CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Kabar bahagia


__ADS_3

Matahari sudah mulai menampakan sinarnya,hamparan awan putih sudah berarak menunjukan alam sudah berganti rupa, hari ini terkahir Henry bisa tidur sambil memeluk Elvi , dia melihat wajah cantik wanitanya, dia mengelus pipi Elvi dengan lembut.


" Akan ku pastikan semuanya baik-baik saja sayang " gumam henry


Elvi sudah membuka matanya dia melihat Henry tersenyum padanya , tapi dia merasa perutnya seperti di aduk dalam sana, Elvi melompat dari tempat tidur berlari dalam kamar mandi dalam keadaan polos


Heukkkk.. heukkkk...


" Sayang kamu kenapa " saat melihat Elvi berlari Henry langsung mengejarnya, dia memijat tengkuk Elvi


Huekkk ...huekkk..


" Sayang kamu kenapa apa kamu sakit " tanya Henry khawatir apa lagi melihat wajah Elvi pucat


Huekkk huekkk


Elvi terus mengeluarkan isi perutnya


" Tidak papa " ucap elvi lirih setelah mengeluarkan semua nya


" Kita ke rumah sakit sekarang " ucap Henry


" Aku cuma masuk angin" ucap elvi


"Tapi ...


" Aku cuma masuk angin sayang " potong Elvi, lalu dia mencuci mulutnya,Henry mengambilkan bathrobe di pakaian pada Elvi


" Apa sudah " tanya Henry ,Elvi hanya mengangguk saja, saat Henry membawa Elvi ke luar dari kamar mandi tiba tiba Elvi jatuh,


" ELVI " pekik Henry syukur Elvi jatuh saat Henry memeluk nya sehingga tidak jatuh ke lantai


Henry langsung mengangkat tubuh Elvi ke luar dari kamar mandi,setelah itu di baringkan Elvi di atas tempat tidur,dia mengambil HP nya


" Ke apartemen sekarang aku tunggu 10 menit jika telat ke rumah sakit saja bereskan semua barangmu "


Lalu dia matikan telepon nya,dia kembali menelpon seseorang


" Ke apartemen sekarang " setelah itu dia matikan


" Sayang hei bangun jangan membuatku khawatir " dia menggenggam tangan Elvi ,lalu matanya melihat pakaian mereka berserakan dia bangkit dari duduknya lalu membereskan pakaian itu sebelum Davin dan Jose datang.


Tidak berselang lama Davin dan Jose masuk bersamaan dalam kamar " kenapa " tanya mereka berdua sambil mengatur napasnya


" Cepat periksa tadi dia mual terus pingsan di kamar mandi " ucap Henry


Davin langsung membuka tasnya mengambil alatnya dalam tas


" Apa yang akan kamu lakukan " tanya Henry saat Davin membuka sedikit bathrobe bagian atas Elvi


" Mau periksa mau apa lagi " ucap davin


" Tidak usah di sentuh " ucap Henry


" lalu bagaimana aku memeriksanya bego " umpat Davin


Jose menahan Henry untuk bicara lagi " baiklah periksa dengan benar. Ucap Henry pasrah


Davin memulai memeriksa Elvi ,tapi dia sedikit bingung lalu tersenyum,setelah selesai dia mulai membereskan alatnya lalu berdiri menghadap Jose dan Henry sambil tersenyum


" Dia sakit apa ,apa perlu ke rumah sakit " Tanya Henry


"Dia kecapean,baru dia juga lelah karena muntah membuatnya lemah" kemudian Devan melihat Henry sambil tersenyum


" Apa katakan jangan membuatku takut " ucap Henry


"Kita harus ke rumah sakit untuk memastikannya aku takut salah " ucap Davin


" Katakan saja " pikiran Henry sudah kacau dia siap mendengar apa pun itu


Hebmm


" Cepat bodoh " bentak Henry dan Jose mereka jengah melihat Davin tersenyum dan mengulur waktu


" Sabar sedikit kenapa sih, dia tidak sakit parah cuma lelah,dia lemah karena terlalu memuntahkan isi perutnya, hebmm aku punya penawaran aku kasih tau hasilnya tapi kasih waktu Nabilla cuty 3 hari saja gmna " ucap Davin

__ADS_1


Plak


Buhg


" Kamu benar-benar mau mati kayanya Vin ,di saat orang seperti ini kamu malah bernegosiasi" kepala Davin di timpuk oleh Jose, sedangkan Henry menendang kaki Davin


" Iya iya Elvi hamil " ucap Davin sambil mengelus kepalanya.


