuna yang berdarah karena tertusuk gunting yang di ambil cherry dari laci meja tadi. Ternyata saat itu risvan tersadar dan melihat cherry hampir mati di tangan yuna. risvan melihat gunting yang tak jauh darinya, ia mengambil gunting itu dan menusukkan ke punggung yuna agar melepaskan cherry.


Cherry melihat risvan masih sempoyongan dengan luka di kepalanya, yuna berjalan mendekati risvan dengan kursi kayu dan ingin menghantam risvan lagi.


“risvan bisa mati jika di pukul dengan kursi itu lagi…” gumam cherry dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


Cherry tertatih berjalan mendekati yuna, dan menarik gunting yang tertancap di punggung yuna. yuna menjerit kesakitan saat gunting itu di tarik oleh cherry. Yuna membalikkan tubuhnya menghadap cherry. Dengan geram cherry menikam perut yuna dengan gunting itu.


Mata yuna terbelalak saat gunting menancap di perutnya. Matanya menatap cherry, dengan senyuman lebar.


“aku….aku menang…, aku..berhasil…mem..membunuh..ba..bayimu….” ucap yuna yang kemudian jatuh ke lantai.


Yuna tewas seketika saat itu juga. Air mata cherry mengalir deras saat tau kalau yuna lah yang membunuh bayi yang terdosa yang ada dalam kandungan cherry saat itu.


“aaakkkhhh……, dia membunuh bayiku….dia pembunuh bayiku…..” teriak cherry sangat kesal sambil menangis.

__ADS_1


Risvan mendekati cherry dan memeluknya.


“sudah berakhir….semua sudah berakhir…” kata risvan mencoba menenangkan cherry.


Setelah melepaskan ikatan pada kedua kaki dan tangan nova, mereka menghungi pihak yang berwajib dan juga para medis. Cherry menghubungi kedua kakaknya dan menceritakan semua kejadian yang terjadi.


“maafkan aku kak…, karena masalahku…kau kehilangan kak nina…” ucap cherry menangis pada riady.


“tenanglah cherry…, ini semua bukan kesalahnmu…, tapi ini semua sudah garis takdir..aku kehilangan nina dengan cara seperti ini..” kata riady menenangkan adik kesayangannya itu.


Terlihat disana oka sibuk mengurus semuanya kepada pihak yang berwajib. Jasad yuna di masukkan ke dalam kantung mayat dan di bawa kerumah sakit untuk di otopsi. Cherry dan risvan juga masuk kedalam ambulan untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka lebam dan juga luka di kepalanya.


Riady melihat nova yang masih syok dengan kejadian yang terjadi di apartemennya. Riady mendekati nova yang duduk di sofa milkinya.


“apa kau baik-baik saja..??” tanya riady pada nova.


“aku merasa seakan nyawaku tidak berada di dalam tubuhku…” sahut nova.


Riady melihat kedua tangan nova yang masih bergetar.


“tenanglah…..” ucap riady menggenggam tangan nova.


“aku ketakutan…..” ucap nova menangis.


Dengan tak segan riady memeluk nova untuk menenangkan dirinya. Nova menangis di dalam dekapan riady saat itu. riady tau kalau nova memang sangat ketakutan dengan tubuh yang masih gemeteran.


“sudahlah…., tenang…, coba tenangkan dirimu…” ucap riady.


Lama riady mendekap nova untuk menenangkan dirinya. Tak lama kemudian, orang tua nova datang dan menghampirinya. Riady melepaskan pelukannya dari tubuh nova.


“nova…., kau tidak apa-apa nak..??” tanya ibunya.


“ibu aku sangat ketakutan….” Sahut nova kembali menangis dalam pelukan ibunya.


“kau tidak apa-apa..?? apa kau terluka..??” tanya ayahnya sangat khawatir.


“aku tidak terluka, ayah…! Aku hanya ketakutan..” jawab nova.


“syukurlah…” ucap ayahnya.


Ibunya membawa nova keluar dari apartemen itu. saat itu nova melihat ayahnya masih berbincang dengan riady untuk menjelaskan semua yang terjadi di apartemen itu.


Para pihak yang berwajib sedang memeriksa apartemen itu dan mengambil beberapa bukti dari rekaman cctv yang ada di apartemen milik nova. Mereka melakukan itu guna untuk penyelidikan lebih lanjut atas apa yang telah di lakukan oleh yuna selama ini.


