CINTA CEO DINGIN

CINTA CEO DINGIN
Balas dendam sempurna


__ADS_3

Elvi duduk di balkon kamar Henry sambil mengadahkan kepalanya ke atas.


" Ayah apa di kehidupan di sana ayah baik-baik saja Elvi kangen,doain Elvi untuk selalu membahagiakan ibu " gumam Elvi


Dia diam kembali memutar otaknya untuk mencari alasan yang bagus nantinya untuk di pakai,dia mengambil HP nya menelepon seseorang


Tut...Tutt ..


" Kenapa "


" Sayang aku malam ini dag masak bisa beli makanan di luar saja "


" Hebm sudah aku masih kerja "


" Jam berapa pulang "


" Sedikit lagi "


Lalu Elvi melihat HP nya nyatanya sudah putus sambungan teleponnya


" Dasar es batu sialan, lihat saja nanti " kesal Elvi


Lelah berpikir Elvi kembali ke kamarnya untuk mandi karena Henry sudah mau pulang, dalam kamar mandi dia masih terus memikirkan alasan yang tepat untuk meminta izin dan tetap kerja bersamanya sekalipun dia akan melakukan jalur beasiswa


Setelah selesai dia membuka lemarinya mata nya tertuju pada sebuah gaun tapi dia masih enggan untuk mengambilnya


" Coba saja kali iyaa sudah di beli juga kan " gumam Elvi kemudian dia mengambilnya dan memakai nya selesai memakainya dia mengarah ke arah meja riasnya memakai krim dan lipblam


Setelah selesai dia berdiri ke luar dari kamarnya untuk menyimpan air untuk Henry mungkin sekarang dia sudah di perjalanan,dia menuju kamar Henry di lantai atas


Sesampainya dia membuka pintu langsung masuk ke dalam kamar mandi mengisi bathup memberikan sabun dan tetesan aroma terapi


Di rasanya cukup dia ke luar dari sana menuju ruangan ganti baju


Saat Elvi masih dalam ruangan ganti baju Henry masuk dalam kamar dan dia belum menyadari ada Elvi di kamar itu dia membuka jas dasi nya menggulung lengan kemejanya dan membuka sebagian kancing bajunya lalu dia duduk di sofa


" Lo sayang sudah pulang " Elvi kaget saat melihat Henry sudah dalam kamarnya


Henry menatap Elvi seperti orang kelaparan karena penampilan Elvi malam ini berbeda



Dia bangun dari duduknya " sayang kamu menggodaku " sambil menarik Elvi dalam pelukannya nya


" Ngomong apa sih " Elvi melepaskan pelukan Henry " mandi dulu sana baru pulang kantor " lanjut Elvi


Tapi Henry tidak menggubris dia langsung mencium bibir Elvi bergantian atas dan bawah sambil menahan tengkuk nya setelah 10 menit dia baru melepas ciumannya


"Kenapa memakai baju kaya gini " tanya Henry sambil melihat Elvi


" Ini kan baju tidur ada juga jubahnya katanya mba yang jual bagus lagian sudah di beli masa di simpan saja di lemari " ucap elvi


" Sekarang kau akan menerima hukuman yang tadi pagi sayang " ucap Henry tersenyum devil


Elvi mulai gugup " sayang mandi dulu iya habis itu makan supaya ada tenaga ok " bujuk Elvi setenang mungkin


" Maaf tidak ada negosiasi " Henry langsung mencium bibir Elvi sambil membawa Elvi ke tempat tidur tanpa melepaskan pangutan bibir mereka


Dia membaringkan Elvi perlahan sambil menekan tengkuk Elvi untuk memperdalam ciuman mereka dia ****** dan ***** bibir Elvi mengabsen isi mulut Elvi tangan satunya menyusuri paha mulus Elvi


Eeeuuuggghhhh " lenguhan Elvi membuat Henry terbakar dia membuka jubah Elvi


Wuusshhh

__ADS_1


Di buangannya sembarangan hingga tergeletak di lantai dingin


Tangannya di bawah sana sudah tidak tinggal diam menyusuri lembah yang sangat nikmat meraba dari luar kain tipisnya