Henry dan Jose langsung diam " ha...mil " ucap Henry


" Iya dia hamil setelah sadar nanti lebih baik di antar ke dokter dulu untuk memastikan karena ini hanya dugaanku saja " ucap Davin


Henry langsung duduk di samping Elvi sambil mencium seluruh wajah Elvi menyalurkan rasa bahagianya


" Terima kasih sayang " ucap Henry sambil mengusap ujung matanya


Eeugg


" Kamu sudah sadar sayang, mana yang sakit mau apa kita ke rumah sakit iya " tanya Henry


" Kalian tunggu di luar " lanjutnya lagi


Jose dan Davin langsung ke liar dari kamar itu


" Aku istirahat saja dag mau ke rumah sakit,sudah baikan koh" ucap elvi lemah


" Kata Davin kamu harus di periksa dulu sayang, tidak ada bantahan " Henry langsung berdiri mengambil pakaian untuk Elvi menuju ruangan ganti


Setelah selesai pakaian Henry ke luar dan membawa pakaian Elvi ,lalu dia memakai kan pakaian Elvi dan mereka ke luar


" Kamu Sarapan dulu iya " ucap Henry saat mereka sudah dekat jose dan Davin


Elvi menggeleng " kasih jus saja dulu hen , yang penting perutnya ada dulu isinya " ucap Davin


Henry mendudukkan Elvi di ruangan tengah dia pergi ke arah dapur untuk mengambil jus ,syukur bibi sudah membuatkan mereka sarapan dan jus


Tiba tiba saja Elvi berlari ke arah dapur memuntahkan isi perutnya di ikuti oleh Jose dan Davin


" Vi kamu baik baik saja " ucap Jose


" Sayang mana yang sakit Hem " ucap Henry lembut sambil mencuci mulut Elvi, Davin memberikan air putih pada henry lalu di minum kan pada Elvi


" cape sakit hiks hiks " ucap elvi di sela tangisannya


Setelah itu mereka ke luar dari apartemen untuk ke rumah sakit, sepanjang perjalan Henry selalu memeluk Elvi sambil mengusap punggungnya, Elvi sangat nyaman dalam pelukan Henry dia sangat menyukai aroma tubuh Henry membuatnya lebih tenang tidak mual lagi


" Hubungi Nabilla kosongkan semua jadwalku hari ini Jo " ucap Henry, Jose hanya mengaguk saja


Hanya membutuhkan waktu 35 menit saja mereka sudah sampai di rumah sakit besar yang merupakan rumah sakit keluarga RM Corp,syukur sebelum mereka sampai Davin sudah menelepon pihak rumah sakit jika Henry datang


Saat sampai di sana semua mata melihat tuan Henry dan sekertaris Jose apa lagi tuan Henry sedang menggendong seorang wanita ,mereka semua bertanya tanya siapa gerangan yang di gendong tuan Henry , Jose menatap tajam mereka semua hingga membuat semuanya tunduk patuh tanpa berani mengakat kepalanya


" Ikuti aku " ucap Davin mereka berjalan ke arah obgyn di sana mereka sudah di tunggu oleh seorang dokter kandungan wanita yang sudah berumur


" Selamat datang tuan muda, tuan Jose silakan masuk tuan" ucap seorang suster


Henry langsung masuk dalam ruangan itu sedangkan Jose menyelesaikan masahlah karena takutnya nanti ada gosip apa lagi melihat Henry datang dengan Elvi ,kemudian Henry di dudukan Elvi di kursi depan meja dokter


" Selamat pagi tuan muda, nona " ucap dokter ramah


"Selamat pagi juga dokter " ucap elvi sambil tersenyum


" Apa ada keluhan " tanya dokter


" Tadi pagi muntah muntah terus dok terus lemah habis itu pingsan" Henry menjelaskan semua yang terjadi tadi ,dokter dan Davin tersenyum ,lebih tepatnya Davin ingin tertawa keras tapi dia tahan


" Bisa kita periksa, nona bisa baring di sini kita akan periksa dulu " ucap dokter,Elvi sudah naik ke atas di bantu oleh Henry lalu di baringkan


Saat dokter mengangkat baju Elvi di tahan oleh Henry " dokter mau ngapain kenapa bajunya di angkat " Tanya Henry


" Apa kamu tidak ingin melihat calon anakmu " bisik Davin ,Henry langsung melihat Davin " kalau begitu kamu ke luar enak saja mau lihat perut Elvi sana " usir Henry sambil mendorong Davin ,Davin terpaksa ke luar dari ruangan itu dengan mukanya di tekuk


Dokter wanita itu hanya tersenyum melihat tingkah muda sekaligus pemilik rumah sakit ini


" Bisa kita lanjutkan tuan muda " Henry mengangguk saja, dokter mulai menuangkan gel di perut Elvi " jangan tegang iya nona " ucap nya lagi Elvi hanya mengangguk

__ADS_1


Kemudian dia menempelkan transducer di atas perut Elvi yang masih rata " nona bisa lihat calon baby nya dari monitor itu " menunjukan layar yang tersambung dengan alat USG itu