Polisi kembali memeriksa apartemen yuna dan menggeledah semuanya. Mereka juga mengambil begitu banyak obat yang di simpan oleh yuna di balik tempat tidurnya. Ibu yuna juga menyerahkan bukti pakaian, topi dan juga sepatu bermotif mawar yang yuna simpan di dalam rumah orang tuanya. Orang tua yuna selama ini tak mengetahui apa yang telah yuna lakukan.


Mereka sangat bersedih saat tau kalau penyakit yuna kambuh karena ia tak pernah mau meminum obatnya lagi. Dan yang semakin membuatnya ibunya terluka adalah mengetahui kalau yuna menjadi pembunuh.


Tidak ada yang bisa di lakukan oleh orang tua yuna selain memohon maaf pada keluarga risvan dan juga cherry atas ulah anaknya tersebut. Begitu pula yang dilakukan oleh pihak keluarga risvan dan cherry, mereka hanya bisa mencoba untuk ikhlas, karena yuna juga sudah mendapatkan hukuman atas apa yang ia lakukan, walaupun itu di


Cherry masih menunggu dengan setia di rumah sakit tempat risvan di rawat.


“aku masih tak percaya ini akan terjadi pada kehidupan kita..” kata risvan menggenggam tangan cherry.


“aku juga tak pernah menyangkanya…” sahut cherry.


“ternyata yuna telah mengalami hal berat dalam hidupnya sehingga mengganggu kesehatan jiwanya…” sambung cherry lagi.


“iya…, ayahku terkena serangan jantung karena ulahnya yang mengancam akan menghabisiku jika ayahku menghalangi yuna untuk memisahkan kita..” sahut risvan.


“sesuatu yang tak terduga juga terjadi pada kak nina.., tidak ada yang menyadari kalau yuna melakukan semuanya dengan rapi…” kata cherry.


“maafkan aku cherry…, karena masalah pribadiku, kau kehilangan nina dan juga bayi kita..” ucap risvan.


“semua sudah berlalu….!! Lebih baik kita fokus untuk kehidupan baru yang akan kita jalani…” kata cherry.


“kau benar…” sahut risvan tersenyum pada cherry.


Tak lama riady datang mengunjungi risvan dirumah sakit. saat mereka sedang berbincang-bincang bagaikan bertemu dengan jodohnya, nova pun datang menjenguk risvan saat itu. nova menyapa semuanya dengan senyuman cerianya.


“oohhh…, ada pak dokter juga disini…” sapa nova pada riady.


“apa kau sudah baikan..??” tanya riady sedikit canggung pada nova.


“aku baik-baik saja…” sahut nova ceria.


Melihat senyum ceria nova, tersembul rona merah dipipi riady dan hal itu terlihat oleh cherry serta risvan.


“lihatlah…, wajah kak riady memerah…” bisik risvan pada cherry.


“hehehehe…., suka dengan nova kah..??” sahut cherry.


Risvan dan cherry tersenyum geli saat itu.


“hei…, kenapa senyum-senyum..?? ada apa…??” tanya nova.


“hehehe…., kami hanya merasa dewi cinta numpang lewat barusan…” sahut cherry.


“apaan sih…” gumam nova malah jadi bingung.


“eeemmm…., sebaiknya aku kembali bekerja…” kata riady.


“eehh…, pak dokter…aku baru saja tiba.., kenapa kau malah pergi..?? kau sentiment padaku ya…” ujar nova ceplas ceplos.


“iya kak…., tinggalah sebentar lagi…kita berbincang-bincang disini..” kata cherry.

__ADS_1


Riady pun menuruti keinginan cherry saat itu. disana ia melihat nova yang sedang bercanda ria dengan cherry dan juga risvan. perasaan deg-degan di rasakan oleh risvan saat melihat nova tersenyum ceria kala itu. saat riady sedang menatap nova, nova menoleh padanya.


“pak dokter…, aku tak sangka kau adalah kakaknya cherry…!! Pertama kali aku bertemu denganmu aku merasa sangat familiar dengan wajahmu…” kata nova.


“ya…, mungkin karena aku seorang dokter…!! Mungkin kau pernah melihaku di rumah sakit…” sahut riady.


“kak…, asal kakak tau saja, si nova ini menginjakkan kakinya di rumah sakit hanya beberapa kali seumur hidupnya…dia sangat takut jika pergi berobat ke dokter..” kata risvan.


‘kenapa..??” tanya cherry.


“dia takut sama suntik….” Sahut risvan.


“astaga….., yang benar saja kau nova….hahahaha….” kata cherry ngakak.