" Sa..yang "


" Kenapa hebm apa kamu menyukai nya " Elvi hanya mengangguk saja


Henry kembali mencium Elvi kemudian turun ke lehernya bermain sebentar di sana hingga meninggalkan bekas kemudian dia mengeluarkan benda favorit nya dari pakaian laknat itu dia langsung mengulum layaknya bayi yang kehausan


" Ah hen..ry stop please " ucap elvi tertahan


" Kamu mendesah sayang kamu menyukainya " kemudian dia membuka semua kain yang masih melekat dia melihat keindahan itu , dia turun ke arah bawah, Elvi tahu itu


Henry membuka kakinya lalu mulai memasukan lidahnya dan bermain Elvi mulai menggelit mencoba menahan suaranya agar tidak ke luar ,lama Henry bermain dengan lidahnya dia menambah kan dengan jarinya


" Aaaarrrgghhhhh" suara yang dia pertahankan ke luar juga


" Ke luarkan saja jangan di tahan sayang aku menyukai nya " ucap Henry serak kemudian kembali mencicipi benda favorit nya dan memacu kecepatan jarinya


" Sayang a...ku aaarrgghhhh " Elvi mendapat kan pelepasan pertamanya seketika badanya lemas setelah mendapatnya


Henry tersenyum " apa mau yang lebih enak " Elvi hanya mengangguk saja " kau akan mendapatkan kan nya " ucap Henry sambil melepaskan kain yang ada di tubuhnya


Dia mulai merangkak di atas tubuh Elvi memposiskan senjatanya pada sarang Elvi dia tapi sebelum masuk dia memiliki idea gila untuk membuat balas perbuatan Elvi tadi pagi dia menggosokkan senjatanya memasukan lalu di tarik nya lagi


Elvi menatap Henry memohon tapi Henry hanya tersenyum " mohonlah dengan benar aku akan melakukannya " seringai jahat muncul di bibir Henry


" Cepat selesaikan ini aku sungguh tidak tahan "


" Apa yang aku dapat"


" Terserah apa maumu " ucap elvi kesal


" Aku mau setiap malam dan pagi mendapatkan nya " sekarang tangannya mulai bermain di kacang nya dan satu jarinya berada di dalam sana, Elvi menutup matanya menikmatinya Henry tersenyum lalu dia berdiri dari posisinya, Elvi yang menyadari itu membuka matanya melihat Henry


" Ok kau mendapat kan pagi dan malam " lanjut Elvi


" Deal siapkan dirimu sayang aku akan membuatmu melayang " Henry memberikan rangsangan pada sarang nya setelah di rasa sudah basah dia mulai memposisikan senjatanya


Jleebbb


Aaarrgghhh


Henry mendiamkan sebentar merasakan pijitan sarang sempit Elvi ini benar-benar nikmat ,kemudian dia mulai memacu dengan bertahap dari pelan sedang dan cepat suara erangan ******* dalam kamar itu seperti musik yang indah AC dalam ruangan itu tidak bisa membuat mereka tetap sejuk peluh keringat di dahi mereka ,Henry terus memacu dengan cepat hingga hampir 2 jam kenikmatan itu datang


"Aaaahhhhhh'


" Elvina aaarrgghhhh " geram Henry panjang sambil membenamkan hingga sampai dalam


" Terimakasih sayang " itu Selalu Henry ucapkan pada Elvi ketika mereka selesai dia langsung memeluk Elvi dengan erat setelah kenikmatan itu sampai


" Are you ok " ucap Henry sambil mengusap wajah Elvi yang penuh dengan keringat


" No"


" Kenapa apa ada yang sakit sayang " Henry panik langsung mencabut senjatanya dari sarangnya


Elvi menggeleng " aku sudah lapar tapi tidak punya tenaga badanku remuk semua "gumam Elvi lirih


Henry tersenyum " sorry i can't help it " lalu Henry menggendong Elvi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