"Mana baby nya " tanya Henry karena dia tidak melihat apa pun


"Itu yang seperti titik hitam tuan muda " ucap dokter Selly


" Apa kamu mempermainkan ku, itu bukan bayi " ucap Henry kesal


" Maaf tuan muda ,usia kandungan nona masih usia 3 Minggu jadi bayi anda masih sangat kecil " ucap dokter Selly


Henry dan Elvi menatap layar yang masih memperlihat kan setitik hitam,sudut bibir Henry tertarik sedikit ada sesuatu membuncah dan membuatnya sangat bahagia,dia memegang tangan Elvi lalu menciumnya dengan sayang


Elvi yang melihat calon anaknya di layar USG hanya bisa meniti kan airnya bahagia,sedih, takut semuanya menjadi 1, Henry menghapus air mata Elvi lalu mencium kening Elvi


" Terimakasih, ini hadiah yang sangat indah " ucapnya sambil mengelus kepala Elvi


Dokter menjelaskan lebih detail kesehatan janin yang dalam perut Elvi,setelah selesai dokter Selly membersihkan gel di atas perut Elvi dan Henry membantunya untuk turun


Henry dan Elvi kini duduk sambil berhadapan dengan dokter Selly


" Saya akan memberikan resep vitamin dan obat mualnya iya, nanti pemeriksaan nya 1 bulan sekali , jangan terlalu lelah atau banyak kerjaan yang berat karena awal kehamilan sangat rentan keguguran jadi sebisa mungkin di jaga dengan baik iya Nona, makan yang sehat makan buah sayuran juga jangan lupa minum susu ibu hamil iya " ucap dokter Selly


" Apa ada pertanyaan " tanya dokter Selly


" Tidak ada lagi dok " ucap elvi


" Apa aku boleh melakukan itu " tanya Henry ,membuat Elvi menunduk malu


Dokter tersenyum melihat Elvi " tidak papa nona itu sering di tanyakan , boleh saja asal pelan pelan dan jangan terlalu sering ,seminggu 2 atau 3 kali lakukan dengan cara yang nyaman bagi ibu dan calon bayinya tanpa menyakiti mereka tapi lebih baiknya lagi saat kandungan nona sudah 3 bulan" ucap dokter


Setelah periksaan mereka ke luar dengan senyum yang tidak perna pudar dan itu membuat kegaduhan di rumah sakit itu seorang penguasa dingin ,arogan dan sombong tersenyum itu adalah hal yang sangat langkah bahkan tidak perna terjadi


" Kita mau ke mana dulu " tanya Jose saat mereka sudah berada dalam mobil


" Ke rumah utama " Jose langsung melihat Henry lewat kaca spion di atas kepalanya , Henry hanya mengangguk saja


Elvi meremas baju Henry saat mendengar mereka ke rumah utama akhirnya yang di takutkan akan terjadi makanya sedari tadi dia hanya diam


" Semua akan baik-baik saja ada aku " ucap Henry yang mengerti ketakutan Elvi, Elvi hanya ngaguk saja


Elvi melihat ke luar jendela dia tersenyum sambil mengusap perutnya,Henry melihat itu pun ikut tersenyum


" Kaka Jose berhenti " pekik Elvi membuat Jose memberhentikan mobilnya secara mendadak syukur di belakang tidak ada mobil


" kenapa sayang ,apa ada yang sakit " tanya Henry


Elvi menggeleng " aku mau makan itu " tunjuknya pada gerobak bubur ayam


" nanti kita beli di restoran iyaa " ucap Henry,Henry tidak mau Elvi makan bubur ayam gerobak nanti Elvi sakit perut


" tapi aku maunya bubur ayam yang itu " ucap elvi


" tapi sayang itu tidak higienis nanti kamu sakit perut " mendengar penolakan dari Henry membuat Elvi menangis


" aku bukannya dag mau sayang tapi ....


hiks hiks hiks


Henry dan Jose menjadi panik melihat Elvi menangis " ok ok kita beli bubur ayamnya " ucap Henry


" benarkah " ucap elvi dengan mata yang berbinar membuat Jose dan Henry lagi lagi heran, Henry hanya mengangguk lalu Jose ke luar dari mobil untuk memesan


tadi menangis sekarang bahagia batin Jose


tidak lama pesanan Elvi datang dia langsung memakannya " pelan pelan sayang tidak ada yang minta " ucap Henry sambil mengusap punggung Elvi


" aku lapar sekali, makasih iya " ucap elvi tersenyum


Henry hanya tersenyum, Jose kembali menjalankan mobilnya


" apa sudah kenyang " tanya Henry Elvi hanya mengangguk


" aku ngantuk " ucap elvi


" tidur lah nanti kalau sudah sampai aku membangunkan mu " ucap Henry sambil memeluk Elvi membawa nya dalam pelukannya

__ADS_1


__ADS_2