“pantas saja saat pertama kali berobat padaku, dia hendak kabur saat aku bilang akan menyuntiknya…” sahut riady.


Mereka menertawai nova yang sangat takut dengan jarum suntik.


“hhhmmmpppp…., menyebalkan….” Gumam nova kesal di tertawai.


Malam harinya, nova yang baru saja selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut. Ia menatap ke cermin dan pikiran malah teringat oleh wajah sang dokter.


“kenapa aku malah teringat wajah kakunya itu…??” gumam nova.


Ia kembali fokus pada apa yang sedang ia lakukan.


“ohh…., aku ingat…!!!! Aku pernah melihat dokter kaku itu di acara pemakaman kakak iparnya cherry…!!!!” seru nova.


“saat itu aku juga menghadiri pemakaman kakak iparnya cherry…, apa jangan-jangan itu acara pemakaman istri si dokter kaku itu…?????” ujar nova.


“selama ini aku hanya melihat dia bersama anaknya saja…” sambung nova lagi.


Di ruang rumah sakit, elif melihat riady yang memancarkan wajah sumringahnya. Riady yang terkenal kaku dan jarang tersenyum setelah istrinya meninggal, tak biasanya malam itu terlihat cerah di wajahnya. Tanpa ada rasa kaku dan ia terlihat banyak tersenyum kepada yang lain. Elif mencoba untuk mendekati riady dan berniat untuk mengobrol ringan dengannya.


“hai…, kau dinas malam juga..??” sapa elif pada riady.


“iya…, kau juga..??” sahut riady.


“iya…” ucap elif.


Hening…


“eemmm bagaimana kabar anakmu..??” tanya elif basa basi.


“dia sehat…, dan sangat ceria…” jawab riady.


Mereka berdua pun berbincang-bincang saat itu sampai akhirnya elif menanyakan hal pribadi pada riady.


“apa kau berniat untuk menikah lagi..??” tanya elif.


“entahlah….!! Saat ini aku masih mengenang nina di hatiku…” sahut riady.


Elif tersenyum getir saat mendengar jawaban riady. Tak di pungkiri setelah elif bercerai dengan suaminya, ia masih mengharapkan riady yang telah lama ia cintai. Namun tak berlaku pada riady. Setelah riady jatuh cinta pada nina, ia melupakan semua perasaannya terhadap elif selama ini.


Tiba-tiba seorang perawat memanggil riady untuk datang menemui pasien di instalasi gawat darurat.


Malam itu terjadi sebuah kecelakaan yang membuat seseorang pingsan dan riady lah yang menanganinya sebagai dokter ahli saraf.


Elif masih menatap riady yang bergegas pergi ke ruang isntalasi gawat darurat.


“aku tak menyangka, kalau sosok nina sangat berarti bagimu, riady…” gumam elif.


Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu, risvan kembali beraktifitas di kantornya. Begitu juga dengan cherry yang selalu di sibukkan dengan urusan bisnis di bidang kuliner dan bakery.


Nova mendatangi risvan diruangannya dengan beberapa berkas yang perlu di tandatangani oleh risvan.


“eeemmm…, risvan.., apa kak riady itu seorang duda..??” tanya nova membuat risvan menghentikan aktifitasnya sejenak.


Risvan tersenyum meledek pada nova.


“apa…??” tanya nova bingung dengan senyuman risvan padanya.


“kau bertanya seperti itu apa kau tertarik padanya…??” tanya risvan.


“apaan sih…?? Aku kan hanya bertanya saja…” gumam nova dengan rona merah di wajahnya.


“hei…, wajahmu memerah…” ujar risvan membuat nova kesal seketika.


“hhuuhhh…., menyebalkan…!! Aku hanya bertanya..apa itu salah…” balas nova.


“iya baiklah…!! Kak riady itu memang seorang duren…, duda keren…” sahut risvan.


“kau tertarik padanya…hheem…???” sambung risvan.


“ck….., dasar bodoh….” Umpat nova kesal.


“cepatlah tanda tangani berkas-berkas itu…!! setelah ini aku harus pergi kerumah sakit untuk kontrol penyakit di leherku….” Kata nova.


“alasan….!! Bilang saja kau ingin bertemu dengan kak riady..hehehehe….” ujar risvan.


Ppplleetttaaakkk…..


“rasakan bogemanku….” Ucap nova setelah menonjok risvan dengan kesal.


“dasar asisten kurang ajar…” teriak risvan sambil menyentuh batang hidungnya

__ADS_1


__ADS_2