" Aku akan membantumu membersihkan diri " ucap Henry sambil meletakkan Elvi dalam bathup lalu mengambil shower mulai memandikan Elvi

__ADS_1


" Sayang mandi juga supaya cepat selesai kalau satu satu lama aku sudah lapar " ucap elvi


Mereka pun mandi berdua , tidak butuh waktu lama karena Elvi sudah lapar


Setelah selesai mereka menuju meja makan, baru saja Duduk Jose masuk dalam apartemen


" Apa aku terlambat makan malamnya " ucap Jose sambil melihat Elvi dan Henry,tapi di sini ada yang aneh rambut mereka basah


Lalu dia menatap Henry " ayo makan " ucap Henry


" Kunjungan terus " ucap Jose ketus


" siapa mas yang berkunjung " tanya Elvi


" Ada orang malam pagi berkunjung terus, syukur siang dia kerja kalau tidak mungkin basah terus itu lahan " ucap Jose, Henry hanya bisa menatap Jose agar untuk diam


" Jo kapan kamu tinggal di rumah ini sudah lewat dari 1 Minggu nanti aku di marahin mommy " Henry mengalihkan pembicaraan


Belum juga Jose menjawab yang di bicarakan telepon


Jose menarik napasnya mengangkat telepon nya dan menghidupkan pengeras suaranya


" Hallo mommy yang paling cantik gimana kabarnya "


" Tidak usah merayuku ini sudah lebih dari seminggu ,apa mommy harus menyuruh Daddy untuk menggusur apartemen itu "


" ok besok aku pindah, ini lagi di apartemen Henry mom lagi makan malam "


"Bagus , besok mama tunggu kalian awas saja kalau kalian tidak ke rumah, henry waktumu sisa 2 Minggu oh iya mommy lupa kemarin kamu di cariin Eva katanya kangen sama kamu apa kamu belum perna bertemu dengannya setelah pembahasan perjodohan acara makan malam itu kemarin mama ketemu pas arisan dia mengantarkan ibunya" ucap mommy ellena


Elvi mendengar itu kaget, hingga sendok yang ditangannya tidak sengaja jatuh ,Jose melihat Henry yang juga melihatnya


" Mom kita makan dulu iya nanti besok kita singgah i love you mom" Jose langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawabannya


Elvi mengambil sendok yang jatuh tadi tapi di tahan sama Henry " biarkan saja sayang aku ambilkan yang baru " ucap Henry


"Tidak papa ini masih bersih" ucap elvi


" Sayang dengarkan penjelasan ku dulu " ucap Henry


"Penjelasan apa, tidak usah di bahas " ucap elvi


Dia menahan sakit dan sesak di dadanya secara bersamaan


" El dengar kan dulu penjelasan Henry " Jose benar benar bingung kenapa mommy harus membahas itu sih


Aduh mom kau membuatku mati secara perlahan batin Jose dalam hati


" Ok kita makan setelah ini kita ke rumah mommy " ucap Henry dia tidak mau Elvi salah paham


Elvi tetap diam dia melanjutkan makannya sekalipun itu sangat sulit untuk dia telan


Setelah mereka makan Elvi masih diam dia membersihkan piring bekas makan tadi


" Ganti pakaian mu kita ke rumah mommy " ucap Henry


" Aku lelah mau istirahat " ucap elvi lalu berjalan ke arah kamarnya ,Henry menarik nafasnya membuangnya dengan kasar


" Sayang dengarkan dulu " ucap Henry sambil menahan tangan Elvi, Henry menatap Jose


" Elvi jangan dulu berpikiran jauh dengarkan dulu penjelasan Henry " ucap Jose membujuk Elvi


" Saya baik-baik saja sungguh, kalian mengobrol saja saya ngantuk lelah juga " ucap Henry sambil melepaskan genggaman tangan Henry

__ADS_1


" Baiklah istirahat sudah " ucap Henry


Elvi berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan tatapan Henry dan Jose .


__ADS_2